
"Ikat..!" Suruh Yisun dengan nada yang terdengar kesal.
"Hey..! Apa yang kalian lakukan..?!"
Teriak Lan wu seraya berusaha melepaskan dirinya.
"Maafkan aku tuan, namun ini perintah dari yang mulia ratu.."
Balas Yisun yang kemudian menggendong Lan wu setelah berhasil diikat oleh kedua wanita tersebut.
"Tolong penculikan..! Hey... Kau..! Bantu aku..!"
Lan wu terus-menerus berteriak mencoba mencari pertolongan disekitarnya.
Akan tetapi orang-orang yang lalu-lalang disebelah mereka hanya tersenyum dan sesekali memberi hormat kepada Yisun yang menggendong Lan wu.
"Sial..! Dulu aku yang sering menggendong Xuya dan sekarang malah aku yang digendong oleh wanita ini..."
Batin Lan wu yang merasa harga dirinya jatuh serendah-rendahnya.
"Tunggu.. Yisun adalah wakil dari pasukan pembantai iblis. Dengan kata lain, kekuatannya tidaklah sederhana. Dia akan menjadi partner latihan yang bagus..."
Lan wu kini mengalirkan api iblis di sekujur tubuhnya dan sontak membuat Yisun melepaskan pegangannya dari tubuh Lan wu.
"Maaf nona-nona, aku tidak bisa membiarkan kalian menindas ku lebih jauh lagi.."
Ucap Lan wu yang tersenyum percaya diri seraya menatap Yisun yang masih dengan ekspresi dinginnya.
"Xianli, Xianlu.. cepat tangkap tuan Bai. Jangan biarkan ratu menunggu lebih lama"
Perintah Yisun yang kemudian membuat kedua wanita tersebut bergerak secara bersamaan dengan energi spritual yang telah dilepaskan oleh keduanya.
"Tahap Line heaven akhir..?!"
Heran Lan wu yang kemudian mengeluarkan perisai apinya menahan pukulan dari Xianli.
Dilain sisi Xianlu memutarkan arahnya tepat kesamping Lan wu sembari melancarkan tendangan keras.
Lan wu menunduk menghindari serangan tersebut kemudian mengarahkan tendangan berputar ditanah mengincar kaki kedua wanita tersebut.
"Reflek kedua wanita ini sangatlah tinggi.."
Gumam Lan wu yang melihat sendiri bagaimana kedua wanita tersebut menghindari tendangan kejutan dari Lan wu.
Kedua wanita tersebut kembali menyerang Lan wu secara bersamaan dan membuat gerakan Lan wu menjadi sempit, pukulan seraya tendangan diiringi dengan teknik energi spritual dengan sedikit kerepotan harus dihadapi oleh Lan wu.
"Kekuatan dan kecepatan keduanya meningkat..!"
Kaget Lan wu usai tangannya merasa keram setelah menahan pukulan keras dari Xianli.
__ADS_1
Uh..!
Rintih Lan wu seraya melepaskan aura neraka dan berhasil membuat kedua wanita tersebut melompat mundur secara bersamaan.
"Kontrol nafas serta stamina keduanya tidak buruk, bahkan setelah pertaruangan jarak dekat yang begitu lama.. mereka masih terlihat begitu tenang.."
"Sejak kapan..?!"
Lan wu dengan cepat menunduk kemudian berbalik kearah belakang seraya mengayunkan pedang energi yang tercipta seiring gerakan tangan Lan wu yang terhenti seketika.
Ting..!!.
Bunyi besi berbenturan diiringi oleh hempasan angin yang menerbangkan debu dan bebatuan kecil, membuat suasana seketika menjadi lebih sunyi.
Lan wu dan Xianlu tampak beradu kekuatan saling menahan dorongan pedang masing-masing. Dilain sisi kini Xianli mulai bergerak dengan satu teknik miliknya.
"Pedangnya sangat aneh..."
Lan wu bergerak kesamping menghindari pedang Xianli yang dapat memanjang serta berbelok arah dalam jarak tertentu.
Pedangnya juga tampak begitu lentur mengikuti pergerakan Lan wu yang terus menghindar dari kejaran pedang tersebut.
"Aku juga punya sesuatu yang lentur.."
Lan wu dengan cepat berpindah ke atas dahan pohon kemudian mengarahkan dua akar api iblis mengincar kedua wanita tersebut.
"Tirai api.."
Lan wu mengarahkan tangannya yang terselimuti api iblis bersamaan dengan munculnya tirai api yang bergerak mendekati kedua wanita tersebut.
Lan wu yang kini berdiri diatas tirai api bergerak tersebut tampak mengerutkan keningnya setelah melihat merasakan adanya aura mengerikan yang berasal dari teknik kedua wanita tersebut.
Dilain sisi, Yisun yang sedari tadi tidak begitu menganggap serius pertaruangan tersebut perlahan-lahan mulai menyadari bahwasanya pertaruangan tersebut tidak sesederhana pikirannya.
Hampir 1 jam lamanya Lan wu dan dua wanita tersebut bertarung tiada henti dan belum menemukan pemenang dari pertaruangan itu.
Tugas yang diberikan Yisun sebelumnya kini berubah menjadi niat murni untuk bertarung dan membuat setiap serangan kedua wanita tersebut dipenuhi oleh aura membunuh.
"Tarian dewi pedang, gerakan membunuh sisi kiri.."
Xianli mengeratkan pegangan pada pedangnya kemudian melepaskan satu tebasan yang di iringi oleh melesatnya sebuah Avatar kearah tirai api.
"Tarian dewi pedang, gerakan membunuh sisi kanan.."
Xianlu ikut melepaskan jurusnya yang juga memiliki bentuk avatar serupa dengan milik Xianli hanya saja pakaian serta warna energinya berbeda.
Kedua Avatar tersebut memotong tirai api Lan wu dari sisi kiri dan kanan hingga pedang keduanya bertemu tepat ditengah-tengah.
Lan wu seketika melompat turun dari tirai api nya dengan perasaan sedikit tidak percaya.
__ADS_1
"Kemampuan yang begitu menakutkan.."
Lan wu kembali bergerak menyambut datangnya dua Avatar wanita tersebut dengan setengah wujud aura neraka yang menggenggam dua buah pedang api berukuran besar.
Ting..! Ting..! Ting..!
Srakk.!!
Ketiganya bertarung dalam tempo yang sangat cepat membuat tempat tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah.
Terhitung sudah lebih dari ratusan gerakan tanpa ada tanda-tanda kemenangan.
Hiah..!" Lan wu menempelkan kedua telapak tangannya disusul oleh tapak api yang menghimpit kedua wanita tersebut di udara.
Brakk..!! Beldar .!!
Terlihat dua tapak api Lan wu mendadak terpotong dan jatuh ketanah menciptakan ledakan kecil.
"Gerakan Dewi pedang, hujan pedang suci..!"
Terdengar suara teriakan kedua wanita tersebut yang tampak menyatukan kekuatan dan menciptakan tekanan mendominasi yang luar biasa.
Langit mendadak menjadi lebih terang bersamaan dengan terlihatnya pedang-pedang berwana keemasan yang turun layaknya butiran hujan.
"Sial..! Apa-apaan ini..?!"
Kesal Lan wu dengan eskpresi serius menatap kearah langit.
"Xianli..! Hentikan itu...! Apa kau ingin membunuh tuan Bai..?!"
Yisun yang sedari diam menonton kini ikut bergerak setelah menyaksikan teknik pamungkas yang dikeluarkan oleh kedua wanita tersebut.
"Tidak disangka bahwa tuan Bai bisa mendesak Xianli dan Xianlu hingga mengeluarkan teknik seperti ini.."
Gumam Yisun yang perlahan-lahan menarik pedang dari sarungnya.
Dilain sisi terlihat Lan wu yang saat ini menjadi lebih tenang. Ia tampak memejamkan matanya dengan nafas yang teratur.
Seketika tubuh Lan wu diselimuti oleh energi luar biasa yang membuat Yisun terdorong mundur selangkah kebelakang.
Aura penindasan yang terpancar dari tubuh Lan wu berhasil membuat Yisun gemetar untuk sesaat sebelum akhirnya ia dapat menguasai kembali tubuhnya.
"Aura tuan Bai serta aliran energinya terlihat sangat berbeda dari sebelumnya..
Bahkan perasaan ini hampir sama dengan aura dari yang mulia ratu.."
Gumam Yisun dengan eskpresi serius menatap Lan wu.
"Mata pedang, buka..!"
__ADS_1