Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Kembali ke alam dewa 2.18


__ADS_3

Lan wu yang kini tak sanggup bergerak sedikitpun, nampak tersenyum kecut seraya memaksakan kakinya untuk bergerak. Ia terus berusaha bergerak hingga terlihat urat lehernya yang membesar akibat lan wu yang terlalu memaksakan tubuhnya. Lan wu merasa begitu putus asa seraya menatap ke arah depan yang terlihat debu semakin menipis. Jika debu di hadapannya menghilang sebelum ia dapat bergerak, entah apa yang akan terjadi pada diri lam wu  kedepannya.


Dari arah samping terlihat bayangan seseorang yang melompat ke samping lan wu seraya menarik lengan Lan wu kedalam gerbang tersebut. Mata lan wu terbuka lebar usai melihat sosok yang tengah menyeretnya kedalam portal tersebut.


"Kaka.." ucapan lan wu terputus usai melihat Aile yang tersenyum manis ke arahnya.


"Hey naga bodoh, apakah begitu lama untuk menyiapkan portal?" Tanya Aile dengan nada jutek.


"Bocah ini.?!! Mengapa ada di sini.!!" Ujar naga emas dengan ekspresi kaget.


"Tentu saja untuk menyelamatkan adik ku dari kakek pemarah" jawab Aile seraya mencubit gemas pipi lan wu.


Lan wu hanya pasrah seraya tersenyum meringis. Portal tersebut akhirnya berfungsi dengan sedikit bantuan dari Aile. Tubuh lan wu di selimuti oleh cahaya putih yang samakin lama semakin terang. Pandangan lan wu menjadi silau, ia tidak dapat melihat area sekitarnya. Ia hanya merasakan kepalanya yang berada di paha Aile, serta aliran energi yang di keluarkan Aile untuk menyembuhkan lan wu.


Lan wu sungguh tak mengerti dengan situasi tersebut, mengapa Aile menolongnya. Pikiran lan wu terus berputar hingga tak sadar kini ia telah terlelap usai rada sakit di tubuhnya menghilang. Aile tersenyum manis seraya menatap wajah lan wu yang terlelap di pangkuannya. Aile mengisyaratkan naga emas untuk tidak bersuara dan membangunkan lan wu.


Melihat hal tersebut naga emas yang hendak mengatakan bahwa mereka telah sampai, akhirnya mengurungkan niatnya. Naga emas akhirnya menghilang usai memastikan keselamatan lan wu. Ia berniat memberitaukan perihal lan wu yang merupakan keturunan murni dari darah langit, mungikin di bawah arahan naga dewa lan wu akan memiliki bimbingan yang tepat, terlebih lagi ras naga memiliki tujuan yang sama dengan ras langit yaitu memusnahkan ras legenda dan menciptakan kedamaian di seluruh alam.


Lan wu kini berada di dalam menara energi hitam, lan wu yang telah sadarkan diri kini mulai mengumpulkan energi hitam dan melanjutkan peningkatannya. Ia terlebih dahulu menyuruh tiruannya untuk menemui Lou yu seraya mengajak Aile untuk keluar dari menara tersebut. Aile tak sanggup untuk menahan tekanan hebat dari energi hitam di menara tersebut.


Lan wu juga menyuruh tiruannya untuk menyelidiki keberadaan jendral dan pasukan yang di kirimkan ayahnya untuk menangkap Fei. Lan wu yakin jika jendral dan pasukan tersebut mungkin tengah bersembunyi ataupun menyamar sebagai pedang di teratai putih.


***


Di sisi lain, tepatnya di kerajaan langit. Terlihat Huang yang sedikit kesal usai mendengar perihal lan wu yang berhasil melarikan diri. Huang tak menyangka bahwa lan wu masih dapat bertahan dengan kondisi tubuh yang mengalami luka dalam serta luar yang begitu parah, terlebih lagi luka tersebut berasal dari 9 tetua kerajaan yang merupakan pilar utama dari kerajaan langit.


"Bagaimana bisa chi'er menjadikan kakaknya sebagai sandera?" Tanya Huang dengan nada tidak percaya.


"Ayah, Bahakan para tetua saat itu tengah menahan seragan gabungan yang di keluarkan oleh adik Chi, selain itu pandangan kami tidak terlalu jelas akibat debu yang berada di area tersebut. Satu-satunya yang kami tau hanyalah adik Chi yang telah mengilang bersama dengan Aile" ujar Huo sesaat membuat Huang menggauk paham.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan para jendral di alam bawah?" Sambung Shen yang sedari tadi hendak mengatakan hal tersebut.


"Aku akan mengirim perintah agar mereka tidak menjalankan tugas ini dan segera kembali ke kerajaan. Kemampuan chi'er sangatlah kuat, terlebih lagi ras naga yang tentu akan melindunginya dengan ketat di alam dewa. Biarkan saja chi'er bertindak sesukanya" Huang memijit keningnya yang terasa begitu sakit usai memikirkan perbuatan lan wu yang tidak di sangka oleh nya.


"Jika seperti itu, aku akan kembali ke perbatasan dan memantau situasi di sana" ujar Huo yang kini beranjak dari duduknya.


Huang menggauk seraya mengabulkan permintaan Huo. Shen kini terlihat diam seraya melamunkan sesuatu. Huang sedikit heran melihat tingkah Shen yang tidak seperti biasanya.


"En'er apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Huang seraya beranjak duduk di samping Shen.


"Ayah, aku hanya memikirkan diriku yang selalu merasa sombong di perguruan. Aku tidak menyangka bahwa adik Chi bahkan tidak memerlukan kebangkitan darah langit untuk menjadi sekuat itu. Jika di bandingkan dengannya aku sangatlah tidak berguna, aku merasa begitu malu atas apa yang selama ini ku pikirkan" ujar Shen dengan tatapan sayup.


Huang menepuk pundak Shen sesaat sebelum berdiri dari duduknya."chi'er memiliki tekad dan semangat, ia memiliki alasan untuk menjadi kuat, hanya itu kekurangan mu darinya. Kemampuan mu dan seluruh saudara-saudarimu tidaklah kalah di dari chi'er. Hanya saja kalian belum menemui alasan tepat untuk kalian menjadi kuat" ujar Huang seraya berjalan pelan meninggalkan Shen yang masih duduk sembari merenung di kursinya.


Untuk sementara Huang dan Renxing pindah ke villa yang terletak tidak jauh dari istana utama. Istana mengalami kerusakan parah usai pertarungan beberapa hari lalu. Renxing terlihat begitu sedih usai mendengar kejadian tersebut dari Huang. Beberapa ajari sebelum pertarungan tersebut Renxing pergi mengunjungi keluarganya seraya memberitahukan perihal kembalinya lan wu. Ia begitu terkejut usai kembali dan melihat kondisi isatana yang bagitu parah. Setelah mendesak Huang, barulah Huang menjelaskan semuanya kepada Renxing.


"Adik Ren, apakah kau masih arah pada ku?" Tanya Huang dengan nada bersalah.


"Tenangalah chi'er lebih kuat dari yang kita bayangkan, terlebih lagi ada Le'er bersamanya aku yakin dia akan menjaga Chi'er dengan baik" sambung Huang berusaha membuat renxing mendengarnya.


**


Beberapa hari setelah lan wu melanjutkan peningkatan energi miliknya, kini lan wu mendekati tahap akhir dari pembentukan daratan di sekitar badai hitam di dalam  tubuh lan wu.


Kini aura di sekitar lan wu memadat bersamaan dengan keluarnya sebuah negeri besar yang menyelubungi tubuh lan wu. Lan wu mengepalkan kedua tangannya seraya tersenyum lebar usai berhasil mencapai energi hitam tingkat tanah, dengan kemampuan tersebut orang yang dapat mengancam keselamatan lan wu hanya bisa di hitung dengan jari saja.


Perubahan tekanan tersebut dapat di rasakan oleh Lou yu dan ketua sakte teratai putih. Senyum ke gembiraan nampak menghiasi wajah keduanya. Mereka telah mendengarkan beberapa hal yang terjadi saat lan wu memasuki menara tersebut. Tiruan lan wu menjelaskan semuanya, dan hanya merahasiakan mengenai identitas lain dari lan wu.


...

__ADS_1


Lan wu segera keluar dari portal tersebut sesaat  setelah ia mengambil sebuah kitab jurus yang berada di sisi lain menara energi hitam. Lan wu keluar dari portal rahasia tersebut dengan hati-hati. Usai memastikan situasi sepi, lan wu segera melompat ke luar pembatas dan bergerak dari satu pohon ke pohon lain dengan cepat.


Ia mengarah menuju balai utama dengan maksud hendak menemui ketua sakte teratai putih. Ia ingin menjelaskan mengenai darah ras legenda yang berada di tubuh Fei.


Selain itu ada beberapa hal yang mengganjal pikiran lan wu yaitu mengenai 3 jenis darah lainya yang berada di tubuh Fei. Menurut yang di ketahui oleh lan wu, mustahil bagi seorang keturunan memiliki lebih dari satu darah di dalam tubuhnya terlebih lagi semuanya merupakan darah murni dan bukan darah campuran.


Ada banyak hal ganjil dalam situasi tersebut, dan alasan mengapa Fei bisa berada di teratasi putih dan bukan malah berada di tempat salah satu dari ras yang memiliki ikatan denganya.


Pandangan lan wu berubah geram usai menebak seandainya Fei hanya bidak yang di manfaatkan oleh seseorang demi tujuan pribadi nya sendiri. Lan wu hanyut dalam pikirannya hingga tak terasa bahwa ia telah berada di halaman balai utama teratai putih. Lan wu mengenyahkan pikiramyan mengenai permasalahan Fei, dan kini melangkah pelan mendekati pintu masuk balai tersebut.


Di sisi lain nampak Fei yang tengah duduk berbincang dengan Aile di villa Lou yu. Percakapan keduanya terlihat begitu serius dan berkali-kali membuat Fei menggeleng tak percaya.


"Jadi maksud kakak, aku hanyalah mahkluk yang di ciptakan oleh mereka? Bagaiaman bisa mereka melakukan hal tersebut kepada ku?" Wajah Fei nampak terlihat begitu sedih


"Itu hanya perkiraan ku saja, terlebih lagi ras naga dan 2 ras besar lainya memiliki dendam dengan ras legenda. Setelah ku pikirkan semua ini memang sangat berhubungan" ujar Aile seraya meneguk minuman di cangkirnya.


"Aku akan menanyakan langsung keoad mereka" ujar Fei seraya bgakit dari duduknya.


Aile segera menahan bahu Fei seraya sedikit menekanya untuk tidak berdiri.


"Percuma saja kau melakukan hal itu, ras legenda tengah bersembunyi di suatu tempat. Aku yakin mereka akan datang saat kau telah membangkitkan darah di tubuh mu" sambung Aile menatap Fei dengan tajam.


"Bagaiaman aku dapat mempercayai perkataan mu?!" Fei sedikit menaikan kewaspadaannya.


"Karan kalau bukan adik ku yang bodoh itu, mungkin sekarang kau sudah mati oleh puluhan jendral dari kerajaan langit. Aku yakin kau dapat mengerti situasi ini, jadi bekerja samalah dengan kami. Aku tidak akan membiarkan ras legenda membawa mu, namun sebagai gantinya kau juga harus menjadi bagian dari kerajaan langit, apakah kau menerimanya?" Tanya Aile membuat Fei sedikit berfikir.


..


Tidak jauh di situ, kini terlihat lan wu yang telah memasuki ruangan ketua. Di ruangan tersebut terdapat ketua sakte, Lou yu, dan tiruan lan wu yang tengah membahas sesuatu.

__ADS_1


Lan wu segera bergabung dan mulai menyampaikan beberapa hal yang ia pikirkan sejak masih berada di kerajaan langit.


__ADS_2