Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
beberapa serangga


__ADS_3

Dua hari kemudian kematian ketiga murid tersebut menyebar. Salah satu diantaranya berasal dari sebuah keluarga besar yang cukup berpengaruh di kota tersebut.


Mereka bahkan mengirimkan beberapa pendekar tingkat suci 9 dan seorang ranah permulaan abadi untuk menemui Lan wu dipuncak Zo.


"Kakak..! Didepan gerbang kita ada orang-orang dari keluarga Wun yang mencari adik Kein..!" Teriak Sinling yang terlihat begitu panik.


"Kau ikut dengan ku, kita akan menahan mereka" ujar Fifi seraya berjalan menuju pintu gerbang di puncak tersebut.


Lan wu terlihat begitu santai seraya bersandar di kursi halaman depannya dengan senyum tipis.


Ia meneguk habis minuman di cangkirnya lalu terbang keluar untuk melihat orang-orang tersebut.


"Apakah kau Kein.?!" Tanya seorang pria berbadan besar dengan tekanan energi kuat.


"Adik Kein..kenapa kamu keluar.?!" Tanya Sinling dengan nada kesal seraya menatap tajam Lan wu.


"Aku tertarik untuk melihat kemampuan dari keluarga Wun, apakah sama dengan sampah yang ku bunuh sebelumnya.?" Jawab Lan wu seraya tersenyum picik.


"Kurang ajar kau..!" Geram pria tersebut seraya bergerak cepat kearah Lan wu yang masih beridiri ditempatnya.


"Aku sebenarnya malas untuk bertarung melawan sampah. Namun entah mengapa mood bertarung ku beberapa hari ini begitu baik, jadi aku akan menunjukkan sesuatu yang bagus.." balas Lan wu yang berhasil menahan serangan pria tersebut dengan tangan kosong.


Kini tubuh orang-orang tersebut gemetaran bersamaan dengan ekspresi putus asa yang dikeluarkan oleh mereka setelah melihat sebuah jari telunjuk raksasa berwarna kuning berada tepat di atas mereka.


Lan wu melemparkan pria dicengkeramnya lalu melepaskan jurusnya tersebut. Dalam waktu singkat orang-orang dari keluarga Wun tersebut lenyap tanpa sisa.


"Adik Kein ini..." Ujar Sinling begitu khawatir akan tindakan Lan wu.


"Seperti sebelumnya, hanya tinggal menunggu dan membunuh orang-orang yang datang" jawab Lan wu seraya tersenyum.


"Bukan begitu...tapi kekuatan keluarga Wun tidak lah main-main, meskipun sakte Immortal bisa melindungi kita

__ADS_1


Tapi guru tidak lagi mendapatkan statusnya sebagi tetua besar.." tambah Fifi yang dipotong oleh Jidan dengan kemunculannya.


"Ehem..siapa yang bisa menggangu kalian?" Ucap Jidan seraya tersenyum bangga.


"Guru...anda..aura anda..?" Kaget Sinling dan Fifi bercampur senang.


Jidan mengedipkan matanya kearah Lan wu mengisyaratkan bahwa posisinya telah kembali seperti semula. Lan wu yang mengetahui hal tersebut hanya merespon seperti biasanya.


Mereka kemudian masuk halaman depan lalu memutuskan untuk merayakan hal tersebut. Makanan dan minuman dinikmati bersama dengan canda tawa yang tidak sadar mulai mengobati hati Lan wu.


Esok harinya.


"Kein..! Keluarlah dan hadapi aku.!" Teriak seorang pria yang berdiri diatas sebuah pedang besar berwarna biru.


"Hadapi aku dipanggung hidup dan mati, jika tidak aku akan membunuhmu dan semua orang yang dekat denganmu!" Teriak pria tersebut dengan wajah geram.


Disisi lain Lan wu yang mendengar hal tersebut masih begitu santai seraya duduk tenang di kursinya dan menikmati secangkir teh panas.


Perkataan pria diluar gerbang tersebut semakin lama semakin mengusik ketenangan Lan wu. Ia kini sedang bertanya-tanya dalam hati apa yang harus ia lakukan.


"Jangan marah...orang tua tidka boleh marah..buruk untuk kesehatan..itu buruk untuk kesehatan..!" Gumam Lan wu dengan senyum kesal.


"Huh..! Seribu tahun bahkan jutaan aku akan tetap memburu mu. Jika aku tidak bisa membunuhmu maka anak dan istrimu kelak akan ku ku perkosa..hahahaha.!" Sambung pria tersebut yang kini berhasil membuat Lan wu kesal.


"Sial..! Aku tidak bisa tidak marah..! Bocah ini menyinggung hal yang sensitif..!" Geram Lan wu dengan cepat melesat kearah luar.


"Hahaha.. akhirnya kau data..." Ucapan pria tersebut terputus berganti dengan rintihan usai terkena pukulan Lan wu.


Lan wu melancarkan serangannya terus menerus dan tidak membiarkan pria tersebut untuk membalas.


"Mati..! Mati..! Mati..! Kau bocah kurang ajar, aku benci ibu dan nenek mu, aku akan menelanjangi mereka dan ku gantung di depan pintu rumah mu..!" Maki Lan wu tanpa henti terus menghajar pria tersebut hingga mukanya begitu berantakan.

__ADS_1


Dari arah belakang nampak Jidan berusaha untuk menghentikan Lan wu, akan tetapi dengan sorot mata tajam Lan wu berhasil menahan Jidan untuk tidak mendekat.


"Yo..kalau mau memperkosa istriku itu tidak begitu penting...namun, kau berani memikirkan hal mesum terhadap anak ku maka kau akan mati.!" Ujar Lan wu mematahkan 4 tulang rusuk dan merusak meridian pria tersebut.


"Kau berani merusak meridian Wun Hate..?! Kau adalah iblis..!" Sergah seorang gadis dari puncak tetua Susu dengan nada memaki.


"Cepat bawa saudara Wun untuk diobati.." perintah gadis tersebut kepada beberapa pemuda yang datang bersamanya.


"Aura jahat ditubuh mu akan menghancurkan seluruh hidup mu. Kau wajib mati.!" Sambung gadis tersebut yang kini mengeluarkan jurus pedangnya untuk menyerang Lan wu.


"Hais..dulu aku sangat menghormati wanita. Namun, bunga bangkai ini berbeda..!" Balas Lan wu yang kini mengeluarkan pedang sunyi miliknya.


Tebasan pedang Lan wu mendarat tepat beberapa senti di samping gadis tersebut hingga menimbulkan sayatan besar di tanah dengan dalam hampir satu meter.


"Huf...orang tua tidak boleh marah...Xuya juga gadis...tidak boleh marah..." Gumam Lan wu seraya menghela nafas panjang.


Ia menyarungkan pedangnya dan berjalan balik mendekati gerbang area inti puncak Jidan.


"Kau harus mati.!" Gadis tersebut tanpa diduga melancarkan serangan sembunyi-sembuyi setelah Lan wu berjalan memunggunginya.


Beruntung Sinling dengan cepat menghalau serangan tersebut. Lan wu melihat jelas tatapan marah yang dikeluarkan oleh gadis yang biasanya terlihat begitu ceria.


"Qingsu...kau adalah murid dari tetua Susu namun memiliki sifat pengecut dan lupa diri.! Tidak tau malu..! Padahal adik Kein telah membiarkan mu namun kau malah ingin membunuhnya dari belakang..?!" Tanya Sinling yang mengeluarkan aura membunuhnya.


"Dia iblis.! Kau sebaiknya membantu ku untuk membunuhnya, lihatlah kau sudah dipengaruhi..!" Balas gadis tersebut yang merasa bahwa tindakannya tepat.


"Bunuh.!? Aku yang akan membunuhmu jika macam-macam dengan saudara seperguruan ku.!" Ancam Sinling.


"Aku melepaskan mu kali ini dikarenakan saudari Sinling merupakan murid yang berbakat di sakte immortal.. jika bertemu lagi maka aku pasti akan membunuhmu dan saat itu tidak akan ada yang bisa melindungi mu!" Balas Qingsu dengan wajah dingin lalu pergi dari tempat tersebut.


"Kau..!"

__ADS_1


"Hentikan itu kakak Sinsin (Sinling). Bunga kecil tidak bisa melukai naga" tahan Lan wu dengan nada tenang.


__ADS_2