Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
kemenangan besar 3.12


__ADS_3

Tiba-tiba diatas pilar tersebut terlihat sosok pria yang duduk seraya menjulurkan kakinya kebawah. Pria itupun berkata dengan nada santai.


"Kalian tenanglah.. biarkan murid ku ini beristirahat sebentar, ia baru saja melewati batasannya di pertempuran barusan" ujar seorang pria yang duduk seraya meneguk arak dari botolnya.


"Maksud anda tuan?" Tanya Hanzeng dengan nada penasaran.


"Lan wu berada di sini, kondisinya memanglah sangat buruk. Namun, nyawanya tidak terancam" sambung sosok yang kini mendekati Lan wu dan menggendongnya di belakang.


Pria tersebut melompat turun dan membaringkan Lan wu di tanah. Tanpa di suruh Aile langsung menghampiri Lan wu dan mulai mengobatinya.


Tak terasa air mata mengalir dari mata Fei yang sedari tadi begitu cemas memikirkan Lan wu. Ia begitu bahagia melihat Lan wu yang tidak kehilangan nyawanya.


**


Hujan perlahan-lahan berhenti, dan matahari mulai bersinar terang. Tubuh kaisar dewa nampak berubah menjadi gumpalan cahaya berwarna emas lalu menyebar ke segala penjuru di alam dewa.


Mata seluruh orang yang tersisa dari perang tersebut mendadak terpaku, medan pera yang semula begitu rusak dan gersang. Mendadak di tumbuhi rerumputan hijau serta pepohonan besar yang dengan cepat menutupi tanah di area tersebut.


Pemandangan yang menyejukkan mata para pahlawan perang dengan berjuta kesakitan di derita oleh mereka saat itu. Terkecuali Lan wu yang masih tidak mengetahui bahwa takdir berhasil dimenangkan olehnya.


"Mari kembali ke rumah kita masing-masing" ujar pendekar kelana yang di balas senyuman oleh semua orang.


Mereka berjalan pulang dengan kemenangan yang begitu besar. Lan wu tampak di gendong oleh pendekar kelana, sementara Huanlin terlihat menggendong seorang pria yang berhasil di kalahkan oleh pendekar kelana.

__ADS_1


Di perjalanan pulang, mereka melihat ratusan ribu mayat pendekar dan prajurit dari kekaisaran alam dewa tergeletak di sepanjang jalan.


Hingga akhirnya mereka melewati jurang lebar yang menandakan bahwa mereka telah sepenuhnya keluar dari medan perang. Mereka seketika berhenti usai melihat seorang pria dengan tekanan dasyat tengah berdiri menghadang arah mereka.


"Taoyanzu, seseorang yang memiliki kemampuan mengerikan hingga di jadikan sebagai orang no 1 oleh kaisar dewa di alamnya. Aku pernah melihat langsung kemampuannya sewaktu menghadiri pertemuan besar antar istana" ucap pendekar kelana entah kepada siapa.


Akan tetapi seluruh orang yang mendengar perkataan pendekar kelana sontak mengetahui siapakah orang yang menghadang perjalanan mereka.


"Sebuah kehormatan dapat di kenali oleh pangeran hebat seperti anda" jawab Taoyanzu penuh ketenangan.


"Hahahaha.. itu bahkan tidak pernah terpikirkan oleh ku, jadi apakah tujuan mu menghadang kami adalah untuk menuntut balas kematian seluruh pasukan kaisar dewa?" Tanya pendekar kelana seraya tertawa kecil.


"Niat ku memang seperti itu, namun aku akan mengesampingkan urusan pribadi ku dan mengutamakan tujuan utama ku" jawab Taoyanzu sembari mendekati pendekar kelana yang tengah menggendong Lan wu.


"Pesan ini hanya bisa di dengarkan oleh pemilik takdir, yang tidak memiliki kepentingan mohon kerja samanya" ujar Taoyanzu seraya mengeluarkan tekanan angin dasyat yang mendorong singa iblis dan lainnya menjauh.


Hampir 2 jam mereka berada di dalam formasi tersebut tanpa sedikitpun suara atau aura yang terasa oleh singa iblis dan lainya yang tengah berdiri di depan formasi tersebut.


Baru saja singa iblis hendak menerobos formasi tersebut, nampak pendekar kelana berjalan keluar beriringan dengan Taoyanzu yang masih membicarakan sesuatu.


"Aku akan kembali lagi nanti, dan menyelesaikan urusan ku dengan pemuda ini.. sampaikan pesan ku kepadanya saat ia telah siuman" ujar Taoyanzu perlahan-lahan menghilang dari hadapan pendekar kelana.


Singa iblis dan lainya begitu penasaran dengan obrolan pendekar kelana di dalam formasi tersebut. Mereka menanyakan hal tersebut kepada pendekar kelana, akan tetapi hanya di balas oleh pendekar kelana dengan senyum lebar.

__ADS_1


"Aku bahkan tidak mengetahui apa saja yang di ucapkan oleh pria tersebut. Di dalam sana aku hanya berdiri tenang seraya melihat pria tersebut meletakan tangannya di jidat Lan wu" jawab pendekar kelana dengan nada santai.


"Kau..! Jika adik ku kenapa-kenapa aku akan.." geram Aile seraya menarik kerah baju milik pendekar kelana.


"Hentikan itu adik, aku percaya jika seorang guru tidak mungkin mencelakai muridnya" ujar Huo Tian menenangkan Alie.


"Aku akan mempercayakan Chi'er kepada anda, kabari aku secepatnya jika dia sudah sadar" sambung Huo Tian seraya menarik Aile untuk menjauh dari pendekar kelana.


"Aku akan kembali ke alam ku dan menyampaikan berita ini kepada kaisar langit, kami pamit" ucap Huo Tian bersamaan dengan cahaya terang menyelimuti tubuhnya dan saudara lainnya.


Naga dewa dan lainya memberikan salam perpisahan mengiringi kepergian suadara-saudari Lan wu.


"Aku bahkan baru sadar bahwasanya mereka bukan berasal dari alam ini.." ujar ketua sakte teratai putih dengan wajah heran.


"Hahahaha.. mereka berasal dari alam nirwana, dan merupakan anak-anak dari kaisar langit. Kalian tentu pernah mendengar tentang sejarah ras naga dan kaisar langit.." jelas pendekar kelana nampak membuat naga dewa mengendus kesal.


Ketua sakte dan lainya hanya mengangguk paham sembari masih memikirkan kaitan kaisar langit dengan Lan wu hingga membuat kaisar langit mengirimkan anak-anak untuk membantu Lan wu.


Perjalanan mereka kembali di teruskan hingga sampai di sebuah jalan yang mengharuskan mereka berpisah. Para pemimpin istana dan lainnya bergantian pamit kepada pendekar kelan, khususnya kepada Lan wu dan Huanlin yang begitu di kenali oleh mereka.


Kini hanya tersisa naga emas dan ketua sakte beserta murid-murid dan tetua yang masih selamat dalam pertempuran. Terlihat ketidak relaan di mata keduanya melihat Lan wu yang masih di gendong oleh pendekar kelana.


"Aku paham apa yang kalian pikirkan saat ini, namun aku yakin jika kalian mengetahui kondisi di luar pertempuran, mungkin saja kalian akan langsung berangkat menuju tempat kalian masing-masing" ujar pendekar kelana yang nampak membuat singa iblis dan 2 perwujudan alam tersenyum kecil.

__ADS_1


"Apa maksud anda pendekar?" Tanya ketua sakte bersamaan dengan naga emas.


"Apakah kalian tidak menyadari bahwa di sekeliling kalian terdapat banyak jasad ras iblis?" Ujar pendekar kelana seraya melirik ke samping kiri yang terdapat beberapa jasad.


__ADS_2