Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
kuil naga 2.55


__ADS_3

Lan wu kini kembali berpikir seandainya jika ia melihat secara langsung keadan pedang dewa, akan kah ia sanggup untuk menahan amarahnya.


Lan wu sedikit takut jika ia melakukan tindakan yang sama seperti saat membantai seluruh orang-orang emas biru hingga musnah dari kekaisaran QIN.


Ia sedikit ragu untuk mengunjungi pedang dewa, akan sangat gawat jika pelatihan serta persiapan untuk menghadapi kekacauan besar kembali tertunda.


"Sepertinya aku harus menahan diri sedikit lebih lama" gumam lan wu sembari mempercepat lajunya.


Beberapa saat di udara, akhirnya lan wu sampai di sebuah kota besar yang terdapat ukiran 2 naga saling melilit di gerbang kota tersebut.


Tanpa basa-basi ia segera mencari tempat untuk bertanya dan menyerahkan sebuah lencana pemberian naga dewa. Tidak lama berjalan, lan wu akhirnya bertemu dengan seorang pria yang tengah berjalan beriringan dengan beberapa pemuda dan gadis.


"Permisi tetua, aku hendak bertanya dimanakah aku bisa bertemu dengan naga dewa?" Tanya lan wu sontak mengejutkan pria tersebut.


Ia menatap lan wu dari kaki hingga kepala seraya menarik jangut panjangnya.


"Dari mana asal mu? Mengapa kau bisa mengenali leluhur naga?" Tanya prai tersebut dengan wajah heran.


"Aku bertemu dengan naga dewa saat berada di alam fana" ucap lan wu singkat.


Pria tersebut sontak mengenali lan wu, ia memang telah lama di tugaskan untuk menjemput seorang pemuda dari alam fana oleh naga dewa.


Akan tetapi setelah pertemuan lan wu dengan naga dewa di teratai putih, pria tersebut tidak lagi di tugaskan oleh naga dewa.


"Jadi kau orang yang di katakan oleh leluhur naga? Hmm.. tidak salah leluhur naga begitu memandang mu" ujar pria tersebut dengan nada senang.

__ADS_1


"Ikutlah dengan souzi, dia akan mengantarkan mu ke tempat leluhur naga" sambung pria tersebut sembari menyuruh seorang gadis menuntun lan wu.


Setelah pamit, lan wu langsung berjalan mengikuti garis tersebut yang berjalan di depan lan wu. Mereka berjalan dalam diam tanpa saling berbicara atau menyapa.


Lan wu sendiri memang tidak begitu ingin berbicara. Ia hanya ingin sampai dengan cepat di hadapan naga dewa, setelah itu barulah memikirkan tujuan selanjutnya.


Kini mereka sampai di sebuah kuil besar yang memiliki tekanan aura kuat. Gadis yang mengantar lan wu nampak mengeluarkan energi besar untuk menghalangi tekan dari kuil tersebut.


Nampak gadis di depan lan wu sedikit terkejut melihat lan wu yang tidak menggunakan energi nya untuk menghalau tekan aura tersebut.


"Dengan kondisi fisik serta jiwa ku, tekanan setingkat ini bukan masalah besar" pikir lan wu seraya mempercepat langkahnya.


Mendadak gadis di hadapan lan wu berlutut dengan wajah kesakitan, sontak lan wu berlari kearah depan sembari mengeluarkan 40% aura neraka miliknya.


"Te.. terimakasih" ucap pelan gadis tersebut yang kini sanggup berdiri.


Tekanan tersebut semakin bertambah seiring dengan lan wu yang telah memasuki 5 tangga terakhir. Lan wu sedikit khawatir akan kondisi jiwa dari gadis di sampingnya yang nampak hampir mencapai batasnya.


"Apakah hanya orang tertentu yang bisa menemui naga tua itu..?" Pikir lan wu yang entah mengapa sedikit kesal.


"Masa bodoh.!! Hancur lah.!" Teriak lan wu seraya mengeluarkan seluruh aura neraka miliknya.


Nampak terdengar gemuruh besar seiring dengan hilangnya tekan aura di kuil tersebut.


"Siapa yang berani merusak tempat pelatihan ku..!" Ujar suara besar yang membuat lan wu sedikit gemetaran.

__ADS_1


"Anak ini..!! Apakah kau tidak bisa naik ke atas tanpa menghancurkan?" Geram naga dewa yang menyemburkan hawa panas dari nafas nya.


Naga emas memajukan wajahnya hingga berada tepat di depan lan wu dan gadis tersebut. Wajah gadis tersebut nampak begitu ketakutan melihat wajah geram dari naga dewa.


"Hey naga tua.!!" Panggil lan wu seraya memukul wajah naga dewa hingga mundur beberapa senti dari depan lan wu.


"Kau menakuti gadis ini" sambung lan wu seraya tersenyum canggung.


"Hais.. sifat mu sama persis dengan naga hitam, aku tidak mau berdebat lagi dengan mu. Masuklah.!" Ujar naga dewa denagn nada pasrah.


"Nah.. dari tadi dong" jawab lan wu tersenyum lebar seraya memasuki kuil tersebut.


"Kau pergilah ke ruang guru mu, katakan padanya lan wu telah datang" ucap naga dewa kepada gadis tersebut yang merupakan murid inti dari naga hitam.


Gadis tersebut mengangguk sembari berjalan ke sisi lain kuil tersebut, sementara naga emas ikut masuk kedalam kuil untuk menghampiri lan wu.


Di dlaam kuil lan wu melihat 4 kursi besar dengan ukiran naga yang memiliki warna bebeda. Di atas kursi tersebut terdapat sebuah ukiran api dengan bentuk cakram.


Hanya terdapat 2 api yang berkobar, sementara 2 lainya padam. Hal tersebut sedikit membuat lan wu penasaran. Belum sempat ia mendapatkan petunjuk, mendadak naga dewa telah berada di salah satu kursi yang apinya menyala.


"Hais.. mengapa begitu lama bagi mu untuk sampai di tempat ini?" Tanya naga dewa yang kini berwujud manusia.


Lan wu sedikit terkejut melihat wujud manusia milik naga dewa yang begitu gagah dan memiliki wajah yang tampan.


"Hey.. wujud siapa yang kau tiru?" Tanya lan wu dengan nada mengejek.

__ADS_1


"Ish..." Kesal naga dewa seraya melayangkan sebuah kursi untuk lan wu duduk.


Lan wu kemudian memulai pembicaraannya mengenai kemunculan ras iblis dan kebangkitkan darah ras naga di alam fana.


__ADS_2