
Tok..! Tok..! Tok..!" Terdengar sayup ketukan pintu di telinga Lan wu.
Samar-samar terdengar suara gadis yang memanggil Lan wu terus menerus seraya mengetuk pintu.
"Siapa itu?" Tanya Lan wu yang telah sepenuhnya terbangun.
"Maaf mengganggu tidur anda tuan, namun di depan ada putri Qimei datang mencari anda" jawab gadis tersebut yang ternyata adalah salah satu dayang di kediaman tersebut.
"Baikalah aku akan keluar sebentar lagi" ucap Lan wu sembari memutuskan untuk membersihkan tubuhnya.
Usai bersih-bersih Lan wu segera menghampiri Qimei yang nampak tengah duduk seraya bercengkrama dengan para dayang di ruang tamu.
Melihat kedatangan Lan wu para dayang tersebut mohon ijin untuk kembali melakukan perkejaan mereka. Lan wu beranjak duduk tepat di hadapan Qimei yang menatapnya dengan tatapan aneh.
"Apakah ada yang salah dengan wajah ku?" Tanya Lan wu dengan raut wajah heran.
"Emh.. tidak aku hanya sedikit kaget melihat mu mengikat rambut mu" balas Qimei dengan wajah sedikit memerah.
"Itu tidaklah penting, namun apa yang membuat seorang putri seperti mu datang sendiri ke mari?" Tanya Lan wu dengan nada tenang
"Jamuan istana sudah di mulai beberapa menit yang lalu, namun kau belum muncul jadi ayah menyuruhku untuk menjemput mu ke istana" jawab Qimei seraya tersenyum.
"Aku sungguh meminta maaf kepada mu dan ayah mu. Aku berniat untuk kembali ke alam ku untuk menyelesaikan beberapa urusan ku yang tertunda. Berhubung kau ada disini maka aku dapat berpamitan langsung dengan mu" ucap Lan wu sedikit mengubah ekspresi wajah Qimei.
"Jika seperti itu aku sungguh tidak berhak menahan mu. Baiklah tuan Lan, kau dapat pergi dengan tenang nanti akan aku sampaikan kepada ayah perihal kepergian mu" ucap Qimei sedikit kecewa.
__ADS_1
Lan wu segera bersila dan memfokuskan dirinya sampai ia merasa seakan-akan tubuhnya melayang dan terbang begitu cepat. Ia membuka matanya kembali dan tersenyum kecil.
"Beruntung tubuh ku tidak di tarik masuk oleh Gurou" ujar Lan wu seraya menatap sekitarnya yang masih berada di bekas gua yang telah hancur oleh kekuatan singa iblis.
Lan wu memutuskan untuk mengumpulkan energi hitam lagi sebelum meninggalkan tempat tersebut. Di tengah-tengah ia sedang bertapa. Terlihat seekor burung Phoenix terbang mendekati Lan wu dengan kecepatan tinggi.
Di samping burung tersebut juga terdapat 2 ekor elang besar yang mendampingi Phoenix tersebut.
"Xioca.. aku berhutang penjelasan kepada mu perihal kejadian di pedang dewa.!" Ucap Lan wu dengan nada geram bertepatan dengan mendaratnya Phoenix dan ke 2 elang berukuran besar.
"Ten..tentu saja kakak Lan. Aku selama ini mencari mu untuk mengabarkan perihal hancurnya pedang de.." ucapan Xioca terputus dengan peningkatan aura mengerikan dari tubuh Lan wu.
"Jangan sekali-kali kau mengatakan hal tersebut. Cukup jelaskan pada ku keberadaan paman Yuan dan kakek Jian. Mengapa aku tidak lagi bisa merasakan energi mereka..?!" Suara Lan wu nampak meninggi di sertai munculnya hembusan angin kencang di tempat tersebut.
Xioca terdiam sejenak. Ia begitu khawatir jika Lan wu mengetahui bahwa Yuan dan Jian telah wafat tepat saat insiden penyerangan di istana kaisar dan pedang dewa.
Suasana menjadi hening bersamaan dengan hilangnya tekanan aura serta hembusan angin. Situasi tersebut sangatlah hening dan hanya menyisakan suara hewan malam di sertai deru nafas Xioca yang begitu takut jika Lan wu mengamuk usai mendengar perkataannya.
Perlahan-lahan nampak butiran-butiran air mengalir dari kelopak matanya yang masih tertutup. butiran-butiran tersebut perlahan-lahan berubah menjadi linangan hingga membasahi tanah di bawahnya.
Tiada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Lan wu hanya sesekali terlihat tubuhnya bergetar serta otot-otot tubuhnya mengeras seperti menahan sesuatu yang berat.
"Ka.." ucapan Xioca di tahan oleh elang batu yang kini telah berwujud manusia.
"Xioca, aku paham betul bagaimana perasaan tuan Lan. Saat ini kita harus memberinya waktu. Biarkanlah dia menyelesaikan perasaanya dengan dirinya" tahan elang batu seraya memegang tangan Xioca.
__ADS_1
"Kau benar kakak Kim... Kau benar" jawab Xioca yang ikut merasakan kesedihan Lan wu.
Di sela-sela situasi tersebut, terlihat beberapa orang yang mendarat tepat di depan Xioca yang semakin terkejut melihat kedatangan beberapa orang tersebut.
"Kami di utus oleh pemimpin istana agar membawa anda kembali" ujar salah satu dari 5 orang tersebut.
"Orang-orang dari ras Phoenix langit berhutang besar pada ku. Aku yang membebaskan serta meningkatkan kemampuan dari putri kalian. Tanpa ijin ku kalian tidak bisa membawa siapapun.!" Ujar Lan wu yang masih duduk bersila di tanah.
"Kau dari ras manusia tidak pantas ikut campur masalah kami..!" Bentak salah satu dari orang-orang tersebut.
Dengan cepat nampak puluhan tombaka api dari dalam tanah menusuk pria tersebut hingga hancur berkeping-keping. Pemandangan mengerikan tersebut membuat ke 4 orang yang tersisa menjadi gemetar.
Lan wu perlahan-lahan membuka matanya yang berwarna merah menyala sementara kelopak matanya berwarna hitam pekat.
Ia berdiri kemudian menghampiri ke 4 orang tersebut yang begitu tidak berdaya usai merasakan hawa membunuh yang begitu kuat di pancarkan oleh Lan wu.
"Sampaikan kepada pemimpin mu.. bahwa ia harus menemui ku jika ingin membawa pulang putrinya.!" Ucap Lan wu dengan nada geram.
Tanpa bicara banyak ke 4 orang tersebut langsung lari tunggang-langgang meninggalkan Lan wu dan lainya di tempat tersebut.
"Sebutkan nama-nama orang yang menyerang pedang dewa. Hari ini juga aku akan memberi mereka pelajaran yang amat berharga.!" Ucap Lan wu dingin.
**
**oke boy.. untuk sesi crazy up yg pernah gw janjikan dulu telah lunas ya.. dengan beberapa beberapa episode.
__ADS_1
selanjutnya gw akan kembali seperti sebelumnya 2 episode sehari**.