Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
sambutan 2.77


__ADS_3

Seperti dugaan Lan wu, ia muncul kembali tepat di area depan ruang persenjataan yang telah di renovasi. Lan wu melihat beberapa perubahan pada gedung tersebut yang ia yakini mengalami kehancuran besar beberapa waktu silam.


Dari kejauhan terlihat beberapa rombongan yang berlari dengan cepat kearah Lan wu yang masih larut dalam pikirannya. Sementara rombongan tersebut semakin dekat hingga berdiri tepat di belakang Lan wu dan ular larva.


"Tuan Lan senang bisa melihat anda lagi" ujar seorang gadis yang rupanya adalah souzi yang di temani beberapa murid istana.


Lan wu berbalik arah seraya tersenyum kecil melihat souzi dan lainya. Ia menduga mungkin saja naga dewa terus-menerus mencari keberadaan nya.


"Apakah naga dewa yang menyuruh mu kemari?" Tanya Lan wu dengan nada tenang.


"Kau benar.. leluhur sedang berada di arena utama. Di sana tengah mengadakan turnamen kecil antar murid istana naga" jelas souzi seraya mengajak Lan wu untuk berjalan ke arena yang di maksud.


Tanpa banyak bicara Lan wu segera mengikuti souzi dari arah belakang hingga mereka sampai di sebuah arena besar dengan keramaian luar biasa menghiasi nya.


Lan wu juga melihat beberapa wajah yang sebelumnya ia temui di istana harimau petir yang tengah duduk di sebuah panggung khusus bagi para petinggi istana.


Terlihat juga naga dewa serta naga hitam yang menatap heran kearah Lan wu. Dari tatapan mereka seakan-akan Lan wu memiliki utang penjelasan kepada mereka.


Lan wu berdiri tepat di pinggir arena yang terdapat 2 murid tengah bertarung. Walaupun mereka bukan berada di level tinggi akan tetapi pertaruangan keduanya tidak membosankan.


Hingga pertaruangan berkahir dengan terkapar nya salah satu murid di atas arena. Banyak tatapan mata tidak percaya akan kekalahan murid tersebut, secara tingkat pelatihan nya lebih tinggi dari murid yang mengalahkan dirinya.

__ADS_1


Lan wu hanya tersenyum geli seakan-akan bisa melihat ketidak percayan yang coba mereka sembunyikan. Di lain sisi Lan wu juga mengetahui penyebab murid tersebut kalah.


Ia melihat ada seorang ahli di tingkat raga ilahi yang bersembunyi di dalam tubuh murid tersebut, di saat mereka mengeluarkan jurus terakhirnya Lan wu sempat melihat ahli tersebut memberikan bantuan energi kepada murid tersebut.


"Apakah tuan merasakan kehadiran sosok lain di murid tersebut?" Tanya ular larva setengah berbisik.


"Bisa di bilang begitu.. tapi biarkan saja mungkin ada alasannya mengapa sosok tersebut membantu murid itu" jawab Lan wu serta tersenyum kecil.


Usai kedua murid tersebut turun dari arena, nampak seorang pemuda melompat dari panggung penonton kearah arena. Kemunculan pemuda tersebut membuat seluruh murid bersorak seraya memuji pemuda tersebut.


"Wah.. tidak di sangka kakak Yan lang mengalami peningkatan hebat sejak kembali dari kediaman tetua bukit" ujar murid-murid di sekitar Lan wu.


Di sisi lain peserta yang menjadi lawan dari Yan lang tanpa ragu mengundurkan diri dari pertandingan, ia cukup paham jauhnya perbedaan level mereka berdua.


Lan wu melihat kearah panggung tempat beberapa tetua beserta muridnya duduk, nampak wajah dari murid-murid tetua terlihat jengkel dengan tingkah berlebihan dari Yan lang.


Akan tetapi peraturan yang ada membuat mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Memang pertaruangan tersebut hanya di Peruntukan bagi murid-murid istana dan belum memiliki guru pribadi.


"Jika begitu aku akan menantang seluruh orang yang ada di sini untuk naik dan bertarung dengan ku.." teriak Yan lang entah mengapa membuat Lan wu tertawa geli.


Sontak seluruh mata tertuju kepada Lan wu yang tidak sadar bahwa ia kini tengah di perhatikan seluruh orang termasuk Yan lang.

__ADS_1


"Ah.. aku sungguh minta maaf.. aku hanya teringat kejadian lucu" jawab Lan wu seraya memasang senyum tenang.


"Sepertinya sudara ini memiliki kemampuan yang tinggi.. mengapa tidak naik kemari dan menunjukkan nya kepada ku?" Tanya Yan lang dengan nada menyindir.


"Sungguh.. aku terbiasa untuk membunuh.. takutnya akan merepotkan orang lain" ujar Lan wu balas menyindir.


"Kebetulan.. aku sungguh ingin mengerahkan seluruh kemampuan ku, atau saudara sebenarnya takut dan hanya ahli pembohong" balas Yan lang membuat seluruh murid menertawakan Lan wu.


Melihat sikap Yan lang yang semakin menjadi, akhirnya Lan wu melompat ke atas arena dan berdiri tepat di depan Yan lang.


Terlihat Yan lang tersenyum licik kearah Lan wu.


Dengan enteng Lan wu mengeluarkan ribuan pedang api iblis berukuran raksasa yang kini menutupi cahaya matahari di atas arena tersebut. Situasi mendadak gelap dan sunyi di sertai hawa mengerikan yang berasal dari ribuan pedang tersebut.


Bahkan para tetua termasuk naga hitam sedikit terkejut akan kemampuan Lan wu yang tiap hari semakin mengerikan.


Tanpa sadar keringat dingin bercucuran dari wajah Yan lang yang semula begitu bertingkah.


"Ada apa? Apakah sedikit kemampuan ku sudah mengurungkan niat mu?" Tanya Lan wu dengan nada dingin


Suara Lan wu serasa menggema di telinga para murid yang berdiri di sekitar arena tersebut. Yan lang melihat sendiri bagaimana jauhnya perbandingan kekuatan mereka.

__ADS_1


"Pemutus segel kunci. Inti energi segel aktif. Memanggil jendral naga suci..!" Ucap Yan lang di sertai dengan berguncang nya area tersebut.


__ADS_2