
Lou yu mendarat tepat di tengah-tengah lan wu dan 4 orang tersebut yang kini telah menetralkan enegi mereka. Lan wu kembali mengajak hanzeng dan lainya berbincang dan mengabaikan 4 orang tersebut.
"Lan wu.. kau ini baru kembali mengapa sudah membuat keributan?" Tanya Lou yu dengan wajah gusar.
"Wah mengejutkan mendengar kak Lou yu mengetahui kedatangan ku" ucap lan wu dengan wajah antusias.
"Bocah ini.." keluh Lou yu sembari memegang keningnya.
Di tengah-tengah percakapan singkat mereka, nampak 4 orang yang tadi sempat terlibat adu jurus dengan lan wu kini ikut mendekat seraya mengucapkan beberapa kata kepada lan wu.
"Tidak mengherankan jika teratai putih dapat mengalami kemajuan pesat, ternyata kalian memiliki seorang pemuda dengan bakat luar biasa" ucap salah satu pria yang mengenakan baju tetua.
"Aku sangat merasa terhormat mendengarnya" jawab lan wu dengan nada santai.
"Apa hebatnya seorang yang hanya bergantung pada api iblis? Bahkan seorang pemula yang tidak berbakat akan menjadi hebat jika memiliki api iblis" sergah seorang murid di samping tetua yang tadi berbicara.
"Kau benar senior, aku seorang yang mendapat keberuntungan" lan wu seakan tidak tertarik dengan percakapan tersebut.
"Bei tung..! Jaga ucapan mu..!" Bentak seorang wanita yang memakai baju sakte sama dengan Bei tung.
"Kakak viliy... Aku hanya berkata sesuai dengan fakta" balas Bei tung membela dirinya.
"Saudara.. maafkan ucapan dari adik seperguruan ku, ia hanya tidak mengerti cara untuk bersikap baik" ucap viliy seraya meminta maaf atas perkataan Bei tung kepada lan wu.
Lan wu tersenyum tipis sebelum mengangguk tanda bahwa ia menyetujui hal tersebut.
"Bertarunglah dengan ku.!" Ucap Bei tung dengan nada menantang.
Ucapan Bei tung sontak mengejutkan seluruh orang yang berada di tempat tersebut. Sementara lan wu terlihat sedikit berfikir sembari memegang ujung dagunya.
"Baiklah.. tapi ada baiknya jika kita sedikit bertaruh" ucap lan wu memasang senyum tenang.
"Heh.. apa yang kau inginkan jika menang? Dan apa yang akan kau berikan jika kau kalah?" Tanya Bei tung dengan nada remeh.
__ADS_1
"Sederhana saja, jika aku kalah aku akan memberikan api iblis kepada mu, dan jika aku menang, kau harus mengundurkan diri dari kompetisi besok" ucap lan wu tersenyum.
"Hahahahaha.. kau begitu yakin akan kemampuan mu.. baiklah... baiklah.. semua orang yang ada di sini menjadi saksi.!" Tawa Bei tung seraya mengeluarkan energi petarung miliknya.
Hanzeng dan lainya sedikit melompat ke belakang dan memberikan ruang bertarung kepada keduanya.
Bei tung mengumpulkan energi murni di tangannya lalu melepaskan serangan kuat kearah lan wu. Serangan tersebut begitu kuat hingga menciptakan gelombang udara.
"Tinju langit.!!" Teriak Bei tung bersamaan dengan munculnya sebuah tangan besar dari arah langit mengarah kepada lan wu.
"Tidak di sangka, dia langsung menggunakan jurus terkuat miliknya" gumam viliy sembari menahan gelombang angin menggunakan energinya.
Lan wu masih berdiri dengan tenang seakan-akan tidak menghawatirkan jurus hebat yang hampir mengenainya.
"Apa yang lan wu lakukan..?!" Tanya hanzeng yang begitu keheranan melihat lan wu yang hanya berdiri sembari menatap jurus milik Bei tung.
"Tenanglah, tuan memiliki rencana tersendiri" ujar Chu Tian yang mulai merasakan kemunculan tekanan aura yang kuat.
Mendadak tekanan yang begitu dahsyat terasa di tempat tersebut. Hanzeng dan lainya segera melompat lebih jauh untuk menghindari tekanan hebat tersebut.
Dalam sekejap mata jurus Bei tung hancur tak tersisa akibat tekanan hebat dari aura tersebut. Perlahan-lahan di depan lan wu muncul sosok singa besar yang tengah berbaring sembari mengeluarkan auman nya.
"Ba.. bagaimana mungkin..?!" Ucap Bei tung yang kini tidak dapat menggerakkan tubuhnya sedikitpun.
Bukan hanya Bei tung yang kesulitan bergerak, akan tetapi seluruh orang yang berada di sekitar area tersebut juga mengalami hal serupa meskipun mereka telah menjauh dari area tersebut.
"Wah.. aku menang ya.." ucap lan wu seraya tersenyum enteng.
Lan wu kemudian menetralkan energinya dan berjalan mendekat ke arah Bei tung yang kini dapat menggerakkan tubuhnya. Melihat kedatangan lan wu, sontak Bei tung terlihat begitu ketakutan.
"Saudara..! Mohon anda memaafkannya" teriak viliy yang dengan cepat telah berada di depan Bei tung.
"Kau begitu peduli kepadanya ya..?" Tanya lan wu dengan nada tenang.
__ADS_1
"Katakan 1 alasan yang tepat untuk aku melepaskan pria tidak punya etika ini, terlebih lagi aku masih tidak paham alasan kalian menyerang kami tadi.." ujar lan wu sedikit membuat viliy kesulitan menjawab.
Mendadak 2 tetua yang menemani viliy dan Bei tung bergerak cepat kearah lan wu, akan tetapi dari arah atas lan wu muncul 3 jendral yang sedari tadi mengawasi lan wu.
Melihat kemunculan jendral-jendral tersebut, sontak 2 tetua itu menghentikan langkahnya.
Hanzeng dan lainya kembali di buat terkejut akan kemunculan 3 orang dengan kemampuan yang begitu tinggi.
"Ada apa? Mengapa kalian keluar?" Tanya lan wu dengan nada datar.
"Maaf tuan, kami di tugaskan untuk melindungi tuan hingga kembali lagi ke istana, mohon tuan beristirahat dan biarkan kami yang menangani keempat orang itu" jawab salah satu dari 3 jendral tersebut semabri menatap viliy dan lainya.
Sesaat suasana mendadak hening. Tanpa di sadari keringat deras mulai bercucuran di wajah viliy dan lainya. Mereka begitu yakin akan sangat mustahil bila mereka sanggup menghadapi 3 orang di samping lan wu.
Terlebih lagi lan wu yang batas kemampuannya belum diketahui oleh mereka.
"Sudahlah.. aku hanya mengajarkan beberapa cara bertarung kepada mereka. Kalian kembalilah beristirahat. Besok kita akan segera menuju alam fana" ucap lan wu sembari menghela nafasnya.
Lan wu tidak ingin memperpanjang masalah tersebut. Takutnya teratai putih akan mendapatkan beberapa musuh baru akibat dirinya.
Mendengar keputusan lan wu, akhirnya ketiga jendral tersebut menghilang dengan cepat dari hadapan lan wu, sementara viliy dan lainnya terlihat menarik nafas lega.
"Lan wu.. apakah kau baik-baik saja?" Tanya hanzeng bersamaan dengan lainya.
"Ya.." singkat lan wu.
"Chu, apakah kau dapat mengikuti ku ke alam fana?" Tanya lan wu dengan wajah santai.
"Tentu tuan, sudah kewajiban ku untuk melindungi tuan" jawab Chu seraya membuat lan wu tersenyum kecil.
Lan wu kini mengalihkan pandangannya kepada viliy dan lainnya yang belum beranjak dari tempat mereka.
"Maaf sudah merepotkan kalian hari ini, mengenai perkataan ku kepada Bei tung. Aku sama sekali tidak serius dalam taruhan tersebut. Aku pamit, salam" ujar lan wu sesaat sebelum berjalan meninggalkan viliy dan lainnya.
__ADS_1