Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Naga misterius ll


__ADS_3

"Seberapa kuat orang-orang yang akan datang itu..?"


"Hahahaha..! Nak, jika kau bertanya pada ku maka aku akan memberikan dua jawaban untuk mu. Kau ingin jawaban yang jujur atau bohong?"


Naga tersebut melontarkan pertanyaan kepada Bingxue dengan ekspresi tenang.


"Katakan yang sebenarnya.."


"Baik.. baik.."


"Saat ini bisa dibilang bahwa tingkat kultivasi dunia kecil ini terbatas pada ranah dewa sempurna, atau lebih umumnya seribu lingkaran energi ilahi.


Namun dibandingkan dengan dunia sebenarnya, tingkat tertinggi disini setara dengan orang terlemah di dunia mereka.


10 orang dari dunia sebenarnya sudah cukup untuk memusnahkan seluruh alam fana dan setara dengan kekuatan besar dari alam dewa.."


"Sejauh itukah..?"


Gumam Bingxue dipenuhi dengan ketidak percayaan.


"Hmm"


"Aku rasa pewaris dunia kecil juga telah mengetahui hal tersebut, itulah mengapa dia mengumpulkan kalian dan berencana melenyapkan para pengganggu yang berpotensi mengacaukan penyatuan kekuatan untuk menghadapi bencana yang akan datang kelak"


"Tapi, kekuatan tuan ku tidaklah rendah. Aku yakin dia pasti dapat mengalahkan orang-orang tersebut seperti sebelumnya dimana dia membunuh kaisar dewa alam atas..!"


Bantah Bingxue yang membuat naga tersebut tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha..! Sungguh kau tidak paham apa-apa.."


"Setelah seorang pemilik takdir dunia memenuhi takdirnya, maka ada dua kemungkinan besar yang akan terjadi..


Pertama, dia akan mati oleh kehendak langit. Dan terakhir dia akan mengalami kenaikan ketempat yang lebih tinggi"


"Apa alasannya?"


"Melindungi dunia kecil ini dari luar dan membebaskan kalian dari sumur dangkal milik orang-orang serakah..!"


Nada naga tersebut sontak berubah geram.

__ADS_1


Bingxue dapat melihat jelas hasrat membunuh yang melebihi dirinya hingga membuat dirinya tertekan.


"Intinya adalah, Anak bernama Wu Jia dan murid ku ini memiliki peran penting dalam perang besar yang akan terjadi. Adapun peran gadis bernama Xuya ini adalah penuntun jalan serta ambisi Wu Jia untuk menjadi kuat"


Aku harap berjalan mulus!


Naga tersebut menghela nafasnya seraya memperlihatkan wujud manusianya dihadapan Bingxue.


"Dua saudara ku telah lenyap bersama dengan singa iblis serta serigala putih yang merupakan kehadiran terkuat di alam ini.


Penerus dari masing-masing mereka saat ini sudah memulai perjalanan takdir secara terpisah, hanya saja.."


Ucapan naga tersebut tertahan bersamaan dengan tatapan risau di matanya.


"Penerus kedua dari singa iblis masih belum diketahui.."


.. pagi harinya di hutan istana laut awan...


Duar..!


Ledakan hebat tercipta dari tengah-tengah hutan bertepatan dengan munculnya gelombang udara dasyat yang menghancurkan seluruh area hutan tersebut.


"Lan wu..! Bajingan tidak tau diri, seenaknya menghilang lalu muncul kembali dan melukai kedua murid mu.!"


Wanita tersebut kembali melepaskan jurus kuatnya hingga membuat 2 sayatan panjang di tanah.


"Wu Jia, pergilah menuju benteng perbatasan dan katakan kepada prajurit disana bahw kau adalah anak ku. Aku akan mengurus teman lama ini terlebih dahulu"


Ujar Lan wu yang dituruti Wu Jia tanpa bertanya lagi.


"Ayah.. rasanya sudah lama semenjak kau mengeluarkan ekspresi itu.."


Gumam Wu Jia yang terbayang sorot mata bengis Lan wu barusan.


"Kau...kau tidak pantas memarahi ku.."


Ujar Lan wu diiringi oleh munculnya tekanan dasyat sebelum wujud aura neraka terlihat jelas di mata Ning.


Wanita tersebut tampak berdesis kesal merasakan aura mengerikan yang mampu menekan dirinya.

__ADS_1


"Kau pikir ini dapat menghentikan ku.!"


Pancaran energi yang dikeluarkan Ning terlihat memenuhi langit dengan warna biru kemerah-merahan.


Dengan cepat ia berpindah dihadapan Lan wu yang berada dalam wujud aura neraka kemudian melancarkan serangannya.


Hiah.!


Matilah.!


Teriakan Ning terdengar menggema seiring dengan banyaknya jurus miliknya yang ia keluarkan untuk menyerang Lan wu.


Keduanya bertukar ratusan jurus di tanah hingga ke udara dan menciptakan kerusakan besar pada area sekitar.


Perlahan-lahan Ning yang mulai lelehan berhasil menghancurkan wujud aura neraka dan memaksa Lan wu berhadapan langsung dengannya.


Ia menancapkan pedangnya di tanahnya seraya menatap Lan wu yang bergerak mendekat.


Beberapa langkah sebelum tinju Lan wu mengenainya, mendadak dari dalam tanah muncul semburan api yang berhasil mengenai Lan wu.


Apakah berhasil?


"Apa...! Bagaimana mungkin..?!"


Sial, aku harus menghindar..!


Ning bergegas mundur usai mendapati sebuah tombak api raksasa yang kini menancap dihadapannya.


"Aku tidak bisa mengalahkannya tanpa menggunakan itu.."


Pikir Ning dengan ekspresi cemas.


Kini giliran Lan wu yang mendadak berhenti menyerang Ning. Wajahnya dipenuhi oleh rasa penasaran mendapati tekanan kuat yang berhasil menghancurkan beberapa tombak apinya.


"Dia bertransformasi.."


"Berlututlah dihadapan Dewa Phoenix yang agung.!"


Teriak Ning yang kini di punggungnya terdapat sepasang sayap emas dan sebilah pedang panjang ditangannya.

__ADS_1


__ADS_2