
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya gadis tersebut datang bersama seorang pelayan yang membawakan makanan dan minuman untuk Lan wu.
Gadis tersebut menyuap Lan wu dengan hati-hati sementara pelayan yang satunya memijat pundak Lan wu. Hal tersebut membuat Lan wu merasa sedikit risih.
Ia beberapa kali meminta agar kedua gadis tersebut berhenti dan membiarkannya makan sendiri, akan tetapi permainan Lan wu ditolak.
"Yah.. setidaknya bagus juga untuk menikmati hidup.." gumam Lan wu yang mulai menikmati keadan tersebut.
Setelah selesai, Lan wu meminta agar dirinya bisa keluar dari kamar untuk menghirup udara segar. Permintaan Lan wu disetujui dengan syarat gadis tersebut harus menemani Lan wu.
Akhirnya keduanya berjalan keluar istana dengan ditemani oleh sepuluh prajurit yang mengikuti mereka dari belakang.
lant wu berkeliling kota tersebut sembari menikmati suasana yang sudah lama tidak ia rasakan.
Dari kejauhan terlihat seorang gadis dengan rombongan nya yang datang menghampiri Lan wu dari arah depan.
Gadis tersebut memiliki mata berwarna biru dengan rambut panjang berwarna merah.
Ia tersenyum manis kemudian sedikit membungkuk dihadapan Lan wu.
"Arah angin berhembus lembut kearah sini, tidak disangka aku bertemu dengan seorang pemuda yang menarik. Bisakah aku mengetahui nama and.." ucap gadis tersebut dengan nada sopan.
"Nona Guogou janga sikap anda..!"
Potong gadis yang berada dibelakang Lan wu yang langsung menghalangi Lan wu dengan gadis berambut merah didepannya.
"Rupanya ada nona Yisan, baiklah tuan yang tampan. Aku akan menemui anda lain kali" sambung gadis tersebut yang kemudian pergi meninggalkan Lan wu dan lainya.
"Jadi nama mu Yisan ya..?"
Lan wu berbalik menatap gadis tersebut yang masih memandangi rombongan Guoguo dengan wajah serius.
"Sudahlah, jangan terlalu tegang. Aku tidak ingin merusak suasana yang indah ini.."
Lan wu menepuk pundak gadis tersebut kemudian berjalan mendahului nya.
Yisan segera menyusul Lan wu dan memerintahkan kepada para prajurit untuk mengelilingi mereka dari segala sisi.
Mendadak Lan wu menghentikan langkahnya ketika tepat berada di gerbang kota.
Ia berhadapan langsung dengan seorang wanita berambut putih panjang yang kebetulan baru sampai.
"Salam ratu, bagaimana perjalanan anda?" Tanya Yisan sembari berlutut diikuti oleh prajurit yang bersama mereka.
"Seperti biasanya Yisan, aku segera kembali setelah mendapat pesan darimu"
Ucap wanita tersebut tersebut dengan wajah biasanya. Ia kemudian mengalihkan pandangannya kearah Lan wu yang masih menatapnya.
"Kau sudah sadar Bai Xang..?"
Tanya wanita tersebut yang ditujukan pada Lan wu.
__ADS_1
"Auranya bahkan tidak bisa ku rasakan, tubuh ku seakan-akan gemetar olehnya" gumam Lan wu dengan ekspresi tertekan.
Aghh..!
Lan wu mendadak memegangi kepalanya yang terasa sakit.
Wanita tersebut segera menghampiri Lan wu dan mencoba untuk membantu. Akan tetapi secara tidak sadar Lan wu menepis tangan wanita tersebut dan mendorongnya hingga tersungkur ketanah.
"Ratu...!"
Yisan bergegas membantu wanita tersebut untuk berdiri sementara Lan wu masih keheranan dengan sikapnya barusan.
"Tuan Bai.. mengapa anda mendorong ratu..?"
"Tidak apa-apa Yisan, aku akan menerimanya. Terlebih lagi perbuatan ku dulu jauh lebih buruk dari pada ini.." tampak wanita tersebut tersenyum penuh kesedihan.
Ia kemudian kembali mendekati Lan wu.
"Tubuh mu saat ini sangat lemah, ingatan mu juga belum pulih sepenuhnya. Tentu saja tubuh menolak adanya aku hingga reflek menolak ku.."
"Namun, biarkan aku membantu mu.. apakah aku tidak lagi bisa dimaafkan..?"
Ucap wanita tersebut yang dipenuhi kesedihan.
Ia mengalirkan energi miliknya ketubuh Lan wu seraya menahan air matanya.
"Menjauh..! Jangan mendekati ku..!"
Sontak saja hal tersebut membuat wanita itu terpental kebelakang dengan goresan dalam di bahunya.
"Bai xang.. apa kau ingin membalas perbuatan ku..?"
"Baiklah.. aku menjaga nyawa ku hanya untuk mu" sambung wanita tersebut sembari tersenyum diiringi oleh air matanya yang mengalir.
"Ratu..! Apa yang anda katakan..?!"
"Yisan, saat jika hari ini aku mati. Tolong jaga Bai xang untuk ku dan pimpinan istana ini, ini adalah waktu yang aku nantikan cukup lama"
Wanita tersebut kemudian mengeluarkan energinya yang berbentuk tangan raksasa untuk menangkap Lan wu. Ia membawa Lan wu keluar dari kota tersebut menuju area hutan yang berjarak puluhan meter dari kota.
Setelah keduanya sampai, wanita tersebut melepaskan Lan wu kemudian menetralkan energinya seraya merentangkan tangannya bersiap menyambut serangan Lan wu.
"Di kehidupan ini aku membuat kesalahan besar, namun aku berharap di kehidupan selanjutnya kita akan menjadi suami istri yang bahagia.."
"Hidup di daerah tenang, memiliki anak-anak yang manis dan melihat mereka tumbuh setiap harinya. Kau akan berkebun dan aku akan menyambut mu dengan senyum manis ketika kau pulang.."
"Berjanjilah Bai xang.."
Wanita tersebut memejamkan matanya sembari tersenyum manis dengan kedua mata yang meneteskan air matanya.
Dilain sisi pedang api yang dipegang Lan wu hampir menyentuh leher wanita tersebut sebelum akhirnya lenyap disertai Lan wu yang berhasil mengendalikan dirinya.
__ADS_1
"Sial.. baya sekali.." gumam Lan wu yang mengatur nafasnya.
"Nona, maafkan sikap ku yang tidak sopan ini. Entah mengapa akhir-akhir ini aku sering kehilangan kendali atas diriku.."
Sambung Lan wu yang memberi hormat kepada wanita dihadapannya.
Wanita tersebut tampak terkejut sesaat sebelum akhirnya ia memeluk Lan wu dengan erat.
"Bai xang.. aku tau kau masih mencintai ku. Kamu pasti merasa tidak tega dan memutuskan untuk memberi ku kesempatan.."
Ucap wanita tersebut seraya menangis bahagia.
"Anu.. nona, bisakah kau melepaskan pelukan mu?"
Balas Lan wu dengan ekspresi kebingungan.
"Hmm.. baiklah, Bai xang aku akan menuruti.. mu"
Wanita tersebut tersenyum bahagia seraya mengandeng tangan Lan wu yang masih tidak mengetahui apa-apa.
"Hais.. sepertinya aku terlibat situasi yang tidak menguntungkan.."
Gumam Lan wu pelan.
"Jadi anu... Siapa nama anda nona?" Tanya Lan wu yang merasa sedikit canggung.
"Dasar, apakah kau sebenci ini pada ku? Bahkan nama ku saja kau lupa.." jawab wanita tersebut yang sedikit kesal sembari mencubit lengan Lan wu.
"Aduh.. bukan begitu, hanya saja aku memang tidak ingat apa-apa.."
"Hais... Ya sudah, nama ku Cie Linhu. Kau panggil saja aku Hu'er atau.. atau.."
Ucapan wanita tersebut terdengar putus-putus.
"Hah..?"
"Atau.. sayang.." sambungnya seraya memeluk erat lengan Lan wu.
Cih.. wanita aneh..! Gerutu Lan wu dalam hati.
"Jadi Linhua, bisakah kau membiarkan ku kembali ke sakte ku?"
Tanya Lan wu yang kini menjadi sedikit serius.
Cie Linhua menyetujui permintaan Lan wu akan tetapi dengan syarat dia harus bersama dengan Lan wu. Tentu saja Lan wu menolak hal tersebut.
"Apa yang dipikirkan orang-orang jika aku membawa seorang wanita kembali ke sakte?" Pikir Lan wu yang tersenyum kecut.
"Kau ingin makan apa sebentar.?" Tanya Cei Linhua yang menyadarkan Lan wu dari lamunannya.
"Emm.. apa saja nona Cei.."
__ADS_1