
Seperti biasa Lan wu menikmati hari-harinya dengan duduk di halaman depan seraya menikmati secangkir kopi yang selalu disediakan oleh Sinlin dan Fifi secara bergantian.
Hal tersebut lama-lama membuat Sinling dan Fifi merasa heran. Ia belum pernah melihat seseorang yang begitu santai setiap harinya tanpa melakukan kultivasi sedikit.
Akan tetapi kemampuan Lan wu tidak pernah menurun dan justru semakin meningkat.
"Adik Kein..besok akan diadakan pertandingan sakte immortal untuk memperebutkan puncak terkuat di antara 4 puncak. Bukankah ada baiknya bila kamu berlatih sedikit?" Tanya Fife seraya menuangkan teh kecangkir Lan wu yang bersantai seperti biasanya.
"Tentu kakak Fifi, aku akan berlatih jika berhadapan dengan orang yang hebat. Sejauh ini aku belum menemukan keberadaan orang tersebut" jawab Lan wu sesaat sebelum meneguk teh.
"Besok akan banyak murid hebat yang akan berkumpul. Selain 5 pemilik pilar, akan ada Dewi awan yang ikut berkompetisi.." jelas Fifi sedikit membuat Lan wu tertarik.
"Hohoho.. rupanya sakte ini membuat seorang gadis yang tinggal di awan tertarik untuk ikut serta" ujar Lan wu sembarangan.
"Puk..!" Pukulan mendarat di kepala Lan wu yang berasal Sinling.
"Anak ini tidak tau waktu yang tepat untuk bercanda..!" Sambung Sinling dengan nada kesal.
"Baik...baik.. silahkan kakak jelaskan" tutur Lan wu seraya mengusap kepalanya.
"Dewi awan adalah sebutan bagi murid khusus ketua sakte. Murdi khusus di puncak utama terbagi menjadi beberapa kelompok.
Dewi awan khusus bagi perempuan yang berada di tingkat abadi menengah dan akhir,
Dewa pedang adalah julukan bagi pria yang berada di tingkat seperti Dewi awan.
Walaupun kami pemilik 5 pilar berada di ranah abadi, namun kemampuan kami tentu memiliki jarak dengan mereka" jelas Sinling yang pura-pura disimak oleh Lan wu.
"Diantara bocah dewa dewi itu siapa yang terkuat?" Tanya Lan wu dengan nada santai.
"Ran Xiojan dan Qihua. Mereka berada di tingkat abadi akhir dan hampir memasuki pelepasan.." jelas Fifi yang kini membuat Lan wu penasaran.
"Pelepasan..? Hari..?"
"Anak ini...?!" Kesal Sinling seraya menunjukkan kepalan tangannya.
__ADS_1
"Sudahlah saudari... Dia sepertinya tidak tau mengenai itu.." lerai Fifi.
"Di dataran ini tingkat kultivasi terbagi menjadi langit, suci, abadi, pelepasan, separuh Immortal, dan immortal sempurna.
Selain itu seorang kultivator diharuskan membangkitkan akar roh"
"Apa itu akar roh?" Tanya Lan wu.
"Akar roh adalah titik awal dari wujud roh yang nantinya akan kau bangkitkan.
Akar roh sendiri memiliki beberapa jenis dari tidak berguna hingga langka.
Akar roh yang tidak berguna biasa berjenis tanaman. Dan akar roh yang kuat berbentuk spirit hewan buas, dan senjata tingkat langit hingga spritual.
Sedangkan akar roh yang langka berebut elemen ataupun Avatar milik pendahulu yang diwariskan. Aku akan menunjukkan bentuk dari akar roh ku" jelas Fifi yang kini mengeluarkan rohnya.
Terlihat sebuah Phoenix besar berwarna kuning muncul diatas Fifi dengan aura yang kuat.
"Ini adalah roh milik ku, Phoenix emas ditingkat pelepasan 1. Kalau milik saudari Sinling adalah tombak langit es yang juga berada di tingkat pelepasan 1.
Semakin tinggi tingkat roh milik mu maka akar roh mu akan semakin meningkat.
"Hais..ku kira apa, jika hantu seperti itu aku bahkan memiliki banyak bentuk yang berbeda" ujar Lan wu dengan nada gampang yang sontak membuat kedua gadis tersebut tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha..! Adik, bagaimana bisa seorang memiliki banyak akar roh, selama ratusan tahun ini hanya Raja immortal yang memiliki 2 jenis roh" tawa keduanya yang dianggap biasa oleh Lan wu.
Namun ia lebih penasaran dengan sosok yang disebut sebagai raja immortal.
"Siapa raja immortal..?" Tanya Lan wu.
"Dia dari keluarga dewa kuno dan saat ini merupakan orang yang menduduki peringkat kedua orang terkuat setelah raja naga dari istana naga putih" ujar Sinling membuat Lan hendak mengunjungi sosok tersebut.
"Kau sebaiknya mulai berlatih, omong kosong jika kau memiliki lebih dari satu akar roh.." ujar Sinling yang masih tertawa kecil.
Kedua gadis tersebut berjalan melewati gerbang dan melesat cepat kearah dataran inti untuk menjalankan misi.
__ADS_1
"Sepertinya aku harus pergi dan melihat apa akar roh sejati ku. Aku harap bukan singa iblis ataupun wujud dari pendekar sunyi.." gumam Lan wu yang menyusul kedua gadis tersebut.
Lan wu kini sampai di dataran inti dan langsung bergegas menuju menara roh untuk mengetahui roh miliknya.
"Hey... bukankah itu Kein.? Dia berada di tingkat suci 4 namun ia bisa mengalahkan orang-orang berbakat dari keluarga Wun.." bisik beberapa orang seraya melirik Lan wu yang telah berada di dalam menara.
"Yo..kita bertemu lagi, apakah kau kesini untuk membangkitkan akar roh mu.?" Tanya seorang pria yang beberapa waktu lalu bertemu dengannya di depan balai misi.
"Apakah aku mengenal mu? Hmm.. mungkin kau penggemar ku" balas Lan wu dengan nada mengejek.
"Hahaha..anak ini masih membuat ku tertarik. Baiklah aku akan melihat roh seperti apa yang senior ini bangkitkan" balas pria tersebut dengan senyum licik.
"Wah.. ternyata aku senior mu ya, membungkuk sini akan ku beri beberapa nasehat" balas Lan yang kini membuat pria dihadapannya mengeluarkan aura miliknya.
"Berhenti..! Apakah kalian ingin melanggar peraturan di menara ini..?!" Bentak seorang tetua yang tidak asing bagi Lan wu.
"Guru..aku hanya menyapa saudara ini" balas pria tersebut yang merupakan murid khusus tetua Losung.
"Aku akan masuk, kalian lanjutkan saja.." potong Lan wu seraya melangkah masuk kedalam sebuah ruangan khusus ditempat tersebut.
Ketika ia telah berada diruang tersebut. Mendadak muncul wujud dari pendekar sunyi, singa iblis, serigala putih, naga dewa dan iblis, serta sebuah panah besar dengan anak panahnya yang berbentuk ribuan pedang.
Hal tersebut membuat Lan wu sedikit keheranan. Di sisi lain apa yang dialami oleh Lan wu ternyata disaksikan oleh tetua Losung dan seluruh orang-orang dimenara tersebut dari sebuah kristal hitam besar.
Nampak raut wajah tidak percaya disertai wajah yang tertekan terlihat dari orang-orang tersebut. Hal ini bahkan membuat 3 tetua puncak serta ketua sakte ikut hadir setelah merasakan adanya kebangkitan roh yang luar biasa.
"Anak ini...siapa dia sebenarnya..?" Tanya tetua Losung dengan wajah keheranan.
Kembali kepada Lan wu yang masih berdiri menatap wujud roh yang keluar dengan sendirinya dari tubuhnya.
"Tidak ada yang istimewa. Aku bahkan telah bosan dengan kalian" ujar Lan wu seraya mengarhkan tangannya ke wujud dihadapannya.
Tindakan tersebut membuat ruangan itu seketika mengeluarkan sinar terang disertai dengan tekanan dasyat yang mampu membuat Lan wu sedikit tertekan.
"Itu hukuman dari immortal..! Apa yang ia lakukan..!!" Ucap tetua Susu dengan nada khawatir.
__ADS_1
"Hais..kalian mengapa begitu bodoh, tentu saja roh penjaga di menara ini merasa terancam sehingga mengeluarkan hukuman ini.." jelas Jidan dengan ekspresi risau.
"Anak ini bahkan bisa membuat roh leluhur penjaga menara terancam, aku khawatir jika dia berada di sakte lain mungkin ia kelak akan menjadi ancaman bagi kita.." timpal ketua sakte seraya menatap tajam kearah kristal hitam dihadapannya.