Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
lawan yang tangguh


__ADS_3

"Bajingan ini....! Mengapa kau si bodoh itu membawa murid-murid sakte kita ke tempat terlarang itu...?!"


Balas tetua ke 7 yang kini terlihat jelas begitu marah.


"Bisakah para tetua membantu masalah gerbang luar kami..?"


Tanya guru Nan dengan formalitas yang mengharapkan bantuan.


"Cih...! Itu adalah kesalahan kalian, kalian harus memperbaiki nya sendiri..!" Potong tetua ke 7 mengabaikan guru Nan yang sedang membungkuk kearah mereka.


"Aku mohon ketua sakte, bantulah kami.!"


Teriak guru Nan dengan suara bergetar.


"Ini menyangkut nyawa anak-anak dan.."


"Guru Nan, kau pasti mengetahui peraturan sakte kita. Kami tidak bisa mencampuri urusan gerbang luar sebab..."


**


Duar..!!


Ledakan hebat tampak menghancurkan bangunan tersebut menjadi beberapa bagian.


Didalam kepulan debu, terlihat seorang pria yang tengah diselimuti oleh api berwarna hitam sedang mengontrol beberapa akar api yang menjalar mengikuti pergerakan tiga orang dihadapannya.


"Cih.. mengapa begitu sulit untuk mengalahkan tiga orang terakhir ini.."


Gumam Lan wu yang tampak dipenuhi oleh luka-luka ditubuhnya.


"Hey, apa kalian masih bisa berjalan..?"


Tanya Lan wu mengerahkan pandangannya kebelakang.


Tampak sekitar 30 murid dibelakang nya terlihat begitu ketakutan. Hanya terdapat 5 orang yang merupakan kandidat dalam daftar murid berbakat gerbang luar saja yang merespon ucapan Lan wu.


"Kami berlima masih sanggup untuk bergerak, namun yang lainnya..."

__ADS_1


Jawab Lou xuenyi dengan nada bimbang.


"Hemm.." Lan wu mengusap rambut gadis tersebut seraya tersenyum kepadanya.


"Kalian tenang saja, aku akan melindungi kalian hingga kembali dengan selamat."


"Tapi tetua.. anda sudah kehabisan energi untuk meneruskan pertaruangan, bisakah anda kembali dengan selamat..?"


Potong Feng xian.


"Soal itu... Aku memiliki tanggung jawab untuk memastikan keselamatan kalian, jika aku mati itu bukanlah masalah"


Jawab Lan wu yang membuat para murid tersebut terdiam seketika.


"Kalian berlima akan bertugas untuk mengawal yang lainnya menuju tempat guru Ciu dan murid lainnya. Bantuan akan segera datang"


Sambung Lan wu yang kali ini terlihat serius.


Ia kemudian mengeluarkan wujud aura nerakanya dan mengangkat seluruh murid tersebut ditangannya.


Gumam Lan wu yang menggemparkan tangannya seiring dengan bergeraknya wujud aura neraka menjauhi tempat tersebut.


"Jangan harap bisa lari..!"


Teriak seorang dengan cepat melewati Lan wu yang sedang berdiri di posisi semula.


"Apa aku mengijinkan mu lewat..?" Tanya Lan wu yang seketika muncul tepat dihadapan orang tersebut.


"Apa..? Mengapa bisa..."


"Jangan banyak bicara, nikmati tidur mu"


Potong Lan wu seirama dengan tombak miliknya menembus kepala pria tersebut.


Sementara disisi lain terlihat seorang lainnya yang tengah mempersiapkan jurusnya untuk menyerang Lan wu.


"Mati kau...!"

__ADS_1


Sebuah serangan kuat dari arah belakang terlambat disadari oleh Lan wu, hal tersebut membuat dirinya terpental cukup jauh dan membuat pilar langit di tangannya terlempar kesisi lain.


"Uhuk..! Buruk, aku tidak mengira bahwa serangan diam-diam itu..." Ucapan Lan wu terpotong oleh datangnya tebasan pedang yang berjarak beberapa sentimeter dari wajahnya.


Dengan cepat Lan wu menghindar kemudian memanggil pilar langit dengan aura miliknya.


"Ting..!"


Suara benturan kedua senjata tersebut dapat didengar oleh Feng xian dan lainya yang kini telah berada di tempat yang aman.


Suara benturan tersebut semakin lama semakin cepat seiring dengan terlihatnya pancaran aura dari pertaruangan keduanya.


"Pedang langit, paku semesta.!"


Sebuah tekanan dasyat kini dirasakan oleh setiap orang yang masih menyaksikan dari kejauhan.


Terlihat jelas di udara sebuah pedang raksasa yang turun dari langit dan seketika menghantam tanah yang mengakibatkan terjadinya ledakan dahsyat menghancurkan tempat tersebut.


"Pilar langit, maju..!"


Sebuah suara terdengar menghiasi udara bersamaan dengan munculnya sebuah tombak raksasa yang mengarah keatas langit menggapai pria berambut putih yang sudah kelelahan.


"Sial.!" Cerca pria tersebut sesaat sebelum pilar langit Lan wu menghantam dirinya.


Hos...hos..hos.... "Sudah berakhir rupanya.." ujar Lan wu seraya seraya terbaring ditanah dengan kondisi yang memprihatinkan.


Lan wu begitu lemah hingga ia tidak mampu untuk menggerakkan tubuhnya, selain itu luka lama miliknya kembali terbuka akibat dirinya yang menggunakan pilar langit dengan paksa.


tentunya lawan yang ia hadapi kali ini bukanlah hal yang mudah. jika saja ia tidak memiliki takdir khusus, mungkin saja ia sudah berkahir sejak pertaruangan dimulai.


"Uhukk..! Hais.. apa waktu ku sudah tiba?"


Gumam Lan wu dengan wajah menahan sakit diiringi dengan darah yang mengalir dari mulutnya.


Ia kini terbayang wajah orang-orang di alam utuh yang entah kabarnya bagaimana sekarang. Lan wu kembali memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Pandangannya semakin kabur seiring dengan Indra pendengarnya yang menurun memaksa Lan wu untuk memejamkan matanya mengabaikan situasi yang akan terjadi nantinya.

__ADS_1


__ADS_2