Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
dunia iblis 2.61


__ADS_3

Lan wu kini berada tepat di depan sebuah bangunan besar yang bertuliskan makam leluhur naga iblis.


"Sepertinya tadi aku terpukul mundur dari dalam.." pikir lan wu seraya menatap ke arah belakangnya seraya melangkah pelan.


Ia berniat untuk pergi ke istana naga iblis dan menemui putri dari gurou yang lan wu prediksikan berupa nenek-nenek.


Lan wu tertawa terpingkal-pingkal seraya membayangkan wajah dari putri gurou.


**


Kondisi di dunia iblis begitu berbeda dengan alam dewa dan lainya. Ia seperti berada di sebuah gurun pasir yang berwarna merah, dan sama sekali tidak terlihat satu rumah ataupun kota.


"Aneh.." ujar lan wu yang melihat di kejauhan sebuah sungai besar dan hutan rimbun.


Sontak tanggapannya mengenai dunia iblis berubah 100°. Ia tidak menyangka bahwa dunia iblis memiliki keindahan dan nampak begitu tentram.


Lan wu memutuskan untuk beristirahat di pinggir sungai seraya membersihkan tubuhnya yang terasa begitu lengket.


"Ah...! Gurou..!! Apa yang kau lakukan bodoh.!!" Teriak lan wu dengan nada kesal usai menyadari sesuatu.


"Kepar*t ini... Sejak kapan dia memindahkan raga ku dan mengembalikan jiwa ku kedalam raga..!" Ujar lan wu yang kini terlihat begitu kesal.


"Sial..! Bagaimana dengan naga dewa dan hitam jika mengetahui bahwa aku mendadak hilang dari istana.." pikir lan wu seraya melepas seluruh pakaiannya.


Ia berendam di sungai dan bersandar di sebuah batu besar. Ia bahkan tidak sadar sedikit pun jika roh nya telah kembali ke raganya.


Selain itu. Lan wu masih belum merasakan tanda-tanda keberadaan naga kiamat yang bersemayam di tubuhnya.


"Ah.. mungkin saja aku dapat menggunakan pedang kiamat naga.." pikir lan wu seraya memfokuskan pikiran nya.


Ia mengarahkan tangannya ke atas seraya mengalirkan energinya, dan perlahan-lahan muncul energi membentuk pedang lalu kemudian berganti menjadi wujud pedang kiamat naga.

__ADS_1


Lan wu tersenyum puas usai berhasil mendapatkan pedang tersebut. Lan wu kembali mengarahkan tangannya dan membuat air sungai tersebut menyembur kearah atas.


"Ku pikir kalian tidak akan sampai ke sini.." ujar lan wu seraya menatap 3 tombak Huanlin yang melayang di hadapannya.


Usai berendam. Lan wu memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya menuju istana ras naga iblis. Sepanjang perjalanan, ia melewati hutan rimbun yang terdapat bermacam-macam hewan gaib tingkat tinggi di dalamnya.


Lan wi juga bertemu dengan beberapa orang dari ras iblis yang menyerupai manusia, hanya saja warna bola mata serta ukuran tubuh mereka berbeda dengan manusi.


"Aneh. Aku tidak menyangka bahwa dunia iblis memiliki banyak pendekar kuat yang membudidayakan energi murni serta uara dewa" ujar lan wu berdecak kagum usai melihat beberapa orang yang berpas-pasan dengannya.


Tidak jauh dari tempat tersebut, lan wu menemukan sebuah kota besar yang di kelilingi oleh benteng tinggi dan para penjaga yang mengenakan amor.


"Sepertinya tidak ada jalan lain, selain memasuki tempat ini" pikir lan wu seraya menatap area sekitarnya.


Tanpa pikir panjang. Lan wu segera mendekat ke gerbang kota tersebut, di gerbang itu hanya terdapat sebuah batu energi yang berwarna hitam serta pintu masuk yang nampak di tutupi oleh sebuah pelindung tak kasat mata.


Lan wu berfikir sejenak seraya memandangi batu tersebut. Ia yakin bahwa ada alasan tersendiri bagi pemimpin di kota tersebut tidak menempatkan penja di area pintu masuk.


Usai gerbangnya terbuka, lan wu dengan cepat menggunakan langkah penggeser waktu untuk melintasi gerbang tersebut sebelum kembali tertutup.


"Hahaha mudah sekali.." gumam lan wu seraya meneruskan perjalanannya.


Ia memutuskan untuk singgah di sebuah kedai kecil yang tidak terlalu ramai, sekedar beristirahat dan melihat menu yang di suguhkan oleh kedai tersebut.


Lan wu tersenyum kecut usai melihat beberapa pelanggan melahap makanannya yang begitu aneh di mata lan wu.


"Apa mereka anjing..? Tulang sebesar itu pun di makan oleh mereka.." batin lan wu seraya menahan suaranya.


"Ah.. minuman itu sepertinya tidak terlalu aneh.." gumam lan wu seraya menatap kearah sampingnya.


Lan wu berjalan menghampiri sosok yang mengenakan tudung hitam lalu duduk tepat di depannya.

__ADS_1


"Permisi tuan.. kalau boleh tau minuman api yang tengah kau minum?" Tanya lan wu seraya memasang wajah ramah.


Nampak sosok tersebut menunjukkan wajahnya yang terhalangi oleh cadar berwarna hitam.


"Ah... Sungguh.. a..aku tidak tau jika anda adalah wanita.. maaf.." ujar lan wu usia melihat jelas wajah dari orang tersebut.


"Bagaimana manusia seperti mu bisa berkeliaran dengan begitu bebas di dunia iblis?" Tanya sosok tersebut yang sedikit mengesankan lan wu.


"Wah.. jadi kau menyadarinya ya.. sebenarnya aku sedikit memiliki keahlian untuk membaurkan diri ku di dunia iblis" jawab lan wu tenang.


"Apakah kau berasal dari dalam benteng suci?" Tanya wanita tersebut yang di balas oleh lan wu dengan gelengan kepala.


"Aku bahkan baru pertama kali mendengarnya, melihat bentuk serta aura mu, aku dapat menebak bahwa kau adalah manusia. Aku hanya heran kenapa kau berada di dunia ini.." ucap lan wu dengan nada heran.


"Ada banyak manusia di sini, tempat ini jauh lebih baik dari alam atuh yang hanya mendeskripsikan si lemah sebagai sampah. Manusia di dunia iblis telah ada semenjak perang besar antara kaisar langit dan ras naga terjadi, berawal dari klan Tinyu yang menggunakan pusaka dewa untuk menciptakan pelindung khusus di benteng suci, kini banyak klan serta manusia lainya berdatangan di dunia iblis" jawab wanita tersebut.


"Apakah kau juga hendak menetap di dunia iblis?" Tanya gadis tersebut sontak membuat lan wu terbatuk-batuk.


"Ah.. aku hanya sebentar saja sampai urusan ku selesai" jawab lan wu seraya berdiri dari kursinya.


Lan wu tidka ingin berlama-lama di kedai tersebut, karena ia sedari tadi merasakan hawa membunuh yang begitu besar tengah mengawasi nya.


Selain itu kemampuan gadis di hadapannya hanya setingkat gerbang ilahi menengah, takutnya jika terjadi sesuatu dengan dirinya maka gadis tersebut juga akan terlibat.


"Walaupun kau memiliki aura yang serupa dengan ras iblis, tetapi wajah serta bau tubuh mu tidak mampu kau sembunyikan, ikutlah dengan ku hingga sampai di benteng suci" tawar gadis tersebut.


"Baiklah, kita akan berpisah di sana" ujar lan wu setuju.


Gadis tersebut meletakan beberapa batu berwarna hitam lalu berdiri dari kursinya.


Mereka kemudian melanjutkan perjalanannya seraya berbincang kecil.

__ADS_1


__ADS_2