
"apa yang kalian berdua bicarakan? Sepertinya sangat serius" ujar lan wu yang baru sampai di tempat Huanlin dan gurunya.
Keduanya menatap lan wu se saat sebelum mempersilahkan lan wu untuk duduk di dalam pondok tersebut. Usai lan wu duduk, Huanlin mulai membuka pembicaraan nya.
"Apakah kau masih ingat dengan janji yang beberapa Minggu lalu aku katakan?" Tanya Huanlin sedikit merubah eskpresi lan wu.
"Kau sudah bebes jika kau ingin mengunjungi pedang dewa, tapi aku hanya berpesan jangan terlibat lebih jauh dalam konflik di alam fana. kau masih harus meningkatkan pelatihan mu lebih jauh lagi" jelas Huanlin mengingatkan.
"Benar, selain itu kau juga harus mencari murid dari serigala putih, dan memintanya agar menyerahkan kunci belenggu dari singa iblis" sambung pendekar kelana.
Lan wu terdiam sejenak seraya menatap kearah langit. Pikirannya begitu gusar, ia sedikit bertanya, apakah ia dapat menahan diri usai menyaksikan kondisi pedang dewa nanti.
"Aku tidak dapat menjamin nya paman. Aku memang telah menebak bahwa kondisi pedang dewa tidak lagi seperti dulu. Banyak hal yang ingin ku tanyakan kepada kakek Jian dan paman Yuan. Aku hanya ingin mendapatkan jawaban ku, dan berjanji tidak akan terlibat lebih jauh dalam situasi di alam fana" ujar lan wu yang tanpa sadar mengubah ekspresi wajah Huanlin dan pendekar kelana.
Keduanya tau betul bahwasanya Jian dan yuan telah gugur di pertarungan tersebut, akan tetapi mereka sengaja menyembunyikan hal tersebut dari lan wu.
"Baiklah.. aku akan mengutus beberapa jendral untuk mengawasi mu dari kejauhan" sambung Huanlin dengan nada tenang.
Usai 3 jendral Huanlin tiba, lan wu segera memohon diri dan berangkat terlebih dahulu menuju ke sakte teratai putih. Ia hendak menjemput Chu dan bersama-sama pergi mengunjungi pedang dewa.
Lan wu bergerak dengan sangat cepat, sementara ketiga jendral utusan Huanlin mengikuti dari kejauhan. Tidak beberapa lama akhirnya lan wu sampai di teratai putih, yang nampak begitu ramai berbeda dengan dulu.
Lan wu mendarat tepat di depan gerbang sakte, dan meminta izin untuk memasuki sakte tersebut. Usai mendapat izin, lan wu segera bergerak menuju kediaman Lou yu.
Di perjalanan, lan wu bertemu dengan beberapa murid sakte luar yang berjalan secara berkelompok. Ada juga yang berjalan bersama dengan tetua dari sakte mereka.
Pemandangan tersebut sedikit membuat lan wu penasaran akan tetapi lan wu memutuskan untuk menanyakan hal tersebut kepada luo yu.
"Wah.. mengapa begitu ramai di sini?" Tanya lan wu yang melihat beberapa tetua serta murid tengah berdiri di halaman Lou yu.
Tanpa basa-basi, lan wu langsung memasuki kediaman Lou yu sembari mengawasi sekitarnya untuk menemukan keberadaan Lou yu atau beberapa murid yang di kenalnya.
"Sungguh saudara Chu memang berbakat, dalam waktu 1 tahun kau sudah berhasil menembus peringkat 1 dalam jajaran 10 peringkat besar" ujar seorang pria yang tidak lain adalah Taichung.
Taichung dan beberapa murid lainnya telah di angkat menjadi murid khusus dan di latih secara rahasia oleh seorang tetua yang tidak pernah menampakkan dirinya.
"Kakak cung terlalu memuji, jika bukan karena kakak dan lainya telah menjadi murid khusus, mana mungkin aku dapat berada di peringkat 1" jawab Chu dengan senyum canggung.
Lan wu yang melihat keduanya, akhirnya berjalan mendekat.
"Lama tidak bertemu ya.. saudara cung" ujar lan wu seraya berjalan mendekat.
"Hahahaha.. wajah mu sangat berbeda dari yang dulu" jawab Taichung seakan mengenali sosok lan wu.
"Hah.. ku pikir kau akan terkejut" jelas lan wu sedikit kesal.
"Jika bukan karena Fei yang menjelaskan hal tersebut kepada kami, bagaimana mungkin aku bisa mengenali mu" jawab Taichung seraya menepuk pundak lan wu.
Sementara Chu hanya diam dan memberikan kesempatan kepada Taichung untuk bercakap dengan lan wu.
__ADS_1
"Sungguh mengejutkan, kau bahkan telah menjadi sangat kuat" ujar lan wu seraya menatap Chu yang mendadak salah tingkah.
"Ah.. tuan terlalu memuji, di bandingkan dengan tuan aku masih belum ada apa-apanya" jawab Chu seraya memberi hormat.
"Anak ini.. masih saja begitu hormat kepada ku" ucap lan wu seraya menepuk pundak Chu.
Lan wu kemudian di bawa oleh Taichung untuk menemui hanzeng dan lainya yang tengah berkumpul di halaman belakang kediaman luo yu.
Di perjalanan Taichung menjelaskan kepada lan wu mengenai keberadaan para murid serta tetapi sakte lain di teratai putih.
"Semenjak kepergian mu, teratai putih secara resmi menunjukkan dirinya di dunia luar. Kami mendapat dukungan dari ras naga, dan beberapa sakte besar di alam dewa, dan setiap beberapa bulan dalam setahun akan di adakan pertandingan memperebutkan tiket masuk kedalam makam leluhur teratai putih" jelas Taichung semabari menunjukkan para murid yang ikut dalam pertandingan.
"Jadi makam dari leluhur telah di temukan ya.." ucap lan wu.
"Benar, dengan bantuan ras naga, serta beberapa tetua tinggi di teratai putih" sambung Taichung kini menarik perhatian lan wu.
"Aku begitu penasaran dengan tetua tinggi yang kau sebutkan" tanya lan wu sembari memegang ujung dagunya.
"Hahahaha.. nanti kau akan melihat nya pada pertandingan pembuka yang akan di mulai esok hari di lapangan utama" jelas Taichung menambah rasa penasaran lan wu.
Tanah di sadari mereka bertiga telah Samapi di tempat hanzeng dan lainya. Hanzeng tengah mengarahkan beberapa murid, sementara Fei terlihat tengah berbincang dengan dang wu.
"Hanzeng.. ada yang ingin mengajak mu bertarung.!" Teriak Taichung sontak membuat hanzeng berbalik.
"Kepar*t mana yang berani..!" Jawab hanzeng seraya tersenyum penuh semangat.
"Bocah ini..! Kemana saja kamu..!" Teriak hanzeng dengan nada emosi.
Ia dengan cepat memukul lan wu hingga mundur beberapa langkah kebelakang.
"Kau ini.!! Kalau mau pergi ya bilang dong.!! Bikin orang khawatir saja.!" Geram hanzeng seraya menarik kerah baju lan wu.
"Ehem.. kita di lihat orang nih.!" Ucap lan wu memasang senyum canggung.
"Hais..!" Keluh hanzeng melepaskan lan wu.
"Selamat datang kembali bajing*n" ujar hanzeng seraya menyembunyikan wajah senangnya.
Lan wu hanya tersenyum melihat tingkah hanzeng. Sementara Fei terlihat mematung seraya menatap lan wu yang berdiri tepat di samping hanzeng dan Taichung.
Ia seakan segan untuk menyapa lan wu usai kejadian beberapa waktu lalu sebelum lan wu meninggalkan dirinya di area ras harimau.
"Kau pasti bercanda.!!" Kaget hanzeng yang sedari tadi tidak menyadari tingkat pelatihan lan wu.
"Tingkah 1000 lingkaran energi..?! Apa kau bercanda..!!" Teriak hanzeng dengan nada kaget setengah tidak percaya.
"Em.. apa itu begitu hebat ya.?" Tanya lan wu sedikit terganggu dengan tatapan orang-orang di sekitarnya.
"Tentu saja bodoh.!! Kau pikir masuk akal menerobos tingkat 1000 lingkaran energi dalam waktu 1tahun? Selain itu tingkat pelatihan mu dulu masihlah begitu rendah" jawab hanzeng tak habis pikir.
__ADS_1
Sementara Taichung dan lainya nampak begitu kagum akan mencapaian lan wu. Mereka tidak menyangka bahwa lan wu sanggup melampaui mereka dalam waktu yang terbilang singkat.
"Hey..! Apa-apaan senyum itu? Kau mengejek ku?" Tanya hanzeng seraya memajukan mukanya menatap lan wu dengan kesal.
"Tentu saja tidak.. aku hanya senang dapat melihat kalian kembali" jawab lan wu memasang senyum tenang.
Nampak hanzeng dan lainya hanya tersenyum mendengar ucapan lan wu.
"Apa yang membuat mu ingat pulang?" Tanya hanzeng seraya menyuruh para murid-murid di area tersebut untuk pergi.
"Aku hanya singgah sebentar, untuk menemui kalian dan membawa Chu ke alam fana" jelas lan wu dengan wajah tenang.
"Bukankah kau sudah ke alam fana? Mengapa hendak kesana lagi?" Tanya hanzeng penasaran.
"Ada beberapa hal buruk yang menimpaku sewaktu di alam fana, aku di bawa oleh seseorang secara paksa ke alam dewa dan menjalani pelatihan selama hampir 1 bulan. Aku hendak memastikan kondisi sakte ku di alam fana" jelas lan wu yang kini sedikit serius.
"Jadi begitu.. apakah kau membutuhkan bantuan ku?" Tanya hanzeng.
"Mana bisa aku memintanya, bukankah kau dan lainya sedang sibuk? Lagi pula aku hanya berkunjung sebentar ke alam fana, sebelum kembali lagi ke alam dewa" jelas lan wu.
"Kau mengapa mudah sekali untuk pindah alam? Sungguh membuat iri" sergah Taichung dengan nada pelan.
"Entahlah.." jawab lan wu singkat.
Di tengah-tengah percakapan ketiganya, mendadak mereka di datangi oleh 2 orang murid bersama 2 tetua yang berasal dari sakte yang sama.
Lan wu dan lainya mengabaikan kedatangan ke 4 orang tersebut dan melanjutkan obrolan mereka.
Mendadak lan wu dan lainya merasakan hawa serangan besar yang mengarah kepada mereka. Sontak lan wu mengeluarkan tembok api iblis bersama 4 tangan api yang menahan serangan tersebut.
Kemunculan jurus lan wu sontak mengejutkan seluruh orang yang berada di tempat tersebut.
Lan wu kini mengubah tembok api menjadi 2 bola api besar yang melayang di udara.
Mendadak di tengah-tengah dua bola api tersebut muncul wujud aura neraka yang menggenggam kedua bola tersebut dengan masing-masing tangannya.
"Pepatah mengatakan, berani mencoba. Berani pula di coba.." ucap lan wu yang sama sekali tidak mengubah arah pandangnya.
Lan wu masih berada di posisi semula yaitu menatap hanzeng dan lainya, sementara ke 4 orang tersebut berada di arah belakang lan wu.
Akan tetapi lan wu tidak kesulitan untuk mengendalikan jurusnya tanpa harus melihat gerakan musuhnya. Hal tersebut yang membuat hanzeng dan lainya begitu kagum akan lan wu.
"Jangan menyerang..!" Terdengar teriakan keras dari arah atas lan wu dan lainya.
Suara tersebut rupanya berasal dari luo yu. Ia bergerak cepat menuju lan wu dan lainnya usai merasakan adanya pertaruangan yang terjadi di tempat tersebut.
"Sudahlah.. aku hanya bercanda" ucap lan wu menetralkan jurusnya kemudian tertawa begitu keras.
Sementara hanzeng dan lainya menepuk jidat mereka melihat ucapan lan wu yang sama sekali bertolak belakang dengan jurus yang ia keluarkan.
__ADS_1