
Lan wu kini berada di halaman istana milik pria tersebut yang merupakan seorang jendral perang ras iblis, pria tersebut bernama Huanlin atau lebih kerap di sebut pemilik 4 pilar langit.
Tombak Huanlin berasal dari penyanggah langit di alam nirwana, dan merupakan induk dari segala pusaka tombak yang berada di seluruh alam, dan tombak tersebut bernama 4 pilar langit.
Tombak Huanlin mampu menciptakan serangan kuat yang sanggup meruntuhkan kerajaan langit pada masa kekacauan dulu.
Jurus tersebut di beri nama "pembunuh langit".
Pada jaman dahulu, serangan tombak Huanlin begitu menakutkan lawan-lawannya, bahkan kaisar langit dan naga dewa juga begitu kerepotan menghadapi serangan tombak Huanlin.
Dan hanya terdapat satu orang yang sanggup mengalahkan Huanlin dalam pertaruangan satu lawan satu. Orang tersebut adalah guru lan wu, sang pendekar kelana.
Entah sejauh mana kemampuan pendekar kelana hingga dapat menundukkan kemampuan tombak Huanlin yang menggemparkan seluruh alam pada saat itu.
Setelah kekacauan berakhir dengan terciptanya perjanjian damai antara kaisar langit dengan ras naga, Huanlin memutuskan untuk meninggalkan istana ras iblis dan memulai hidup baru di alam dewa.
Akan tetapi banyak dari prajurit-prajuritnya mengikuti Huanlin, dan kemudian Huanlin di angkat oleh parjurit-prajuritnya menjadi seorang raja dari istana kecil di dalam hutan rajawali berekor 6.
Usai kepergian jendral terhebat milik ras iblis, raja dari ras iblis memutuskan untuk kembali ke alam mereka dan menyusun rencana untuk menguasai alam utuh, sama seperti sang kesempurnaan.
**
Di sisi lain nampak pendekar kelana tengah bersama dengan lan wu di halaman istana Huanlin.
"Bagaimana tehnik pedang mu saat ini?" Tanya pendekar kelana kepada lan wu yang tengah melamun seraya menatap sungai panjang di depannya.
"Hampir sempurna, hanya saja aku mengalami beberapa kejadian di alam fana sehingga menghambat pelatihan ku" jelas lan wu dengan wajah kusut.
"Bagaimana nanti bila kau menghadapi lawan yang lebih hebat dari Huanlin? Berapa banyak lagi orang-orang yang kau sayang akan mati? Dan pada saat itu apakah kau akan sanggup menyelamatkan aku?" Ucap pendekar kelana sontak membuat lan wu begitu heran.
"Apakah orang sehebat guru masih butuh perlindungan ku?" Tanya lan wu semabri memandang wajah gurunya.
Pendekar kelana hanya tersenyum tipis sembri berjalan beberapa langkah kearah depan.
"Apakah kau percaya bahwa aku berasal dari kaum atas?" Tanya pendekar kelana sontak membuat lan wu tercengang.
"Sang... kesempurnaan?" Tanya lan wu tidak percaya.
"Hem.. benar. Aku adalah seorang pangeran dari alam atas yang bernama dunia dewa" jawab pendekar kelana seraya mengeluarkan sebuah botol kaca yang berisi pemandangan sebuah kerajaan besar.
"Dunia dewa? Apakah ada bedanya dengan alam dewa?" Tanya lan wu dengan wajah penasaran.
"Tentu saja. Alam dewa hanya berupa gambaran kecil dari pantulan dunia dewa, sedangkan Duni dewa adalah perwujudan nyata dari alam dewa. Bisa dikatakan bahwa alam dewa hannya bayangan dari sisi lain dunia dewa" jelas pendekar kelana.
__ADS_1
"Pada awalnya seluruh alam utuh diciptakan oleh 2 orang leluhur dari dunia dewa dengan menggunakan sedikit hawa kehidupan dari pohon dewa. Tujuan mereka membangun alam utuh ialah sebagai tempat bagi orang-orang yang menginginkan kedamaian dan hidup berdampingan. Baik manusia, hewan gaib, dan ras-ras lainya. Akan tetapi setelah alam tersebut di bentuk banyak tokoh-tokoh besar dari dunia dewa hendak menguasai tempat tersebut" jelas pendekar kelana yang mendadak di potong oleh lan wu.
"Apakah alam utuh semenarik itu? Apa yang membuat orang-orang di dunia dewa berniat menguasai alam utuh?" Tanya lan wu.
"Banyak benda berharga milik kedua leluhur dari dunia dewa tersimpan di tempat tersebut, salah satunya adalah tombak milik Huanlin, dan pedang dewa milik ketua sakte di tempat mu" jelas pendekar kelana menambah keterkejutannya lan wu.
"Namun ada satu benda berharga yang begitu di incar orang dari dunia dewa dan ras iblis, yaitu pedang pelahap dunia yang tersembunyi di suatu tempat di alam utuh"
"Pedang pelahap dunia? Aku baru pertama kalinya mendengar hal tersebut dari guru, bahkan iblis singa sendiri tidak mengetahui hal tersebut" sergah lan wu dengan wajah penasaran.
"Hahahaha tentu saja.. jika semua orang di alam ini mengetahui hal tersebut, apakah situasi di alam ini akan seperti sekarang?" Jawab pendekar kelana seraya tertawa keras.
"Intinya kita hanya perlu menghentikan serangan besar dari dunia dewa, dan menunda kekacauan besar terjadi kembali" ujar pendekar kelana seraya meneguk arak di botolnya.
"Apakah kekacauan besar tidak dapat di hentikan?" Tanya lan wu.
"Bisa..! Dengan menemukan kembali pedang pelahap dunia" sambung pendekar kelana membuat lan wu terdiam.
"Mengapa tidak ada pihak di kerajaan guru yang berniat untuk menghalau para pendekar yang berniat menyerang alam ini?" Tanya lan wu mendadak membuat pendekar kelana terdiam sesaat.
"Seluruh keluarga ku telah dibunuh oleh kekuatan tertinggi di dunia dewa, aku berhasil melarikan diri ke alam utuh dan menyebarkan perihal rencana dari dunia dewa. Seandainya saat itu aku sedikit kuat, tentu saja hal seperti ini tidak akan terjadi.!" Ujar pendekar kelana seraya menghancurkan botol arak miliknya.
"Itulah mengapa aku mencegah mu untuk ikut campur urusan dunia fana, kau harus bertambah kuat dan menghentikan serangan dari kaum atas. Hanya kau yang bisa melakukan nya, sementara aku hanya menjadi tameng bagi mu untuk menyelesaikan takdir besar mu" jelas pendekar kelana seraya menepuk pundak lan wu.
Lan wu nampak termenung seraya membayangkan hal tersebut terjadi di kemudian hari. Ia tentu akan mengalami tekanan besar jika tidak berhasil melindungi orang-orang berharga miliknya yang tersisa.
"Hey..Hey... Sejak kapan kau boleh merebut murid ku?" Ucap pendekar kelana seraya tertawa kecil.
"Kau tidak ahli dalam serangan jarak jauh, untuk apa seorang pengubah dunia belajar dari mu?" Ujar Huanlin dengan nada mengejek.
"Lan wu.. apakah kau hendak mencampakkan guru mu ini?" Tanya pendekar kelana dengan wajah memelas.
"Ahh..i..itu.. anu.." lan wu nampak bingung menyikapi sifat gurunya.
"Apakah kau serius hendak menyerahkan benda itu kepada lan wu?" Tanya pendekar kelana yang kini memasang wajah serius.
"Sepertinya aku memang tidak dapat menyembunyikan hal apapun dari mu tua Bangka" jawab Huanlin seraya menghela nafasnya.
"Kau benar, tingakat kecocokan antara ke 4 tombak ku dengan energi hitam miliknya begitu tinggi, selama ini tombak ku belum pernah bereaksi kuat dalam pertempuran manapun. Tetapi semuanya berubah usai kejadian tadi di kuburan rajawali. Tombak ku seketika mengeluarkan wujud aslinya usai mendapat asupan tenaga dari energi hitam milik lan wu, kecocokan mereka membuat efek setiap serangan meningkat beribu-ribu kali lipat. Aku hanya tidak sabar melihat secara langsung bila ke 4 tombak milik ku di gunakan oleh seorang pengguna energi hitam" jelas Huanlin nampak mengejutkan pendekar kelana.
"Seperti itu.. baiklah aku serahkan hal ini kepada mu" ujar pendekar kelana menyetujui saran dari Huanlin.
"Lan wu, aku akan pergi beberapa waktu untuk menyelidiki keberadaan portal yang menghubungkan alam ini dengan dunia dewa. Kau berlatihlah dengan Huanlin dan pelajari beberapa jurus pedang di kitab ini. Aku akan kembali untuk melatih mu secara langsung" jelas pendekar kelana seraya melompat ke udara.
__ADS_1
Lan wu terdiam seraya menatap gurunya yang perlahan menghilang dari pandangan.
"Paman Huanlin, bagaiamana keadaan anak paman?" Tanya lan wu memecahkan keheningan.
"Aylen sudah siuman, dan ia tengah memulihkan kembali tubuhnya" jawab Huanlin.
"Apakah aku dapat mengunjungi pedang dewa untuk melihat sendiri keadaannya? Aku tidak bisa fokus dalam pelatihan, pikiran ku terus berada di pedang dewa" tanya lan wu dengan raut wajah sedih.
"Kau boleh mengunjungi alam fana setelah kau menguasai ke 4 pilar langit, dan mencapai tingkat 1000 lingkaran energi ilahi" jawab pria tersebut dengan wajah tenang.
"Baiklah, mari kita mulai" ujar lan wu membakar semangatnya.
**
Pada latihan pertama, Huanlin menyuruh lan wu untuk menggerakkan satu tombak dengan menggunakan energi hitam miliknya.
Namun hingga hari beranjak gelap lan wu tidak mampu membuat tombak tersebut bergerak.
Huanlin akhirnya mengubah latihan tersebut menjadi latihan saling serang dari jarak jauh.
Huanlin hanya mengijinkan lan wu untuk menggunakan 1 pedang api.
Sementara Huanlin menggunakan ke 4 tombak miliknya.
Pertarungan dimulai dengan seragam kecil tanpa mengeluarkan energi serta aura mereka.
Lan wu terlihat begitu kesulitan menahan serbuan tombak yang di lancarkan oleh Huanlin dengan cepat. Tanpa sadar lan wu menciptakan 10 pedang api untuk menahan serangan tombak milik Huanlin.
"Kau curang.!" Ucap Huanlin seraya mengalirkan sedikit energi pada tombak nya.
Sontak lan wu terpental ke tanah akibat serangan Huanlin yang mendadak.
"Auh... Mengapa paman menggunakan energi.?!" Teriak lan wu dengan nada kesal.
"Dan mengapa kau mengeluarkan banyak pedang api? Apakah kau berniat membunuh ku?" Tanya Huanlin sedikit kesal.
"Hehehehe siapa yang tau jika itu terjadi.." jawab lan wu cengengesan.
"Bocah ini..!" Geram Huanlin menancapkan tombaknya tepat di ************ lan wu.
"Huah..! Oh.. takdir masih baik kepada ku.." ucap lan wu dengan perasaan bercampur aduk.
Mereka kembali melanjutkan pelatihan hingga tengah malam dikarenakan aylen yang menyuruh mereka untuk istirahat, dan mengisi perut.
__ADS_1
Lan wu begitu menikmati latihan nya bersama Huanlin, ia seakan menemukan orang yang cocok setelah gurunya untuk berlatih.
Banyak saran serta pengetahuan baru yang didapat oleh lan wu dari Huanlin. Tehnik menguasai serangan jarak jauh milik lan wu semakin kuat usai melalui pertarungan panjang tadi.