
usai melahap kudapan di restoran tersebut . Lan wu d sa no Ming yu kini menelusuri kota elang sembari mencari beberapa informasi mengenai orang-orang dari emas biru .
"Dia adalah ketua pedang dewa yang mengerikan itu " bisik seorang pada orang lainya .
Ming yu yang mendengarnya, kini hendak mencabut pedangnya namun di tahan oleh lan wu .
"Ketua , mereka membicarakan mu " ucap Ming yu menjelaskan maksud dari tindakan nya barusan
"Mereka bukan bagian dari emas biru , dan bukan musuh kita. Fokus saja pada pencarian dan jangan memusingkan ucapan mereka " lan wu tersenyum tenang
Keduanya menyusuri setiap tempat pelelangan dan juga penjualan senjata dari pedagang luar , namun mereka sama sekali tidak menemukan tanda-tanda keberadaan orang emas biru .
Lan wu memutuskan untuk segera beristirahat di penginapan dan akan kembali besok ke lembah pedag dewa .
Malam telah menyambut , sembari lan wu larut dalam pikirannya . Ia menatap tanganya uang bahkan terlihat gemetar usai mencabut ratusan nyawa orang . Lan wu berfikir jika tak berbuat tegas , maka selamanya dunia Takan sadar dan terus mencari masalah pada pedang dewa .
"Guru Xin .. guru ke 2 .. apakah kalian melihatku yang sekarang ? Aku bahkan telah menjadi pendekar yang begitu keji melebihi aliran hitam , namun apakah salah jika aku melakukanya agar seluruh teman ku terhindar dari bahaya .
Aku juga tak mengetahui sampai kapan aku akan hidup .. tetapi selam aku bernafas aku akan selalu menerapkan prinsip kebenaran, meskipun dengan cara yang berbeda " pikir lan wu sembari menatap langit yang di penuhi oleh bintang .
"Ayo cepat pergi , orang pedang dewa tersebut telah tidur . Ini kesempatan kita untuk melarikan diri dari kekaisaran QIN" terdengar bisikan seorang di ikuti dengan suara langkah kaki yang bagitu banyak.
Lan wu menatap ke bawah dan menemukan 20 orang yang telah berada di luar penginapan
Terlihat juga pemilik penginapan tersebut bersama dengan mereka dan bersiap meninggalkan penginapan
"Penggeser waktu " seru lan wu seketika berpindah dengan cepat ke hadapan rombongan tersebut
"A. Pe..pen..pendekar mengapa ada belum beristirahat " keget pemilik penginapan bersama lainya .
"Tuan , aku bahkan belum mendapat kan arak yang kau janjikan namun kau hendak pergi " lan wu mengeluarkan hawa membunuh yang kuat
Seluruh orang di hadapan lan wu seketika keringat dingin .
"Katakan kemana tujuan kalian , dan mengapa begitu takut pada ku . Apakah kalian orang emas biru ?!" Lan wu menaikan nadanya membuat beberapa orang berteriak takut
Lan wu menyeringai sembari berkobarnya api iblis di sekujur badan lan wu .
"Tu..tuan kami hanya rakyat biasa , dan tidak ada hubungan dengan pendekar dari emas biru . Aku berharap tuan memberi belas kasih kepada kami orang lemah ini .kami hanya mencari nafkah bagi anak ist..." Pisau api lan wu tertancap tepat di kepala pria tersebut .
Kobaran api membentuk 19 pisau api . Menyerbu setiap orang di hadapan lan wu tanpa sisa . Teriakan ,rintihan,kemarahan,makian,dan kutukan begitu banyak terdengar di telinga lan wu dari orang yang meregang nyawa akibat pisau api nya .
Lan wu membakar seluruh jasad dari 20 korban tersebut dengan api iblisnya .banyak penduduk yang terbangun usai mendengar teriakan pili dari para korban , namun mereka memilih tetap di dalam rumah dan tidak berani untuk menyaksikan pemandangan tersebut .
Melihat sosok yang begitu tak memiliki belas kasih , bukanlah sesuatu yang baik untuk di ganggu .
"Ming , segera periksa setiap rumah . Bunuh jika kau menemukan orang emas biru " perintah lan wu bersamaan dengan melesatnya Ming yu dengan cepat .
"Aku Takan berhenti hingga sakte gunung biru yang datang kemari " pikir lan wu sembari bergerak ke arah yang berlawanan dengan Ming yu .
Teriakan terdengar dari setiap rumah yang di singgahi lan wu dan Ming yu .
Malam tersebut merupakan malam yang mengerikan dalam sejarah pembunuhan di kekaisaran Qin
Hampir setiap hari di jalan ,rumah,restoran,sakte,dan setiap tempat di kekaisaran Qin . Nampak jasad yang tergeletak begitu saja . .
Tidak di perbolehkan bagi orang mana pun untuk memakamkan jasad tersebut , kecuali jika di bakar ataupun di buang di sungai .
.
Surat diplomasi serta permohonan agar kaisar an melepaskan orang emas biru yang tersisa, namun kaisar an menolak . Tentu saja permasalahan di akibatkan oleh penyerangan pasukan emas biru yang menerobos perbatasan dan mengakibatkan banyak tambang yang di jarah . Hak tersebut juga yang mengakibatkan para pendekar emas biru masuk dengan bebas dan dalam jumlah yang begitu banyak .
Kaisar an merasa jika kemarahan akan akte pedang dewa merupakan pukulan telak bagi emas biru yang kehilangan sebagian orang penting serta mata-mata mereka yang mungkin telah berada di kekaisaran Qin cukup lama .
**
Lan wu dan Ming yu telah meninggalkan kota elang dan tengah dalam perjalanan menuju pedang dewa . Mata lam wu terbuka lebar begitu melihat rombongan berkuda yang melintas pelan tengah mengarah ke kota oeren yang telah berhasil di kuasai oleh negara emas biru beberapa waktu lalu .
Lan wu mengubah arahnya dan segera di ikuti Ming usai menyadari pasukan tersebut .
"Tebasan sunyi !!!" Lan wu merobohkan 3 prajurit berkuda yang berada tepat di depannya .
Sontak jendral rombongan tersebut segera memerintahkan prajuritnya untuk siaga .
"Lancang sekali kau menghalangi jalan prajurit emas biru " ujar jendral tersebut sembari menyuruh prajurit menembakan panah .
Ratusan anak panah terlihat bagai tetesan hujan yang menutupi langit .
__ADS_1
Lan wu mengeluarkan api iblis dan menutupi area sekitarnya dan ming yu .
Setiap panah yang terkena api iblis lan wu akan terbakar habis sebelum berhasil melukainya
Dari arah kanan Ming yu telah menyerang beberapa prajurit yang mengira jika Ming yu berada dalam kobaran api bersama lan wu .
Melihat serangan kejutan dari sisi kanan tersebut , sontak formasi mereka jadi terputus dan melakukan peetarungan buta . Mereka meremehkan lan wu dan Ming yu yang gak sebanding dengan jumlah mereka yang hampir mencapai ratusan .
Lan wu mencabut pedang nya dari sarung dan melakukan serangan dari arah depan dengan cepat . Setiap tebasan lan wu mampu membelah tubuh prajurit menjadi dua bagian . Kebanyakan dari prajurit tersebut merupakan tingkat langit . Dan tentu tidak sebanding dengan Ming yu apalagi lan wu .
Pertarungan berlangsung hampir dua jam , dan korban dari pihak prajurit emas biru begitu banyak , hanya terlihat 6 prajurit beserta jendral yang tengah di lindungi mereka dengan badan penuh luka sayatan akibat jurus pedang lan wu dan Ming yu .
"Kau berani mencari masalah dengan kaisar ! Kau akan mati mengenaskan !" Terdengar suara teriakan dari udara.
Lan wu menatap seorang pendekar yang tengah melayang di udara sembari turun dengan pelan ke arah lan wu .
Ming yu menelan ludah usai mengetahui kemampuan pria tersebut yang begitu tinggi , sementara lan wu terlihat begitu tenang tanpa reaksi apapun .
"Kasim riu .." senang jendral bersama ke 6 prajurit yang sedari tadi bingung hendak melakukan apa
"Ming yu.. kau habisi ke 7 sampah itu , aku kan menangkap ikan besar " ujar lan wu tersenyum licik .
Ming yu mengangguk dan kini menyerang jendral beserta ke 6 prajurit tersebut yang melakukan perlawanan
"Kau pikir bisa menyentuh mereka bocah ?!" Rui terbang cepat menuju ke arah Ming yu yang telah berhasil membunuh seorang prajurit .
Namun tanpa di sangka oleh riu. Lan wu lebih cepat darinya dan berhasil melancarkan satu jurus yang dapat di tangkis Riu , walaupun ia terseret beberapa meter akibat kekuatan serangan lan wu .
"Kau mau kemana Bangs*t ?!" Tanya lan wu sembari ratusan pisau api melesat kencang ke arah Rui .
Rui menghindari setiap pisau yang datang meskipun begitu , Rui tetap tidak bisa mendekat ke arah lan wu akibat pisau api yang terus menyerangnya secara bergantian . Di saat Rui tengah berfikir cara agar dapat mendekati lan wu Mendadak lan wu telah berada di depan Rui sembari melakukan tebasan sunyi yang berhasil menggoreh lengan Rui gerakan Rui begitu sempit di akibatkan tekanan aura neraka serta ratusan pisau api yang terus menerus menyerangnya . Ia bahkan tak sanggup untuk ber jeda dari peetarunga di karenakan lan wu yang terus menggunakan jurus pedang tanpa henti ..
Keringat mulai bercucuran di sekujur tubuh Rui akibat kelelahan dan kekurangan energi nya .
"Aku akan menyeretmu mati bersama ku " tekanan aura Rui bertambah kuat bahkan sanggup menancapkan kaki lan wu di tanah .
Lan wu menatap perubahan tersebut sembari memegang kuat gagang pedang nya
"Ini merupakan tehnik membakar darah , meskipun aku kan mati , tapi bisa membawa mu sudah cukup untuk melindungi keluarga ku !!" Teriak Rui sembari melesat dengan cepat kearah lan wu yang kedua kakinya belum bisa di cabut dari tanah dikarenakan tekanan kuat Rui
Ledakan terjadi dan membuat Ming yu terlempar tidak jauh akibat bentrokan serangan Rui .
Debu menutupi lan wu dan Rui yang tidak diketahui dalam kondisi apa usai benturan tersebut .
"Huh..sudah ku bilang Kasim Rui Takan bisa di kalahkan oleh kalian " ujar jendral melihat sepatu debu yang menghilang dan hanya menutupi tempat lan wu saja
Setelah beberapa menit terlihatlah lan wu yang berdiri sembari menepuk bajunya yang terdapat banyak debu .
"Ketua lan , kau tak apa ?" Tanya Ming ketika lan wu telah berada di dekatnya
"Ya . Tinggal bereskan saja tikus itu , lalu kita akan memikirkan apa yang pantas di kirim ke hadapan kaisar emas biru " ujar lan wu membuat jendral tersebut menelan ludah sembari mengemis .
Namun tetap saja pedang Ming yu sama sekali tak mendengar perkataan jendral tersebut .
"Ketua , aku tadi tak melihat mu menggunakan satu jurus pun untuk menghadang serangan kuat dari Kasim itu " tanya Ming sembari menyarungkan pedang nya .
" Kau salah ... Ia begitu gegabah hingga tak memperhitungkan tekana aura ku yang sengaja ku kurangi untuk memancingnya . Kalau saja dia tidak bodoh , tentu saja pertarungan tidak akan berakhir singkat " jelas lan wu sembari menyuruh Ming untuk mengambil semua barang berharga dari para prajurit serta jendar yang gugur .
Lan wu sedikit takjub melihat Rui yang kehilangan nyawa namun tetap mempertahankan harga dirinya sebagai pendekar . Ia bahkan masih berdiri tegap dan kelihatan seperti orang yang tidak mati sama sekali .
Namun lubang besar di dada kiri Rui terlalu mustahil untuk di sembunyikan oleh mata yang menyaksikanya.
Lan wu memasukan tubuh Rui dalam cincin ruang yang ia dapatkan dari jari Rui .
**
Kabar tentang terbunuhnya jendral serta Kasim Rui begitu membuat heboh kekaisaran Qin . Bukan hanya telah membebaskan kota oeren , namun lan wu telah berhasil menghabis satu dari 4 Kasim terkuat di kerajaan emas biru Terlebih lagi Rui merupakan Kasim yang menduduki posisi kepala pertahanan dan merupakan atasan dari menteri pertahanan . Dengan kematian Rui pasti akan banyak kudeta serta serangan dari kerjaan kecil di sekitar emas biru
Kaisar mengumumkan hal tersebut dan mengadakan jamuan besar atas berhasilnya pasukan di kota oeren di musnahkan oleh pasukan kaisar an . Berkat bantuan lan wu dan Ming yu yang menghadang serta membunuh bala bantuan hingga akhirnya pasukan kekaisaran an berhasil memenangkan peperangan .
"Ketua lan , semua sudah di pastikan dan tak ada satupun orang emas biru yang berada di kekaisaran QIN " jelas tetua Feng ke pada lan wu yang berdiri di sembari menatap pagoda suci
"Baiklah tetua Feng , namun jangan pernah menurunkan kewaspadaan . Aku Takan berhenti sebelum berhasil menghabisi gunung biru hingga menjadi debu " jelas lan wu sembari mengeraskan kepalan tangannya .
"Hais.. kau begitu banyak memikul beban , ketua Jian pasti akan senang saat ia keluar nanti "binar tetua Feng menepuk pundak lan wu
__ADS_1
"Aku hanya berharap dapat terus melindungi pedang dewa hingga ketua Jian dan paman Yuan selesai berlatih . Dengan hilang nya mereka itu akan membuat cela besar dalam pertahanan pedang dewa . Selain itu dengan terbunuhnya Kasim riu di tangan ku . Aku begitu yakin serangan akan selalu datang pada kita " lan wu terlihat sedih
"Kau tidak sendiri bocah " tetua Feng tersenyum lebar sembari menjitak lan wu kesal.
Lan wu menatap kepergian tetua Feng usai puas berbincang dengan nya .
Di sisi lain nampak Ming yu beserta rombongan ke 5 murid lan wu mengarah kepadanya .
"Salam guru .." uajae Zhen memberi hormat bersamaan dengan yang lainya
Lan wu bernafas lega usai melihat ke 5 muridnya dalam keadaan aman .
"Ketua lan , kami telah mendengar kejadian selama kami di luar tentang penyerangan di pedang dewa " ujar wenhua
Di ikuti dengan tatapan penuh maksud dari murid nya .
" Guru kau baik saja kan ?" Tanya yiyi terlihat khawatir
"Kalian tenanglah dan ada baiknya segera beristirahat . Kaisar ingin bertemu dengan kalian ber 5 * ujar lan wu sembari berjalan meninggalkan yiyi dan lainya yang masih memiliki banyak pertanyaan .
"Saudara wen ..ketua begitu lelah dan mungkin hendak beristirahat dulu . Kami berdua baru saja tiba dari kita elang kemarin " jelas Ming yu melihat keheranan di wajah wenhua yang melihat sikap lan wu yang sekarang .
"Apa sebenar nya yang terjadi usai penyerangan tersebut? " Tanya wenhua dengan serius
"Ceritanya sangatlah panjang , namun bisa di katakan bahwa musnahnya seluruh orang emas biru di kekaisaran Qin ada hubungannya dengan ketua lan, tentu saja ia begitu merasa dilema . Di sisi lain ia ingin mengatakan pada dunia bahwa sakte pedang dewa bukanlah mudah di tindas ,namun di sisi lain ia juga tak bisa memaksakan dirinya untuk terus membunuh orang yang berhubungan dengan emas biru . Kini ketua lan merupakan pendekar yang begitu di takuti di kekaisaran QIN. Tidak banyak yang berani menemuinya atau bahkan menyapa nya sekarang . mereka melihat ketua lan sebagai iblis yang tak berperasaan dan begitu banyak di benci oleh sakte aliran putih beberapa waktu terakhir " jelas Ming yu yang memang mengetahui apa yang di alami lan wu
Ming yu selalu menemani lan wu kemanapun ia pergi dan sejauh apa pun itu.
Berkat itu lah Ming yu juga kadang mendapat pengetahuan luas serta beberapa jurus pedang hebat lan wu .
Kini jurus yang di latih Ming yu selama satu hari belakangan ini adalah jurus yang menewaskan Kasim Rui
Lan wu menyebutnya dengan tusukan petir dewa. Sebuah jurus yang sanggup melubangi orang yang berada di tingkat dewa awal dan merupakan jurus yang hampir sebanding dengan pembantai naga pedang sunyi .
Terkadang Ming yu menganggap lan wu sebagai gurunya karena ia terus mendapat masukan serta cara agar menyempurnakan sebuah jurus .
*Pengumuman -pengumuman
Author mengucapakan permintaan maaf apa bila terdapat banyak kesalahan dalam penulisan serta beberapa karakter tokoh yang tertukar dan latar waktu yang berbeda .
Ini semua murni karena kesalahan author dan keyboard, sehingga mengganggu keseruan kalian dalam membaca .
Namun author akan mendekor ulang dan menghilangkan kesalahan penulisan dari episod 1 sampai episod sekarang.
...
Jangan pernah takut untuk melontarkan kritik pedas dan lain-lainnya , karena hal tersebut sangat membantu memperbaiki banyak kekurangan dan agar author jadi dapat menutupi kekurangan tersebut .
Tidak bosan author ingatkan agar tinggalkan jejak walaupun hanya (.) Titik .
Like bila kalian suka dan pencet gambar hati bila kalian jatuh cinta pada author (wkwkwk)
Wokeh.. itu aja
Stay at home , jangan bandel ya ...
Korona lebih berbahaya dari kuntilanak 🙂
Author ada puisi nih ..
" Author sekarang sedang lapar ..
Ia betul . Sangat-sangat lapar..
Lapar akan dukungan kalian
Bukan bekal sekolah kalian 🙂🙂🙂
Buy buy ...guys
__ADS_1