
"Bagaimana bisa...itu..itu bukannya hewan raja tingkat akhir..?" Heran seluruh murid yang melihat kedatangan Lan wu.
Dilain sisi nampak guru yang berdiri berdampingan dengan Yihua ikut terkejut melihat hal tersebut, mereka tidak menyangka bahwa hewan tingkat raja 9 yang hampir menjadi raja sesungguhnya berhasil di bunuh oleh Lan wu.
"Oh.. rupanya ada tetua Yihua disini, aku tidak tau apa yang membawa anda kemari" tanya Lan wu seraya meletakan ular tersebut dihadapan keduanya.
"Guru Xeima mengatakan kepada ku bahwa ada yang membunuh ratusan hewan buas. Tentu saja aku datang kemari untuk menghentikannya. Hewan buas adalah harta berharga sakte yang dijaga populasinya.." jelas Yihua yang dipotong oleh Lan wu.
"Oh..dengan cara memberi makan mereka dengan murid-murid baru yang lemah? Apakah ini seperti menukar nyawa ras mu sendiri dengan sekelompok hewan yang tidak memiliki akal.." sergah Lan wu seraya menatap tajam kearah Xeima. "Standar berburu bagi murid baru di sakte ini terlalu tinggi, kuat ya kuat..tapi jika mengorbankan kehidupan murid-murid kalian apa yang pantas dibanggakan..?" Sambung Lan wu yang membuat seluruh orang ditempat tersebut tertegun.
"Cukup..! Seorang murid tidak pantas mengomentari kebijakan sakte. Meskipun itu terdengar kejam namun ini merupakan langkah awal dari kemajuan mereka...!" Ujar Yihua yang nampak kesal mendengar perkataan Lan wu.
"Baiklah tetua, jangan masukkan di hati ucapan ku barusan. Jika itu diterapkan pada murid dalam yang lebih tua dari murid-murid luar maka aku setuju.." balas Lan wu yang berjalan pelan meninggalkan tempat tersebut.
"Namun apakah kalian tidak memiliki hati, mengorbankan nyawa anak-anak berusia belasan tahun? Hahahaha.. sungguh menarik.!" Sambung Lan wu yang mendadak hilang dari tempat tersebut.
Nampak Yihua memikirkan perkataan Lan wu barusan. Sementara beberapa murid yang hendak mencari muka sontak mengutuk Lan wu dan meminta agar dia dihukum.
"Tetua Yihua... apakah aku perlu menghukum nya?" Tanya Xeima yang dengan cepat ditahan oleh Yihua.
"Anak ini memiliki kemampuan yang setara dengan murid dalam. Biarkan ia terus seperti ini hingga nantinya mendapatkan pelajaran berharga dari seniornya.." jawab Yihua menenangkan dirinya.
Xeima tertegun mendengar perkataan dari Yihua. Dalam benaknya ia juga mengakui kehebatan dari sosok pemuda itu, karakter yang tegas dan pendirian yang kuat seakan-akan menyiratkan dia adalah kebenaran sejati.
Yihua meninggalkan tempat tersebut untuk melaporkan kejadian hari itu kepada ketua sakte, sementara Xeima menginstruksikan kepada murid-murid baru untuk kembali ke tempat masing-masing.
,,
Ditempat lain terlihat Lan wu yang sedang berdiri tenang di atap asmara. Ia melihat murid-murid sakte dan para tetua yang lalu-lalang dijalan dan langit sakte tersebut.
Tiba-tiba pandangan matanya beralih kearah Seorang gadis berusia 15 tahun yang mengenakan seragam murid inti tengah berjalan ditemani oleh beberapa murid dalam lainya.
"Adik Lin, bagaimana kalau adik bergabung dengan kelompok kami. Clan Mata Phoenix adalah clan besar di sakte ini yang menempati urutan ke 10 dari clan terbaik.."
Tawar seorang pemuda yang memegang kipas putih mencoba menarik perhatian dari gadis yang ia ikuti.
"Terimakasih senior Wuan, namun aku harus menolaknya"
Jawaban dari gadis tersebut membuat pemuda yang bernama Wuan terlihat begitu kesal, namun ia menyembunyikan kekesalan diwajahnya dengan senyuman ramah seraya berkata "baiklah.."
__ADS_1
Tiba-tiba pandangan gadis tersebut teralihkan kepada Lan wu yang berada diatas atap asrama.
Gadis itu bergerak cepat melompat keatas atap bangunan lainnya, kemudian mendarat tepat di sebelah Lan wu.
Seraya keheranan, Lan wu mengamati gadis tersebut kemudian tersenyum ramah menyapanya.
"Halo gadis kecil, siapa nama mu?"
Tanya Lan wu yang membuat gadis tersebut tersenyum. Disis lain Wuan yang telah berada di bawah Lan wu terlihat tidak senang dengan kedekatan keduanya.
Dengan piciknya ia menyuruh tiga orang pengikutnya untuk menghajar Lan wu.
"Beraninya murid luar seperti mu menggoda murid inti. Biarkan kakak senior mu ini mengajari mu sopan santun.!"
Tanpa basa-basi lagi ketiga murid dalam tersebut menerjang Lan wu dengan pukulan kuat. Disisi lain Wuan tersenyum puas seraya berharap Lan wu tewas dihadapannya.
"Kalian berdua hentikan.!"
Gadis tersebut melepaskan auranya yang terasa begitu panas dan menusuk kulit.
Mendengar ketidak senangannya, ketiga murid yang menyerang Lan wu akhirnya berhenti.
Ujar salah satu dari tiga murid tersebut yang kemudian pergi meninggalkan Lan wu.
"kau baik-baik saja?"
Tanya gadis kecil tersebut yang membuat Lan wu teringat akan Xuya.
Dengan wajah ramah serta senyum lebar, Lan wu membalas pertanyaan gadis tersebut.
"Baik, aku tidak menyangka bahwa kau begitu kuat"
"Saudara terlalu memuji, oh iya. Nama ku Kai Lin aku harus segera pergi untuk melapor. Aku akan mencari mu lain kali"
Gadis tersebut tersenyum sesaat sebelum pergi meninggalkan Lan wu yang tidak menyangka akan bertemu begitu cepat dengan adiknya Zhengjie.
"Hmm..Ji'er.. sepertinya adik mu saat ini lebih kuat dari mu"
Lan wu tersenyum kecil seraya mengulurkan tangannya kearah samping.
__ADS_1
Dari kejauhan terlihat tiga pisau api yang datang menghampiri Lan wu dengan membawa tiga jantung. Lan wu menatap jantung yang tertusuk pisau apinya sesaat kemudian membakar jantung tersebut tanpa sisa.
Beberapa saat sebelum Kai Lin menghentikan pertaruangan, Lan wu terlebih dahulu menyembunyikan pisau apinya yang kemudian ia lepaskan beberapa detik setelah ketiga orang tersebut pergi.
"Hmm..ingin membunuh ku, sayang nya tidak ada yang layak selain takdir.."
Lan wu menyilangkan kedua tangannya dibelakang kemudian memejamkan matanya untuk beberapa saat.
Bunyi seseorang yang mendarat dibelakangnya nampak membuat Lan wu membuka matanya kembali, dengan penuh ketenangan ia menunggu apa yang hendak dilakukan tamu tersebut.
"Siapa nama mu?"
Seorang pemuda dengan tekanan energi yang kuat, kini membuka suaranya.
"Hanya murid baru"
Ketenangan Lan wu nampak membuat pemuda dibelakangnya semakin waspada.
Setelah diam beberapa saat, ia menetralkan energinya dan berjalan mendekati Lan wu kemudian berdiri di sebelahnya.
"Nona Lin menawari mu untuk bergabung dengan clan bunga Phoenix, cepat atau lambat kematian tiga murid yang menyerang mu akan terungkap"
Lan wu sedikit terkejut mendengar perkataan pemuda disampingnya.
"Maaf, tapi aku harus menolak. Lagian syarat untuk bergabung di sebuah clan haruslah menjadi murid dalam"
"Kau berani menolak tawaran nona Lin.?!"
Lan wu tersenyum tipis sembari berbalik dan menatap wajah pemuda tersebut.
"Jika aku menolak apa yang akan kau lakukan?"
Lan wu mengeluarkan sedikit aura neraka namun berhasil membuat pemuda tersebut mendadak mundur dengan wajah panik.
"Aura ini..? Dia berbahaya"
Pikir pemuda tersebut dengan wajah serius menatap Lan wu.
Setelah berpikir sejenak, pemuda tersebut memutuskan untuk kembali terlebih dahulu sekaligus menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
__ADS_1