
Dengan cepat kini Lan wu telah berada di depan sebuah tungku besar. Dari dalam tungku tersebut muncul sosok naga besar mendekati Lan wu.
"Kau sungguh bergerak dengan cepat. Aku baru saja di hubungi oleh singa iblis yang sedang dalam perjalanan menuju tempat serigala putih" jelas gurou seraya menatap Lan wu.
"Bisakah kau langsung menemani singa iblis, aku takut jika ia di jebak oleh serigala putih" jelas Lan wu dengan nada khawatir.
"Kau jangan pikirkan hal tersebut. Ada alasan mengapa singa iblis memerlukan 3 dari perwujudan alam untuk mengekang nya" jawab gurou seraya tertawa terbahak-bahak.
Tanpa bicara lagi, Lan wu langsung membuka segel sama seperti yang ia lakukan kepada singa iblis. Dalam waktu singkat tungku di depan Lan wu hancur berkeping-keping dan munculah Gurou yang berwujud pria berusia sekitar 60 tahun.
Ia berjalan mendekati Lan wu sembari tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepada Lan wu.
"Aku akan menjamu dirimu di istana, banyak orang yang sudah menantikan kedatangan mu di istana" ucap Gurou seraya membentuk lingkaran hitam.
Ia segera menarik Lan wu masuk kedalam lingkaran tersebut lalu menghilang bersamaan dengan lingkaran hitam tersebut.
__ADS_1
Begitu membuka mata, Lan wu sudah melihat ratusan atau bahkan ribuan orang yang sedang berdiri seraya menyambut mereka.
Lan wu dan Gurou berada di sebuah menara besar yang berada tepat di tengah-tengah istana. Di bawah ia juga melihat putri dari Gurou yang terlihat menangis bahagia melihat ayahnya yang berada di samping Lan wu.
Gurou melompat turun di sertai Lan wu beberapa saat. Gurou langsung di peluk oleh putrinya sementara para tetua dan petinggi istana memberi hormat dan ucapan selamat datang kepada Gurou.
Seluruh wajah dari orang-orang tersebut kelihatan begitu bahagia. Berbeda dengan Lan wu yang terlihat murung entah karena hal apa.
"Bocah.. apakah kau tidak senang dengan sambutan mereka untuk mu?" Tanya Gurou dengan senyum mengejek.
"Tentu saja aku senang, namun seharian ini aku banyak menghadapi situasi rumit. Pikiran ku merasa sangat terbebani.." jawab Lan wu dengan wajah murung.
Usai memberikan beberapa patah kata kepada ras nya, Gurou menyuruh mereka semua untuk kembali kerumah masing-masing dan kembali lagi ke istana saat malam hari.
Gurou akan mengadakan jamuan besar sebagai sambutan atas kepulangan nya dan ucapan terimakasih kepada Lan wu serta para tetua di istana.
__ADS_1
Lan wu beristirahat di kediaman besar yang di tujukan oleh tetua muda di istana. Kediaman tersebut tidak begitu jauh dari istana namun sudah berada di luar istana.
Di depan kediaman tersebut terdapat sebuah kolam yang airnya berasal dari air mancur di belakang kediaman tersebut. Di kediaman itu juga terdapat beberapa pelayan, ruang latihan serta perpustakaan yang berisi buku sejarah ras naga serta beberapa kitab beladiri.
Lan wu segera menuju kamar yang di maksud oleh salah satu pelayan di kediaman tersebut lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Ia mencoba melupakan pikiran buruknya saat datang hari dimana pertempuran berlangsung. Rasanya sangat berbeda dengan pertempuran besar di alam fana yang pernah ia lewati.
"Sungguh.. aku tidak mengetahui kabar kalian paman, kakek. Maaf jika aku tidak bisa membantu kalian melindungi pedang dewa serta murid-murid dan lainya.. aku masih berharap jika kalian baik-baik saja.." pikir Lan wu dengan wajah sedih.
Perlahan-lahan matanya terpejam usai tidak kuat menahan kantuk. Tubuhnya begitu letih usai 2 hari tidak beristirahat dengan baik.
**
sory boy.. ada episode yang Doble entah masalahnya apa..
__ADS_1
episode yang Doble berjudul API MURNI
author akan menyelesaikan masalah ini sesegera mungkin