
*Di markas baru organisasi Diyuze*
"Paman Zuwun, apakah guru ku belum keluar dari pertapaannya?" Tanya Zhengjie yang duduk bersama dengan King zuwun dan Bingxue.
"Belum Zheng'er, tuan berpesan sebelum melakukan pertapaan beliau menyuruh ku untuk mengawasi latihan mu" balas Zuwun dengan nada tenang.
"Aku sudah berlatih dan mencapai bayak kemajuan berkat guru juga paman dan bibi. Aku ingin membawa kembali adik perempuan ku dari sakte sayap Phoenix..." Ujar Zhengjie seraya mengepalkan tangannya.
Bingxue dan Zuwun tersenyum sesaat seraya menatap Zhengjie.
"Adik mu akan baik-baik saja, hanya seseorang yang memiliki hubungan dengan Phoenix yang bisa memasuki perguruan itu.
Selain itu kekuatan mu yang sekarang tidaklah cukup.." tutur Zuwun menenangkan Zhengjie.
"Kultivasi mu saat ini baru menyentuh ranah abadi awal, mustahil bagi mu untuk bisa memaksa mereka dengan kemam mu sekarang. Tunggulah guru mu keluar dan memutuskan" sambung Bingxue sepemikiran dengan Zuwun.
Zhengjie tersenyum pahit sembari menyalahkan dirinya yang begitu lemah.
Meski ia tidak sepenuhnya menerima saran dari Bingxue dan Zuwun, namun ia juga tau batas kemampuannya yang belumlah cukup.
Dari arah belakang muncul Lan wu yang baru selesai dari peristirahatan panjangnya.
Pertapaan hanyalah alasan Lan wu agar bisa bersantai sejenak tanpa gangguan dari Bingxue dan Zuwun.
"Salam guru.." sambut Zhengjie.
"Salam tuan, selamat atas pencapaiannya" sambung Bingxue dan Zuwun secara bersamaan.
"Baik..baik.. duduklah aku ingin mendengar apa saja yang kalian punya selama aku melakukan pertapaan" balas Lan wu dengan wajah ramah seraya duduk di kursi.
Bingxue mulai menjelaskan mengenai tawaran beberapa pihak yang meminta organisasi Diyuze untuk mendukung mereka dengan imbalan besar.
Salah satu tawaran tersebut berasal dari keluarga Long tingkat 2 yang akhir-akhir ini sedang dalam krisis. 4 tambang dan sebuah wilayah luas milik mereka di incar oleh beberapa orang yang memiliki latar belakang misterius.
Pihak keluarga utama Long tidak sempat memikirkan masalah tersebut dikarenakan kesibukan di pusat ibukota.
__ADS_1
"Kai kan yang mengusulkan agar pemimpin keluarga Long meminta bantuan kita, hal ini dapat di pastikan bahwa keluarga Long dan Kai telah berhubungan baik." Jelas Bingxue menatap Lan wu yang begitu tenang.
"Keluarga Long merupakan keluarga kerajaan, bagaimana bisa serangga kecil berani hinggap di tanah mereka?" Lan wu menghela nafas. "Aku akan memikirkan hal ini, Zuwun kumpulkan informasi mengenai masalah keluarga Long dari sumber manapun" sambung Lan wu.
Zuwun membungkuk kemudian pamit untuk bekerja.
"Dimana Sying? Apakah tugas yang kuberikan sudah selesai?" Tanya Lan wu mengganti topik pembicaraan.
"Adik Sying mengurus beberapa hal terkait dengan perekrutan anggota baru. Saat ini total anggota kita berjumlah sekitar 300 orang yang tersebar di seluruh sisi ibukota.
Target 1000 anggota mungkin akan tercapai beberapa bulan kedepan. Tuan, aku rasa sudah saatnya untuk menunjukkan keberadaan kita secara langsung" jelas Bingxue mengemukakan pendapatnya.
"Hmm.." Lan wu bergumam pelan seraya memikirkan ucapan Bingxue. "belum, jumblah kita masih sedikit. Bing'er, aku ingin agar kau mencari beberapa gadis yang ahli dalam pedang. Aku berencana mendirikan rumah hiburan dalam waktu dekat.."
"Apa..?! Tuan jangan menyuruh ku untuk menjual gadis-gadis tersebut..!" Kaget Bingxue seraya menolak perintah Lan wu.
"Gadis ini.. aku bersyukur bahwa dirinya sudah menemukan pikiran dan hatinya sendiri.." pikir Lan wu tersenyum senang.
"Bodoh..!" Balas Lan wu mengutik jidat Bingxue hingga merah.
"Rumah hiburan yang ku maksud bukan seperti rumah bordil ataupun sejenisnya. Hiburan yang ku maksud adalah tarian pedang yang dimainkan oleh para gadis cantik.
Selain itu penghasilan dari rumah hiburan sangatlah besar dan akan berperan penting dalam perkembangan organisasi kita" jelas Lan wu yang membuat Bingxue menjadi malu.
"Pergilah dan mulai jalankan rencana ku, aku mau dalam waktu setengah bulan rumah hiburan yang ku mau sudah beroperasi. Jangan membantah lagi.!" Tegas Lan wu yang kini sangat serius.
Bingxue memberi salam kepada Lan wu kemudian pamit untuk kembali ke kediaman lama Lan wu.
Kini hanya tersisa Zhengjia yang duduk tanpa suara dari tadi.
"Bagaimana latihan mu?"
" Ah.. baik guru, aku sudah menguasai penggeser waktu dan jurus dasar dari pedang sunyi. Adapun kitab aura neraka yang guru berikan belum bisa aku kuasai" jelas Zhengjie dengan wajah terkejut.
"Zheng'er.. jangan menyembunyikan sesuatu dari ku. Katakan kepada ku apa yang terjadi saat kita berada di hutan untuk berlatih..?" Tanya Lan wu dengan ekspresi serius.
__ADS_1
Zhengjie nampak sukar untuk berbicara, raut wajahnya terlihat panik bercampur bimbang mendengar perkataan Lan wu barusan.
"Guru.. sebenarnya.. sebenarnya aku saat itu bertemu dengan seorang tetua dari sakte dewa di pusat ibukota. Dia memaksa ku untuk menjadi muridnya dan aku sudah berusaha keras untuk menolak.
Namun dia dengan paksa memberikan lencana murid dan menyuruh ku untuk menemuinya besok. Dia mengatakan bahwa adik aku dapat membawa adik ku jika masuk kedalam sakte dewa.." jelas Zhengjie yang terdengar begitu bimbang.
Lan wu menghela nafasnya usai mengetahui maksud tujuan dari sakte dewa. Zhengjie memiliki akar roh singa iblis yang diberikan Lan wu saat menempa tubuh Zhengjie.
Lan wu melakukan hal tersebut sebab aura jahat dalam tubuh muridnya akan berbahaya dimasa depan, makanya Lan wu memasukkan inti roh dari singa iblis walaupun hanya berupa kesadaran kecil dari roh singa iblis yang sebenarnya.
"Baiklah...namun kau harus ingat untuk selalu melihat kemampuan aura neraka, pedang sunyi secara diam-diam.
Kelak kau akan mengerti kekuatan dari jurus yang kuberikan.
Bagaimanapun juga kau memiliki takdir, aku tidak bisa mengatur mu" ujar Lan wu menyetujui keputusan Zhengjie.
Zhengjie terlihat begitu senang sekaligus terharu akan kebaikan dari gurunya. Ia berdiri dari kursinya kemudian bersujud dihadapan Lan wu sebagai penghormatan dan rasa terimakasih.
"Zhengjie hanya memiliki satu guru dalam hidup, master adalah satu-satunya orang yang pantas mengajari Zhengjie. Murid akan mengharumkan nama guru di dunia luar dan akan terus melatih kemampuan yang diajarkan oleh master.
Zhengjie mohon ijin untuk pergi, setelah semuanya selesai maka murid mu ini akan menemui master lagi" ucap Zhengjie dengan suara bergetar menahan tangisnya.
Lan wu tidak mengerti apa yang dirasakan bocah tersebut, namun kepercayaan dan rasa hormat Zhengjie mungkin lebih tinggi dari murid-murid sebelumnya.
"Pergilah, jangan lupa untuk memanggil ku saat kau sedang kesulitan. Ambil ini.." ucap Lan wu memberikan sebuah pedang.
"Master ini... Ini bukankah pedang sunyi yang melegenda di wilayah barat itu..?" Zhengjie memegang pedang tersebut dengan mata yang terbelalak.
"Benar sebagai master mu aku sudah berjanji untuk menurunkan seluruh kemampuan ku kepada mu. Pedang sunyi ini merupakan induk dari segala pedang sunyi yang bermunculan.
Kemampuan pedang ini ratusan kali lipat dari pedang tiruan ataupun lainnya, ada satu rahasia lagi yang ingin ku katakan.." tutur Lan wu yang sengaja membuat Zhengjie penasaran.
"Apa itu master..?"
"Aku adalah dewa pedang sunyi..." Lan wu tersenyum tenang seraya memperlihatkan wujud energi dari pendekar sunyi.
__ADS_1
Zhengjie hampir kehilangan kesadarannya setelah melihat begitu dekat wujud dari pendekar sunyi milik Lan wu. Ia menelan ludah dan bergantian menatap wujud energi dan Lan wu.
"Pergilah.. ingat untuk tetap merahasiakan identitas dari master mu ini.." Lan wu tersenyum sinis dengan mimik wajah mengancam.