Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
sambutan yang ramah


__ADS_3

Ye duan tidak bisa berkata apa-apa, ia kini menatap Lan wu dengan pandangan tidak percaya.


"Kau gagal..!"


Seru suara yang berasal dari sisi atas tempat ujian.


"Salam tetua ke 7..!"


Seorang wanita yang berdiri diatas pedang hijau kini turun dan mendekati Lan wu.


Ia melepaskan tekanan aura dan membuat udara disekitarnya menjadi berat.


Hal tersebut tampak tidak berpengaruh terhadap Lan wu. Lan wu dengan tatapan tajam balik menatap wajah tetua tersebut kemudian mengisyaratkan kepadanya agar tidak bertindak kelewat.


"Ho.. seorang pemuda berani memperingati ku.. mari lihat seperti kemampuan mu..!"


Tetua ke 7 menyerang Lan wu dengan pedangnya secara mendadak, disisi lain Lan wu tampak meladeni serangan pedang tersebut.


Dengan gesit Lan wu berhasil mematahkan 4 jurus pedang dasar tetua ke 7 dan membuat orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut keheranan.


"Tidak buruk juga bagi murid yang memiliki kepercayaan diri tinggi seperti mu.."


"Ya.. tidak buruk juga bagi tetua seperti anda yang tidak mengerti etika perguruan.."


"Bajingan kau..!"


Sial...! Apa yang dipikirkan saudara Lan hingga berani memprovokasi orang sekuat tetua perguruan..?


Ye duan bergumam cemas menatap jurus mengerikan tetua ketujuh yang siap menghancurkan Lan wu dengan mudah.


"Mari lihat apakah kau masih bisa bermulut besar..?!"


Tetua ketujuh melompat keatas kemudian melepaskan jurus pedang miliknya yang terselimuti oleh bayangan seekor bangau api.


Kini wajah Lan wu sedikit tegang, perlahan-lahan ia mengeluarkan pedang energinya dan membentuk 4 pedang pelindung disekelilingnya.


Hal tersebut tampak membuat ketua sakte sedikit kagum.


"Anak yang luar biasa..."


"Hentikan serangan kalian.!"


Gelombang suara yang memiliki tekanan dasyat tampak mengacaukan jurus Lan wu dan membuat tubuhnya tersentak sejenak.


Berbeda dengan tetua ke 7 yang tidak terpengaruh oleh suara tersebut.


Tanpa merasa bersalah, ia menambah kecepatan serangannya kearah Lan wu yang masih tertekan oleh gelombang suara tersebut.


"Tetua ke 7...! Hentikan itu...!"


Teriak ketua sakte seraya melompat untuk menghentikan serangan tersebut.


Melihat reaksi tetua ke 7 yang tidak menghiraukan, Lan wu akhirnya mau tidak mau harus meladeninya dengan serius.


"Gerakan pedang sunyi..."


"Ada apa ini...?!"

__ADS_1


Heran Ye duan yang merasa tubuhnya begitu aneh.


Tidak hanya Ye duan saja, tampak para peserta dan ketua sakte ikut merasakan hal tersebut.


Disisi lain terlihat Lan wu yang tengah memasang kuda-kuda berpedang tampak dipenuhi oleh energi yang besar.


"Pembantai naga.."


Duar..!


Bomm..!


Dalam waktu singkat seluruh area tersebut hancur oleh ledakan dahsyat yang terjadi.


Ketua sakte dibantu oleh para tetua akhirnya berhasil membawa peserta ujian kesisi yang tidak terkena dampak dari ledakan.


"Awas..!"


Ye duan dengan sigap mengayunkan pedangnya menghalangi sebuah pedang hijau yang melesat dari balik debu dengan kencang.


Duar..!


Ledakan hebat kembali terjadi, dan kali ini terlihat tetua ke 7 yang melayang di udara dengan beberapa luka di tubuhnya.


Tatapan mata dari tetua ke 7 tampak dipenuhi ketidak percayaan menghadapi peserta ujian seperti Lan wu.


"Siapa kau sebenarnya..? Mustahil kau hanyalah anak biasa..."


Ujar tetua ke 7 kali ini dengan nada yang lebih tenang.


Cih...


Lan wu berpindah dengan cepat kehadapan tetua ke 7 dan segera menebaskan pedangnya.


"Cih..! Jangan harap kau bisa mengalahkan ku.!"


Sebuah Avatar seorang wanita dengan selendang yang melingkar di belakangnya tampak menahan pedang Lan wu dengan mudah.


"Itu spritual roh tetua ke 7...! Dewi kemarahan..!"


"Apakah murid itu diakui oleh tetua ke 7..?..


Mengapa ia menggunakan senjata rahasianya untuk melawan pemuda itu...?"


Tanya ketua sakte dengan nada heran.


"Siapa sebenarnya anak itu ..?"


Kini satu-persatu orang-orang ditempat tersebut mulai penasaran akan sosok Lan wu. Bahkan beberapa tetua lainya kini berdatangan dan menyaksikan sendiri pertaruangan keduanya.


"Rupanya sakte ini memiliki satu orang lagi yang akan menjadi naga..!"


"Hahahha..! Kau lihat itu master...?!"


Ketua sakte tertawa keras seraya


Seraya menunjuk kearah langit, sementara Ye duan tersenyum kecil dan semakin mengagumi kekuatan Lan wu.

__ADS_1


"Dasar bocah sombong.!"


Lan wu terdorong dengan keras kearah bawah oleh telapak tangan Avatar Dewi kemarahan. Akan tetapi Lan wu sama sekali tidak terlihat panik dan justru menetralkan energinya.


Ia mendarat dengan kedua kakinya dan berdiri menatap tetua ke 7 yang masih memperhatikannya dengan wajah kesal.


"Aku mengakui kekalahan ku, lagi pula seorang tetua tentu bukan tandingan orang seperti ku. Aku harap tetua memaafkan kelancangan ku barusan"


Lan wu dengan tenang memberi hormat kepada tetua ke 7 seraya sedikit menundukkan wajahnya.


"Huh..!"


Tanpa di sangka, tetua ke 7 mengabaikan Lan wu dan beranjak meninggalkan tempat tersebut.


Dari arah belakang nampak mendekat tetua penguji yang datang menghampiri Lan wu.


"Jangan di ambil hati, pada dasarnya tetua ke 7 begitu baik hanya saja wataknya sedikit keras"


"Aku memahami hal tersebut tetua, aku juga tidak menyangka bahwa akan menciptakan situasi seperti ini.. aku harap tetua penguji tidak mengambil hati.."


Pria tersebut mengangguk dengan tenang, selanjutnya ia mengumumkan 4 daftar peserta yang berkesempatan menjadi murid inti dari para tetua sakte.


Salah satu diantaranya adalah Ye duan yang akan di bimbing langsung oleh tetua ke 2 yang digelari master pedang no 1 di seluruh wilayah tersebut.


Sementara bagi Lan wu, dikarenakan tempat tes yang hancur dan hasil tesnya yang tidak diketahui ia ditempatkan di murid pintu luar beserta dengan beberapa peserta yang mendapatkan nilai terendah dalam ujian.


Setelah mengambil tanda pengenal murid, Lan wu dan yang lainnya dibawa oleh senior mereka di pintu luar menuju ke tempat tinggal mereka.


"Ini adalah tempat mu, besok pagi jangan lupa untuk menghadiri kelas pembelajaran.. jangan terlambat.!"


Ujar senior Lan wu mengingatkan.


"Baik senior"


Jawab Lan wu seraya menatap kearah gubuk lusuh yang menjadi tempat tinggalnya.


Gubuk tersebut tampak begitu kotor dan beberapa dinding luarnya termakan rayap.


Ukuran gubuk juga begitu kecil sehingga hanya bisa di tempati oleh satu orang, hal tersebut tentu berbeda jauh dengan apa yang di pikirkan Lan wu.


"Bahkan sakte terkecil di alam ku sebelumnya tidak akan menganggap ini layak untuk di tempati.."


Gumam Lan wu dengan nada menahan kesal.


Ia terpaksa membersihkan gubuk tersebut dan memesan beberapa peralatan rumah di toko yang tersedia di sakte tersebut.


Setelah dirasa cukup, Lan wu mengunci rapat pintunya kemudian melanjutkan proses penyembuhan pada lukanya.


Hampir 1 jam Lan wu fokus pada penyembuhan luka dalamnya, berkat bantuan dari kitab milik Mo tian, akhirnya kondisi Lan wu telah pulih sepenuhnya.


"Saat ini kultivasi ku telah berkembang lebih jauh.. sekarang kemampuan ku setidaknya cukup untuk melindungi ku dari ancaman.."


Ia menghembuskan nafasnya seraya menetralkan energi. Lan wu kini berbaring di ranjangnya seraya memikirkan nasip keluarganya di alam bawah.


Tanpa sadar ia tertidur pulas hingga hari beranjak sore.


Dari luar gubuknya terdengar suara ramai orang-orang yang tengah berkerumun.

__ADS_1


Diantaranya adalah Kuon yen, salah satu murid dari tetua ke 7 yang datang mencari Lan wu.


__ADS_2