Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Episode 133


__ADS_3

Ia sebenarnya ingin memanggil Chu Tian melalui komunikasi batin, namun ia tidak ingin terburu-buru. Lan wu hendak memancing ras iblis memunculkan kekuatan asli mereka, lalu menggunakan Chu Tian dan beberapa saudaranya sebagai rencana kejutan.


Jika ia terlebih dahulu memanggil mereka, lan wu khawatir hal tersebut akan membuat ras iblis menjadi lebih berhati-hati dalam pergerakan mereka.


Jika ia tidak mampu membasmi seluruh ras iblis, setidaknya ia dapat melenyapkan beberapa petarung hebat yang dimiliki oleh ras iblis tersebut.


Singkat cerita, kini lan wu telah berada di area kekaisaran Qin. Ia melihat kondisi istana yang masih normal. Hal tersebut menandakan bahwa pergerakan dari kekaisaran emas biru belum diketahui oleh kaisar an.


Sementara di sebuah villa tempat tamu dari luar kerajaan beristirahat, terlihat 4 buah kereta kuda serta bebebrapa prajurit yang tengah berjaga didepan villa tersebut.


"Apakah kaisar sedang kedatangan tamu?" Tanya lan wu dalam hati.


Belum sempat ia meyakini pemikiran nya, nampak ketua kuil matahari bersama kaisar an keluar dari dalam villa tersebut. Lan wu juga baru sadar bahwa sedari tadi terdapat 2 tetua pedang dewa yang tengah bersantai dibawah pohon.


"Beberapa bulan terakhir ini, entah mengapa aku sedikit bosan" ujar salah satu tetua pedang dewa.


"Hahahha kau benar houcung, semenjak masalah bidang petir selesai entah mengapa misi dari sakte hanya merupakan misi tingkat rendah" balas tetua feng yang bersandar sembari memandangi langit.


"Hais.. padahal tetua lan sudah kembali dari alam atas, bukankah akan lebih cepat bagi kita untuk menghabisi sakte-sakte aliran hitam" sambung houcung yang kini merenggangkan tubuhnya.


Mendengar ucapan houcung membuat Feng tertawa kecil. Feng sejenak memejamkan matanya seraya membiarkan hembusan angin menerpa wajahnya.


"Apa yang akan kau lakukan jika aliran hitam telah musnah?" Tanya Feng mendadak serius.


"Jika memang hal tersebut terwujud, aku akan keluar dari pedang dewa dan menjalani hidup ku di suatu tempat yang sunyi" jawab houcung tersenyum.


"Tetua Feng tidak perlu khawatir, saat kepergian ku nanti mungkin pedang dewa akan memiliki ratusan tetua hebat, bahkan saat ini tetua pedang dewa tidaklah sedikit, walaupun ada beberapa dari mereka yang memiliki ambisi tersembunyi" sambung houcung terlihat menghela kesal.


"Seperti itu ya.." ujar Feng dengan nada pelan.


"Baiklah, aku juga akan kembali ke kampung halaman ku" sambung Feng seraya berdiri.


Houcung terlihat sedikit terkejut mendengar ucapan Feng. "Hahahha ternyata tetua Feng memiliki tempat untuk pulang ya" ujar houcung tertawa lepas.


Keduanya kemudian berjalan pelan mendekati villa yang berada sekitar 5 meter didepan mereka. Baru beberapa langkah mereka berjalan, mendadak terjadi ledakan dahsyat yang menghancurkan villa tersebut.


Sontak keduanya menciptakan pelindung energi seraya bergerak cepat kearah villa tersebut.


"Kaisar anda tidak apa-apa.!" Teriak Feng yang kini berada tepat di depan villa tersebut.


Area tersebut tertutupi oleh debu sehingga menyulitkan pandangan Feng untuk memastikan keadaan orang-orang yang berada di villa tersebut.

__ADS_1


"Menunduk.!" Ujar seorang pria yang berada tidak jauh dari belakang Feng.


Sontak Feng menunduk usai merasakan energi kuat membentuk pedang angin, meluncur dari arah belakang.


Mendadak energi tersebut berubah menjadi bola besar, dan kemudian meledak bersamaan dengan tekanan angin yang begitu kuat. Tekanan angin tersebut dengan cepat membersihkan debu-debu yang menutupi area tersebut.


"Lan wu?" Kaget Feng usai melihat lan wu yang telah berada di sampingnya.


"Bagaiamana keadaan kaisar dan lainya?" Tanya Feng bersamaan dengan houcung.


"Aku telah memindahkan mereka menggunakan bentuk aura ku ketempat yang aman, untuk saat ini sebaiknya kita pikirkan cara yang aman untuk mengalahkan orang itu" jawab lan wu dengan nada tenang seraya menatap tajam kearah depan.


Sosok yang dimaksud oleh lan wu adalah gadis keturunan ras naga, yang saat ini tengah mengalami kebangkitan darah.


Lan wu dapat mengetahui hal tersebut melalui pancaran energi yang sama persis dengan milik Fei yang saat itu berada dalam tahap pembentukan wujud ras naga.


Lan wu bisa saja menggunakan energi hitam untuk menekan amukan tersebut, namun fisik dari gadis yang berada dihadapannya sangat berbeda dengan fisik Fei. Takutnya tubuh gadis tersebut tidak sanggup menahan tekanan kebangkitan darah, dan tekanan dari energi hitam.


"Astaga.!! Mengapa dia sangat kuat.!!" Keluh houcung yang tertekan oleh aura gadis tersebut.


"Hmmm.. sama persis seperti kebangkitan darah milik Fei, lagi-lagi kita kedatangan tamu" ujar lan wu bersaman terciptanya pusaran api iblis yang mengelilingi seluruh area istana kaisar an.


"I..ini..." Ujar houcung menelan ludah.


"Berhenti mengoceh, sebaiknya kita sambut mereka" sergah Feng yang mendadak melompat keatas semabri menarik houcung dari kerah bajunya.


Kini hanya tersisa lan wu yang masih berada ditempat tersebut bersama gadis dari ras naga tersebut.


"Selain ras naga di alam atas, sisanya hanya tau merepotkan ku saja" keluh lan wu.


"Apakah kalian tidak memiliki cara di istana naga untuk melewati kebangkitan darah dengan aman?" Tanya lan wu seraya menatap kearah belakang gadis tersebut.


"Tidak mau bicara ya.?" Ujar lan wu bersamaan dengan munculnya 9 akar api berukuran besar yang menyerang sosok dibelakang gadis tersebut.


"Tangan api neraka" ujar lan wu mendadak bermuculan puluhan tangan api dari dalam tanah, dan pusaran api iblis yang mengelilingi seluruh istana kaisar.


Pemandangan mengerikan tersebut membuat seluruh orang yang berada di istana tersebut begitu tercengang.


Suasana di istana kaisar menjadi begitu gelap akibat api iblis yang kini telah menutupi bagian atas seluruh area istana.


"Api iblis sungguh mengerikan" ujar ketua kuil matahari yang berdiri tepat disamping kaisar.

__ADS_1


"Apakah ini jurus milik lan wu?" Tanya kaisar dengan wajah heran.


Ketua kuil matahari hanya mengangguk pelan. "Jika tetua lan telah mengeluarkan jurus mengerikan seperti ini, aku khawatir bahwa ada beberapa penyusup yang hendak masuk, dan mungkin saja ada beberapa yang  sudah berhasil menyusup kedalam" sambung ketua kuil matahari.


"Bledar.!!" Terdengar suara ledakan besar yang mampu mengguncang seluruh area istana.


Pusaran api iblis milik lan wu juga ikut terpengaruh, seakan ada serangan kuat yang diarahkan untuk menghancurkan pusaran api tersebut.


"Tombak iblis.!" Ujar lan wu bersamaan melesatnya ribuan tombak api iblis dari pusaran api ke arah luar.


Tombak tersebut begitu banyak dan melesat cepat mencari sasarannya.


"Apakah mereka mengincar gadis ini?" Tanya lan wu yang masih berdiri tenang sembari menyaksikan pria yang kelelahan menghindari akar api serta tangan iblis milik lan wu.


"Sudah berkurang sebagian" ucap lan wu seakan mengetahui tombak iblis nya berhasil membunuhnya para pengganggu diluar pusaran api.


"Dan kau, semoga saja keberuntungan mu tinggi" kini lan wu mengarahkan sangkar hitam dan berhasil mengurung gadis tersebut.


Ia juga menusuk kaki dan tangan gadis tersebut dengan tombak api.


"********.!! Apa yang kau lakukan kepada nona sing ling.!" Teriak pria yang tengah menghindari serangan lan wu.


"Melindungi tempat ku. Aku tidak ingin ada korban jiwa kecuali dari pihak musuh dan isatana naga putih. Aku sangat heran mengapa kalian membawa gadis ini kesini? Apakah kalian hendak memulai pedang lagi?" Ujar lan wu dengan wajah dingin.


"Ketahuilah nak, aku bukanlah orang yang pantas untuk kau jadikan lawan" sambung lan wu sesaat sebelum mengarahkan tapak api untuk menindih gadis beserta pria tersebut.



Guys..maaf atas keterlamabatan update nya.


Ane kemarin-marin udah kasih tau kalau ane ada urusan.


Dan ane juga baru keluar dari Diklat, abis karantina.


Pendekar kelan akan up secara normal (2× sehari).**


Ok sampai disini aja ***..


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2