Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
tingkat 2


__ADS_3

Ia kemudian beranjak ke tingkat dua untuk memesan ruang pelatihan khusus.


"Sungguh sebuah kebetulan bisa bertemu dengan pria tampan lagi.."


Tegur seorang wanita yang menghampiri Lan wu dari arah sebelah kanan.


"Rupanya nona Guoguo.."


Balas Lan wu.


"Apa istri mu tidak menemani anda..? Bukankah terlalu bahaya jika membiarkan seorang pria tampan berjalan sendiri..?"


Sambung Guoguo sembari tersenyum penuh maksud.


"Ah.. aku dan yang mulia ratu hanya kenalan lama, selain itu dia memiliki urusan di yang harus diselesaikan di istana.."


Jawab Lan wu.


"Nona Guoguo, siapa pria ini..?!"


Potong suara yang berasal dari belakang wanita tersebut.


Seorang pria yang berpenampilan layaknya bangsawan kini bergabung dalam perbincangan singkat Lan wu dan Guoguo.


"Sepertinya aku tidak perlu menjawab pertanyaan tuan muda Fu Chen.."


"Siapa kau..?! Apa status mu hingga berani berbicara dengan nona Guoguo..?!"


Pria tersebut mendekati Lan wu seraya bertanya dengan nada mengancam.


"Aku bukan siapa-siapa.. hanya kebetulan bisa bertemu dengan nona Guoguo. "


Jawab Lan wu dengan tenang mencoba menghindari hal yang merepotkan.


"Cih... Hanya sampah rupanya. Dengar ini baik-baik, jangan pernah mendekati wanita itu lain kali jika tidak ingin mendapatkan masalah..!"


Fu Chen tersenyum sinis dengan tatapan mengintimidasi.


Sementara Lan wu hanya tersenyum menanggapi ucapan tuan muda tersebut.


"Aku dengar bahwa kau adalah orang yang dibawa secara khusus oleh yang mulia ratu. Bagiamana jika bertukar beberapa jurus untuk saling mengenal..?"


Sambung pria tersebut dengan nada yang sengaja dibesarkan untuk menarik perhatian Guoguo.


Tentu saja ucapan pria tersebut menarik perhatian orang-orang disekitarnya. Beberapa dari mereka mulai menyoraki dan mendesak Lan wu untuk menerima tawaran Fu Chen.


"Baiklah jika tuan muda Fu berkata demikian.."


Lan wu menjawab tantangan pria tersebut.


Keduanya berjalan menuju arena ditingkat dua tersebut diikuti oleh Guoguo dan orang-orang yang hendak menyaksikan pertaruangan keduanya.


Setelah berdiri berhadapan diatas arena, Fu Chen tanpa ragu segera mengeluarkan senjata spritual miliknya yang berada ditingkat langit.


"Pedang tubuh naga milik ku merupakan senjata tingkat langit yang ditempa langsung oleh raja penempa paviliun ini. Apa anda keberatan jika aku menggunakan pedang ku?"


Tanya Fu Chen dengan ekspresi sombong seraya tersenyum licik kearah Lan wu.

__ADS_1


"Tidak apa-apa tuan muda Fu, kalau begitu aku juga akan sedikit serius.."


Tubuh Lan wu mendadak diselimuti oleh api iblis yang kemudian berkobar besar membentuk puluhan tombak api yang berjejer rapi di sekeliling arena.


"Mustahil...!"


"Cih..! Jelas-jelas dia hanya berada di tingkat spritual awal. Mengapa bisa memiliki kemampuan seperti ini..?!"


Gumam Fu Chen yang terkejut melihat tombak-tombak api Lan wu.


"Jangan senang dulu..!"


Fu Chen kemudian mengayunkan pedangnya dengan gerakan memutar kemudian ia menancapkannya di arena.


Sebuah energi besar menyebar dan membentuk sebuah wujud hewan yang kemudian menyebar kearah tombak api iblis.


"Aku akan mengakhiri trik busuk mu..!"


Ia mengayunkan pedangnya kearah Lan wu dari kejauhan disusul oleh sebuah energi pedang yang berukuran besar dari atas Lan wu.


"Tebasan kematian. !"


Pedang raksasa tersebut bergerak dari atas mengincar Lan wu yang saat ini masih berdiri tenang.


Diarah belakang terdengar suara Guoguo yang memperingati Lan wu untuk segera menghindar dari jurus milik Fu Chen.


"Apa yang ia pikirkan..?"


Heran orang-orang ditempat tersebut.


Teriak pria yang sebelumnya bertarung dengan Lan wu di lantai satu.


Ia buru-buru mendatangi arena tersebut setelah mendengar bahwa Lan wu sedang bertarung melawan Fu Chen.


"Baiklah jika saudara berkata demikian.."


Ucap Lan wu sembari tersenyum kecil menanggapi perkataan pria tersebut.


Ia kemudian membentuk pedang dari energinya lalu melemparkan pedang tersebut kearah Fu Chen.


"Hahahaha.. apa ini trik terakhir mu..?!"


Ledek Fu Chen yang dengan mudah menghindari pedang energi yang dilemparkan oleh Lan wu.


Dilain sisi pedang besar Fu Chen hanya berjarak beberapa sentimeter dari kepala Lan wu yang masih berdiam diri.


"Penggeser waktu.."


Lan wu menghilang dengan cepat membuat orang-orang yang menyaksikan hal tersebut berdecak heran.


"Kecepatan ini.... Ini bahkan melebihi kecepatan ku sewaktu mengeluarkan leluhur serigala..."


Heran pria tersebut yang membandingkan dirinya dengan Lan wu.


"Sial kemana dia..?!"


Teriak Fu Chen dengan ekspresi cemas.

__ADS_1


"Alunan sunyi.."


Terdengar suara Lan wu yang tepat berada dibelakang Fu Chen.


"Ini..."


Gumam Guoguo yang menyadari bahwa dirinya terpengaruh oleh ilusi dari jurus pedang milik Lan wu.


"Pantas saja Cei Hua tertarik dengan pria ini.." sambung Guoguo yang mengalirkan energinya untuk mematahkan ilusi Lan wu.


Dilain sisi nampak Fu Chen yang telah terperangkap oleh ilusi Lan wu.


Ia merasakan dan melihat sendiri bahwa tubuhnya ditusuk oleh puluhan tombak api dan berada dalam keadaan sekarat.


Namun sebenarnya tubuhnya tidak berada dalam kondisi demikian, nyatanya ia masih berdiri diatas arena dengan mata yang terbuka lebar dihiasi keringat dingin diwajahnya.


"Lumayan... Setidaknya kemampuan mengontrol ku telah kembali seperti semula.


Jurus pedang sunyi dapat menekan mereka dan menjebaknya dalam ilusi ku dalam waktu tertentu.."


Gumam Lan wu seraya melihat kearah para penonton yang terkena efek dari alunan sunyi nya.


"Namun, itu tidak akan bertahan lama bagi mereka yang berada di level Line heaven menengah dan ke atasanya..."


Lan wu tersenyum kecil mendapati Guoguo yang diselimuti oleh energi spritual untuk melepaskan diri dari ilusi Lan wu.


Lan wu kemudian berjalan turun dari arena meninggalkan Fu Chen dan lainya yang masih terjebak dalam ilusinya.


"Bagiamana dengan mereka..?"


Tanya Guoguo yang telah berhasil lepas dari ilusi Lan wu.


"Mereka akan kembali seperti semula saat aku keluar dari pintu paviliun ini. Jika aku masih disini maka mereka harus melepaskan diri mereka sendiri.."


Jawab Lan wu dengan senyum tenang seraya melanjutkan langkahnya.


Tepat setelah Lan wu keluar dari paviliun tersebut, terdengar suara teriakan Fu Chen yang mencaci Lan wu dengan suara keras.


"Hais... Melelahkan untuk menjadi seseorang yang terkenal.."


Ujar Lan wu yang tersenyum lebar sembari meneruskan langkahnya.


Tujuan selanjutnya adalah paviliun misi yang terletak tidak berjauhan dari paviliun pelatihan yang sebelumnya dikunjungi oleh Lan wu.


Lan wu merasa bahwa sudah saatnya ia kembali terlibat dalam situasi yang berbahaya dan mulai menjelajahi dunia tersebut.


Selain itu hewan spritual di dunia ini jauh lebih kuat dari pada hewan spritual yang ada di alam utuh. Mungkin Lan wu juga dapat menemukan beberapa barang berharga sewaktu berburu.


Sesampainya di paviliun misi, Lan wu sedikit dikejutkan dengan adanya Yisun dan 2 wanita lainnya.


Mereka terlihat sedang menanyakan sesuatu yang cukup serius.


"Apa yang dilakukan oleh Yisun dan dua wanita lainnya disini..?"


Pikir Lan wu yang kemudian memutuskan untuk menghampiri mereka.


Ketika mereka melihat Lan wu yang mendekat, sontak saja Yisun bergerak cepat dan menahan kedua tangan Lan wu dibelakang.

__ADS_1


__ADS_2