
Lan wu melewati gerbang tersebut yang kini membeku layak nya sebuah pilar es. Ia mengayunkan pedangnya dan sontak membelah gerbang tersebut menjadi beberapa bagian. Seluruh mata tertuju pada lan wu yang begitu dengan mudahnya menghancurkan segel formasi yang terpasang pada tempat tersebut. Hanya lan wu orang pertama selain sang anak langit yang mampu menghancurkan segel tersebut.
Mereka bertanya-tanya andaikan lan wu berhadapan dengan ank langit entah apa yang akan terjadi dalam pertemuan tersebut. Keduanya sama-sama memiliki kemampuan hebat dan sulit untuk di tebak siapa pemenang yang akan keluar dalam peetarungan tersebut.
Di sisi lain lan wu telah berada cukup dekat dengan asal energi yang ia rasakan sebelumnya, namun anehnya ia sama sekali tidak menemukan seorang pun di twmaoat tersebut. Yang lan wu lihat hanyalah 4 buah batu datar berukuran sedang yang biasanya digunakan oleh para pendekar sebagai tempat untuk berlatih dalam jangka waktu yang lama.
"Sepertinya dugaan ku memegang benar, asal energi yang ku rasakan memanglah berasal dari 4 batu ini" gumam lan wu seraya menatap ke 4 batu di hadapannya.
"Dari energi yang terpancar pada batu ini, aku dapat memastikan bahwa para pendekar ini bukanlah berasal dari alam fana, setidaknya mereka telah mencapai tingkat gerbang ilahi akhir atau mungkin lebih di atasnya" sambung lan wu sembari mengaliri energi hitam di sekelilingnya.
Selain ke 4 baru tersebut, lan wu tidak lagi menemukan hal-hal lain yang berhubungan dengan asal batu tersebut, namun di tempat tersebut memanglah sangat baik jika digunakan sebagai tempat berlatih maupun lahan pembudidaya tanaman obat. Kandungan energi serta tekanan udara yang terdapat di tempat tersebut hampir 40% memiliki kesamaan dengan energi alam yang berada di alam dewa.
Ditengah lamunannya, nampak seorang pria berpakaian hitam berjalan mendekat dari belakang lan wu. Aura yang di pancarkan pria tersebut sekan pernah lan wu rasakan. Benar saja ketika lan wu membalikan badannya. Ia melihat pengawal keluarga walikota yang ia temui tadi kini telah berdiri seraya memberi salam kepada lan wu. Lan wu hanya menatap pria tersebut dengan pandangan datar, seakan ia tidak begitu peduli akan kehadiran pria tersebut.
"Maaf atas kelancangan ku kepada jendral besar. Aku diberitahu oleh beberapa anggota ku agar menyampaikan undangan tuan Juan ho kepada jendral besar" jelas pria tersebut.
"Katakanlah. Aku tidak memiliki banyak waktu sekarang" jawab lan wu datar.
"Tuan Juan ho mengundang anda ke kediamannya. Ia berkata bahwa ada hal penting terkait keberadaan putri yiyi kepada anda" jelas pria tersebut.
"Baikalah kita pergi sekarang, dan jelaskan kepada ku mengenai tempat ini. Aku merasa sedikit familiar dengan energi serta aura yang terpancar dari 4 batu tersebut" ujar lan wu bersaman dengan anggukan pelan dari pria tersebut.
__ADS_1
Merekapun berjalan pelan menuju kediaman Juan ho. Di perjalanan pria tersebut menjelaskan asal ke 4 batu tersebut, serta bagaimana sang anak langit menciptakan tempat tersebut. Menurut yang ia ketahui. Ke 4 batu tersebut diambil dari tempat terlarang dari 4 ras yang berada di alam atas, sementara sumber energi yang terdapat di tempat tersebut berasal dari sebuah pusaka dewa yang mampu menampung energi dalam jumlah tertentu.
Sang anak langit membawa pusaka yang berisi energi dari alam atas ke alam bawah, kemudian di tanamkan di suatu tempat pada area terlarang tersebut, dan hingga saat ini keberadaan pusaka tersebut tidak di ketahui tempatnya oleh orang lain selain sang anak langit. Pri tersebut juga menjelaskan bahwa tingkat pelatihan dari anak langit telah melewati seluruh tingkat para pendekar di alam fana.
"Jadi dari istana manakah di alam dewa ia berasal?" Tanya lan wu.
"Aku tidak mengetahuinya dengan jelas, namun di jubahnya terdapat sebuah lambang berbentuk api" jawab pria tersebut.
Lan wu seketika dapat mengetahui asal sang anak langit usai mendengar jawaban pria di sampingnya. " Tidak salah lagi, orang yang disebut sang anak langit pastilah berasal dari kerajaan api dewa"gumam lan wu pelan.
"Apakah tuan jendral mengetahui asalnya?" Tanya pria tersebut dengan wajah menerka.
"Tidak, walaupun aku juga berasal dari alam atas, namun itu tidaklah lama, dan aku juga tidak banyak meninggalkan perguruan ku" bohong lan wu dengan wajah tenang.
Melihat kedatangan lan wu, sontak Juan ho dan ke 2 saudaranya segera berdiri seraya memberi hormat kepada lan wu. Juan ho mempersilahkan lan wu untuk duduk dan menikmati hidangan serta tarian pedang yang tengah dimainkan oleh 2 orang gadis. Lan wu hanya mengangguk sembari mencari posisi duduk yang nyaman. Ia terlebih dahulu memeriksa sekitar untuk mengantisipasi adanya rencana tersembunyi dari Juan ho.
"Aku tidak memiliki banyak waktu untuk bersantai, cepat beritahu aku apakah kau mengetahui keberadaan yiy?" Tanya lan wu serya masang wajah tenang.
"Baiklah jendral.. aku beberapa hari lalu memang bertemu dengan putri yiyi dan xuya saat berada di pelabuhan. Aku sempat menawari putri yiyi agar beristirahat di kediaman ku, namun putri menolak. Ia bahkan memaksa ku untuk mencarikan sebuah kapal padanya. Aku juga tidak begitu paham alasan putri yang demikian, namun ketimbang menanyainya aku memilih untuk segera menyediakan apa yang di minta oleh putir" jelas Juan ho.
"Apa nama kapal itu, dan kapan mereka berlayar?"tanya lan wu dengan nada tak sabar.
__ADS_1
"Kapal tersebut merupakan kapal khusus anggota kekaisaran QIN, kebetulan kapal tersebut baru kembali beberapa kemarin dari emas biru, dan mungkin sekarang sudah hendak berlayar" sambung Juan ho.
Sontak lan wu bangkit dari duduknya dengan tergesa-gesa. Ia segera berlari cepat ke arah luar ruangan kemudian melompat ke udara. Lan wu melesat dengan sangat cepat ke arah pelabuhan sembari berharap agar kapal yang ditumpangi yiyi masih berada di pelabuhan. Dalam waktu singkat lan wu telah berada di pelabuhan, namun bodohnya ia tidak sempat menanyakan identitas kapal tersebut.
"Sial..! Yang mana kapalnya?"tanya lan wu usai melihat puluhan kapal yang berlabuh di sekitar dermaga.
Lan wu segera mendarat ke bawah dan segera menanyakan kapal yang di maksud oleh Juan ho. Tidak jauh dari tempat lan wu, terdapat rombongan sakte yang berdiri tepat di samping sebuah kapal berukuran besar. Lan wu akhirnya menghampiri mereka seraya bertanya.
"Saudara sekalian, apakah saudara bisa menunjukan kepada ku kapal milik anggota kekaisran Qin?" Tanya lan wu dengan nada ramah.
"Ah..sayang sekali saudara.. kapal yang kau maksud telah berlayar benerap jam yang lalu" jawab salah seorang murid di hadapannya.
Lan wu nampak kecewa, namun ia berusaha menutupi hal tersebut. " Baikalah saudara, terimakasih atas informasinya" ucap lan wu seraya berjalan ke tepi pelabuhan.
Ia menghela nafasnya seraya memandang hamparan lautan di hadapannya. Kini jalan satu-satunya untuk menyusul yiyi ialah dengan cara terbang.
"Tidak ada pilihan lain, hais.. tau begini aku tidak akan singgah bertanya" keluh lan wu seraya melompat ke udara.
Maaf atas keterlamabatan ini..**
__ADS_1
PLN di tempat author lagi kumat, jadi ya gini.