
Setelah cukup jauh jaraknya, barulah ketua sakte bertanya kepada Luan su.
"Apakah itu dibawah tingkat mu?!"
Mendengar pertanyaan tersebut seketika Luan su terdiam dengan wajah masam.
"Seekor naga yang menyamar sebagai cacing untuk memangsa ular bukanlah sesuatu hal yang bisa kau lihat..
Kupikir kau sudah meningkat, ternyata malah jatuh ke sisi terendah dalam jurang"
"Jangan timbulkan masalah untuk nya, kita harus bisa membuat hubungan baik dengan dia kedepannya.."
Ujar ketua sakte dengan wajah tenang.
Setelah resmi menjadi tetua pintu luar, Lan wu kini tinggal di sebuah tempat yang disediakan khusus bagi tetua luar yang terdiri dari 4 kelas pelatihan, 1 balai misi, 2 menara kultivasi, dan 1 perpustakaan besar yang memiliki kitab level rendah hingga menengah.
Jumblah murid gerbang luar yang di pimpin oleh Lan wu berjumlah hampir 400 orang yang notabennya tidak memiliki bakat tinggi dalam kultivasi.
Hal tersebut menjadi alasan mengapa gerbang luar begitu kecil dan merupakan rank terendah dalam jajaran 10 rank di sakte cakar macan.
"Salam tetua, beberapa orang dari keluarga Hongsa ingin bertemu langsung dengan anda.."
Ujar seorang wanita berusia sekitar 30 tahun yang merupakan guru di kelas pelatihan.
"Baiklah guru Nan, persilahkan mereka masuk"
Jawab Lan wu dengan nada tenang.
Setelah menunggu beberapa saat, datanglah seorang pria beserta dengan seorang gadis masuk kedalam ruangan tersebut.
"Salam tetua Lan, beberapa waktu lalu aku mendengar tentang sosok anda yang mampu menyaingi para tetua di sakte cakar macan. Bisa bertemu dengan anda merupakan sebuah kehormatan tersendiri bagi ku"
Sapa pria dihadapan Lan wu yang dipenuhi oleh kewibawaan.
"Tuan Hongsu begitu sopan, anda masih jauh diatas ku"
Balas Lan wu.
__ADS_1
Kedua orang tersebut kemudian duduk dan menjelaskan maksud kedatangan mereka berdua menemui Lan wu.
"Akhir-akhir ini aku menemukan bakat tersembunyi yang luar biasa dari putri ku, namun tidak satupun dari guru yang ku undang mampu mengajari dan memahami bakat dari putri ku. Aku bermaksud meminta tetua Lan untuk menjadi guru dari putri ku, tidak tau apakah tetua akan setuju.."
Mendengar penjelasan patriark Hongsa, Lan wu menghela nafasnya seraya tersenyum tipis kearah mereka.
"Aku tidak berpengalaman untuk mengajari orang berbakat, selain itu masih banyak tetua di sakte cakar macan yang lebih pantas dari diriku"
"Tetua.. aku sangat yakin dengan kemampuan anda, mohon pertimbangkan permintaan orang tua ini"
Patriark Hongsa mendadak berdiri dan membungkuk kearah Lan wu, tentunya hal tersebut membuat Lan wu terkejut dan segera meminta pria dihadapannya untuk bangkit.
"Aku sungguh-sungguh tidak mampu tuan Hongsa, pergilah temui ketua sakte aku yakin dia bisa membantu anda"
Ujar Lan wu kembali menolak permintaan patriark Hongsa.
"Baiklah kalau begitu, kami pamit dulu tetua Lan"
Setelah mencoba memaksa beberapa kali, akhirnya mereka menyerah dan meninggalkan tempat tersebut.
"Cih..! Kenapa juga ayah begitu memberi wajah bagi orang lemah macam dia?"
Gadis tersebut terlihat sedikit kesal dengan situasi barusan.
"Huff... Sui'er... Jangan berbicara buruk terhadap tetua Lan, pria yang kuat memiliki kemampuan khusus untuk menyembunyikan diri. Cobalah untuk menarik perhatiannya dengan bakat mu, aku yakin suatu saat dia akan menyadari potensi mu"
Sahut Hongsa.
Anehnya gadis tersebut mendadak tersenyum, jauh didalam benaknya ia memikirkan saat-saat ketika Lan wu akan memohon untuk menjadikan dirinya murid.
"Itu merupakan pelajaran khusus bagi mu nanti..!"
Gumam Hong sui dengan senyum tipisnya.
Sementara itu diruang aula gerbang luar, tampak Lan wu yang tengah di suguhi oleh pertanyaan dari para guru yang berada di tempat tersebut.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Lan wu memilih untuk diam dan membiarkan mereka saling berdebat dengan sendirinya.
__ADS_1
"Jika menerima nona Hong sui, maka dukungan bagi gerbang luar sangat luar biasa. Secara tidak langsung murid-murid akan meningkat dengan sumber daya yang di berikan oleh keluarga tersebut.."
"Benar tetua, mengapa anda tidak menerimanya sebagai murid?"
Tanya guru Han yu seraya menatap Lan wu.
"Guru Han, jangan lupa bahwa pimpinan kita saat ini adalah tetua Lan. Apapun hasilnya, aku yakin tetua sudah memikirkan semuanya.."
Balas guru Nan membela Lan wu.
"Namun.."
Han yu yang hendak berbicara kini terdiam setelah Lan wu melemparkan cangkirnya tepat di sebelah kiri wajah Han yu.
Dari belakangnya, tampak seorang wanita berpakaian tetua menangkap cangkir tersebut dan mengejutkan para guru di ruang tersebut.
"Salam tetua ke 7..!"
Serentak para guru memberi salam usai berdiri dari duduknya. Hanya Lan wu yang masih tampak tenang menyikapi kedatangan tetua ke 7.
"Sungguh sikap yang dingin tiada duanya, aku penasaran bagaimana bisa patriark Hongsa bisa tertarik dengan tetua ke 10?"
Tanya tetua ke 7 seraya tersenyum tipis sembari duduk dengan santainya disebelah Lan wu.
Ia memandangi wajah Lan wu dengan penuh ketertarikan dan tanpa disadari tangannya telah menyentuh pipi Lan wu yang kini memandanginya dengan tidak senang.
"Ehem...! Jangan besar kepala dasar bajingan, aku hanya memeriksa luka mu saat melawan ku dulu..!"
Elak tetua ke 7 menyembunyikan rasa malunya.
"Dasar rubah tua..! Beraninya dia menyentuh tetua Lan ku..!"
Disisi lain tampak guru Nan terbakar oleh kecemburuan seraya memandang tetua ke 7 dengan tatapan marah.
"Hais.. sudah.. katakan apa yang membuat tetua ke 7 datang menemui ku?"
Tanya Lan wu mencoba mengalihkan suasana.
__ADS_1