Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
beradu aura 2.67


__ADS_3

Mereka kemudian melewati kerumunan prajurit yang tengah menundukkan kepala seakan memberi hormat kepada mereka.


Hingga akhirnya mereka sampai di sebuah tangga berderet yang di ujung tangga tersebut adalah istana.


Di pertengahan tangga Lan wu merasa beberapa gejolak energi yang seakan-akan saling berbenturan satu sama lain, hingga dengan sigap Lan wu mengerahkan sedikit energi hitam dan menghancurkan salah satu dari energi tersebut.


"Huf... Terimakasih" ujar Zun yang menyadari bantuan Lan wu.


Lan wu hanya tersenyum tenang seraya mengerahkan pandangannya kearah sisi kanan yang terdapat sebuah pohon besar.


Lan wu kembali menghimpun energi hitam yang lebih besar dan hendak melepaskannya kearah sosok di balik pohon tersebut.


"Biarkan saja.. akan ada waktu yang tepat jika kau hendak bermain-main dengan nya" cegah Zun seraya menoleh singkat ke arah samping.


Tidak terasa mereka telah sampai di pintu masuk istana. Dari dalam istana terlihat seorang pria dan wanita berjalan mendekat seakan-akan hendak menyambut kedatangan mereka.


"Kakak pertama mengapa kau terlambat 1 hari? Ayah sangat cemas memikirkan mu.." ujar seorang pria di hadapan mereka dengan wajah cemas.


"Adik ke tiga, maaf sudah mengkhawatirkan mu. Aku mengunjungi beberapa tempat dan bertemu dengan saudara ini" jawab Zun seraya melihat kearah Lan wu.


"Kau..! Beraninya kau menginjakkan kaki mu di istana ku..!" Geram sosok wanita yang ternyata adalah Nei yang Lan wu temui di kolam merah.

__ADS_1


"Ah.. suatu kehormatan bagi ku bertemu kembali dengan anda" ujar Lan wu sedikit terkejut.


"Nei tenanglah.. suadara Lan bukan orang jahat, ia juga yang membantu ku saat menghadapi kelompok pembunuh yang menyerang ku di perjalanan" jelas Zun berusaha meredam emosi Nei.


Setelah berbincang sedikit, Zun mengajak Lan wu dan kedua adiknya untuk menghadap penguasa ke 2. Diam-diam Lan wu sedikit penasaran akan kemampuan penguasa ke 2.


Sampailah mereka di hadapan kursi singgasana yang saat itu tengah kedatangan beberapa tamu. Melihat kedatangan Zun, sontak ayahnya memerintahkan semua orang di ruangan tersebut untuk diam.


Semua tatapan mengarah kepada Lan wu, seakan-akan mereka tengah menyelidiki asal-usul dirinya.


Zun maju kehadapan ayahnya dan menjelaskan segala sesuatu yang ia temui di perjalanan, serta alasan dirinya membawa Lan wu kemari.


"Apa benar yang putra ku katakan?" Tanya raja tersebut seraya menatap Lan wu.


"Lancang..! Beraninya rakyat bawah seperti mu tidak bersikap hormat kepada raja dan pangeran..!" Terdengar bentakan yang berasal dari salah satu orang yang tengah duduk di sebuah kursi di sebelah kiri.


"Walikota Qee, siapa yang mengizinkan dirimu untuk membentak orang ku..!?" Dengan nafa sedikit tinggi Zun melontarkan balasan kepada pria yang membentak Lan wu.


"Hais.. anda ini tidak bisa membedakan mana sopan dan lancang. Apakah ada yang salah dari ucapan ku kepada raja? Apakah tuan Zun bukan putra raja?" Balas Lan wu sontak membuat walikota Qee terdiam membisu.


"Ma..maaf pangeran.. aku seperti minum terlalu banyak.." ujar walikota dengan wajah geram seraya menatap Lan wu.

__ADS_1


"Sudah.. ini hanya masalah kecil, aku hendak menanyakan alasan mu untuk menjadi pengawal dari putra ku yang merupakan calon raja selanjutnya" ujar raja seraya menatap kearah Lan wu.


"Alasan ku hanya sederhana, sebab putra anda sendiri yang meminta ku menjadi pengawal nya" jawab Lan wu tanpa ada keraguan sedikitpun.


"Hmmm.. baiklah.. kalau begitu kau adalah orang yang sangat spesial sehingga putra ku memilih mu, biar aku sendiri yang menguji kelayakan mu untuk mendampingi putra ku" kini nada dari raja terdengar serius.


Hawa di ruangan tersebut sontak berubah menjadi begitu sesak. Terlihat raut wajah sumringah dari walikota Qee yang sedang menertawakan kondisi Lan wu.


"Ayah..! Kau bisa membunuh anak ini.. dia takan sanggup menerima aura dari rubah iblis..!" Ujar Zun dengan nada khawatir.


"Pangeran pertama.. bukankah kau harus melihat sendiri kemampuan dari calon pengawal mu? Jika hanya dengan sedikit aura ku ia tidak mampu.. bagaimana nantinya jika ia berhadapan dengan pembunuh kelas tinggi yang hendak mencelakai diri mu.." jawab raja dengan nada tenang.


"Apakah kau hendak melanjutkan?" Tanya raja kearah Lan wu yang sedari tadi diam.


"Ah.. hahahaha apakah anda sudah memulai nya? Aku bahkan tidak sadar.." jawab Lan wu seraya tertawa canggung.


Sontak hal tersebut mengejutkan raja dan lainya, terlebih lagi Zun yang kini mengeluarkan energi pelindung untuk menghadang tekanan aura dari ayahnya yang menyebar seakan kehilangan sasaran.


"Memang pemuda yang hebat.." ucap raja sembari tersenyum melihat Lan wu yang sedikit pun tidak menggunakan energi miliknya.


"Aku begitu kagum dengan kemampuan jiwa mu. Bisakah orang tua ini melanjutkan..? Aku sudah lama tidak mengeluarkan seluruh aura milik ku" nampak semangat terlihat dari wajah raja.

__ADS_1


"Tuan, kemampuan anda sangat melebihi ekspektasi pikiran manusia, anda yang telah melewati banyak pertempuran tentu memiliki aura pembunuh yang menusuk jiwa. Anda adalah senior bagi ku di dunia kultivasi, aku hanya takut jika terjadi hal yang buruk dari apa yang hendak kita lakukan" jelas Lan wu dengan wajah tenang.


__ADS_2