Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Tingkat dewa


__ADS_3

Sui begitu tercengang menyaksikan meja di depannya yang hancur berkeping akibat tekanan aura lan wu. Kedua tetua yang mendampingi sui kini berdiri di depan sui sembari mengeluarkan pusaka berbentuk giok bulat.


Melihat kedua pria yang melindungi sui memasang muka tersiksa seakan menandakan bahwa mereka tak mampu menahan lebih lama lagi menahan tekanan lan wu , akhirnya lan wu menetralkan kembali energinya.


" Ketua lan, apakah anda hendak mencari masalah dengan perguruan pedang terbang ?" Tanya sui dengan nada serius .


"Anda salah paham senior sui, aku hanya menunjukan pada anda bahwa ada beberapa orang yang tak bisa kau permainkan dengan kekuatan mu" lan wu tersenyum manis sembari menatap tajam sui yang telah bersiap di posisi bertarung.


" Hais.. kalian berdua merupakan pemimpin sakte dan telah lama melakukan aliansi demi memberantas pergerakan aliran hitam, menurut ku kalian bisa bersikap sewajarnya terutama anda ketua sui. Bagaimana pun juga pagoda tersebut sudah jelas bukan milik sakte anda namun mengapa anda menyangkal nya ?" Kini ketua Shu yang sedari tadi diam kini memutuskan untuk sedikit melerai konflik tak langsung antara lan wu dan sui.


Sui mendengus kesal melihat bahwa Shu yang tak berpihak padanya seperti Kong dan su yang juga mengincar harta berharga milik pedang dewa tersebut.


" Baiklah aku Takan memperpanjang masalah ini asal ketua lan bersedia memberikan sedikit api suci sebagai tanda permohonan maafnya " ujar sui dengan rasa tak bersalah


.


Ekspresi wajah lan wu kini berubah datar, ia bahkan tak mengira jika sui berani memanfaatkanya secara langsung tanpa memikirkan kesalahan nya sendiri.


Suasan ruangan berubah tegang dan begitu di penuhi oleh hawa membunuh yang kuat hingga membuat pendekar yang berada di tahap langit awal akan tak mampu bertahan di ruangan itu.


"Anda sepertinya benar-benar ingin mencari keuntungan ya?Bagaimana jika kau mencoba mengambilnya sendiri di hadapan ku" ucap lan wu bersamaan dengan memuncaknya energi petarung lan wu yang menggetarkan seisi ruangan jamuan tersebut.


"Ketua lan mohon menahan diri anda " sergah Shu merasakan kemampuan mengerikan lan wu yang begitu membuat tubuhnya gemetar.


" Bagaimana jika kita melakukan pemanasan di tempat yang lebih luas, jika kau begitu tersinggung dengan penolakan ku aku siap mengulang kembali kejadian beberapa hari lalu di sakte pedang tunggal" ujar lan wu seraya berdiri dan menambah tekanan auranya hingga mampu memukul mundur sui beserta beberapa pengikutnya ke halaman depan aula.


"Kemampuan ini...."  Ketua Kong san menelan ludah pahitnya mengetahui ada kemampuan yang. Begitu mengerikan di pedang dewa.


"Ketua lan, jika kau melakukan ini apakah kau tidak takut akan memancing peperangan antar kedua sakte ?" Ujar Shu berharap lan wu sedikit berfikir jernih.


"Hahahaha. Soal itu tinggal musnahkan saja kan ?" Lan wu menjawab ucapan Shu dengan senyum menyeringai seraya berjalan keluar dan menyaksikan ketua sui yang memasang tampang siaga.


Sui merasakan sendiri tekanan aura yang mampu melemparnya sejauh ini tanpa sanggup ia menahannya.


Lan wu kini berdiri di hadapan sui sembari mengeluarkan energi yang terlihat begitu terang menyelimuti tubuhnya.


" Ketua lan mengapa anda menyerang ku ?" Tanya sui sembari mengisyaratkan agar para pengawalnya melindungi nya dari depan.


"Sederhana saja, karna kau butuh pelajaran bagaimana cara bertingkah " jawab lan wu mendekati ketua Shu sembari bersiap menarik pedangnya.


Ketik lan wu hendak melompat ke sui kini nampak seorang gadis berperawakan cantik datang berlari kearahnya sembari memeluk nya dari belakang lan wu.


"Hu.hu.hu gu...ru....kau masih hidup...." Tangis gadis di belakang lan wu sontak membuatnya berbalik tak sabar menatap wajah tersebut .


"Lili kau sudah datang rupanya" ujar lan wu  sembari menatap wajah lili yang terdapat lelehan air mata


"Aku..mengira kau .." lili hendak melanjutkan ucapannya namun tertahan ketika tangan lan wu membasuh air mata di wajahnya .


"Tenanglah aku Takan meninggalkan kalian lagi " ujar lan wu seraya mencubit pelan pipi lili sembari tersenyum manis


Lili mengangguk pelan dan terus memeluk lan wu seakan ia tak ingin lan wu berada jauh dari nya.


Di sisi lain sui yang menyaksikan adegan tersebut akhirnya bernafas lega. Ia begitu bersyukur akan kedatangan lili di waktu yang begitu tepat. Jika saja lili tidak datang mungkin saat ini ia telah mengalami beberapa luka serius akibat lan wu


"Ketua lan ada baiknya anda mengesampingkan persoalan ini dan lebih mementingkan perasaan murid anda" ujar Shu merasa ini waktu yang tepat untuk mencegah terjadinya pertarungan.


Kini Shu menyadari kemampuan sebenarnya milik lan wu. Ia begitu yakin jika kemampuan tersebut tentu saja telah berada di tahap dewa namun Shu tak mampu menebak dengan pasti di tahap dewa manakah lan wu berada.


Lan wu menghela nafasnya seraya mengiyakan ucapan Shu.

__ADS_1


"Ketua sui aku akan menganggap kejadian barusan tidak pernah ada. Namun jika kau sekali lagi memiliki niat untuk memanfaatkan ku, maka saat itu jangan salahkan siapapun jika tak ada yang bisa menyelamatkan mu dari ku " lan wu meninggikan nadanya


Dari ketinggian langit nampak xioca terbang mendekati lan wu.


"Wah kau sudah naik tingkat lagi ya xioca" ucap lan wu merasakan aura xioca yang bertambah kuat dari saat pertama kali mereka bertemu.


Nampak xioca menggesekkan kepalanya demi pipi kecil lan wu bertanda bahwa ia berterimakasih pada lan wu


"PHOENIX langit ?Ternyata memang berada di sini " ujar Kong san seraya mendekat ke xioca.


"Aku akan segera meminta para tetua lainya untuk membawanya ke gunung buah " ucap san seraya menyuruh seorang tetuanya menyampaikan informasi ke saktenya .


Lan wu dengan cepat memukul mundur tetua tersebut hingga tersungkur di tanah.san begitu terkejut bahkan ia tak melihat kapan lan wu memukul anggotanya  semua terjadi begitu cepat hingga para tamu yang melhatbutuhkan waktu untuk mencerna kejadian barusan.


"Kau pikir aku akan membiarkan kalian membawa teman ku?" Ucap lan wu ke arah san..


"Ini merupakan hewan milik leluhur kami " bentak san terlihat geram pada lan wu


" Pembohong!!" Lan wu mengeluarkan pedang api besar dan berada tepat di samping kanan lan wu dengan mata pedang yang mengarah ke arah san


"Coba lakukan dan aku pastikan kau Takan bisa melihat dunia lagi " lan wu mengancam seraya bersiap melepaskan satu buah pedang api milik nya.


Ketua san terdiam sejenak ia tak menyangka bahwa lan wu bahkan bisa bertindak melampaui ekspetasi nya.


Melihat pedang dewa yang berada di peringkat terakhir dari 5 sakte besar terkuat sedangkan gunung buah berada dalam peringkat 2 setelah sakte elang surgawi yang kini menjadi sakte besar terkuat.


Meskipun ia merupakan ketua di gunung buah tetap saja ia sedikit merasakan ketakutan mengingat kemampuan lan wu serta kondisi mereka yang berada di sakte pedang dewa. Tentu saja lan wu Takan membiarkan siapapun keluar dari tempatnya usai niat mereka di ketahui oleh lan wu.


"Sepertinya aku harus mengajarkan mu sedikit sopan santun terhadap orang tua" san mengeluarkan energi petarung nya yang terasa begitu kuat dan sanggup menekan jurus lan wu hingga hancur separuh.


Lan wu menaikan alisnya seraya tak percaya bahwa jurusnya mampu di patahkan sebagian hanya dengan menggunakan tekanan energi.


Lan wu melompat mundur menghindari terjangan jurus pertama sembari menarik lili untuk menghindar. Serangan jurus ke dua san su mengarah cepat dengan tekanan kuat ke lan wu yang kini mencabut pedangnya dan mengerahkan 3 jurus sunyi menyambut terjangan tinju besar dari san.


.


Tangan lan wu sedikit gemetar akibat menahan jurus yang begitu kuat dari san su. Walaupun begitu kesulitan, lan wu akhirnya mampu menghancurkan tinju yang sedari tadi di tahan ya menggunakan pedang nya.


" Gawat..!!" Lan wu melihat dari arah Kananya sebuah tangan besar melaju cepat ke lili yang berada di belakang lan wu.


Melihat keadaan tersebut lan wu segera mendorong lili sedetik sebelum pukulan tersebut mengenai lan wu.


"Arghh!!" Rintih lan wu terkena jurus san su dengan telak. Lan wu tak mengetahui berapa jauh ia terpental sebelum akhirnya kembali dengan singkat kehadapan san su dengan darah segar yang mengalir di bibirnya.


Dari kejauhan nampak Ling beserta tetua lainya mendekat ke tempat lan wu  usai merasakan adanya pertarungan kuat . Ling begitu terkejut menyaksikan penampilan lan wu yang memegang dada kanannya sembari memasang tampang kesakitan.


"Aku tak bisa mengalahkan nya dengan pedang suci, tekan dari jurus pedang suci bahkan sanggup menghancurkan beberapa vila yang berada di sekitar sini " pikir lan wu sembari terus memikirkan apa yang akan di lakukanya.


"Bagaimana jika kau menyerahkan hewan langit tersebut dan aku akan menjadi orang yang melindungi pedang dewa. Bahkan di sini sudah tak ada yang bisa menandingi ku " ujar san su memasang wajah merendahkan.


Lan wu tersenyum sesaat memikirkan bagaiman jika pria sombong dihadapannya mengetahui jika lan wu bisa membunuhnya kapan saja jika tidak sedang berada di lembah pedang dewa.


" Mari sedikit serius senior " lan wu mengaktifkan aura neraka sepenuhnya dan mampu menekan tubuh san hingga hampir berlutut .


Tekanan aura neraka mampu mematahkan fokus san su mempertahankan jurus sepasang tangan langit.


Lan wu menerjang dengan cepat kearah san sembari bersiap mencabut pedangnya dari sarung.


Benturan antara tangan dewa dan pedang raja darah malam menciptakan tekanan angin tajam yang sanggup mengiris pepohonan.

__ADS_1


Ling dan para tetua pedang dewa di bantu oleh ketua sui dan Shu kini menciptakan formasi pelindung untuk melindungi diri mereka serta beberapa murid yang menyaksikan pertarungan hebat tersebut.


Kini lan wu mampu melakukan serangan dan bertahan dengan leluasa usai mengetahui bahwa Ling telah memasang formasi pelindung agar tidak ada korban lain yang berjatuhan.


Pukulan dari tangan dewa san terus menghujani lan wu bertubi-tubi. namun lan wu mampu menahan setiap serangan tersebut meski sesekali ia terdorong mundur akibat kekuatan tekanan jurus tersebut .


"Langkah ke 5 pemusnah langit " ujar lan wu menebaskan pedangnya bersamaan dengan munculnya tekanan kuat serta pecahan arena melayang mengikuti arah tuju dari jurus lan wu.


"Kuat sekali !!" San merasa tertekan akibat jurus yang di keluarkan lan wu.


San menggabungkan ke dua tangan dewa dan seketik membentuk 7 tinju raksasa yang mengarah ke arah lan wu


"Duar!!!!..." Ledakan besar terjadi akibat benturan kedua jurus tingkat dewa tersebut .


Area sekitar pertarungan tertutupi debu tebal, namun orang yang berada di sekeliling mereka bisa mendengar dengan jelas bunyi pedang yang terbentur dengan benda keras.


Benar saja di sisi lain yang tak tertutupi debu nampak lan wu yang tengah berlari sembari mengarah ke 3 tangan raksasa yang tersisa dan hampir mengarah ke pagoda suci yang terdapat banyak murid serta Jian dan Yuan yang tengah melakukam pelatihan tertutup di pagoda suci.


"Penggeser waktu !" Lan wu kini berpindah dengan cepat ke hadapan 3 tinju tersebut seraya mengeluarkan pedang sunyi dari cincin ruangnya.


"Tarian sunyi pembantai dewa !!" Lan wu berteriak sembari menebas ke 3 tinju tersebut hingga hancur tak tersisa.


Tarian sunyi pembantai dewa merupakan gerakan ke 6 yang telah di kuasai lan wu beberapa Minggu yang lalu usai pedang nya di perbaiki.


"Sial hampir saja " lega lan wu.


Lan wu mendekati san yang tengah berada dalam posisi berlutut sembari menahan bekas sayatan pedang yang terdapat di bahu kanan san hingga pinggang kirinya.


Darah terus mengalir bersamaan dengan memuatnya wajah san usai menyaksikan sendiri lan wu mengatasi 3 tinju terakhir yang ia lepaskan usai jurus nya berbenturan dengan  jurus pembantai langit milik lan wu.


Ia hendak menggunakan serangan terakhirnya untuk mengecoh lan wu dan berniat melarikan diri, namun tak di sangka efek dari pemusnah langit begitu kuat meskipun ia sanggup mempertahankan nyawanya namun ia sendiri kini tak bisa berbuat apa -apa .


"Bagaimana bisa ??.. kau mampu mengalahkan ku yang berada di tingkat dewa bumi" tanya san menatap lan wu yang berdiri tenang di depannya .


"Aku tadinya hanya ingin memberi anda pelajaran dengan memperlihatkan pedang api, namun tak di sangka anda bahkan menyerang ku dengan serius serta berniat melukai murid ku. Sejak saat itu aku memutuskan akan serius menghadapi anda dan memperlihatkan sebagian kekuatan yang ku miliki.


Ketua san jika bukan karena kau merupakan salah satu teman dari ketua Jian aku pasti sudah menebas leher anda dan menghancurkan sakte anda seperti yang ku lakukan pada pedang tunggal" jelas lan wu yang kini menyarungkan pedang nya kembali.


San hanya terdiam dan menyesali perbuatannya yang hampir membuat nya kehilangan, selain itu ia tak menyangka bahwa ia yang merupakan ketua terhormat di kekaisaran QIN, serta orang yang mengajarkan agar tidak bertindak seperti aliran hitam. Kini termakan ambisi nya untuk menguasai seluruh dunia persilatan di kekaisaran QIN.


"Aghhh.." san merintih singkat karena memaksa untuk berdiri. Luka yang di miliki san tidak hanya di bagian luar namun juga pada bagian dalamnya.


Usai menahan tekanan aura lan wu yang begitu kuat ia merasa lautan spiritnya berputar berlawanan sehingga mempengaruhi setiap aliran energi yang ada di tubuhnya. Bahkan jurus 7 tinju dewa juga terpengaruh dengan tekanan tersebut .


.


Kini san berhasil berdiri sembari menatap lan wu dengan perasaan bercampur aduk .


Ia di kalahkan oleh seorang yang berusia 19 tahun tentu saja itu merupakan sebuah aib baginya. Namun di sisi lain ia merasa senang bahwa masih ada pendekar sekuat lan wu yang tak termakan oleh ambisi dan pikiran untuk menguasai dunia.


"Ketua lan telah membuka mata ku, aku begitu merasa malu dikarenakan termakan oleh hasrat dan ambisi ku. Aku selaku ketua gunung buah menyampaikan permohonan maaf dan berharap ketua lan tidak menyimpan dendam di kemudian hari " san membungkukkan badannya seraya meminta maaf dengan tulus kepada lan wu.


"Ketua terlalu sungkan aku bahkan tidak mengingat apa yang barusan terjadi. Aku hanya senang ketua akhirnya menemukan kembali kebenaran yang selalu ketua ajarkan " lan wu menarik bahu san seraya tersenyum ramah.


"Ketua lan begitu murah hati,aku meyakini jika anda akan menjadi pendekar yang menciptakan aturan di dunia persilatan kekaisaran QIN dan aku akan mendukung mu dengan mengatasnamakan kebenaran" ujar san sembari menepuk pundak lan wu.


"Ketua mohon berdiri sebentar .." lan wu mengaliri api suci di sekujur tubuh san yang kini perlahan membaik dan hampir tak terlihat bekas luka.


Para ketua yang menyaksikan seketika menganga tak percaya.

__ADS_1


Sementara san hanya menggeleng kagum usai merasakan tidak ada lagi cidera di tubuhnya.


__ADS_2