
Perjalanan di tempuh dengan berjalan kaki, di perjalanan lan wu manfaatkan untuk mulai mengali beberapa informasi dari long. Lan wu harus menahan diri untuk tidak melontarkan pertanyaan yang berhubungan dengan kedatangan rombongan kekaisaran di istana ras harimau petir, jadi lan wu hanya menanyakan hal-hal umum yang tidak mengundang kecurigaan long.
"Saudara long mengapa kau tidak mengikuti pertandingan tersebut? Dengan kemampuan mu aku yakin kau pasti akan mendapat peringat yang cukup tinggi" tanya lan wu sembari memasang senyum tenang.
"Haih.. sebenarnya aku juga ingin mengikuti pertandingan tersebut, namun statusku yang masih murid tingkat dua tentu saja tidak terlalu di pandang oleh para tetua, terlebih lagi banyak murid hebat yang lebih pantas dari ku" jawab long seraya menghela nafas kesal.
"Mereka hanya belum melihat kemampuan kakak, bahkan kakak telah berhasil membangkitkan wujud kedua dengan sangat sempurna" ujar Xueini yang merupakan teman dekat long.
"Adik Xueini terlalu berlebihan, aku memang masih lemah jika di bandingkan dengan murid tingkat satu dan murid khusus" timpal long tersenyum pahit.
"Aku sedari tadi bertanya ke beberapa orang mengenai tujuan dari pertandingan tersebut, namun heranya semua orang tidak ada yang mengetahuinya. Haih.. apakah ada sesuatu tersembunyi yang mengancam keselamatan seluruh murid di pertandingan tersebut" ujar lan wu menggeleng kepalanya dengan wajah yang di buat-buat.
"Bukankah setiap perguruan yang berpartisipasi dalam pertandingan telah mengetahui semua yang berhubungan dengan pertandingan ini?" Ujar long dengan nada heran.
Lan wu malah terlihat lebih heran mendengar perkataan long, namun dengan cepat ia dapat menutupit.
"Mungkin saja mereka tidak ingin membicarkannya dengan ku" ucap lan wu seraya berharap Long dapat mengatakan tujuan dari berlangsungnya pertandingan tersebut.
"Yang aku dengar dari beberapa tetua sewaktu berada di restoran katanya mereka hendak mencari juru kunci dari makam kuno leluhur harimau petir. Aku sendiri tidak mengetahui dengan pasti maksud perkataan para tetua tersebut"timpal Xueini dengan wajah polos.
"Xueini.!! Apa kau sadar dengan perkataan mu barusan?! Terlebih lagi aku sungguh tidak percaya bahwa dia merupakan pendekar mandiri" seru Cuolei dengan tatapan curiga kearah lan wu.
Melihat reaksi dari Cuolei, lan wu dapat memastikan bahwa tujuan diadakan pertandingan tersebut tidak lain adalah untuk mengungkap identitas Fei sebagai keturunan murni dari 4 ras besar. Lan wu tersenyum puas usai mendapatkan sebuah informasi penting mengenai tujuan dari ras harimau.
"Sepertinya aku harus berhati-hati terhadap Cuolei, dia begitu memperhatikan setiap gerak-gerik ku" gumam lan wu sembari memasang senyum tenang di bibirnya.
"Coulei kau jangan berprasangka buruk terhadap saudara lan aku sangat mempercayai nya, terlebih lagi murid mana yang dapat mengeluarkan seribu koin emas tanpa pikir panjang. Aku rasa saudara lan merupakan tuan muda dari keluarga bangsawan di kekaisaran kan?" Ujar long tersenyum sembari menatap lan wu.
"Hahahaha...aku memang tidak biasa menyembunyikan identitas ku dari saudara long" jawab lan wu dengan perasaan lega.
"Cih.. jangan harap aku akan menurunkan kewaspadaan ku terhadap mu, jika aku menemukan hal aneh kau akan segera kehilangan kepalamu" ancam Cuolei dengan nada tegas.
"Hahahaha suadara cuo dapat mempercayai ku" jawab lan wu mengangguk pelan.
__ADS_1
Setelah berjalan sekitar lima jam, akhirnya lan wu dan lainya sampai di sebuah gunung yang terdapat banyak aura mengerikan dari hewan gaib yang tinggal di sekitar gunung tersebut. Tujuan misi tersebut ialah mengambil sebuah tanaman herbal yang di jaga oleh ular hijau yang berada di tingkat gerbang ilahi menengah. Long segera mengatur rencana dan membagi kelompok mereka menjadi 2 tim.
"Aku dan coulei akan menjadi pengalih perhatian, sedangkan lan wu dan Xueini bertugas untuk mengambil bunga racun bintang yang berada di sarang ular hijau" ujar long menjelaskan rencana nya.
Usai bersiap-siap akhirnya long dan coulei melepaskan serangan gabungan dan berhasil membuat ular hijau keluar dari guanya. Lan wu dan Xueini nampak bersembunyi di atas pohon sembari menunggu long dan Cuolei memberi aba-aba.
"Sekarang.!!" Teriak long seraya mengatakan jurusnya ke wajah ular hijau.
Lan wu dan Xueini segera menyelinap kedalam gua tanpa di sadari oleh ular hijau tersebut.
Ia cukup terkejut usai melihat dalam gua yang di terangi oleh sebuah cahaya yang membuat mereka dapat melihat setiap sudut gua tersebut dengan mudah.
"Kakak lan, kita hanya perlu mengikuti hawa aneh yang berada di gua ini" ujar Xueini memberitahukan lan wu.
Lan wu mengangguk paham karena memang ia merasakan aura aneh yang terpancar dari sisi lain gua tersebut.
Setelah berjalan cukup lama, akhirnya mereka sampai di ujung gua tersebut yang terdapat sebuah Bungan berwarna hitam terletak di atas sebuah batu besar. Lan wu sangat yakin bahwa bunga tersebut ialah bunga racun bintang yang mereka cari.
"Aku akan segera mengambilnya" ujar Xueini dengan wajah riang.
"Kakak lan mengapa menghentikan ku? Apakah kakak berniat menggunakan bunga racun bintang untuk diri kakak sendiri?" Ucap Xueini dengan wajah penuh curiga.
"Bodoh..! Mana mungkin aku melakukannya, terlebih lagi pada gadis imut yang begitu mirip dengan xuya ku" ujar lan wu sembari menusukan jari telunjuknya di kedua pipi milik Xueini.
Usai ia puas memencet pipi Xueini akhirnya lan wu menjelaskan maksud dari tindakannya mengehentikan Xueini.
"Bukankah ini terlalu mudah dari sebuah misi yang sulit? Aku rasa ada sesuatu selain ular hijau yang membuat misi ini banyak menelan korban" ujar lan wu seraya mengeluarkan aura neraka miliknya.
Tekanan aura milik lan wu sanggup membuat aura dari bunga racun bintang menghilang. Lan wu tersenyum pahit usai melihat seekor singa dengan sayap hitam tengah berdiri di atas batu besar di depan mereka.
"Hais...aku sungguh menyesal membangunkan mu" ujar lan memasang senyum canggung di wajahnya.
Level singa tersebut setidaknya telah mencapai pembentukan raga ilahi, sangat mustahil bagi lan wu dan Xueini untuk mengalahkan harimau tersebut, bahkan jika di bantu oleh long dan Cuolei. Lan wu memutuskan untuk mundur sejenak seraya mengatur siasat untuk mengambil bunga tersebut tanpa membahayakan nyawanya, terlebih lagi jika ia mengalami luka parah maka Fei juga akan mengalami hal yang sama.
__ADS_1
"Adik Xueini sebaiknya kita mundur dulu dan memberitahukan hal ini kepada long dan coulei" ujar lan wu hendak menepuk pundak Xueini yang sedari tadi berada di samping lan wu.
"Eh.? Kok gak ada?" Kaget lan wu seraya menggerakan tanganya untuk menyentuh tubuh Xueini.
Lan wu sontak menoleh ke kiri dan begitu terkejut usai gak menemukan xueni di sampingnya
"Anak ini, apakah dia.. bodoh..!! Woy..!! apa yang kau lakukan bocah..?!" Mata lan wu hampir keluar dari tempatnya usai melihat Xueini yang melompat ke arah singa di batu tersebut dengan semangat membara. Lan wu begitu tidak percaya melihat Xueini yang begitu bersemangat untuk melawan malaikat maut yang siap merenggut nyawanya dengan cepat.
"Xuya ku tidak sebodoh ini.." ucap lan wu hendak meneteskan air matanya seraya menatap xueni yang hamy beranjak beberapa senti dari singa tersebut.
"Sial, apa boleh buat" ujar lan wu sembari menggunakan jurus penggeser waktu.
Ia berpindah dengan cepat ke hadapan Xueini dan menendangnya mundur ke belakang. Lan wu segera mengeluarkan pedang sunyi miliknya sembari menerjang cakar dari singa tersebut.
Benturan keduanya mampu menggetarkan seisi goa tersebut. Lan wu melompat ke udara seraya mengeluarkan wujud aura neraka.
Ia menekan tubuh singa tersebut seraya menyuruh xueni untuk mengambil bunga racun bintang secepat mungkin.
Keringat bercucuran di wajah lan wu, ia tidak menyangka bahwa wujud aura miliknya tidak sanggup bertahan lama menghadapi amuukan dari singa tersebut. Selain itu nampak wujud aura lan wu yang perlahan-lahan kehilangan bentuknya.
"Kakak lan aku berhasil mengambilnya" teriak Xueini dengan wajah riang.
"Anak ini, mengapa long bisa tenang membiarkannya ikut dalam misi ini" keluh lan wu sembari berusaha menahan wujud auranya.
"Xueini kau keluarlah terlebih dahulu, aku akan menyusul mu" teriak lan wu dengan suara keras.
Melihat Xueini yang tidak bergerak dari tempatnya, lan wu sontak menciptakan pedang api dan mengarahkannya ke singa tersebut yang masih di tekan oleh telapak tangan aura neraka.
"Duar..!!" Ledakan hebat tercipta bersaman dengan lan wu yang berpindah menggunakan penggeser waktu untuk kabur dari tempat tersebut.
"Tadi sangat berbahaya, selain itu mengapa anak ini begitu senang?" Pikir lan wu mendadak kesal usai melihat Xueini yang melompat kegirangan sembari memeluk erat bunga racun bintang di tangannya.
"Hey diamlah.!!" Bentak lan wu tak sanggup menahan amarahnya.
__ADS_1
"Huah..kakak lan jahat..hu..hu..hu.." rengek Xueini seraya menagis dengan begitu kerasnya.
Nampak lan wu yang hanya memijit-mijit keningnya yang terasa akan meledak jika lebih lama menghadapi sikap Xueini.