Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
bergerak ll


__ADS_3

Lan wu tersenyum tipis seraya menetralkan energinya dan kemudian turun ke kediaman master Ex menembus sangkar api miliknya.


Kondisi di balik sangkar api begitu mengerikan.


Ratusan mayat orang dan beberapa hewan buas tergeletak di mana-mana. Lan wu mengarahkan pedangnya menuju pintu masuk kediaman yang telah hancur tak karuan.


Samar-samar terdengar suara teriakan disertai oleh kilasan bayangan yang melesat keluar dari dalam kediaman tersebut.


Lan wu dengan sigap menangkap sosok tersebut kemudian membantingnya ketanah.


Rintihan bercampur emosi terdengar dari suara pria yang bernama master Ex tersebut.


"Menyingkir tuan.!" Teriak Bingxue yang melompat seraya mengayunkan pedangnya kearah master Ex di bawah Lan wu.


"Hohoho..cukup main-main nya Bing'er.." Lan wu menahan pedang Bingxue yang dihimpit oleh kedua jarinya.


"Aku harus membunuh nya.!" Balas Bingxue yang tidak terima dengan hal tersebut.


Ia menjatuhkan pedangnya kebawah kemudian dengan cepat menangkapnya menggunakan tangan lainnya, Lan wu yang menyadari hal tersebut sontak menarik baju master Ex dan melemparkannya kebelakang.


"Tuan..apa mengapa kau ingin menyelamatkan nya..?!" Nada Bingxue terdengar dingin dengan sorot mata tajam menatap Lan wu.


Lan wu menghela nafasnya seraya berjalan mendekati pria bertopeng tersebut lalu melemparkannya tepat dihadapan Bingxue.


"Dia akan berguna bagi kita nantinya. Alasan mengapa kau bisa mengalahkannya adalah racun kultivasi yang ia derita.." Lan wu menyuruh Bingxue untuk melihat bahu pria tersebut.


"Aku juga yakin bahwa dia telah memikirkan resiko karena menyinggung kita, tujuan nya membawa Kai De adalah menggunakan hawa dingin dari tubuh spesial Kai De untuk menekan racun tersebut, setelah racun itu melemah maka dia akan bisa menghilangkan racun itu.


Daripada membunuh orang yang berguna bagi kita, mengapa tidak memanfaatkannya?" Jelas Lan wu yang masih menatap Bingxue.


Wanita tersebut masih memikirkan perkataan Lan wu, akan tetapi ada alasan tersendiri mengapa ia begitu ingin membunuh pria tersebut.


"Aku sudah memilih tuan.." ucap Bingxue dengan wajah tenang.


"Hahaha...bagus.."


Tanpa diduga Bingxue mengayunkan pedangnya dan memotong kepala pria tersebut seketika. Bingxue menyarungkan kembali pedangnya kemudian berlutut dihadapan Lan wu dengan wajah muram.

__ADS_1


"Kau...? Hais... lupakanlah, cepat bawa keluar Kai De.." ucap Lan wu dengan nada yang sedikit kesal.


Bingxue mengangguk kemudian berdiri dari sujudnya. Ia menoleh kearah Lan wu yang terlihat tidak menyangka bahwa tindakannya akan seperti itu.


Lan wu membalas tatapan Bingxue yang kemudian dengan cepat di alihkan oleh Bingxue. "Kau tidak diizinkan untuk keluar dari kediaman keluarga Kai selama 1 tahun. Ini hukuman mu karena melawan perintah ku..!" Tutur Lan wu dengan nada serius.


Lan wu kemudian mengarahkan energinya ke tubuh Bingxue, wanita tersebut nampak sedikit kesakitan seraya memejamkan matanya dengan kuat.


"Aku menekan kultivasi mu hingga ke ranah pelepasan 3, jika kau mencoba untuk menghancurkan segel ku maka tubuh mu akan musnah.." sambung Lan wu yang kemudian meninggalkan Bingxue yang tertunduk.


Lan wu membakar habis seluruh kediaman master Ex beserta dengan mayat-mayat didalamnya. Setelah Kai De telah dibawa keluar oleh Bingxue.


Mereka bergegas untuk menemui Kai kan yang sedang menyerbu kediaman keluarga Wuo. Beberapa jam kemudian mereka sampai di tempat tujuan dimana Kai kan dan 3 saudaranya sedang bertarung sengit melawan 4 penatua keluarga Wuo.


Secepat kilat tiga King bersaudara melepaskan puluhan hewan beast dan terjun ketengah-tengah pertaruangan 4 lawan 4 tersebut.


Dilain sisi Kai hing dan Kai zhi tao juga bertarung sengit melawan Wuo zanju.


Serangan kombinasi keduanya nampak mempersulit Wuo zanju yang kini pakainya hancur akibat serangan kombinasi tersebut.


Namun dengan kondisi seperti itu, Wuo zanju masih terlihat begitu tenang dengan ekspresi menikmati puluhan luka ditubuhnya.


"Hahaha.! Ayo jangan main-main lagi, biarkan tuan muda ini menikmati pertaruangan yang sebenarnya..hahaha..!" Teriak Wuo zanju dengan ekspresi mengerikan.


"Orang gila ini..!" Gumam Kai Zhi Tao dengan ekspresi tertekan.


Keduanya kesulitan mempertahankan keseimbangan.


Terlepas dari serangan elemen tanah Wou zanju yang terus-menerus menerjang, mereka juga sudah kehabisan energi dan stamina untuk bertahan lebih lama.


Keduanya kini melompat keudara kemudian bergerak cepat melompati tanah runcing Wuo zanju untuk mendekatinya.


Kai hing mengalirkan energi nya kepedang sementara Kai zhi tao mentransferkan seluruh energinya ketubuh Kai hing.


"Pedang salju... sayatan musim dingin..!" Kai hing melepaskan jurusnya seraya berteriak menahan tekanan jurus tersebut.


Sementara dilain sisi nampak Wuo zanju menyeringai seraya menegakkan badannya yang terselimuti oleh aura membunuh yang setara beast tingkat kaisar iblis.

__ADS_1


"Hohoho...! Datanglah kehadapan tuan muda ini, aku akan melahap habis jiwa kalia..!" Ujar Wuo zanju yang kini ditangan kanannya muncul sebuah bola hitam berukuran sedang yang menarik segala macam benda-benda kecil di area tersebut.


"Lubang hitam, kuburan iblis.. matilah..!" Wuo zanju melompat kearah jurus Kai hing seraya mengarhkan tangannya membentur jurus Kai hing.


Pada saat tersebut muncul Lan wu yang mengeluarkan badai acak yang diarahkan pada titik temu kedua jurus Kai hing dan Wuo zanju.


Tekanan angin dari badai acak yang berbenturan dengan jurus keduanya mampu menghempaskan mereka ketanah sesaat sebelum ledakan besar menutupi area langit hingga beberapa meter dari tempat tersebut.


"Huf... anak muda jaman sekarang... Aku tidak menyangka bahwa mereka akan lebih menyeramkan dari pada aku saat dulu.." gumam Lan wu yang menetralkan pedang energinya. "Namun, jurus apa yang barusan digunakan oleh anak itu..?" Tanya Lan wu melirik Wuo zanju yang berusaha bangkit dari posisi terkapar nya.


"Masih sanggup berdiri walaupun mengalami banyak luka serius, anak ini.."


Lan wu mendekati ketiga pemuda tersebut yang terkapar saling berdekatan di sebuah lubang berukuran sedang yang tercipta dari benturan jurus tersebut.


Nampak Kai hing telah berada dalam posisi duduk seraya menatap Wuo zanju yang setengah berdiri menopang tubuhnya di kedua lututnya.


"Hahaha..! Belum berakhir..! Ayo bocah lawan aku lagi..!" Teriak Wuo zanju yang melepaskan energi miliknya seraya berjalan mendekati Kai hing yang kebingungan memikirkan cara untuk melawan.


Baru berjalan satu langkah mendadak Wuo zanju tersungkur ketanah bersamaan dengan lenyapnya energi yang ia keluarkan barusan.


Dengan ekspresi keheranan, Lan wu sontak tertawa seraya menatap kearah Wuo zanju.


Ia kemudian menghampir ketiganya dan berdiri ditengah-tengah mereka.


"Ehem... Kai hing, cepat bawa pergi saudara mu untuk di obati. Dia mengalami luka serius akibat pertaruangan kali ini. Katakan juga kepada Bingxue dan lainnya untuk kembali menuju kediaman, masalah ini sudah selesai dan tidak akan ada yang bisa menggangu keluarga kalian dalam waktu dekat" ujar Lan wu yang memberikan pil pemulihan kepada Kai hing.


"Baik tuan, aku akan melakukannya." Kai hing yang sudah sedikit bertenaga kini memapah Kai zhi tao pergi.


Sekarang hanya tersisa Lan wu dan Wuo zanju yang berusaha keras untuk berdiri kembali walaupun ia hanya bisa berada dalam posisi duduk diantara kedua lututnya.


"Jadi kau adalah master Diyuze yang akhir-akhir ini begitu tenar?" Tanya Wuo zanju dengan nada tenang seolah-olah ia tidak memiliki perasaan takut sedikitpun.


"Yap... Aku adalah orang itu, tuan mu di pusat ibukota telah aku habisi bersama orang-orangnya sebab mengganggu pengikut ku. Lalu katakan kepada ku kematian yang kau inginkan..?" Balas Lan wu seraya tersenyum tipis.


Wuo zanju menghela nafasnya seraya mendongak menatap Lan wu dengan ekspresi setenang kolam. "Tinggal bunuh saja, lagian tidak ada juga yang akan peduli dengan iblis kecil seperti ku. Akan tetapi aku ingin meminta kompensasi atas kematian ku" ujar Wuo zanju kini tersenyum lebar.


**

__ADS_1


**lanjut boy..


kopi udah siap? gas**..!


__ADS_2