Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Kondisi Ning


__ADS_3

Lan wu kini telah berada di istana laut awan . Ia menyaksikan sendiri kondisi yang begitu memprihatinkan dari para murid yang saling menunjukan kemampuan mereka dengan pertarungan hidup dan mati .


Di saat seperti itu , terlihat juga seorang tetua laut awan yang begitu di kenali oleh lan wu .namun entah mengapa tetua tersebut justru melindungi salah satu kelompok dari murid tersebut , ia bahkan tak segan-segan untuk menyerang murid yang menuntun keadilan tersebut .


"Manusi ini tak pernah berubah ya ?" Ujar lan wu mendekat ke arah pada murid yang terlihat ketakutan akan aura milik tetua 19.


Lan wu menghunus pedang nya seraya menggendong xuya dengan tanganya yang lain . Tebasan lan wu mampu membuat tetua 19 dan murid lainya melompat mundur .


"Kurang ajar , beraninya kamu menyerang pemimpin istana laut awan " ujar tetua 19 dengan nada geram


Lan wu sebaliknya malah tertawa begitu kuat hingga membuat xuya pun ikut tertawa riang .


"Kau membuat ku marah !!" Tekanan tetua 19 seketika membuat xuya terdiam , xuya mengencangkan genggaman tangannya di baju lengan baju lan wu . Lan wu mengetahui bahwa xuya sedang menahan ketakutan nya namun ia tak berani menangis entah mengapa .


"Tetua 19, kau begitu jauh dari jalan mu . Bukankah sudah cukup beberapa pukulan ku saat berada di istana ?" Tanya lan wu seraya membuka caping nya .


Sontak Mursi yang berada di belakang lan wu segera memberi hormat usai mengetahui bahwa lan wu merupakan senior mereka dan murid yang paling berbakat di laut awan .


"Adik sekalian , apakah kalian bisa menjaga xuya untuk ku ?"  Ujar lan wu sembari menyodorkan xuya yang diam memandang bingung ke arah lan wu


"Tentu saja kakak sein " jawab seorang di antara mereka .


Lan wu menyuruh para murid tersebut untuk mengambil jarak darinya


Kini para murid tersebut paham mengapa lan wu menyuruh mereka untuk menyingkir dari dekatnya


Aura neraka lan wu membuat kaki mereka gemetaran meskipun telah menjaga jarak dari lan wu , ekspresi yang sama di tunjukan oleh tetua 19 beserta kolompok murid yang berada di belakang mereka .


Dengan cepat lan wu berada di depan tetua 19 yang kini melompat mundur usai menyadari keberadaan lan wu , namun pedang lan wu terlebih dahulu menebas putus lengan kanan dari tetua 19.


Tetua 19 merintih pelan berusaha menahan sakit yang begitu hebat di rasanya


"Kemampuan bocah ini .. mengapa begitu mengerikan ?" Tanya tetua 19 dalam hati . Ia tidak berfikir bahwa kemampuan lan wu akan jauh melampauinya dalam waktu yang singkat


"Aish...jangan bergerak lah tetua 19 . Aku akan kesulitan lagi jika hendak menebas leher mu " ujar lan wu menyeringai dan membuat tetua 19 menelan ludah akibat kengerian yang di tampakan eh lan wu


"Kau..tidak bisa membunuh tetua di sini , kau hanyalah seorang murid ..kau akan mendapat hukuman " gertak tetua 19 sembari tersenyum penuh maksud


Lan wu menggeleng pelan kepalnya sebelum kembali mengeluarkan jurus pedang sunyi miliknya .


"Alunan sunyi " ujar lan wu berhasil menguasai keadaan di sekitar nya .


Dengan cepat lan wu mengarah ke tetua 19 seraya mengeluarkan tusukan sunyi . Beberapa tusukan lan wu berhasil mengenai tetua 19 namun kembali tetua 19 masih dapat terselamatkan akibat instingnya yang begitu tajam


"Aku ingin menjadi ketua istana laut awan dan kau berkata jika kau merupakan ketua laut awan sekarang , jadi aku akan membunuhmu dan merebut posisi tersebut .apakah kalian semu keberatan ?" Lan wu menoleh ke sekelilingnya yang kini di penuhi oleh murid laut awan yang mengenali lan wu .


"Tentu saja tidak senior , pemimpin Ning telah menyerahkan posisi ketua sementara di tangan kakak senior . Sedangkan bajing*n ini hanya memanfaatkan situasi sekarang sebagai kesempatan baginya untuk merebut posisi kepemimpinan pemimpin Ning " ujar salah satu murid yang di ikuti oleh teriakan setuju dari lainya .


Wajah tetua 19 semakin memucat , ia tak menyangka bahwa lan wu bisa berada di laut awan . Selain itu kemampuan lan wu setidaknya telah menyentuh tahap dewa akhir bintang 5 atau 4 .


Tetua 19 terus memikirkan cara agar nyawanya dapat di selamatkan dari pedang lan wu yang siap menyerangnya kapan saja .

__ADS_1


"Dengarkan mereka tetua 19, sebaiknya kita segera bertanding " ujar lan wu bersiap mengerahkan jurus miliknya .


Tak di duga tetua 19 malah mengarah ke murid yang tengah menggendong xuya . Tetua 19 berfikir untuk mengancam lan wu menggunakan xuya sehingga ia secara pasti dapat mengendalikan lan wu semaunya .


"Oh .. hendak menyakiti nyonya kecil ku ?" Ucap lan wu memasang senyum menyeringai ke arah tetua 19 yang melaju dengan cepat ke arah xuya .


Seketika terbentuklah sebuah pisau api yang melesat lebih kencang di bandingkan dengan tetua 19 . Pisau tersebut menyerang tetua 19 yang kini mengeluarkan jurus nya . Serangan demi serangan tak dapat menghancurkan pisau api yang seperti tak tergores sedikitpun oleh serangan kuat milik tetua 19.


Pisau api tersebut menerjang tetua 19 dan tetua 19 menghindari serangan terus menerus dari pisau api milik lan  wu .  Pisau tersebut memaksa tetua 19 hingga berada di pertengahan antara lan wu dan murid yang menggendong xuya . Lan wu menatap tetua 19 yang memasang tampang kesal di wajahnya .


"Aku akan memperkenalkan mu sebuah jurus yang berhasil membunuh seorang tingkat dewa bintang 5 " ujar lan wu mengeluarkan tapak api iblis yang kini berada tepat di atas tetua 19.


 


Para murid yang menyaksikan jurus tersebut . Sontak menggeleng tak percaya dengan apa yang mereka saksikan , tekanan jurus tersebut bahkan mampu meretakkan pijakan tetua 19


Kini tetua 19 begitu frustasi usai terjebak dan tak memiliki jalan lain selain bertarung atau memohon belas kasih dari lan wu . Ia terus menatap jurus hebat tersebut dan tak dapat berbuat apa -apa .


Di situasi tersebut , mendadak muncul tetua 9 beserta tetua ke 6 yang berdiri tepat di samping tetua 19.


Mereka menatap dengan tatapan kaget usai menyadari asal dari tekanan hebat tersebut .


"Wah ...apakah sekarang para tetua ini hendak memebela si pemimpin laut awan ?" Tanya lan wu seraya tertawa kecil .


"Sein , aku mengerti perasaan mu . Bisakah kau menahan diri mu untuk tidak membunuh tetua 19 " ujar tetua 9 berusaha menenangkan lan wu yang masih tak menetralkan jurusnya


"Benar sein , kini kami semua tengah berusaha memulihkan kondisi dari pemimpin Ning , selain itu para tetua yang lainya tengaj mengikuti tetua 13 ke pertemuan besar di kekaisaran Yon " kini tetua 6 mendekati lan wu seraya menjelaskan kondisi Ning .


Di saat ke 2 tetua tersebut bingung hendak melakukan apa , sontak lan wu berpindah dengan sangat cepat dan menggunakan tusukan kilat yang mengenai tubuh tetua 19 dengan telak . Jurus tersebut mengakibatkan tubuh tetua 19 hancur menjadi beberapa bagian kecil .


Suasan tersebut tentu saja membuat yang menyaksikannya mengeluarkan isi perut mereka usai melihat berbahayanya jurus lan wu tersebut .


Lan wu membakar seluruh potongan tubuh tetua 19 dengan api iblis.  Tak memerlukan waktu lama untuk api iblis memusnahkan tubuh tetua 19 tersebut .


Lan wu menggendong xuya seraya menatap wajah ke 2 tetua yang pucat akibat menyaksikan tubuh tetua 19 yang hancur dengan satu jurus dari lan wu . Mereka bahkan tak sanggup menahan isi perut mereka ketika melihat kondisi yang mengerikan terjadi tepat di depan mata mereka .


"Ini merupakan pelajaran bagi kalian semua , jika kalian berani menyentuh xuya , maka kalian akan bernasib lebih buruk dari pada si brengs*k ini " ujar lan wu seraya menatap para murid yang menundukkan pandangannya dari tatapan mata lan wu .


Lan wu segera menyuruh ke 2 teta tersebut untuk menghukum murid pendukung dari tega 19 . Sedangkan lan wu kini mengarah ke tempat Ning .


Wajah lan wu berubah sedih usai melihat Ning yang terbaring di ranjang yang di letakan oleh beberapa murid perempuan di taman depan dari kediaman nya . Ning bahkan tak dapat merasakan kehadiran lan wu dan itu menandakan seluruh kemampuannya telah menghilang .


Ning bahkan tampak lebih kurus dari sebelumnya , ia hanya menatap langit dengan wajah sedih sembari memikirkan beberapa hal yang tidak di ketahui oleh lan wu .


" Murid menghadap kepada guru Ning , maaf baru bisa menemui guru sekarang " ucap lan wu seraya membungkukkan badannya yang di sambut oleh tatapan dari Ning .


Senyum seketika menghiasi wajah Ning . Ia tak menyangka bahwa lan wu akan datang menemuinya , terlebih lagi lan wu yang Bahakan telah jauh lebih kuat di banding pertama kali ia masuk di laut awan .


Lan wu menghampiri Ning yang terbaring di ranjangnya .


"Apakah kau berbuat nakal di luar sana. ?" Tanya Ning seraya berusaha menjitak kepala lan wu

__ADS_1


"Guru tenanglah , aku bukanlah ayah dari anak ini . Kebetulan aku menemuinya sesaat sebelum ibu dan seluruh keluarga nya tewas . Jadi aku memutuskan untuk merawat xuya " lan wu menaruh xuya di samping kepala Ning .


Xuya memegang rambut panjang Ning seraya tertawa gemas beberapa kali . Hal tersebut membuat Ning juga tertawa melihat tingkah menggemaskan dari xuya .


Lan wu meminta salah satu murid perempuan yang menjaga Ning untuk membawa xuya beristirahat dan meminta waktu agar ia bisa berbicara berdua dengan Ning .


Awalnya para murid tersebut keberatan , mereka bahkan tak mengenali lan wu . Terlebih lagi aura lan wu sangatlah kuat . Takutnya jika lan wu merupakan pembunuh bayaran yang di utus untuk mencelakai Ning .


Namun hal tersebut segera di bantah oleh Ning dan mempersilahkan ke 5 murid tersebut untuk menuruti perkataan lan wu .


" Aku akan mencoba menawarkan racun di tubuh guru dengan api suci milik ku " ujar lan wu membuat Ning tersendat nafasnya usai mengetahui jika lan wu memiliki api suci


"Ka..kau tidak bercanda kan ?" Ning bertanya dengan nada senang usai mengetahui jika obat dari racun 3 dunk dapat di hilangkan dengan api suci .


"Tapi ...itu membutuhkan tenaga seorang di tingkat permukaan abadi , meskipun kau memiliki api...." Ucapan Ning tertahan usai lan wu memberitahukan tingkatan yang di capai nya sekarang


"Guru .. aku telah berada di tingkat dewa abadi" ujar lan wu sembari mengalirkan api suci dalam skala yang begitu besar .


Ning meremas bantal nya semabdj Manahan diri agar tidak berteriak dan menganggu konsentrasi dari lan wu .


Lan wu mengaliri energi nya dalam jumblah besar dan menciptakan pelindung besar yang di selimuti oleh kobaran api suci di sekujur tubuh Ning . Lan wu terus mengaliri api suci hampir 2 jam lamanya . Ia berhasil mengeluarkan racun 3 dunia yang kini berada di luar tubuh Ning dan mengambang di sekitar bola api milik lan wu .


Lan wu mengerahkan tapaknya ke dada Ning seraya mengalirkan petir pengadil untuk membersihkan seluruh Meridian Ning yang tersumbat dan membantu melancarkan peredaran darah . Selanjut nya lan wu membuka 2 Meridian khusus Ning dan membawa Ning hingga mencapai tahap permulaan abadi dengan petir pengadil yang dikendalikan oleh lan wu dalam skala tertentu .


"Terakhir tanya perlu meningkatkan tulang nya " lan wu mengigit bibirny seraya menahan sakit di tanganya akibat pengontrolan petir pengadil yang telah melewati kemampuan kontrolnya .


Tenaga dalam lan wu banyak terkuras dalam proses penyembuhan tersebut namun lan wu tetap memaksakan dirinya hingga akhirnya ia berhasil menguatkan tulang Ning jauh lebih kuat di banding saat Ning berada di tingkat dewa akhir bintang 5 .


Lan wu menghela nafas bersamaan dengan keringat yang membasahi baju dan wajahnya .lan wu tersenyum melihat Ming yang tertidur pulas usai menahan sakit yang begitu hebat saat proses penyembuhan tersebut berlangsung . Lan wu kini duduk bersila di samping ranjang Ning seraya mengumpulkan energi nya kembali .


Mendadak lan wu tersungkur di tanah akibat sebuah pukulan hebat yang menghantam punggungnya .


Lan wu memuntahkan darah segar dan mengalami sesak nafas akibat proses pengumpulan energi nya di batalkan. Secara paksa . Lan wu menahan dadanya yang serasa terbakar akibat ledakan energi murni yang terjadi di dalam tubuhnya saat proses mengumpulkan energi nya di batalkan .


"Beraninya kau membuat guru seperti ini " ujar perempuan yang menatap lan wu dengan tatapan marah .


"Nona anda salah paham .. aku hanya menetralkan racun yang ada di tubuh guru Ning " jawab lan wu sembari menahan sakit di dadanya .


Dari mulut lan wu terus mengeluarkan darah segar yang menandakan buruknya kondisi lan wu saat ini .


"Kau akan berada di tempat anak mu segera !!"ujar perempuan tersebut sembari menerjang lan wu dengan jurus miliknya .


Lan wu mendadak menjadi begitu marah usai mendengar perempuan tersebut melakukan sesuatu kepada xuya .


Lan wu melompat mundur sembari mencabut pedang dari pinggangnya . Lan wu menggunakan jurus penggeser waktu dan seketika berada tepat di depan perempuan yang masih terkejut akan kedatangan lan wu yang tak mampu dilihat oleh matanya . Lan wu menebas pedangnya ke leher wanita yang mematung tak dapat berbuat apa -apa usai melihat pedang lan wu yang hanya berjarak beberapa senti dari lehernya .


"Arghh..." Lan wu kembali memuntahkan darah segar seiring dengan pandanganya menjadi kabur .


Samar-samar ia melihat seseorang datang dan memukul mundur gadis yang mencoba menyerang lan wu usai lan wu kehilangan kesimbanganya.


Dalam pikiran lan wu hanya ada xuya yang begitu di cemaskanya . Jika ia tidak terluka akibat serangan mendadak gadis tersebut , sudah pasti baginya untuk menjadikan kepala gadis tersebut sebagai makanan anjing .

__ADS_1


__ADS_2