Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
api suci


__ADS_3

"Tuan Diyuze.. apakah tidak ada dari anggota elite mu yang bisa anda kirimkan?"


Tanya Tei sung dengan wajah serius bercampur gelisah.


"Orang tua ini berniat menjadikan kelompok ku sebagai tameng atas masalah mereka dengan seseorang. Namun, aku masih membutuhkan formasi miliknya.."


Gumam Lan wu seraya memegang dagunya dan menatap tenang kearah Tei sung.


"Bagaimana dengan Kein? Dia merupakan murid tertua ku dan memiliki kemampuan hebat di atas rata-rata pemuda seusianya?"


Timpal Lan wu yang membuat Tei sung tersedak nafasnya dan batuk beberapa kali.


"Itu...."


"Bagiamana bisa muridnya yang bermasalah itu dikirim ke bidang pasir membara..? Bukankah itu sama saja menarik kematian lebih dekat?"


Pikir Tei sung mencoba keras membaca arah pikiran Lan wu dengan sorot mata tajam.


"Ehem... Bukan maksudku ku berkata lancang. Namun, murid anda akan menjadi sasaran empuk di dalam sana..."


"Ho...jadi kau menolak?"


Tanya Lan wu melepaskan sikap formalnya.


"Bukan begitu... Tapi..."


Tei sung nampak kebingungan menyikapi pertanyaan Lan wu barusan.


"Hahahaha... Aku hanya bercanda. Kau bisa mempercayakan hal ini kepada ku, anggap saja aku sedang menganggur"


Lan wu tertawa kecil seraya beranjak dari duduknya. Disisi lain Tei sung menghela nafas leganya seraya mengelus dadanya beberapa kali.


Setelah keduanya mencapai kesepakatan, Tei sung pamit kembali untuk mengawasi area pelelangan khusus di ruang teratas paviliun pelelangan.


Tei sung berusaha keras untuk mengajak Lan wu akan tetapi dengan tenangnya Lan wu menolak hal tersebut dengan alasan dirinya akan segera pulang.


Kini didalam ruangan tersisa Lan wu dan Yuali yang masuk kedalam berbarengan dengan keluarnya Tei sung.


"Ini barang yang anda inginkan tuan"


Yuali menyerahkan kotak yang berisi api suci kedapa Lan wu dengan hati-hati.


"Sudah lama aku tidak melihat mu..."


Lan wu tersenyum dengan ekspresi sedih seraya menempelkan telapak tangannya ke kotak yang dipegang oleh Yuali.

__ADS_1


"Ah...! Kekuatan yang dahsyat..!"


Yuali terpental mundur kebelakang seraya mengeluarkan pelindung energi didepannya.


Api suci mendadak mendadak berkobar besar dan menutupi ruangan tersebut.


Perlahan-lahan api suci masuk kedalam tubuh Lan wu meninggalkan kota kosong dan ekspresi kaget dari Yuali.


"Seharusnya api suci ini membutuhkan waktu paling cepat selama satu minggu untuk mengendalikannya. Tapi tuan Lan..."


Yuali menatap Lan wu dengan penuh keheranan. Ia bahkan tidak mengetahui metode apa yang dilakukan oleh Lan wu untuk mengendalikan api suci begitu cepat.


"Dimana Zuwun dan lainya?"


"Mereka sudah menunggu diluar"


Tanpa menjawab ucapan Yuali, Lan wu berjalan keluar dari ruangan tersebut dengan langkah tenang diikuti oleh Yuali dibelakangnya.


Sesampainya diluar paviliun, mereka bergerak cepat kearah gunung mistis.


Lan wu berada di barisan paling depan didampingi oleh tiga King bersaudara, dan Yuali disampingnya.


"Tuan Lan wu merupakan sosok kultivator sejati yang menduduki peringkat pertama dalam kekuatan di seluruh dataran, sejak aku masih berusia belasan tahun aku banyak mendengar namanya dari para pengelana dan bahkan pernah bertemu sekali dengan putri Jia yi, yang merupakan murid dari tuan Lan..."


"Adik Yuali.. apa yang sedang kau lamunkan?"


"Ah... Tidak ada kakak Zuwun, hanya saja aku merasa sangat senang bisa mengikuti tuan Kein.."


Jawab Yuali seraya tersenyum menutupi.


"Hahahaha.. kau memang benar, tuan adalah sosok hebat dengan banyak kejutan. Siapa yang menyangka bahwa dalam waktu singkat dia bisa menekan kekuatan utama dinasti dewa pedang yang sebelumnya bahkan tidak mampu dilakukan oleh dinasti darah putih"


"Itu benar, strategi yang dipikirkan oleh tuan tidak menjadi patokan utama. Kekuatannya lah yang terlalu besar untuk dihadang oleh orang-orang itu"


King yewan ikut berpendapat sementara King turang nampak tidak tertarik dalam urusan tersebut.


"Fokuslah..!"


Seru King turang yang kini menjadi begitu serius dan memperpendek jarak dirinya dari Lan wu.


"Tuan... Ada sekitar 10 orang dan diantaranya terdapat 4 ahli tingkat pelepasan 4 yang mengejar kita"


Ucap King turang dengan suara yang dipelankan.


"Biarkan saja, jika mereka berniat buruk maka aku akan membunuhnya"

__ADS_1


Jawab Lan wu tanpa mengurangi lajunya.


Beberapa menit kemudian kelompok yang di maksud oleh King turang kini berhasil menyusul Lan wu dan lainya.


Mereka mendahului kelompok Lan wu kemudian berhenti dan menghadang kelompok Lan wu.


"Serahkan api suci kepada ku, aku yakin kau pasti masih menyayangi nyawamu"


Tutur ketua rombongan yang menghadang Lan wu.


"Sial..! Apakah kejadian di pusat kota tidak menjerakan kalian?!"


Balas King zuwun yang nampak terlihat kesal.


"Hahaha..! Kau pikir kami akan percaya dengan ucapan prajurit rendahan itu? Ada baiknya kau segera menyerah dan berlutut 10 kali dihadapan ku"


Pria tersebut nampak tersenyum lebar dengan penuh keangkuhan memandang rendah kearah King zuwun.


"Tapak suci..."


Dari atas kelompok tersebut melesat cepat sebuah tapak api suci yang menyapu orang-orang tersebut menyisakan ketua mereka yang terdiam dengan wajah pucat.


"Sejak kapan..."


Yuali dan lainya ikut terbelalak melihat kejadian barusan yang terjadi bagitu cepat.


"Apa yang kau katakan tadi?"


Tanya Lan wu yang mendekati pria tersebut dengan wajah dingin.


"Aku salah.... Aku... Aku adalah kotoran anjing hingga tidak mengetahui bahwa tuan adalah seekor naga... Aku mohon agar nyawa yang tidak berharga ini dimaafkan.."


Pria tersebut sontak berlutut dihadapan Lan wu seraya menahan gemetaran ditubuhnya.


"Apa kau dari keluarga Jia?"


"Iya..iya... Tuan, pemimpin keluarga ku adalah Jia Kun seorang kultivator tingkat separuh immortal awal..."


"Heh...kau pastinya akan ketakutan.."


Gumam pria tersebut menyembunyikan senyum liciknya.


"Katakan kepada Kun untuk tidak memprovokasi ku lebih jauh, jika tidak maka aku akan menjadikan kepala nya sebagai peringatan untuk keluarga utamanya di dataran barat"


Ujar Lan wu seraya menepuk pundak pria tersebut lalu kemudian melanjutkan perjalanannya.

__ADS_1


"Glukk.."


Pria tersebut menelan ludahnya usai merasakan sesaat aura mengerikan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


__ADS_2