Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Kejadian tak diduga 2.9


__ADS_3

Serangan saling beradu antara lan wu dan makhluk tersebut. Sorot mata keduanya terlihat tajam menyaksikan setiap geram yang di keluarkan oleh keduanya. Mereka telah bertarung lebih dari 9 jam dan tidak terlihat raut kelelahan dari keduanya. Lan wu menunduk seraya menghindari pedang besi hitam yang hendak mengenai kepala Lan wu. Lan wu balik mengayunkan pedangnya ke atas dan membuat mahluk tersebut melompat mundur.


Mahkluk tersebut memutar besinya dengan begitu cepat dan menimbulkan pusaran angin yang hendak menyedot lan wu. Lan wu tak dapat melawan hisapan kuat dari putaran besi tersebut. Tubuh Lan wu melayang dengan cepat mendekati ke arah mahkluk tersebut.


"Buk.." besi hitam menghantam Lan wu hingga terpental cukup jauh.


Lan wu segera bangkit sembari menatap dadanya yang memar akibat pukulan dari tongkat tersebut." Sungguh seragan yang sangat kuat" Lan wu merobek bajunya sembari menerjang kembali ke arah mahkluk tersebut.


Ke duanya beradu senjata dengan gerakan cepat, penggeser waktu yang merupakan jurus perpindahan dengan cepat, bahkan dapat di imbangi oleh mahkluk tersebut.


Lan wu melingkarkan pedangnya di besi hitam tersebut sembari lengan Lan wu yang berhasil menjepit besi hitam.


Lan wu menjatuhkan pedangnya bersamaan dengan tangan kanannya yang mengeluarkan energi hitam besar.


"Klang.!!" Dengan kedua lengan Lan wu ia berhasil mematahkan senjata milik mahkluk tersebut


Sebelum perangnya menyentuh tanah, kaki Lan wu dengan cepat menendang pedangnya ke atas bersamaan dengan Lan wu yang menggunakan penggeser waktu untuk berpindah.


"Jangan berfikir jika kau dapat menang dengan hanya mengandalkan tehnik dari gerakan besi mu" teriak Lan wu yang berada di udara seraya berhasil menangkap pedangnya.


"Tebasan dewa sunyi" ujar lan wu seraya mengeluarkan jurusnya.


Jurus lan wu bergerak dengan cepat kebawah dan sontak menciptakan ledakan hebat usai mengenai mahkluk tersebut yang tidak dapat menghindar dari serangan lan wu.


Mata Lan wu masih menatap jeli ke area yang tertutup oleh debu tersebut. Lan wu sangat yakin bila mahluk yang di hadapinya tidak akan kalah semudah itu.


"Hmm.." gumam Lan wu tanpa kata seraya melihat sepasang sayap hitam yang menutupi tubuh dari mahkluk tersebut.


Tidak terdapat goresan sedikitpun di sayap mahkluk itu.


"Uhughh..!" Rintih lan wu yang terkena pukulan cepat dari mahkluk yang telah mendaratkan pukulannya di perut Lan wu.


Lan wu terhempas ke udara dengan begitu cepat, ia merapatkan giginya usai punggungnya menghantam tingkat dua di menara tersebut.


"Heh..dia bahkan bisa melukai ku dengan sekali pukul, sebenarnya mahkluk macam apa dia?" Pikir lan wu seraya melepaskan dirinya yang tertanam di pembatas lantai dua tersebut.


Mata Lan wu mengikuti gerakan cepat dari mahkluk yang melesat ke arahnya sembari menghindari pisau api Lan wu . Mahkluk tersebut dengan cepat berada di depan Lan wu sembari memasang tatapan dingin dan tak bersuara sedikitpun. Lan wu menggerakan tanganya seraya menyuruh mahkluk tersebut untuk menatap ke arah atas.


Belum sempat mahkluk tersebut menatap ke atas, kini tubuhnya terpukul ke bawah dengan begitu keras.

__ADS_1


Enam tapak suci mengarah cepat ke bawah. Mahkluk yang terkapar usai menerima tapak pertama dari Lan wu kini dengan cepat berdiri seraya kedua tanduknya yang mengeluarkan energi berwarna merah pekat yang bahkan menyilaukan pandangan di ruangan tersebut.


"Sial..!!" Kaget lan wu usai merasakan tekanan sangat kuat yang mendorongnya keatas.


Lan wu terlempar ke atas hingga menabrak pembatas tingak dua menara sampai hancur. Seketika tubuh lan wu seakan di tekan oleh energi hitam yang seratus kali lipat dari yang berada di lantai satu. Ia bahkan tak sanggup untuk menggerakkan ujung jarinya.


"Arghh..!!" Lan wu begitu kesakitan akibat tekanan energi hitam yang perlahan melukai roh milk Lan wu.


Di saat darurat seperti itu, nampak api iblis dengan sendirinya keluar dari tubuh lan wu dan membentuk 10 lingkaran besar tepat di atas Lan wu. Lan wu menghela nafasnya usai merasa tekanan energi hitam yang berkurang.


Entah mengapa tubuh lan wu begitu lemah seakan energi hitam di tubuhnya di serap dengan cepat oleh sesuatu.


Lan wu tercengang melihat 10 lingkaran api iblis yang berada di atasnya seraya memancarkan aura yang terus menguat setiap saatnya.


"Api iblis, seperti mempunyai kesadar sendiri. Berkat dia, aku masih dapat bernafas hingga sekarang" gumam lan wu menatap lingkar api tersebut.


Lan wu berjalan ke arah lantai yang terdapat lubang sedang yang di ciptakan oleh lan wu.


Ia dapat melihat ke tingkat satu melalui lubang tersebut. Lan wu menelan ludahnya usai melihat tingkat satu yang dalam kondisi hancur parah akibat benturan jurus mereka. Di pikiran lan wu ialah energi berwarna merah yang berasal dari tanduk mahkluk tersebut dapat menghancurkan seluruh tapak api milik lan wu yang telah di perkuat dengan energi hitam milik Lan wu.


" Siapa sebenarnya mahkluk tersebut? Meskipun energi hitam menguntungkan ku dalam pertarungan, tapi setidaknya dia telah berada sangat lama di menara ini dan aku dapat merasakan bahwa di tubuhnya juga terdapat energi hitam yang lebih kuat dari milk ku. Dengan kemamouanya jika membunuh ku bukanlah hal yang sulit untuknya, lantas mengapa ia menahan kekuatanya?" Lan wu nampak berpikir keras seraya melihat ke bawah.


**


Di balai utama tepatnya di ruangan ketua sakte, nampak Lou yu bersama ketua sakte yang bernafas lega usai tekanan dari menara energi hitam telah lenyap. Ketua sakte meyakini bahwa Lan wu pasti berhasil menyelesaikan masalah yang di hadapi olehnya.


"Bagiamana guru bisa menjamin bahwa adik lan tidak berada dalam bahaya?" Tanya Lou yu seraya menatap ketua sakte dengan serius.


Ketua sakte menghela nafasnya seraya berdiri."aura mengerikan dari menara menghilang bersamaan dengan aura milik Lan wu, tentu saja aku yakin bahwa ia berhasil melewati bahaya tersebut. Seandainya aura lan wu yang menghilang terlebih dahulu dari aura mengerikan tersebut, mungkin. Aku Takan berani mengatakan hal ini. Selain itu kau harus mengetahui bahwa seseorang yang menguasai energi hitam, tidaklah mudah untuk di kalahkan bahkan jika tingkatanya masih rendah" jelas ketua sakte


"Aku harap yang di katakan oleh guru benar "ujar Lou yu mengela nafasnya.


Lou yu pamit undur diri setelah mengatakan tentang permintaan Lan wu yang di sampaikan kepada nya beberapa hari lalu. Ia berniat mencari rumput iblis dalam jumblah banyak dan membawanya ke menara energi hitam.


Dengan hal tersebut ia dapat memastikan ke adaan lan wu. Lou yu berniat mengajak Fei agar dapat sedikit menghibur Fei yang kembali murung usai kepergian lan wu.


....


Di alam fana terlihat seorang wanita yang tengah menggendong anak kecil seraya berdiri menatap ke arah langit.

__ADS_1


Senyum terhias di bibir manis wanita tersebut. Nampak dari belakang terlihat seorang pria yang mengenakan jubah tetua mendekat ke arah wanita tersebut seraya memberi salam.


"Adik yiyi, bagaimana keadaan Jia wu?" Tanya pria tersebut seraya tersenyum menatap bayi yang tengah di gendong oleh yiyi


"Kakak Ling, Jia wu sangat baik. Terlebih lagi ia mewarisi fisik kuat seperti ayahnya" yiyi tersenyum manis seraya menatap Jia wu.


Ling tersenyum sesaat. Ia mengawasi sekitar seraya mencari keberadaaan xuya yang tidak di lihat oleh dirinya.


"Kemana xuya? Aku tidak melihatnya selama 4 hari belakangan ini?" Tanya Ling usai tidak menemukan tanda kehadiran dari xuya.


"Dia mengikuti adik lili dan kakak Ming menemui xioca" jelas yiyi


Semenjak xioca berhasil menerobos rintangan besar, xioca kini memiliki wujud seperti manusi dan memutuskan untuk menjadi salah satu dari tetua pedang dewa. Dengan hadirnya xioca kekuatan pedang dewa semakin bertambah besar. Meskipun mereka tidak lagi mendapat lawan dari sakte lainya tapi tetap saja peningkatan kekuatan sangatlah perlu di lakukan. Mengingat kepergian lan wu menuju alam atas telah menyebar di dunia luar dan mungkin akan memberi sebagian kelompok kesempatan untuk melanjutkan rencana tertunda milik mereka.


Xuya di angkat menjadi murid oleh xioca dan Ming yu, menurut Ming yu xioca memiliki tingkat stamina yang menyamai dirinya dan merupakan orang yang tepat untuk di ajarkan jurus tusakan kilat yang telah di kuasai dengan sempurna oleh Ming yu.


"Pasti dia akan senang jika mengetahui putranya memiliki kemapuan nya" ujar Ling mengelus kepala mungil wu Jia.


"Aku yakin kakak Lan pasti akan kembali lagi kesini. Ia sudah berjanji kepada ku" jawab yiyi menatap sedih ke arah langit.


"Kakak lan, ada rindu yang besar untuk mu...kembalilah segera..." Batin yiyi.


**


"Hiah..!!" Teriak lan wu seraya memadatkan energi hitam dalam jumblah banyak di tubuhnya.


Keringat mengalir dari tubuh lan wu yang begitu terlihat kesakitan usai memaksakan dirinya memadatkan energi dalam jumblah banyak. Energi besar memancar ke udara bersamaan dengan teriakan lan wu yang makin mengeras.


Perlahan aura neraka lan wu keluar sepenuhnya seraya terkumpul menjadi hitam yang begitu besar.


Lan wu bahkan tak menyadari hal tersebut, ia di sibukkan dengan pembentukan daratan di badai kehancuran yang terdapat di tubuhnya. Kini setengah dari hamparan kosong telah terbentuk menjadi daratan. Lan wu bahkan sudah tidak mengingat berapa lama ia membentuk daratan di badai kehancuran.


Selain itu ia seakan tak dapat sadar seperti keinginan sebelumnya. Kesadaran lan wu seperti terkuci di sebuah tempat yang tidak di ketahui oleh dirinya sendiri. Ia hanya dapat merasakan kesakitan luar biasa serta perubahan tekanan di sekitarnya yang perlahan menyelimuti tubuh lan wu yang tengah duduk bersila.


"Dimana aku?" Ujar lan wu yang berada dalam kegelapan.


Ia menggerakan tanganya hendak meraih pedang di pinggangnya. " Ba...bagaiamana mungkin?" Kaget lan wu yang tak bisa merasakan apapun.


Ia seakan tak memiliki tubuh yang dapat menyentuh ataupun di sentuh.

__ADS_1


Pandangan lan wu perlahan dapat melihat sebuah titik berwarna merah jauh di depannya. Lan wu berjalan dengan pelan mendekati cahaya tersebut seraya berharap ia dapat menemukan jawaban dari kebingungan yang begitu besar dalam pikirannya.


__ADS_2