
Keesokan harinya Haiyang datang ke istana untuk melaksanakan pelantikannya secara langsung sebagai jenderal baru di pasukan naga merah.
Acara tersebut dihadiri oleh para petinggi istana dan 5 jenderal tinggi dari 5 pasukan kekaisran Qin.
Ke-lima pasukan tersebut dibentuk oleh Lan wu yang dikenal dengan sebutan 5 kekuatan utama kekaisran yang memiliki tugas serta tanggung jawab berbeda.
**
Ke-lima pasukan terdiri dari pasukan naga merah, pasukan naga hitam, pasukan naga ungu, pasukan naga emas, dan pasukan naga perak.
Pasukan naga merah bertugas digaris utama untuk memberantas pemberontak ataupun musuh dari luar dan memiliki wewenang untuk memutuskan hidup mati dari tawan.
Pasukan naga hitam spesialis dalam penyelidikan secara sembunyi-sembunyi baik di wilayah musuh, kota-kota, dan area dalam istana.
Pasukan naga ungu memiliki tugas untuk menjaga perbatasan wilayah kekaisaran Qin di tiga titik yang merupakan perbatasan wilayah kekaisaran Qin dan kekaisaran lain.
Pasukan naga perak adalah pasukan berat yang ditugaskan untuk menjaga keamanan dalam jalur perdagangan dalam kekaisran Qin ataupun perdagangan luar kekaisran.
Untuk menjadi anggota dari pasukan naga perak minimal dibutuhkan kultivasi tingkat suci awal. Dan memiliki kemampuan analisis dan pemikiran yang tajam.
Itulah mengapa pasukan naga perak berjumlah sekitar 700 orang dimana jumblah tersebut masih jauh dari kata cukup.
Yang terakhir adalah pasukan naga emas yang bertugas untuk menjaga anggota keluarga kaisar dan menjadi pasukan paling dekat dengan kaisar.
**
"Jendral Yanjun dari pasukan naga hitam telah tiba..!" Teriak penyampai pesan kepada Lan wu di tahtanya.
"Jendral Congming dari pasukan naga ungu sudah tiba..!"
"Jendral Zunjing dari pasukan naga perak memasuki istana..!"
"Jendral Hugin dari pasukan naga emas telah datang..!" Teriak penyampai pesan lalu membungkuk dihadapan Lan wu kemudian berdiri tegap didepan pintu masuk istana.
"Salam yang mulia" ucap ke-empat jendral tersebut memberi hormat.
__ADS_1
"Silahkan duduk, tidak ku sangka kalian akan memiliki waktu luang untuk menghadiri panggilan ku dengan cepat" ujar Lan wu seraya tersenyum senang.
Para jendral tersebut kemudian duduk di kursi yang telah disediakan.
"Alasan mengapa aku memanggil kalian dikarenakan pelatikan jendral naga merah dan untuk memperkenalkan dirinya kepada kalian" tutur Lan wu seraya menyuruh Haiyang untuk mendekat kepadanya.
"Hu Haiyung, aku sebagai kaisar mengangkat dirimu sebagai jendral dari pasukan naga merah. Tugas dan tanggung jawab harus kau laksanakan dengan serius.
Jika kau melakukan kesalahan maka aku akan menghukum mu berdasarkan aturan kekaisran, jika kau mencapai prestasi dalam tugas mu maka aku akan memberikan hadiah yang setimpal kepada mu" ujar Lan wu seraya berdiri dan menyodorkan lencana kepada Haiyung.
"Terimakasih yang mulia, aku berjanji akan bekerja keras dan tidak akan mengecewakan anda..!" Jawab Haiyung dengan nada tegas.
Para tamu yang hadir kini bertepuk tangan menandakan bahwa mereka tidak memiliki keraguan dengan pilihan Lan wu.
Haiyung kini beranjak kembali ke tempatnya bersamaan dengan Lan wu yang mengangkat gelas untuk bersulang.
"Untuk jendral baru ku, kesetiaan kalian semua, dan kedamaian kekaisaran QIN..!" Teriak Lan wu dengan nada keras.
"Hidup kekaisran Qin...! Hidup yang mulia Lan wu..!" Balas orang-orang ditempat tersebut dengan serentak.
"Sampai saat ini wilayah perbatasan masih terkendali, walaupun kadang ada beberapa kelompok luar yang hendak masuk secara sembunyi-sembunyi namun itu masih masalah biasa" tutur Chongming sesaat sebelum meneguk anggurnya.
"Lalu bagaimana dengan situasi peradangan kekaisran, jendral Zunjing?" Tanya Lan wu dengan nada santai.
"Seperti yang diketahui yang mulia, akhir-akhir ini pesanan dan omset dari perdagangan menurun. Selain dari beberapa keluarga yang berbuat kotor, adapun paviliun 5 warna yang menguasai jalur perdagangan." Jelas Zunjing dengan ekspresi tertekan.
"Kau tidak perlu mengurus hal tersebut, tugas mu hanya menjaga keamanan jalur perdagangan dan keluarga pedagang bangsawan..." Ujar Lan wu melihat ekspresi dari Zunjing.
"Sejujurnya paviliun 5 warna secara terang-terangan memonopoli jalur perdagangan di kekaisaran Qin. Yang mulia menurut ku kita seharusnya memungut pajak yang layak dari mereka" ujar Yanjun memberi masukan.
"Benar...aku setuju dengan usulan jendral Yanjun" sambung Hugin dan jendral lainnya mengemukakan pendapatnya.
"Begitu ya....namun, apa tanggapan dari masyarakat jik kita menekan mereka dengan pajak? Takutnya mereka memang merencanakan hal ini untuk memuluskan rencana mereka.." tutur Lan wu tersenyum tipis.
"Apakah tidak ada yang bisa kita lakukan?" Ucap Hugin yang terlihat kesal.
__ADS_1
"Tentu saja ada, naikan pajak ke-empat kota menjadi 5 kali lipat, desak mereka dengan kekuatan.." jelas Lan wu membuat orang-orang tersebut keheranan.
"Yang mulia....ini.."
"Apa yang kau takutkan jendral Hugin? Dengan tekanan seperti itu maka akan ada dua hal yang terjadi. Pertama, walikota akan mendatangi ku untuk meminta kebijakan.
Dan secara tidak langsung akan mempengaruhi ekonomi disana hingga beberapa orang pintar akan mengalihkan uangnya dari paviliun 5 warna dan digunakan untuk diri mereka sendiri.
Yang kedua, paviliun 5 warna akan memberikan bantuan kepada ke-empat kota untuk mengumpulkan aliansi. Namun, di empat kota tersebut tidak semuanya akan mendukung paviliun 5 warna.
Saat itu akan terjadi persalinan antara 2 kelompok. Fokus paviliun 5 warna akan terbagi dan pada saat itu, kita akan bergerak" jelas Lan wu yang dipikirkan cukup lama oleh orang-orang tersebut.
"Benar...itu adalah rencana yang sempurna" tegas menteri pertahanan menyetujui perkataan Lan wu.
**
Esok harinya menteri sumber daya mengutus seorang utusan menuju 4 kota untuk menyampaikan pesan Lan wu mengenai kenaikan pajak.
Para jendral telah kembali menjalani tugas mereka ditempat masing-masing. Tersisa Lan wu yang masih berada di dalam istana untuk mengurus pekerjanya.
"Heh...bocah, sepertinya kau bukan lagi orang bebas..hehehe" ujar sebuah suara didalam kepala Lan wu.
"Ho... rupanya singa tua, apakah kau tidak ada kerjaan sampai menghubungi ku lewat telepati?" Tanya Lan wu seketika berubah menjadi semangat.
"Tentu. Aku merasa sangat bosan di gua ku hingga menghubungi mu untuk sekedar ngobrol"
"Bagaimana situasi di alam dewa?" Tanya Lan wu seraya memeriksa lembar-lembar yang menumpuk tinggi dimejanya.
"Sangat tenang...oh, sudah dulu. Aku kedatangan teman lama" sergah singa iblis mengakhiri telepati nya
"Cih...dasar seenaknya" maki Lan wu dengan nada kesal.
"Huf.... bagaimana keadaan dari kakak Ling dan kakek tau?" Ujar Lan wu yang menyandarkan tubuhnya dengan tatapan lelah.
"Selain organisasi topeng darah, kini muncul lagi masalah paviliun 5 warna. Sepertinya aku harus mencari kesempatan untuk berkunjung ke pedang dewa.." pikir Lan wu perlahan-lahan memejamkan matanya.
__ADS_1