Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
utusan kehormatan


__ADS_3

"Aku ditugaskan oleh yang mulia kaisar Yeng untuk memberi hadiah kepada anda, yang mulai bermaksud untuk menyelesaikan kesalah pahaman serta dendam lama"


Utusan kehormatan nampak sedikit gugup berhadapan langsung dengan Lan wu. Terlebih lagi ia bisa melihat sendiri wajah dari pemimpin organisasi yang begitu ditakuti hampir semua kekuatan besar di pusat ibukota.


"Oh.."


"Aku rasa hal itu tidak diperlukan, lagian kami tidak kekurangan barang-barang berharga"


Utusan tersebut menelan ludah mendengarkan perkataan Lan wu yang diiringi oleh hasrat membunuh.


"Aku.. aku hanya melaksanakan tugas ku, kiranya tuan Diyuze tidak tersinggung dengan kedatangan ku"


"Tidak.. tentu saja tidak, hanya saja.."


Lan wu menahan ucapannya sesaat, ia sengaja ingin melihat bagaimana ekspresi gugup dari seorang utusan kehormatan istana.


Disisi lain utusan tersebut nampak mengepalkan tangannya dengan perasaan tak menentu menunggu Lan wu meneruskan ucapannya.


"Aku tidak memiliki tempat untuk menyimpannya"


Hehehhe...


Lan wu tersenyum lebar bersamaan dengan kelegaan utusan tersebut.


Ia memperbaiki kerah bajunya, wajahnya dipenuhi oleh keringat dingin dan rasa gugup yang luar biasa.


"Yuali.. urus hadiah pemberian kaisar, bagikan kepada anggota organisasi dan keluarganya di sini"


"Baik tuan"


Yuali pamit undur diri meninggalkan utusan tersebut yang keheranan dengan tindakan Lan wu.


"Aku tau alasan sebenarnya mengapa kau datang dengan membawa banyak hadiah. Namun, harus ku tekankan bahwa aku tidak tertarik dengan tawaran kaisar anda"


"Hanya saja aku akan memberikan sebuah informasi penting untuk mu sebagai balasan dari kebaikan kalian"


"Apa itu tuan?"


Setidaknya aku bisa menyampaikan hal yang bagus kepada kaisar..


Pikir utusan tersebut dengan wajah serius.


"Sebulan dari sekarang pasukan darah putih akan menyerbu kota terdekat. Adapun pria yang mengalahkan aliansi kalian bernama Hun teisu, saat ini ia berada di level yang setara dengan leluhur keluarga Yeng"


"Benarkah..?!"


"Tidak perlu begitu terkejut.."


Lan wu tersenyum melihat ekspresi kaget yang di alami oleh pria dihadapannya.


"Maaf sebelumnya tuan, namun Hun teisu puluhan tahun lalu terbunuh oleh raja ke 3 suku bar-bar. Hal tersebut sudah diketahui oleh semua orang, dan mana mungkin dia hidup kembali.."


Sela putri utusan kehormatan meragukan perkataan Lan wu.


Mendengar hal tersebut, Lan wu tertawa kecil.

__ADS_1


"Benarkah..? Kira-kira siapa pria yang ku sebutkan ini?"


Perkataan Lan wu berhasil membuat ketiga orang tersebut terdiam sejenak saling berpandangan.


"Tidak mungkin jika pria ini menceritakan omong kosong.."


Gumam utusan kaisar mempertimbangkan.


Setelah cukup lama berpikir, utusan tersebut memutuskan untuk mempercayai perkataan Lan wu.


Tidak aneh banginya untuk mendapatkan informasi tersebut dengan pengikut yang hampir menyebar di seluruh dinasti dewa pedang.


"Baiklah tuan, aku sungguh berterimakasih atas informasi berharga anda. Maafkan juga perilaku putri ku yang meragukan perkataan mu"


"Hahahaha.. itu hal sepele, oh iya tuan utusan. Bagiamana kabar dari pangeran ketiga?"


Lan wu mengubah topik pembicaraan.


Utusan kehormatan menghela nafasnya dengan wajah gusar kemudian menjawab pertanyaan Lan wu.


"Yang mulia pangeran ketiga mengalami luka serius akibat bertarung dengan orang terkuat dinasti darah putih. Takutnya, pangeran ketiga tidak bisa lagi menjadi seorang kultivator"


Utusan kehormatan nampak terlihat jelas mengkhawatirkan keselamatan dari pangeran ketiga.


Hmm... Walaupun dia tidak banyak berguna untuk ku, namun dengan wataknya aku yakin orang ini bisa menciptakan kedamaian serta keselarasan dalam urusan negara..


Lan wu bergumam sendiri seraya mempertimbangkan untuk menolong pangeran ketiga.


"Jumlah anggota luar Diyuze sangatlah banyak, sebenarnya aku berniat untuk menugaskan mereka untuk melindungi keluarga Kai.. namun.."


"Baiklah.."


"Apa yang kau butuhkan untuk menyembuhkan pangeran ketiga?"


Tanya Lan wu dengan senyum tenang.


Utusan kehormatan sontak terperanjat mendengar pertanyaan Lan wu barusan.


Ia tidak menyangka bahwa sosok semengerikan Lan wu memiliki sisi yang baik.


Walaupun sebenarnya ia tidak percaya bahwa Lan wu adalah pria berdarah dingin yang membunuh orang tanpa alasan khusus.


"Itu... Ada tiga herbal berusia ratusan tahun yang kami butuhkan namun apakah.."


"Temui Yuali, dia akan mengantarkan kalian menuju ruang harta di gunung mistis.


Ambil sebanyak yang kalian inginkan"


Potong Lan wu.


"Sungguh..? Apakah anda serius tuan..?!"


Tanya urusan kehormatan yang masih tidak mempercayai perkataan Lan wu.


"Tentu saja, oh iya... Aku secara pribadi mendukung pangeran ketiga untuk menjadi kaisar selanjutnya. Aku sarankan agar anda mendukungnya"

__ADS_1


"Mengapa begitu..? Pangeran Yeng tanxu adalah sosok yang ideal untuk meneruskan tahta kaisar, selain kuat dia juga memiliki pribadi yang baik juga bijak"


Utusan kehormatan menepis pernyataan Lan wu dengan wajah serius.


"Kau benar, aku sudah melihatnya secara langsung. Namun pangeran yang kau dukung itu tidak lama akan menjadi boneka seorang wanita. Secara pribadi aku turut prihatin dengan hal tersebut"


Tiba-tiba anak lelaki utusan kehormatan memukul meja seraya menunjuk wajah Lan wu dengan ekspresi geram.


"Jangan lancang dengan pangeran Tanxu..! Aku tidak akan membiarkan mu seenaknya berkata..!"


Pemuda bernama Duo san itu hendak meraih kerah baju Lan wu.


"Benarkah..? Apa kau lupa kau berada dimana sekarang?"


Lan wu mengetukan jarinya di atas meja yang membuat meja tersebut hancur berkeping-keping.


Duo san tidak menyadari bahwa jari yang ia gunakan untuk menunjuk Lan wu telah di lingkari oleh cincin api iblis.


"Arghh..!"


Ia menjerit seketika setelah merasakan sakti luar biasa hingga membuat dirinya tidak mampu bergerak sama sekali.


Utusan kehormatan nampak begitu panik melihat kondisi putranya yang memprihatinkan. Namun ia sendiri tidak berani untuk berbuat apa-apa.


"Hentika..!"


"Arghh..! Ayah...tolong aku.."


"Tuan..! Tolong... singkirkan... singkirkan rasa sakit ini...!"


Duo san menjerit memohon belas kasih dengan tubuhnya yang berwarna seperti kepiting yang direbus.


Lan wu tidak menggubris teriakan pemuda tersebut dan memilih untuk menikmati secangkir teh untuk menghangatkan suasana.


"Ah..."


"Taukah anda jika aku jarang bertindak implusif?"


Lan wu menatap wajah utusan kehormatan yang terdiam dihadapannya.


"Mudah bagi ku untuk mengirimkan kalian semua kehadapan kaisar Yeng tanpa kepala kemudian menggunakan hal tersebut untuk memprovokasi berberapa orang.."


Utusan kehormatan menelan ludah dengan wajah pucat. Ia tidak membantahnya bahwa membunuh mereka semua adalah hal yang mudah bagi Lan wu.


"Dan kau.."


Lan wu mengarahkan pedangnya kepada Duo san yang masih merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


"Aku akan mengampuni mu hari ini, kalian beruntung memilih pondok faforit ku untuk bertemu. Aku tidak ingin pondok ku dihantui oleh arwah yang tidak berotak"


Lan wu menghilangkan cincin api di jari Duo san.


Duo san seketika pulih seperti semula dan dapat menggerakkan tubuhnya kembali.


"Pergilah, jangan lupa untuk menyampaikan salam ku kepada pangeran ketiga"

__ADS_1


Ujar Lan wu mempersilahkan orang-orang tersebut untuk pergi.


Utusan kehormatan memberi hormat kepada Lan wu kemudian meninggalkan pondok tersebut dengan perasaan lega.


__ADS_2