
"Tapi ayah.. bagaimana dengan kakak..?"
Potong Wu jia
Lan wu yang paham betul dengan perasaan putranya nampak ikut terdiam sejenak.
Bagi Lan wu untuk menyelamatkan Xuya tidaklah sulit namun,
"Aku akan kesana dan membawa kakak mu, tapi.."
"Tapi apa ayah..?"
Lan wu kembali terdiam dan enggan untuk melanjutkan perkataannya.
"Tidak ada apa-apa, maukah ku percaya pada ku dan berlatih dengan tenang?"
Ujar Lan wu mengalihkan pembicaraan.
Wu Jia terlihat sedikit khawatir melihat raut wajah Lan wu yang gusar.
Namun ia percaya bahwa ayahnya dapat mengatasi situasi tersebut dan menyelamatkan kakaknya.
Dengan senyum lebar dan perasaan senang, Wu Jia mengangguk paham.
Setelah makan, Wu Jia kembali masuk kedalam bola api suci. Lan wu hendak memperkuat fondasi tubuh Wu Jia sehingga dia tidak akan kesulitan untuk menyerap pelatihan raja dewa yang nantinya akan di ajarkan oleh Bingxue.
Lan wu yang kini berdiri di luar gua tampak berwajah muram dengan sorot mata sayup menatap ke langit.
Alasan sebenarnya mengapa ia tidak menyelamatkan Xuya terlebih dahulu dikarenakan dirinya belum siap jika harus berhadapan dengan kenalan lamanya.
Ia tau bahwasanya lembah Kematian memiliki hubungan dekat dengan sakte pedang dewa dan keluarga Jia, menghadapi keluarga Jia bukanlah hal yang perlu dipikirkan namun untuk berhadapan dengan pedang dewa..
Apa yang harus kulakukan?
Dari kejauhan terdengar langkah seseorang yang berpindah dari dahan satu kedahan lainnya dengan cepat.
Lan wu sontak waspada dan memfokuskan pandangannya kearah datang sosok tersebut.
Sebuah tebasan cepat dipenuhi oleh hasrat membunuh membuat Lan wu menyadari sosok yang melepaskan serangan tersebut.
Ia dengan cepat membentuk pedang dari energi kemudian menyambut datangnya tebasan tersebut.
Benturan dari dua pedang menciptakan angin kencang yang menggoyangkan pepohonan diarea tersebut.
"Jadi kau belum mati?"
Sosok tersebut bergumam kecil kemudian melancarkan serangan cepat.
Lan wu menangkis ratusan tebasan pedang menggunakan pedang ditangannya menciptakan bunyi benturan terus-menerus layaknya instrumen pengiring kematian.
"Gaya ketiga, rampasan langit"
Lan wu menelan ludahnya usai merasakan tekanan yang sudah lama tidak ia rasakan.
__ADS_1
Pedang raksasa yang diselimuti oleh energi mengerikan bergerak cepat menerjang Lan wu.
Menarik.!
Lan wu menyambut serangan tersebut tanpa menggunakan jurus utama miliknya.
Gerakan pedang dasar yang ia gunakan cukup efektif menahan hujaman tersebut.
"Pedang dewa, hukuman yang abadi!"
Muncul lagi jurus lainnya disisi pedang raksasa yang masih menyerang Lan wu.
Kemunculan jurus tersebut berhasil memperlambat gerakan Lan wu yang semula begitu ringan dibawah tekanan dasyat yang ia hadapi.
"Kedua orang ini, apa yang mereka lalui hingga mencapai kekuatan setinggi ini..?"
Lan wu tercengang akan kemunculan orang kedua yang ikut menyerangnya.
"Formasi pedang, lima kebenaran"
Lima pedang dengan aura serta energi yang berbeda tampak mengelilingi Lan wu kemudian bergerak acak memblokir setiap gerkaan dari ketua jurus lawannya.
"Bisa mengendalikan jurus kuat dalam waktu yang lama, aku sungguh terkejut"
Tatapan mata Lan wu kini dipenuhi oleh pertanyaan akan kedua pria yang ia hadapi.
"Formasi pedang, 5 hukuman"
Lan wu mengeluarkan lima pedang lagi yang bergerak berlawanan dengan lima pedang kebenaran.
Kini balik kedua orang tersebut yang nampak kewalahan menghadapi serangan dari 5 pedang hukuman.
"Menyebar"
Lan wu mengangkat serentak kedua tangannya keatas bersamaan dengan melesatnya 5 pedang kebenaran kearah lawannya.
"Hukum pedang, gertakan bumi"
Ujar Lan wu diakhiri dengan terhempasnya kedua pria tersebut dengan pedang mereka yang patah menjadi tiga bagian.
Kedua pria tersebut tampak kesakitan dan berusaha untuk bangkit kembali. Namun,
Arghh..!
Keduanya seketika menjerit keras usai akar api iblis menembus dada kanan keduanya.
"Sial.. masih belum bisa.."
Gumam salah satu dari keduanya.
"Apa kalian siap menerima hukuman?"
Nada dingin Lan wu berhasil membuat kedua orang tersebut tersentak.
__ADS_1
"Zhen Zi, Ling Zi..?"
Sambung Lan wu yang nampak begitu bimbang.
Kedua pria tersebut seketika tersenyum tipis kemudian memaksakan tubuh mereka untuk mengambil posisi berlutut.
"Murid yang tidak berbakti ini memberi hormat kepada guru, tidak tau bahwa guru masih mengingat kami. Kami adalah pangeran kekaisran dan mendapatkan tugas untuk membunuh anda. Mohon guru memberikan kematian yang mudah bagi kami"
Zhen zi tampak memejamkan matanya seraya tersenyum.
Melihat hal tersebut Lan wu kembali teringat akan masa dimana dirinya begitu dekat dengan murid-murid nya. Ia tidak menyangka bahwa hari ini dia akan membunuh keduanya dikarenakan perbedaan persepsi.
"Sesuai keinginan mu"
Lan wu mengayunkan pedang naga kimai yang sudah lama ia simpan.
Ketika pedang tersebut hendak menyentuh leher Zhen zi, dari arah langit muncul Dang fu yang mencegah hal tersebut.
"Dang fu memberi hormat kepada senior dewa pedang sunyi"
"Mengapa kau menghentikan ku?"
Tanya Lan wu dengan nada tidak ramah.
"Saat ini kekuatan kita tidaklah cukup, jika anda membunuh dua pangeran ini.. maka gencatan senjata akan berakhir dengan penyerangan. Satu-satunya pelindung kita hanyalah anda dan leluhur ku, aku tidak ingin melawan kekaisaran Ning dengan kekuatan kita saat ini.."
"Mohon pengertian senior"
Mendengar hal tersebut Lan wu sontak terdiam. Ia tidak bisa menyalahkan Dang fu yang mencegah tindakan nya, dilain sisi Lan wu bertanya-tanya apakah ia akan seberani ini jika menghadapi situasi seperti tadi.
"Baiklah, aku melepaskan mereka kali ini"
"Terimakasih senior"
Pandangan Lan wu kini tertuju pada kedua pangeran yang bersujud dihadapannya.
"Seminggu.. seminggu dari sekarang, aku akan datang dan membuat perhitungan dengan kalian!"
Timpal Lan wu kemudian berjalan masuk kedalam gua.
sementara Dang fu menyuruh kedua pangeran tersebut untuk kembali dan tidak menggangu Lan wu kedepannya agar masalah seperti ini tidak terjadi kembali.
Sebenarnya Dang fu berbohong mengenai gencatan senjata ataupun lainnya, ia hanya berusaha menjaga hubungan baik antara Lan wu dan muridnya.
tugas tersebut telah di perintahkan oleh seorang pendekar kuat dari kekaisaran Qin yang berjanji akan membantu menyelesaikan urusan peperangan antara kedua negara dengan damai.
tugasnya hanya mencegah situasi tidak memburuk dengan terlibatnya Lan wu dan orang-orang penting di kekaisaran Qin ataupun Ning.
hal tersebut juga disetujui oleh kaisar Yon, ia berjanji selama kekaisran Qin dan Ning tidak membuat gerakan penyerangan maka dirinya tidak akan bergerak.
ia mengumpulkan kekuatan hanya untuk mengantisipasi datangnya situasi buruk, meskipun ada beberapa gerakan didalam kekaisran Yon. namun, hal tersebut masih bisa ia tangani tanpa adanya kesulitan.
"seperti apa nantinya jika senior Lan bertemu dengan putri Yiyi..?"
__ADS_1
Dang fu bergumam pelan seraya bertanya apakah dirinya sanggup melerai situasi tersebut jika terjadi.