Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Phoenix berkepala 9 dan naga kiamat


__ADS_3

Tekanan dasyat tersebut membuat pijakan Lan wu hancur dan tubuhnya bergetar.


"Sudah begitu lama..."


Gumam Lan wu yang kini merasa kesakitan pada tubuhnya hingga memuntahkan darah segar dari mulutnya.


"Ada apa..?! Bukankah kau begitu kuat..? Apa sekarang kau sudah menyadari bahwa kekuatan mu tidak lagi di butuhkan..?!"


Teriak Ning dengan ekspresi kesal bercampur sedih.


Bagiamana pun juga ia tidak tega melihat Lan wu yang terlihat kesakitan.


"Kau, tidak bisakah menyerah dan menunggu .?"


Gumam Ning menatap Lan wu dengan pedih.


Disisi lain tampak Lan wu yang diselimuti oleh energi hitam yang kemudian menyebar dengan cepat membentuk sebuah wujud dewa pedang sunyi yang sepenuhnya tercipta dari energi kekacauan.


Tekan dasyat dari kehadiran sosok tersebut berhasil menghancurkan tekanan Phoenix berkepala 9 dan menarik jatuh Ning dari udara ketanah.


Uhuk..!


Wanita tersebut mengeluarkan darah dari mulutnya seiring dengan pukulan keras yang hendak menghantamnya.


"Sial..!"


Dengan cepat Ning mengayunkan pedangnya menyambut pukulan dewa sunyi.


Duar..!


Keduanya terpental kebelakang beberapa langkah dan kembali menyerang satu sama lain dengan cepat.


Ning yang merasa bahwa adanya ancaman, akhirnya mengeluarkan wujud sempurna Phoenix berkepala 9 dan bermaksud mengakhiri pertaruangan tersebut lebih cepat.


Tekanan bertambah kuat dan terlihat percikan api di sekelilingnya akibat gesekan udara dan energi. Tempat yang semula dipenuhi oleh pepohonan dan rumput hijau, kini berubah menjadi tandus seperti gurun dengan puluhan lubang besar dan jurang dalam.


Pertaruangan besar antar sosok dewa pedang sunyi dan pemilik kekuatan dewa Phoenix berkepala 9 menarik perhatian leluhur keluarga Dang dan leluhur keluarga Zi untuk hadir dan menyaksikan pertaruangan dasyat tersebut.


"Menyerah saja .!!"


Teriak Ning dalam mode sempurnanya.


Ia melancarkan serangan tiada henti menghantam wujud dewa pedang sunyi yang menyelimuti Lan wu didalamnya.


"Ledakan Phoenix agung.!"


"Badai acak.!"


Bledar..!


Ledakan dahsyat kembali tercipta dan menghempaskan Ning ketanah dengan luka di sekujur tubuhnya.


Sayap emas dan 2 kepala Phoenix miliknya berhasil di potong oleh Lan wu menggunakan badai acak barusan.


Disisi lain tampak Lan wu yang berdiri tegap dengan pedang Ning yang menancap di bahu kanannya. Hal tersebut membuat Dang chen dan lainya khawatir akan kondisi Lan wu.

__ADS_1


"Uhuk..! Uhuk..!"


"Bagaimana bisa..?!"


Ning terperanjat kaget melihat pedang miliknya yang hancur berkeping-keping usai disentuh oleh Lan wu. Tidak hanya itu, kini luka tusuk di dadak kanannya perlahan-lahan mengecil lalu menghilang tanpa jejak.


"Kekuatan mu setidaknya yang terkuat dari orang-orang di wilayah timur. Aku terkejut melihat wujud legendaris dari ras Phoenix milik mu.. namun,"


"Seekor burung tidak akan pernah bisa memangsa seekor naga.!"


Gemuruh petir disertai dengan hembusan angin tajam membuat Ning bergegas mengeluarkan pelindung emasnya.


"Hati-hati Ning'er.!"


Leluhur keluarga Zi seketika terjun langsung kehadapan Ning dan mengeluarkan pelindung terkuatnya untuk menahan angin tajam yang menerjang membabi-buta tak tentu arah itu.


"Berlututlah.. dihadapan kehancuran dunia..!"


Geram Lan wu diiringi oleh ruangan naga kiamat yang membuat dengkul setiap orang-orang ditempat tersebut gemetaran.


Aura mengerikan dari naga kiamat berhasil membuat tetua 13 dan seluruh anggota istana laut awan dan anggota kekaisran Ning datang ketempat tersebut.


"Seluruh pasukan, bersiap untuk berperang.!"


Komando kaisar Yon yang juga telah sampai dengan pasukannya di tempat tersebut.


Disisi lain tampak Ning dan leluhur keluarga Zi gemetaran dihadapan naga tatapan tajam dari naga kiamat.


"Sekarang pilihlah, apa kalian ingin aku mengeluarkan wujud lainnya..?!"


"Senior Zi, apa yang harus kita lakukan?"


Tanya Ning dengan nada tegang menghadapi situasi tersebut.


Pria tua disampingnya sontak menghela nafas panjang sebelum akhirnya berdiri dan melangkahkan kakinya mendekati Lan wu.


"Aku memiliki mata namun gagal mengenali dewa yang agung, aku tidak tau apakah orang tua ini bisa berbicara dengan dewa agung sebeni?"


Tanya keluar Zi dengan yang membuat Lan wu mengerutkan keningnya.


"Apa yang ingin kau bicarakan?"


Balas Lan wu.


"Takdir menuntun seseorang pada situasi tertentu seperti air yang mengalir dari puncak menuju lautan, terkadang ia akan berbelok ke beberapa tempat yang berliku sebelum akhirnya sampai kelautan lebih lama dari seharusnya..


Aku percaya bahwa air yang tersesat itu adalah kami, dan jalur yang berliku-liku adalah kehendak langit. Tapi pada dasarnya kami memiliki alasan kuat mengapa berbuat demikian.."


Jelas leluhur Zi dengan penuh ketenangan.


"Alasan? Taukah kamu bahwa akan ada air yang kering di suatu jalur dan gagal mencapai lautan?!"


Balas Lan wu yang berhasil membuat pria tua tersebut bungkam.


"Alasan?! Apakah dengan mengorbankan dua anak kecil dan jutaan nyawa rakyat tak berdosa adalah alasan kalian..?"

__ADS_1


"Sebenarnya kami.."


"Diam keparat.!"


Bentak Lan wu dengan nada tinggi.


"Kedamaian dan kesejahteraan rakyat sendiri belum sepenuhnya kalian wujudkan dan sekarang kau berbicara tentang kebaikan dari seluruh wilayah barat?!


Apakah dengan menghancurkan suatu negara dan menjadi penguasa seluruh wilayah dengan perang akan membuat semua orang-orang menghormati kalian..?!"


"Kelaparan dan kehilangan anggota keluarga akan menimbu dendam yang membawa pada pemberontakan berkepanjangan dan melemahkan dataran barat sebelum akhirnya hancur oleh keserakahan kalian sendiri.


Persetan dengan ambisi dan kebenaran menurut kalian, aku hanya melakukan tugas ku sebagai ayah yang baik bagi kedua anak ku. Dengan kalian menyentuh mereka maka saat itulah kehancuran kalian dipastikan...


Dalam kurun waktu satu bulan aku akan memberikan kesempatan terakhir bagi kalian menentukan pilihan dan nasib dari keberlanjutan kekaisran Ning"


Ujar Lan wu tanpa menetralkan energinya.


"Baiklah dewa agung, terimakasih atas kemurahan hati anda. Kesempatan yang anda berikan akan kami pikirkan baik-baik.."


Balas pria tua tersebut dan meminta orang-orang dari istana laut awan dan istana kaisar Zi untuk melakukan hal serupa.


Terlihat Ming yu disebelah Lue menatap Lan wu dengan pandangan penuh penyesalan.


Ia menyesali dirinya yang tidak bisa berdiri disebelah Lan wu dalam kondisi seperti ini.


Bagaimanapun juga Lue bagiannya seperti nyawa keduanya, ia berkewajiban untuk melindungi istrinya dan berbakti kepada ayah mertuanya.


Selama dirinya tidak melawan Lan wu secara langsung maka dirinya tidak terlalu mengecewakan Lan wu.


"Tuan Lan, apakah.. apakah.. anda tidak akan menyerang kami dalam waktu satu bulan?"


Tanya kaisar Zi dengan dana terdengar gugup.


"Tergantung kelakuan kalian, selain itu kau dan diriku memiliki hutang besar yang perlu dilunasi dengan adil. Aku akan melenyapkan kultivasi satu anak mu seby balasan untuk putra ku bagiamana?"


Lan wu menatap kaisar Zi dengan tatapan tajam hingga membuat kaisar tersebut kebingungan.


"Aku.. aku.. bersedia guru.."


Lue berjalan pelan menuju barisan depan kemudian berlutut dihadapan sosok yang begitu ia hormati.


Untuk sesaat Lan wu tidak tega jika harus melenyapkan kultivasi Lue, bagaimanapun juga Lue adalah muridnya yang sejauh ini tidak sekalipun membantah ucapannya.


Pandangan Lan wu berubah hangat, ia yang kini telah berdiri tepat dihadapan Lue tanpa sadar meletakan tangannya di atas kepala wanita tersebut.


"Hiduplah sesuai dengan keinginan mu, kelak kau akan merasakan bagaimana rasanya ketika anak mu disakiti oleh orang-orang terdekat mu. Untuk saat itu kau akan memerlukan kekuatan agar bisa menyelamatkan nya.."


Dengan nada tenang Lan wu berucap sembari menarik Lue bangkit dari posisi berlutut nya.


"Jangan lupa dengan satu bulan kalian.."


Ujar Lan wu yang kemudian melompat keatas naga kiamat lalu meninggalkan tempat tersebut diikuti oleh Dang chen serta beberapa anggota keluarga Dang.


Sementara kaisar Yon masih berada ditempat tersebut dengan tujuan tertentu.

__ADS_1


__ADS_2