
Hari semakin larut, Lan wu kini memutuskan untuk beristirahat di penginapan yang telah di sewa olehnya. Sebelum tidur, Lan wu menyempatkan dirinya untuk menekan luka dalam serta mempelajari beberapa gerakan dari kitab iblis Mo tian kemudian beristirahat.
Pagi harinya, Lan wu telah meninggalkan kota tersebut dan melanjutkan perjalanannya menuju ibukota dengan berlari.
Ia tidak menemui hambatan apapun dalam perjalanannya menuju ibukota.
"Masih ada beberapa tempat lagi yang harus ku lewati.."
Gumam Lan wu seraya mempertahankan kecepatan berlarinya.
Ia kemudian melompat keatas dahan pohon dan berpindah-pindah dengan cepat.
Dalam radius beberapa meter, Lan wu melihat sekelompok orang yang tengah bertarung secara berkelompok.
Pertaruangan tersebut tampak dilakukan oleh dua aliran sakte yang berbeda.
"Murid-murid sakte emas hanyalah sampah yang berlindung dibalik kekuatan 3 leluhur kalian.. selebihnya hanyalah sampah..!"
Ujar pria berusia 20 an tahun disela-sela serangannya ke arah lawannya.
Disisi lain pria yang dihadapi olehnya tampak dengan sigap menangkis seluruh gerakannya dan secara bersamaan mendarat kembali di tanah.
"Ye duan..! Habislah kau..!"
Mendadak pria yang berasal dari sakte ilahi di serang oleh rekan-rekan satu sakte nya.
Kelompok yang semula bertarung, kini bersatu dan menyerang Ye duan.
"Bajingan rendahan..! Beraninya kalian menghianati ku..!"
Geram Ye duan yang berlumuran darah.
Ia melepaskan seluruh energinya dan menghadapi lawannya dengan geram.
Dengan tingkatan Ye duan yang tinggi, ia berhasil membunuh belasan orang dan membuat Fang Sui kewalahan.
Perlawanan yang diberikan oleh Ye duan kini mulai terhenti seiring dengan dirinya yang semakin melemah.
"Hahahahah..! Sekarang terimalah nasib mu.!"
Fang sui mengarahkan pukulannya kearah Ye tian yang tampak menggeretakan giginya.
Pukulan Fang sui semakin dekat dan kini hanya berjarak beberapa meter dari tubuh Ye duan.
"Akar api iblis.."
"Siapa itu..?!"
Seketika Fang sui terpental kebelakang dengan wajah memar diakibatkan oleh serangan barusan.
__ADS_1
"Apakah pendekar di dunia ini telah kehilangan harga dirinya?"
Lan wu dengan ekspresi datar perlahan-lahan berjalan mendekati kelompok tersebut.
Ekspresi orang-orang itu nampak ketakutan, mereka dapat dengan jelas melihat niat membunuh Lan wu yang begitu mengerikan.
"Selain itu.. aku membenci penghianat seperti kalian, itu mengingatkan ku dengan kenangan buruk.!"
Amarah Lan wu mendadak pecah disertai oleh terlihatnya wujud aura neraka.
Melihat hal tersebut, Fang sui dengan cepat melarikan diri dan diikuti oleh yang lainnya.
Sementara Lan wu hanya menatap mereka dengan kesal.
"Cih... Dasar pengecut..."
"Kau baik-baik saja?"
Tanya Lan wu seraya mendekati Ye duan.
Dengan wajah kesakitan, Ye duan menjawab pertanyaan Lan wu.
"Begitulah.. tidak disangka aku akan dijebak oleh saudara-saudara seperguruan ku..!"
Wajah pria tersebut kini berubah geram sebelum akhirnya terhenti oleh darah yang ia muntahkan.
Lan wu melemparkan pil penyembuh yang diberikan oleh Mo tian kemudian membantu Ye duan memulihkan dirinya menggunakan api suci.
Keduanya berbincang-bincang seraya menyantap makanannya perlahan-lahan.
"Terimakasih atas pertolongan tuan Lan, jika tidak anda.. mungkin saat ini aku telah tewas ditangan penghianat itu.."
"Tidak ku sangka, aku si jenius terhebat di kota Batu akan mengalami hal memalukan ini..!"
Ujar Ye duan dengan penuh amarah.
"Tidak perlu dipikirkan, sejujurnya aku juga mengalami hal yang sama dengan mu. Namun bedanya adalah, aku dikhianati oleh istri ku sendiri..."
Wajah Lan wu sejenak muram, ia berdiri dari duduknya sembari membayangkan keadaan kedua anaknya.
"Kalau boleh tau, darimana saudara berasal..? Orang berbakat seperti anda tentu akan dikenal seantero dinasti King ini.."
Tanya Ye duan.
"Aku..?"
Lan wu tampak menahan ucapannya seraya berpikir.
"Aku hanyalah seorang pengelana yang banyak menghabiskan waktu untuk bersantai... Hal yang membawa ku sejauh ini adalah rasa penasaran dan amarah yang entah tertuju pada siapa..."
__ADS_1
"Saudara Lan tidak sesederhana yang terlihat, tingkat pelatihannya bahkan tidak bisa ku lihat.. yang ku ketahui adalah ia memiliki niat membunuh yang begitu mengerikan"
Ye duan bergumam pelan seraya menatap Lan wu sesaat.
"Bagaimana jika aku mengikuti saudara berkelana.?"
Lan wu yang mendengar perkataan Ye duan seketika terkejut dan menoleh padanya.
"Mengikuti ku?"
Tanya Lan wu dengan heran.
"Hufff..."
"Benar, saat ini kultivasi ku jatuh beberapa tingkat akibat pertaruangan sebelumnya. Selain itu aku tidak memiliki tempat berarti untuk ku datangi..."
"Namun jangan khawatir, aku tidak akan merepotkan suadara dan akan pergi setelah kondisi ku kembali normal"
Jelas Ye duan.
Lan wu kini terdiam sejenak, ia mempertimbangkan permintaan Ye duan.
"Saat ini aku masih tidak tau apa yang harus ku lakukan di dunia ini, selain terlibat dalam peperangan antar ras.. pada dasarnya aku tidak memiliki tujuan pasti.."
"Terlebih lagi dengan beredarnya nama ku tidak menarik perhatian si brengsek murid dari serigala putih.. lalu guru ku..."
Gumam Lan wu dengan ekspresi kosong.
"Apa ada sebuah tempat di dekat sini yang bisa kita tinggali?"
Tanya Lan wu.
Ye duan dengan cepat mengatakan kepada Lan wu agar keduanya pergi mengunjungi sakte cakar macan, salah satu dari tiga sakte terkuat di kota Gong.
"Aku yakin dengan kemampuan kita maka tidak sulit untuk mendapatkan posisi sebagai murid dalam.."
"Hmmm tidak.."
Sergah Lan wu membuat Ye duan menahan ucapannya.
"Kita akan mengambil status sebagai murid pintu luar, lagian aku tidak ingin terlibat lebih jauh dengan urusan kepentingan sakte. Tujuan ku hanyalah untuk menemukan tempat tinggal sementara"
Ye duan terlihat paham dengan apa yang dipikirkan Lan wu, ia juga baru menyadari bahwasanya status murid dalam nantinya akan menarik perhatian sakte ilahi dan sakte emas sebelum dirinya pulih sepenuhnya.
"Baik saudara, aku setuju dengan ucapan mu"
Setelah sepakat, esok harinya Lan wu dan Ye duan berangkat menuju sakte cakar macan yang berjarak sekitar 30 kilometer dari lokasi keduanya.
Dalam perjalanan mendekati sakte cakar emas, Lan wu dan Ye duan berpas-pasan dengan ratusan kultivator muda yang juga berniat untuk bergabung dengan sakte tersebut.
__ADS_1
"Ini adalah gerbang masuk sakte cakar macan, lihatlah.. bahkan penjaga di pintu masuk berada di ranah kondensasi Qi menengah"