Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
memprovokasi


__ADS_3

"Maafkan aku yang telah mengganggu ketenangan anda senior, aku tidak tau jika anda sedang berada di puncak Zo ini.." ujar Hong Huli yang kali ini begitu sopan.


Ia mendapat ditanah kemudian mendekati gadis tersebut beberapa langkah. " Boleh aku tau siapa nama senior..?"


"Bingxue, kau bisa memanggilku sesuka mu. Namun jangan berharap bisa pergi begitu mudah setelah mengganggu istirahat tuan ku.!" Ujar gadis didepan rumah Lan wu yang adalah pelayannya.


"Tuan..? Apakah dia..?!" Tanya Hong Huli bercampur kaget.


Bing melepaskan auranya dalam sekejap membekukan kaki Hong Huli yang masih begitu terkejut. Disisi lain Hong anzu dan ketua sakte telah sampai dan mendapati Hong Huli yang hampir membeku seutuhnya.


"Senior Kein, mohon ampuni saudari ku ini. Mohon maafkan dia.." teriak Hong anzu yang membungkuk dari halaman depan tepat dibelakang Hong Huli.


Dalam sekejap muncul tombak api iblis yang menancap didepan Hong Huli. Energi panas dari tombak api berhasil melelehkan tubuh wanita tua yang hampir membeku sepenuhnya.


"Bing netralkan aura mu" ucap Lan wu seraya keluar dari dalam rumahnya.


Bing terlihat membungkuk dan mengeluarkan payung entah darimana untuk memayungi Lan wu.


"Apa yang aku lakukan hingga senior Huli begitu ingin membunuh ku?" Tanya Lan wu yang berhenti beberapa langkah dihadapan wanita tersebut.


"Huh.! Kau pasti menggunakan trik kotor untuk memperbudak senior Bing..!" Jawab Hong Huli mendadak bergerak cepat dan melepaskan energi tajamnya kepada Lan wu.


"Kak Huli..!" Teriak Hong anzu yang tidak sempat menghentikan kakaknya tersebut.


Payung dari Bingxue berputar kencang dan mengeluarkan 2 kelopak mawar yang membentuk sebuah perisai es dihadapan Lan wu.


Serangan Hong Huli berhasil ditahan oleh perisai tersebut dan membalikkan serangan itu kepada Huli. Beruntung refleks dari wanita tua tersebut begitu tinggi sehingga ia dapat menghindari efek balik tersebut tepat waktu.

__ADS_1


Dengan wajah penuh emosi Hong Huli mengancam Lan wu untuk tidak keluar dari puncak Zo jika tidak ia akan mengerahkan seluruh murid-murid dan tetua sakte immortal untuk membunuhnya.


"Kakak kau keterlaluan.!" Bentak Hong anzu yang tidak bisa lagi mengontrol dirinya.


Akan tetap satu tamparan keras dari Hong Huli berhasil membuat Hong anzu terdiam.


"Itu hak mu senior, akan tetapi anda harus memikirkan baik-baik keputusan anda. Keberlangsungan sakte ini berada di tangan mu." Ucap Lan wu yang berbalik arah menuju pintu rumahnya.


Bingxue menyusul Lan wu seraya memayunginya. Sementara Hong anzu menarik paksa kakaknya untuk pergi dari tempat tersebut.


"Kalian istirahatlah, jangan lupa untuk melakukan apa yang aku minta." Tambah Lan wu sebelum masuk sepenuhnya kedalam rumah.


**


Satu minggu kemudian Hong Huli memerin para tetua luar untuk mengubah status Lan wu dari murid menjadi pelayan. Lan wu tidak lagi mendapatkan hak sebagai murid dan uang makan bulanan.


Dibelakang rumah Lan wu.


"Suadara Kein, aku berhasil meningkatkan niat pedang ku. Kini niat pedang harimau api ku telah meningkat pesat dari sebelumnya.." ujar Ran xiojan dengan nada senang.


Lan wu mengangguk pelan seraya meneguk teh di cangkirnya. Lan wu melirik Bingxue dengan maksud tertentu yang begitu cepat dipahami oleh gadis tersebut.


Bingxue mengeluarkan pedang berwarna biru kemudian menerjang Ran xiojan.


Lan wu memperhatikan keduanya yang saling bertukar jurus dengan ekspresi yang berada.


"Bakat berpedang, kekuatan fisik, dan rohnya jauh lebih kuat dibandingkan dengan mingyu sewaktu mempelajari jurus pedang.." pikir Lan wu seraya mengamati.

__ADS_1


"Aku menyerah.! Kakak Bing sangat kuat tentu saja aku bukan lawan mu" tutur Ran xiojan sembari terkapar ditanah dengan nafas tidak beraturan.


"Bagaimana kemampuan nya?" Tanya Lan wu kepada Bingxue yang berjalan menghampiri Lan wu.


"Dia bisa memaksa ku mengeluarkan satu jurus kuat milik ku dan bisa menahannya" jawab Bingxue seraya menuangkan teh kecangkir Lan wu.


"Jika kau menggunakan separuh kekuatan mu berapa lama dia bisa bertahan?" Tanya Lan wu kembali.


"Menjawab tuan, mungkin tidak lebih dari 12 menit" jawab Bingxue yang membuat Lan wu sedikit terkejut.


"Aku penasaran bagaimana kau bisa mendapatkan raga mu kembali.."


"Tubuhku pada dasarnya tidak hancur tuan, aku hanya membutuhkan energi murni yang begitu banyak untuk memperbaiki tubuh yang ku bekukan didalam es abadi milikku.." jawab Bingxue dengan tingkah yang begitu sopan.


"Mengapa kau ingin menjadi pelayan ku? Bukankah dulunya kau adalah dewi salju yang ditakuti?" Tanya Lan wu membuat Bingxue seketika terdiam dan berlutut.


"Maafkan pelayan ini yang membuat tuan tidak suka, pelayan ini bukanlah dewi salju melainkan pengikut setia tuan dikehidupan sebelumnya..." Ucap gadis tersebut dengan wajah ketakutan bercampur kesedihan.


Lan wu yang melihat reaksi Bingxue kini bertanya-tanya mengenai pria yang diikuti oleh gadis tersebut dimasa lalu.


"Kau tidak perlu sesopan itu kepada ku, lagian aku tidak bilang bahwa aku tidak menyukai mu. Aku hanya penasaran mengapa kau bersedia melayani ku seperti ini. Dan sekarang aku sudah tau, Bingxue terimakasih atas kesetiaan mu" balas Lan wu seraya mengusap rambut gadis tersebut kemudian memejamkan kembali matanya.


Gadis tersebut mengangguk paham seraya bangkit dan berdiri disamping Lan wu, sementara Ran xiojan memutuskan untuk menjauh dan kembali berlatih.


Dari dalam rumah Lan wu keluar Sinling dengan ekspresi cemas yang mendekati Lan wu dengan langkah yang tergesa-gesa.


Lan wu yang telah menyadari hal tersebut sontak bertanya. "Ada apa kakak Sinling?"

__ADS_1


"Di wilayah inti, tepatnya di balai pertemuan ada seorang utusan dari organisasi pedang hitam.." jelas Sinling sembari mengatur nafasnya.


__ADS_2