
Lan wu menarik pedangnya lalu menangkis serangan pria tersebut. Lan wu mengayunkan sarung pedangnya ke sisi lain pria tersebut dan sontak ia melompat mundur sembari tersenyum puas.
"Giliran ku.." sahut yang satunya sembari melancarkan pukulannya kearah Lan wu.
Mereka bertukar beberapa jurus yang perlahan-lahan semakin meningkat hingga menciptakan tekanan hebat dari pertemuan jurus atau serangan mereka.
"Matilah..!" Teriak pria berambut merah seraya tersenyum menyeringai mengeluarkan jurusnya.
Dengan tenang Lan wu menghindari serangan tersebut seraya menyentuh pedang aneh milik Zeji hingga terlihat kobaran api menjalar di pedangnya.
Nampak Zaji menggunakan energi nya untuk mendorong Zeji menjauh dari pedangnya tersebut. Wajah Zaji kini terlihat serius menatap kearah Lan wu yang melayang tenang di udara.
"Mundur, sebaiknya kita melaporkan hal ini kepada kaisar dewa" ucap Zaji dengan suara pelan namun dapat di dengarkan oleh Lan wu.
"Cih.. kau pikir aku ingin mundur.. akan ku robek mahkluk rendahan ini lalu ku minum darahnya..!" Geram Zeji seraya menatap tajam kearah Lan wu.
Tanpa bicara banyak Zeji menerjang Lan wu dengan seluruh kemampuan miliknya. Tubuhnya terlihat berubah bentuk menjadi raksasa dengan tanduk berwarna merah di kepalnya.
Ia mengarhkan pukulannya yang di penuhi oleh energi dalam jumblah yang begitu besar hingga menciptakan badai dari tekanan pukulan nya..
"Keluarlah naga kiamat" ucap Lan wu bersamaan dengan munculnya sosok naga besar menyayat putus kepala Zeji menggunakan cakarnya.
Pukulan Zeji terhenti tepat beberapa senti dari tubuh Lan wu yang masih berdiri tenang tanpa bergerak sedikitpun. Lan wu mengeluarkan api abadi dan membakar tubuh Zeji lalu mendekati Zaji yang terlihat begitu marah.
"Aku berharap dapat pergi ke alam kalian dan menemui keluarga mu untuk mengantarkan saudara mu pulang.. sayang sekali itu tidak mungkin hingga aku memutuskan untuk berbaik hati mengurusi jasad saudara mu" ujar Lan wu dengan tatapan dingin.
__ADS_1
"Bajing*n..! Lihat saja nanti aku sendiri yang akan menguliti mu dan mempersembahkan darah mu kepada kakak ku..!" Ujar Zaji yang mendadak terbang menjauh dari Lan wu.
"Mau kabur?" Tanya Lan wu seraya berpindah dengan cepat ke hadapan Zaji yang begitu terkejut akan kemunculan Lan wu.
Lan wu terlihat menggerakkan tangannya kearah bawah dan terlihat sebuah tangan besar dari api abadi menindih tubuh Zaji hingga hancur berkeping-keping.
Lou yu dan lainya yang telah pulih nampak begitu keget melihat Lan wu yang dengan mudah menghabisi 2 orang dari 10 utusan langit dengan kemampuan begitu mengerikan.
Di mata Lan wu kemampuan kedua orang tersebut hanya seperti bocah tanpa kedua orang tuanya. Lan wu meninggalkan mayat kedua orang tersebut dan bergerak dengan cepat kearah belakang.
Terlihat di bagian gabungan dari 8 kekuatan utama di tambah sakte-sakte termasuk Fei dan ketua sakte teratai putih yang tengah bertarung habis-habisan melawan puluhan pasukan musuh.
Dari musuh-musuh tersebut, terlihat 5 orang yang begitu hebat tengah di hadapi para tetua dari 8 kekuatan utama, sedangkan Fei bertarung dengan seorang wanita yang bersenjatakan panah.
"Aura neraka.. majulah..!" Ucap Lan wu yang membentuk 2 wujud sempurna dari aura neraka.
Aura tersebut menerjang pasukan musuh yang mengepung pasukan alam dewa dan para tetua dari 8 kekuatan utama.
Dalam waktu singkat aura tersebut berhasil menghabisi sekitar 200 pasukan musuh di bantu oleh pasukan alam dewa yang tersisa.
Lan wu melompat turun dan berdiri tepat di tengah-tengah antara pria paruh baya dan ketua sakte teratai putih. 2 wujud auranya bergerak dengan sendirinya membantu Fei serta para tetua dari 8 kekuatan utama.
Jumblah tetua sekitar 20 orang yang tersisa di Medan perang tersebut, para tetua itu berhadapan dengan 5 orang musuh yang telah menghabisi banyak anggota mereka.
Fei sendiri mulai terlihat kelelahan usai mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk menghabisi pasukan musuh. Hapir 5 hari Fei bertarung tanpa henti seraya mengeluarkan kekuatan dari kebangkitan darah.
__ADS_1
"Pahlawan besar rupanya telah datang.." gumam pria paruh baya yang melayang di hadapan Lan wu dan kepala sakte.
"Lan wu.. kenapa kau datang sekarang..?!" Tanya ketua sakte dengan nada sedikit geram.
"Tentu saja untuk mengakhiri perang ini.!" Jawab Lan wu seraya memegang pedang sunyi dan pedang kiamat di kedua tangannya.
Ia menerjang pria tersebut dengan kecepatan penuh hingga menimbulkan tekanan angin besar dari langkah nya. Pria tersebut terlihat tidak kaget melihat kemampuan Lan wu yang berada diatas para tetua lainya.
Mereka beradu jurus di udara hingga menimbulkan sayatan angin yang membelah tanah di sepanjang area mereka bertarung.
Pedang sunyi dan kiamat bergantian menerjang senjata enegi dari musuh di hadapannya.
"Tarian pedang sunyi" ujar Lan wu mengerahkan jurusnya dengan begitu gesit.
Gerakan pedang Lan wu beberapa kali tidak sanggup untuk di tangkis ataupun di hindari musuhnya, perlahan-lahan terlihat sobekan baju beserta darah segar yang mengalir dari tubuh pria paruh baya yang nampak mulai kelelahan.
"Tapak dewa.!" Ucap pria tersebut mengerahkan telapak tangannya yang bersinar terang kearah perut Lan wu.
Sontak Lan wu menyilangkan kedua pedangnya di depan untuk menahan serangan mendadak yang tidak ia prediksi sebelum.
Lan wu terseret mundur bersamaan dengan pria paruh baya yang mendorong Lan wu menggunakan tapaknya kearah tanah.
Tekanan hebat dari jurus tersebut sedikit menyulitkan Lan wu untuk menyerang balik..
Mendadak.. "jlebb..!" Sebuah tombak berhasil menusuk perut pria paruh baya tersebut dari arah bawah.
__ADS_1