Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
datangnya Wan xin


__ADS_3

"Hais.. sampai kapan kau mau disitu? Jangan biarkan para junior mu menunggu lebih lama"


Wong zuguin kini tersenyum lebar seraya bersujud dengan air mata haru kearah Lan wu yang berjalan pelan dengan jart satu meter didepannya.


Ia segera berlari menyusul Lan wu kemudian memelankan langakahnya setelah berada di samping Lan wu.


Wong zuguin melirik Lan wu yang terlihat begitu tenang tanpa ekspresi cemas sedikitpun.


"Apa kau bisa terbang?" Tanya Lan wu dengan wajah biasanya.


"Itu, aku belum menguasainya.. lagian kata guruku tidak semua orang bisa melakukannya"


"Hmm.. gurumu benar-benar pesimis ya.."


Sambung Lan wu terlihat menghela nafas.


"Namun, hal tersebut dapat dipastikan bahwa ia tidak ingin kalian membuang waktu untuk berlatih..."


"Apa itu membuang waktu..?! Dia bahkan tidak peduli dengan keselamatan muridnya yang telah begitu patuh dan menghormatinya. Suatu saat aku akan menjadi kuat dan membalaskan perbuatannya ini..!"


"Buk..!"


Lan wu memukul kepala Wong zuguin dengan tinjunya dan membuat pemuda tersebut mengaduh kesakitan.


"Jangan jadi bocah yang sok tersakiti, apa-apa main balas dendam, apa-apa main bunuh." Ucap Lan wu mendahului Wong zuguin.


"Bocah, jika boleh jujur aku akan mengakui bahwa saat ini penyesalan terbesarku adalah menuruti dendam ku. Hal tersebut membuat ku menjadi begitu kuat dan ditakuti oleh musuh-musuh ku.. namun,"


"Dibalik itu semua ada juga orang-orang yang ku cinta merasakan dampak dari balas dendam ku dan mulai menjauhi dan bahkan ingin membunuh ku."


Lan wu kini menghentikan langkahnya kemudian mendongak kearah lagit.


"Itu adalah tujuan yang sia-sia. Meski kau semakin kuat tapi disisi lain kau akan sulit terpuaskan, hingga waktu mu dihabiskan seperti boneka yang dikendalikan oleh kebencian"


Sambung Lan wu.


Wong zuguin melihat jelas wajah yang penuh penyesalan dari Lan wu. Ketenangan Lan wu seakan-akan menutupi rasa sedih dan cemas yang ia rasakan.


"Hais.. apa orang tersesat seperti ku layak untuk menceramahi mu.." sambung Lan wu yang seketika berlari meninggalkan Wong zuguin.


Pemuda tersebut hanya tersenyum kecil kemudian berlari menyusul Lan wu.


"Guru Lan, disini adalah tempat organisasi itu tinggal.." ucap Wong zuguin seraya menunjuk kearah depan yang terdapat sebuah perkemahan besar.


"Jumblah mereka setidaknya ada puluhan, akan sulit untuk menghindari situasi berbahaya.."


Pikir Lan wu yang mencari solusi.


"Apa kau tau dimana letak junior mu di kurung?"


"Menurut informasi dari junior ku yang selamat, ditempat ini terdapat ruang kurungan yang berada di sisi paling aman perkemahan musuh"

__ADS_1


Jawab Wong zuguin menjelaskan.


Begitu ya...


"Kau, ambil kesempatan untuk masuk kedalam tenda yang berada paling tengah. Aku akan memancing mereka dan memberikan mu waktu.."


Sambung Lan wu seraya melompat masuk ke area perkemahan tersebut.


"Siapa kau..?!"


Seorang pria yang mencoba mendekati Lan wu dalam sekejap tewas usai pedang energi Lan wu menbas kepalanya.


"Penyusup..!"


"Hey ada penyusup..!"


Keributan tersebut berhasil memancing hampir semua penghuni perkemahan. Dalam waktu singkat, Lan wu telah di kepung oleh puluhan orang.


"Bunuh..!" Teriak mereka serentak menerjang Lan wu dengan senjata mereka.


Lan wu seketika melompat ke udara dan bergerak mundur menjauhi perkemahan tersebut. Ia berniat memancing orang-orang tersebut untuk menjauh dari perkemahan dan memberikan ruang bagi Wong zuguin untuk menyelesaikan urusannya.


"Bajingan..! Jangan berpikir bisa lari dari kami..!"


Orang-orang tersebut tampak mempercepat laju mereka menyusul Lan wu dan seseorang yang mendadak berada di atas Lan wu seketika melayangkan pukulan keras dan mengenai Lan wu tepat di punggungnya.


Uhh..!


"uh, sangat merepotkan menghadapi mereka sekaligus"


Lan wu terus menghindar dari setiap serangan yang mengarah padanya. "Tidak, waktunya belum tepat.." sambungnya seraya menghentikan tangannya yang hanya beberapa senti dari perut lawannya.


Lan wu kembali melompat kebelakang mencoba memperluas jarak mereka.


"Bocah, jangan sampai kau gagal dengan bagian mu..!" Ucap Lan wu seraya bersiap menghadapi terjangan lawannya.


Disisi lain Wong zuguin telah berhasil menyusup kedalam tenda yang dimaksud, walaupun ia harus menghadapi beberapa penjaga yang tersisi ditempat tersebut.


"Oi..! Kalian mendengar ku..?!" Teriak Wong zuguin mencari keberadaan juniornya yang disekap.


"Apa-apaan tenda ini, area didalamnya lebih luas dari yang terlihat diluar.."


"Hehehe.. sudah ku duga bahwa akan ada ikan yang menghampiri umpan.."


Sebuah suara misterius menghalangi arah Wong zuguin, ia mendadak terpental kebelakang usai terkena serangan tak terlihat.


Gawat..!. Wong zuguin berguling kesamping menghindari tiga buah pisau kecil yang mengarah padanya dari balik kegelapan.


Ting..! "Sial, aku tidak bisa melihatnya"


Wong zuguin kini terlihat kesulitan mempertahankan pedangnya yang berbenturan langsung dengan benda keras yang tidak ia ketahui.

__ADS_1


Dari dalam tanah mendadak keluar lengan seseorang yang menghantam keras perut Wong zuguin. Ia tersungkur ketanah setelah memuntahkan darah segar dari mulutnya.


"Argh..!" Tubuh wong zuguin kini melayang di udara, terlihat sebuah tangan hitam yang mencengkram erat lehernya membuat Wong zuguin kesulitan untuk bernafas.


"Guru..guru...Lan... Tolong aku...!"


Teriak Wong zuguin yang hampir kehabisan nafas.


Mendadak lengan hitam tersebut terpotong oleh sebuah pedang berwarna putih yang entah muncul darimana.


"Bajingan..! Beraninya kau menyakiti murid ku.!" Teriak Wan Xin dengan eskpresi geram seraya mendarat tepat di depan Wong guzuin.


Hal tersebut membuat Wong guzuin terkejut dan tidak menyangka bahwa gurunya itu akan muncul disaat-saat kritis.


"Zuguin, pergilah ke sisi kanan diarah depan dan selamatkan mereka biar aku yang akan menghadapi orang ini"


Ujar Wan Xin sembari mengambil pedangnya.


"Baik guru.."


Wong zuguin segera berlari kearah yang dimaksud bersamaan dengan Wan Xin yang menahan kembali serangan sosok tersebut menggunakan pedangnya.


Berbeda dengan Wong zuguin, Wan Xin dapat melihat jelas posisi dan arah serangan musuhnya. Hal tersebut membuat sosok tersebut terpaksa turun langsung untuk menghadapi Wan Xin.


Sementara itu di area hutan yang berdekatan dengan perkemahan musuh, tampak sebuah gelombang api berwarna hitam menerjang sekelompok orang dibawahnya.


Gelombang tersebut kemudian berubah bentuk menjadi lebih keras menjulang tinggi seperti tembok yang menutupi orang-orang tersebut ditengahnya.


Hos..hos..huf...


"Menggunakan energi murni tidak semudah mengontrol energi hitam, sial ada apa dengan ku?" Gumam Lan wu yang tampak kelelahan usai mengeluarkan dua jurus miliknya.


"Padahal aku memiliki energi hitam, mengapa malah menggunakan energi murni dari lingkaran energi milik ku?"


Lan wu berdiri kembali dari duduknya diatas salah satu tembok api, ia melompat turun seiring dengan keempat sisi tembok tersebut saling bertabrakan.


Bom..!


Tampak di langit terlihat avatar milik Wan Xin yang melakukan serangan pada sosok yang berdiri melayang lebih rendah darinya.


Ia terlihat menunggu serangan Wan Xin sembari mengumpulkan energi dari tangan kanannya.


Tapak Wan Xin yang mengarah begitu cepat, mendadak tertahankan oleh sebuah cakar hitam yang keluar dari dalam tanah.


Aura dari cakar tersebut terasa begitu kuat hingga membuat benda-benda yang berada di dekatnya seketika meleleh.


Dari kejauhan Lan wu melihat Wong zuguin yang mendekat bersama dengan beberapa murid yang berhasil diselamatkan.


"Guru Lan, situasi ini begitu buruk.!"


Ucap Wong zuguin dengan ekspresi ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2