
"Aku akan menerimanya, jika aku kalah maka negara Qin akan menyerang begitu juga sebaliknya. Pertaruangan ini terdengar sederhana namun memiliki efek besar yang nantinya berimbas pada lenyapnya satu negara besar.
Biarkan organisasi Diyuze terus bergerak untuk menekan kekuatan sakte-sakte di kekaisaran Ning dan menyebarkan provokasi untuk menghancurkan kekuatan dalam mereka.
Saat hasil pertaruangan ku keluar, maka bersiaplah untuk menyapu bersih keluarga Jia dan seluruh keberadaan kuat di kekaisaran Qin.!"
Jelas Lan wu yang tidak bisa dibantah oleh Yuali. Ia dengan berat hati menyetujui keputusan Lan wu.
"Baiklah, jika aku menang maka semua orang-orang mu termasuk keturunan mu akan ku habisi. Apa kau setuju senior.?!"
Lan wu seketika berteriak keras bersamaan dengan aura singa iblis yang membakar udara di langit istana kekaisaran Yon.
Tekanan dasyat dari aura Lan wu membuat leluhur keluarga Jia di istana Qin, mundur beberapa langkah dengan ekspresi tegang.
Ia seperti berdiri dihadapan penguasa kematian yang sedang menghunuskan senjata untuk mencabut nyawanya.
Segera ia menghalau aura tersebut dan menenangkan dirinya yang sesaat begitu terkejut.
"Baiklah, sebaliknya jika kau kalah maka seluruh keluarga mu dan kelompok mu akan menjadi pelayan keluarga Jia turun-temurun.!"
Terlihat di langit istana kedua negara muncul wujud roh spritual yang saling berhadapan seolah-olah jarak keduanya begitu dekat.
"Api ini... Wujud dewa pedang sunyi milik anak itu..?"
Gumam leluhur keluarga Jia yang dapat merasakan dan melihat bentuk roh spritual yang dikeluarkan Lan wu.
Disisi lain Lan wu juga menyaksikan Avatar seorang pria yang duduk di singgasana raksasa sembari memegang pedang berwarna emas.
Cukup lama kedua perwujudan tersebut muncul dan disaksikan oleh masing-masing orang di kedua kekaisran sebelum akhirnya perlahan-lahan memudar dan lenyap.
Pertaruangan keduanya akan di lakukan 3 hari kedepan disuatu tempat yang bernama "tanah kematian", tempat dimana tidak ada satupun mahkluk hidup yang tumbuh atau tinggal disana.
Pertaruangan keduanya juga akan di saksikan oleh siapapun yang ingin bertarung, perjanjian untuk tidak saling menyerang antar kedua kekaisran dilakukan.
Kedua kaisar dikirimkan masing-masing gulungan suci milik kuil matahari, jika salah satu pihak melanggar perjanjian. Maka gulungan suci tersebut akan menghancurkan roh orang yang melanggar perjanjian tersebut.
Hari dimana pertaruangan Lan wu melawan leluhur keluarga Jia kini telah tiba.
Seluruh kelompok Diyuze berkumpul dan mengawal Lan wu menuju tempat perjanjian.
Kaisar Yon dan beberapa kekuatan besarnya ikut menyaksikan sekaligus menjaga Lan wu dari gangguan orang lain.
Dari pihak kekaisran Ning juga turut datang untuk menyaksikan kekuatan dua orang yang dianggap keberadaan terkuat di alam itu.
__ADS_1
Pada hari itu langit-langit dipenuhi oleh pendekar-pendekar yang terbang menuju tanah kematian, beberapa pendekar tersembunyi ikut menampakan diri dengan maksud mendapatkan pencerahan dari pertaruangan keduanya.
Pandangan orang-orang yang sedang terbang tersebut sontak teralihkan kepada rombongan Lan wu yang tampak berdiri diatas sebuah pilar raksasa yang sudah tidak asing lagi ditelinga mereka.
Beberapa orang memilih untuk berhenti dan membuka jalan untuk Lan wu kemudian mengikuti mereka dari belakang.
Di sisi lain, nampak leluhur keluarga Jia dan orang-orang kekaisran Qin sudah berada terlebih dahulu ditempat tersebut.
Barisan paling depan berdiri sosok pria tua yang tengah menantikan kedatangan lawan nya yang ia perkirakan tidak lama lagi.
"Mereka sudah sampai.!"
Teriak orang-orang sembari menunjuk kearah depan tempat dimana Lan wu dan lainya muncul.
Pilar langit yang dinaiki Lan wu tampak mengecil kemudian melayang tenang di sekelilingnya.
Wajah tenang yang dipenuhi karisma tampak membuat Jian dan dan Para tetua pedang dewa tersenyum tipis.
"Itu.. itu kakak Chi..!"
Teriak Sasa dengan wajah senang sembari melambaikan tangannya kearah Lan wu.
"Perhatikan sopan santun mu Sa'er.. dia adalah yang mulia Lan wu, sosok pemimpin sejati bagi kekaisran kita.. sayang sekali dia mendapatkan perlakuan buruk dari keluarga Jia.!"
"Jadi dia yang bernama Lan wu.. luar biasa, bahkan auranya tidak bisa dibandingkan dengan kami semua terkecuali leluhur Jia.."
Seorang pemuda yang berdiri disamping ketua sakte gunung persik tampak kagum dengan sosok pria dihadapannya.
Dilain pihak, sejak kedatangan Lan wu ia terlihat fokus menatap kearah tetua Yuan serta Ling dengan pandangan kecewa.
Dan hal yang membuatnya hampir lepasa kendali adalah kondisi Xuya yang tampak begitu menyedihkan.
Leher Xuya di pasangkan sebuah kalung rantai yang di pegang oleh seorang pria di sebelah Ling. Pria tersebut bahkan dengan sengaja menyuruh Xuya yang dibawah kendalinya untuk menjilati kaki pria tersebut.
Melihat hal itu, naluri Lan wu mendadak menggerakkan tubuhnya untuk menghajar pria tersebut. Akan tetapi ia berhasil ditahan oleh Lei Qibo.
"Tuan.. tenanglah, mereka sengaja ingin memancing mu.."
Ujar Lei Qibo sembari mengeluarkan seluruh tenaganya untuk menahan Lan wu.
Tanpa disadari, seorang pemuda secara spontan meninju pria tersebut dan membawa hendak membawa Xuya dari sisinya.
Akan tetapi Jian yang melihat hal tersebut berusaha menghalangi yang membuat pemuda tersebut terseret mundur beberapa langkah sebelum menyentuh Xuya.
__ADS_1
Ini..?
Gumam Lan wu merasakan aura dingin yang terpancar dari barisan belakang sakte gunung persik.
Dugaannya tidaklah salah, kini ia dapat melihat dengan jelas bagaimana Bingxue dengan kekuatan terkuatnya berhasil membuat para tetua dan pria tersebut menyatukan kekuatan mereka untuk menahan jurus Bingxue.
Kesempatan tersebutlah yang dimanfaatkan oleh pemuda barusan untuk membawa Xuya kesisi Lan wu.
"Paman.. aku.. aku menyerahkan Xu'er padamu.."
Ujar pemuda tersebut sesaat sebelum kehilangan kesadarannya.
"Yuali, rawat kedua anak ini.."
Lan wu seketika melesat ke sisi Bingxue dan menahan tinju leluhur keluarga Jia di belakang Bingxue.
"Apa ini perbuatan terhormat.?"
Seru Lan wu dengan wajah geram sembari menyalurkan api iblis ke tinjunya yang masih berbenturan dengan tinju leluhur keluarga Jia.
Melihat api yang dikeluarkan Lan wu, ia sontak menarik tangannya yang kemudian dimanfaatkan oleh Lan wu untuk melepaskan gerakan keduanya dan berhasil mengenai tubuh pria tersebut.
"Gawat.. jika saja aku terlambat mengeluarkan pelindung ku bisa jadi saat ini aku kesulitan untuk berdiri.."
Gumam pria tua tersebut sembari memandangi Lan wu.
"Mari mulai senior..!"
Ucap Lan wu beriringan dengan ribuan tombak api yang menghiasi langit diatasnya.
Melihat hal tersebut, masing-masing dari orang yang menonton seketika menjauh beberapa meter seiring dengan melesatnya ribuan tombak tersebut.
Ledakan berurutan menghasilkan kepulan debu yang menutupi pergerakan leluhur keluarga Jia yang bergerak menahan serangan Lan wu.
Mata pria tersebut seketika terbuka lebar dan melompat ke udara usai merasakan hawa membunuh yang kuat.
Sebuah pisau angin membelah kepulan debu yang menutupi tempat tersebut sesaat setelah pria tua tersebut melompat ke udara.
"Formasi pedang pelindung..!"
Jian seketika mengeluarkan jurusnya untuk memblokir rambatan pisau angin yang masih bergerak mengarah kepada mereka.
Tubuh dan tangan Jian tampak gemetaran menahan benturan tersebut yang terus memaksa untuk menerobos.
__ADS_1