
Lan wu dengan sigap menahan serangan tersebut menggunakan pedangnya, tanpa diduga ia hampir saja kehilangan keseimbangan yang akan membuatnya tersungkur ditanah.
Beberapa prajurit yang sedang bertarung seketika terhempas usai benturan senjata keduanya.
"Hmm..hahaha tidak buruk..! Tidak buruk.!" Ucap jendral bar-bar dengan nada bersemangat.
"Tombak api..." Ucap Lan wu mengarahkan tangannya ke pertahanan pasukan musuh.
"Hehehe..! Jika kau berniat untuk menerobos aku sarankan agar kau tidak membuang-buang energi mu.!" Ujar pria dihadapan Lan wu seraya melayangkan kapak miliknya yang berhasil dihindari oleh Lan wu.
Terlihat tombak api tersebut berhasil dihalau oleh seorang pria dari lembah dasar dengan segel formasi miliknya.
Tombak api yang hancur tersebut berubah menjadi ratusan pisau yang menyebar ke sisi lain yang tidak di lindungi oleh segel formasi.
"Apa..?!" Kaget jendral bar-bar yang kehilangan fokusnya.
"Alunan pedang sunyi.." ucap Lan wu bersamaan dengan melambatnya waktu di pihak pasukan musuh.
"Ini...?!" Ucap para prajurit naga merah dengan nada tidak percaya.
"Jangan membuang waku, habisi mereka!" Seri Haiyang menerobos orang-orang tersebut.
"Kau... kau...dewa..pedang...suny...ii" ujar jendral suku bar-bar yang kehilangan kepalanya dalam sekejap.
Lan wu hendak bergerak menyerang orang-orang paviliun 5 warna mendadak berlutut dengan wajah yang meringis seraya memegang dadanya.
"Ada apa dengan tubuh ku..?! Energi hitam seperti berbalik menekan ku..!" Pikir Lan wu dengan wajah bingung.
"Habisi dia, segera..!" Terdengar suara dari beberapa orang tingkat suci akhir yang bergerak untuk menyerang Lan wu.
"Sial.." tutur Lan wu sembari menghindari serangan orang-orang tersebut.
__ADS_1
Dengan kondisinya yang kesakitan, Lan wu menjadi begitu kesulitan untuk mengatasi orang-orang tersebut. Ia hanya menghindar dan memanfaatkan bantuan dari parjurit-prajuritnya untuk menghadang orang-orang tersebut.
"Hujan darah.!" Terdengar suara bersamaan dengan turunnya air berwarna merah dari atas langit.
Lan wu kini berubah tegang setelah teringat akan jurus milik sang kesempurnaan. Benar saja, setiap tetes air hujan terus bisa membuat orang yang terkena meleleh tanpa sisa.
Di lain sisi beberapa wakil jendral bersama-sama menciptakan segel perlindungan untuk menghalau hujan darah tersebut.
"Sial apa yang terjadi dengan tubuh ku..?!" Kesal Lan wu yang hampir tidak bisa berbuat apa-apa..?"
Orang-orang yang sedari tadi mengincar Lan wu, kini berbelok kearah 4 wakil jendral yang sedang mengeluarkan segel formasi tersebut.
Kondisi mereka tentu tidak baik sebab mereka tidak akan bisa melakukan perlawanan setelah mereka mengeluarkan segel tersebut.
"Hrgh...!" Teriak Lan wu memaksakan dirinya untuk menciptakan tapak api iblis.
Lan wu hanya berhasil membunuh 5 orang sementara 4 lainnya berhasil selamat dan terus bergerak mendekati wakil-wakil jendral.
Beberapa prajurit yang berada di dekatnya sontak menghilang bersamaan dengan meredanya pancaran energi tersebut.
Aura menakutkan dirasakan oleh seluruh orang yang kini tersentak menyaksikan wujud Lan wu yang menjadi berubah.
Tubuh Lan wu diselimuti oleh api berwarna ungu putih dan terlihat mengenakan semacam jubah dari energi ditambah sorot matanya yang terlihat begitu tajam.
"Apa yang terjadi..?" Heran para wakil jendral yang terkapar ditanah dalam keadaan lemah.
"Jangan terpengaruh..! Bunuh dia segera..!" Perintah walikota yang terlihat begitu ketakutan.
Para ketua dari paviliun 5 warna, lembah dasar, dan suku bar-bar yang sebelumnya bertarung melawan Haiyung. Sontak mengarah kepada Lan wu.
Haiyung mengambil kesempatan tersebut untuk menyerang balik walikota yang kehilangan fokusnya.
__ADS_1
Disis lain para ketua tersebut telah mengeluarkan jurus-jurus terkuat mereka untuk menyerang Lan wu yang masih terdiam.
Ledakan besar terjadi bersamaan dengan suara tawa penuh kemenangan dari walikota yang kehilangan tangan kanannya akibat serangan Haiyang.
"Hahaha.. akhirnya kaisar bodoh itu mati..! Sekarang hanya tinggal menunggu giliran mu..!" Ucap walikota dengan nada penuh kesenangan.
Namun raut wajah walikota sontak berubah usai melihat sebuah cakar besar berwarna ungu, keluar dari balik kepulan debu dan menghantam para ketua tersebut.
Dengan ekspresi kaget, mereka berusaha menghindar dari cakar tersebut. Akan tetapi dengan cepat Lan wu telah berada di belakang mereka dan berhasil membunuh salah satu dari tiga ketua tersebut.
"Cih...ku pikir tubuh mu sekuat omongan mu.." desis ketua lembah dasar yang mencemooh ketua dari suku bar-bar yang berhasil dibunuh oleh Lan wu.
Kedua ketua yang tersisa memutuskan untuk bersama-sama menyerang Lan wu. Namun kekuatan dari perubahan tersebut berada jauh di atas dari apa yang mereka bayangkan.
Kecepatan Lan wu tidak mampu mereka imbang walaupun mengerahkan seluruh kemampuan mereka.
"Gawat...!" Gumam ketua paviliun 5 warna yang menyaksikan ribuan bola energi hitam yang berwujud seekor singa dengan ukuran raksasa.
"ini... bukankah terlalu berlebihan..?!" tutur walikota yang menelan ludah usai melihat jurus yang dikeluarkan oleh Lan wu.
Di lain nampak seluruh orang-orang yang sedang bertarung sontak mengalihkan perhatian mereka kearah jurus Lan wu.
gemetar dan perasan tidak berdaya dirasakan oleh pihak walikota.
"Apakah ini kemampuan asli dari kaisar..?!" Ujar para prajurit walikota yang telah kehilangan semangat bertarungnya.
namun berbeda dengan pasukan kekaisran yang bertambah semangat dan berani untuk memenangkan pertaruangan malam itu.
"Jendral Hu, pasukan kami telah berhasil mengungsikan sebagian warga kota ini ke tenda pasukan.." ucap jendral pasukan hitam yang baru tiba ditempat tersebut.
"Baguslah...bawa pria ini dan perintahkan prajurit kita untuk segera mundur.." tutur Haiyang seraya membunuh beberapa pengikut terdekat milik walikota.
__ADS_1