Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Tantangan 2.20


__ADS_3

Mereka yang menggunakan kekuatan sebagai pengukur suatu kasta, adalah kumpulan kesombongan yang hanya bertahan sementara. Lan wu membuktikan bahwa perbedaan sistem dan kultivasi antara alam fana dan lainya, tidak menghambat dirinya untuk mengguncangkan langit dengan jurus yang ia dapatkan dari alam fana.


Hanya ada satu hal yang pasti, apakah kau dapat memaksimalkan kemampuan tersebut? Atau justru berhenti pada tahap tertinggi di sebuah tempat.


...


Lan wu berada di halaman belakang villa milik Lou yu, ia tengah melatih Chu beberapa langkah pedang serta mempertajam insting Chu. Chu jelas memiliki kemampuan hebat yang ia dapatkan dari ribuan energi saat ia masih berada dalam bentuk pusaka langit. Chu juga memiliki ke unggulan berupa kualitas tubuh yang sangat kuat dan setara dengan kualitas tubuh milik Jen.


Meskipun demikian, namun gerakan Chu sangatlah kaku. Tentu saja ia sebelumnya tidak pernah belajar bagaiaman cara menyerang dan menghindari serangan dari lawan. Beruntung bahwa Chu memiliki pemahaman yang lebih tinggi dari manusia pada umumnya, ia dengancepat dapat menghafal serata menerapkan apa yang di praktekkan oleh lan wu.


Jurus dasar yang di ajarkan oleh lan wu hanyalah sebagai penguat fondasi serta memperdalam pemahaman Chu dalam berpedang. Gerakan langkah pedang sangat penting dalam seni berpedang, jika langkah dalam berpedang sedikit kaku maka akan mudah terbaca oleh lawan, dan pertarungan tersebut sudah mustahi untuk di baliakan.


Lan wu mengamati pergerakan Chu yang memang masih sangat kaku, ia akhirnya memutuskan untuk mengajarkan langkah iblis kepada Chu.


Beberapa hari telah berlalu, pergerakan Chu dalam berpedang semakin baik. Entah dari mana Chu mendapatkan jurus pedang yang begitu kuat. Lan wu menerka mungkin saja sewaktu Chu masih berbentuk pusaka langit, ia pernah di gunakan untuk menyimpan energi jurus tersebut dan secara tidak langsung ia memperlajari salah satu dari jurus pedang kuat di alam nirwana.


"Baikalah Chu, aku akan menjadi lawan tanding mu. Peraturannya sangatlah sederhana, jika kau berhasil merebut merebut sehelai kain ini dari ku, maka kau akan menang. Usahakan kau merebutnya sebelum tepat 5 jam" ujar lan wu ke arah Chu yang kini menatap kain di tangan lan wu.


Chu bergerak cepat ke arah lan wu, melihat Chu yang telah berada di depanya lan wu segera melangkah ke samping seraya memukul tangan Chu yang hendak mengambil kain tersebut dari nya. Chu kini kembali menerjang lan wu seraya terus menggerakan kedua tangannya untuk meraih sehelai kain yang seakan tak ingin di sentuh oleh Chu.


Di setiap gerakan Chu, lan wu selalu memberikan beberapa masukan seraya menyuruh Chu untuk lebih fokus pada geka lawan.


Telah berlalu 1 jam. Napak Chu yang sedikit kelelahan usai terus mencoba mengambil kain tersebut dari tangan lan wu. Chu nampak berfikir sejenak seraya mengamati kaki lan wu yang diam tak bergerak. Chu tersenyum lebar seraya mengetahui cara untuk mengambil kain tersebut dari tangan lan wu.


Ia melaju dengan cepat ke arah lan wu seraya memasang senyum yakin di wajahnya. Lan wu merasa sedikit heran menyaksikan ekspresi Chu.  Jarak tangan Chu dari kain yang di pegang lan wu hanya berjarak beberapa senti. Lan wu segera menggerakan kakinya untuk berpindah ke arah kanan, tanpa di sangka nampak Chu yang terlebih dahulu berpindah dan nyaris memegang kain tersebut, lan wu dengan cepat menghentikan langkah seraya tersenyum kagum  ke arah Chu.


"Apa.?!" Kaget lan wu seraya tersungkur usai Chu menjegal kaki lan wu.


Nampak kain putih yang berada di tangan lan wu telah berpindah ke tangan Chu. Chu begitu bangga melihat kain tersebut di tangannya. Ia tak berhenti tersenyum seraya sesekali melompat kegirangan.


"Hais...apakah sebuah kain dapat membuat mu begitu senang? Jiku mau aku akan memberikan banyak kain kepada mu nantinya" ujar lan wu seraya mengusap punggungnya yang terbentur di tanah.

__ADS_1


"Tuan bolehkah aku menyimpannya?" Tanya Chu denga wajah penuh harap.


"Baikalah, kau boleh menyimpannya. Lanjutkan latihan mu dan ingat apa yang ku sampaikan tadi" ujar lan wu seraya berjalan meninggalkan Chu yang masih terus menatap kain di tangannya tersebut.


Chu mengikatkan kain tersebut di gagang Pedangnya kemudian kembali melanjutkan pelatihannya.


...


Sementara di balai utuma, nampak ketua sakte teratai putih yang tengah mengarahkan para tetua untuk mempersiapkan diri menghadapi kebangkitan darah dari Fei. Mereka sedikit tidak percaya bahwa ras legenda masih ada di dunia tersebut dan sedang menunggu kebangkitan darah di tubuh Fei. Misi keluar sakte untuk sementara di berikan dan mereka fokus pada pertahanan serta membangun tempat khusus untuk menekana kekuatan darah yang terbagkit dari tubuh Fei.


"Cih..bocah itu selalu mendahului ku" kesal hanzeng seraya tersenyum lebar.


Posisi hanzeng telah memenangi peringkat 2 dari sepuluh peringkat besar di menara. Ia masih belum sanggup untuk menggeser lan wu yang merupakan pemilik dari peringkat pertama. Nama lan wu semakin terkenal usai di nyatakan sebagai Muis paling berbakat di teratai putih. Kebencian serta kecemburuan tidak dapat di abaikan oleh murid yang telah berlatih begitu lama di teratai putih.


Fui merupakan salah satu murid yang paling sering menemui Lou yu untuk menanyakan keberadaan lan wu. Ia ingin bertarung dengan lan wu dan merebut peringkat satu dari nya. Lou yu tentu tidak mengijinkan nya, terlebih lagi lan wu yang tengah fokus untuk mempersiapkan diri demi menekan kemampuan dari Fei nantinya.


Hingga terjadilah sebuah situasi dimana lan wu secara terang-terangan di tantang oleh Fei melalui menara pengumuman. Lan wu yang mendengar namanya di sebut berkali-kali menjadi sedikit terganggu dalam pengendalian wujud aura milik nya. Setelah menyaksikan dirinya yang tidak lagi dapat bersembunyi, akhirnya lan wu menggunakan pesan suara dan menerima tantangan tersebut 2 hari kedepan.


Dalam dua hari tersebut, lan wu terus menerus berlatih dan memahami perubahan serta kendalinya terhadap wujud auranya. Ia menggabungkan tapak api dengan tangan neraka dari wujud neraka miliknya. Berkali-kali lan wu terpental ke tanah usai penggabungan tersebut saling bertolakan, namun lan wu tetap mengulanginya hingga ia sendiri tidak sanggup untuk kembali berdiri usai terpental berkali-kali.


Lan wu terbaring hingg malam, usai merasakan tubuhnya dapat di gerakan. Ia memutuskan untuk membersihkan diri kemudian menyerap kembali enegi hitam untuk memulihkan beberapa enegi lan wu yang terkuras akibat latihannya tadi sore.


Energi hitam telah sedikit berefek pada lan wu, ia sekarang tidak mudah merasakan kelelahan dan dapat berkali-kali menggunakan tapak suci dan pedang api semaunya, namun di pada pertandingan yang akan di hadapi lan wu besok ia tentu tidak dapat menggunakan jurus yang begitu mematikan seperti tapak api dan pedang iblis. Lan wu berencana akan mengandalkan jurus pedang dan menjadikan wujida uara neraka dan jurus ciptaan lan wu yang telah ia Sempurnakan.


"Sudah waktunya untuk menguji roda api tiga dasar, aku akan mengejutkan mereka dengan jurus imut ku" lan wu tersenyum sesaat kemudian kembali fokus dalam penyerapan energi hitam.


Setalah mengumpulkan nergi yang cukup. Lan wu memutuskan u tuk tidur lebih awal, ia tidak ingin mengalami gangguan lain akibat kurang istirahat.


**


Mentari pagi memancarkan cahaya yang menerobos masuk melalui jendela kamar lan wu. Lan wu beranjak dari tidurnya sembari berjalan pelan ke arah kamar mandi.

__ADS_1


Usai mandi, lan wu dengan telah berada di ruang tamu seraya menatap Lou yu yang tengah menikmati teh dengan tenang. Lan wu menghampiri Lou yu seraya menyapa.


"Apakah kau serius ingin melawan fui? " Tanya Lou yu dengan wajah khawatir.


"Tentu saja, aku akan di bilang pengecut jika tidak menerima tantangan tersebut secara langsung. Menurutku ini juga merupakan kesempatan yang bagus untuk menguji kemampuan ku." Jawab lan wu seraya di penuhi dengan senyum tenang.


Lou yu hanya menggaruk pasrah dan tidak berniat menahan lan wu untuk bertanggung, meskipun kan wu memiliki energi hitam tetapi fui bukanlah orang yang mudah untuk di kalahkan. Terlebih lagi fui telah mengalami peningkatan begitu pesat akhir-akhir ini. Mustahil bagi lan wu untuk kelar sebagai pemenang pada pertandingan tersebut.


"Adik lan, berhati-hatilah" ujar Lou yu sesaat sebelum lan wu melewati pintu keluar.


Lan wu tersenyum geli usai membayangkan wajah Lou yu jika mengetahui bahwa lan wu merupakan orang pertama dari alam dewa yang mengacak-ngacak kerajaan langit. Jika saja ini merupakan perang, tentu saja lan wu tidak akan ragu untuk mengeluarkan seluruh kemampuan miliknya.


Lan wu terus mengingatkan dirinya untuk tidak meremehkan lawan bertarung nya.


Lan wu berjalan pelan kearah arena yang di tentukan oleh fui untuk melangsungkan pertarungan mereka.


Dari ke jauhan lan wu dapat melihat kerumunan murid yang berdiri di bawah arena seraya menanti pertarungan antara fui melawan lan wu. Lan wu sedikit merasa gugup, untuk pertama kalinya ia bertarung di tempat terbuka dan di saksikan oleh seluruh murid teratai putih.


"Wah itu lan wu yang menduduki peringkat satu menara, aku penasaran bagaimana kemampuanya?" Ujar salah satu murid seraya menatap lan wu


"Tentu saja sangatlah hebat, jika tidak bagaiamana bisa dia di akui dan menjadi begitu dekat dengan ketua sakte" balas satunya.


Lan wu tersenyum geli mendengar perbincangan dari kedua murid tersebut. Lan wu menarik nafasnya seraya menatap ke arah fui yang sedari tadi menunggu kedatangan lan wu.


"Ku pikir kau tidak akan datang" ujar fui dengan nada datar.


"Aku lan wu, datang memenuhi janji ku" ujar lan wu seraya mendarat tepat di depan fui.


Keduanya saling bertatapan dalam keadaan diam, seluruh murid yang menyaksikan ikut merasakan sensasi tersebut. Terlihat tangan lan wu yang bersiap menarik pedang sunyi dari sarungnya.


"Klak.." lan wu menarik pedangnya seraya berlari ke arah fui.

__ADS_1


Di sisi lain nampak fui juga melakukan hal serupa, kedua tangan fui terlihat di selimuti oleh api putih yang berbentuk pedang tanpa gagang.


Nafas seluruh murid tertahan seraya menebak apa yang akan terjadi usai kedua pedang mereka saling bertemu.


__ADS_2