
Lan wu seketika mengerutkan keningnya membayangkan nanti saat menghadapi raja iblis.
Ehem..!
"Tidak perlu khawatir ayah, pasukan pembantai iblis akan sampai dalam beberapa hari lagi.."
Sambung We lian memasang senyum.
"Pembantai iblis..?"
Ujar Lan wu penasaran dengan pasukan yang dikatakan oleh We lian.
"Apakah tuan Lan tidak pernah mendengar tentang pasukan ini?"
Tanya We lian balik dengan wajah heran.
Lan wu tersenyum canggung kemudian mengangguk dengan berat.
Melihat hal tersebut, akhirnya We lian menjelaskan kepada Lan wu mengenai pasukan tersebut.
"Umumnya pasukan ini berasal dari gabungan orang-orang berbakat di seluruh wilayah ras manusia, kekuatan tempur mereka sangatlah mengerikan hingga membuat ras lainya tidak berani meremehkan pasukan ini.."
"Julukan pasukan pembantai iblis diperoleh dari puluhan tahun lalu saat pemimpin tertinggi pasukan iblis membunuh raja iblis dan membantai habis seluruh pasukannya di kota banteng ini yang awalnya adalah salah satu wilayah dari ras iblis.."
"Jika benar begitu, maka tidak akan sulit untuk mengalahkan pasukan iblis untuk kedua kalinya.."
Sergah Lan wu dengan wajah tenang.
We lian tampak sedikit ragu akan hal tersebut, ia menyembunyikan ekspresi kekhawatiran dan menutupinya dengan anggukan yakin.
Sepertinya ada hal yang disembunyikan..
Gumam Lan wu tersenyum tipis melirik We lian.
"Kembali ke topik utama, menurut mu bagaimana dengan keluarga Kang..?
Apa mereka akan memanfaatkan kesempatan ini untuk bergerak?"
Ujar walikota meminta pendapat ketiganya.
Huff..
"Kemenangan kita belum seratus persen, aku yakin bahwa keluarga Kang tidak ingin mengambil resiko besar.. dalam arti, mereka tidak mungkin melemahkan kekuatan lain dan kehilangan kota Banteng.."
"Jadi bagaimana penglihatan anda?"
Ujar walikota yang penasaran dengan ucapan Lan wu.
"Aku tidak tau...
Mengenai dua asasin yang menyerang ku barusan, aku sangat yakin bahwa mereka bukan berasal dari keluarga Kang.."
Lan wu beranjak dari duduknya.
"Maksud anda..?"
"Tuan We... Kota ini diibaratkan sebuah keju diantara tikus-tikus yang kelaparan, kita tidak bisa hanya mewaspadai satu tikus dan mengabaikan tikus-tikus yang lain.."
"Hal tersebut sudah menjadi kebiasaan di seluruh dunia.."
Ujar Lan wu kemudian pamit meninggalkan walikota yang masih terdiam dengan perkataan Lan wu.
**
__ADS_1
Empat hari kemudian, seluruh kota banteng tampak begitu ramai bersiap menyambut kedatangan pasukan pembantai iblis di depan gerbang.
Di lain sisi Lan wu baru kembali dari perjalanannya mencari informasi pergerakan pasukan iblis.
Ia yang saat itu berjarak beberapa puluh meter dari gerbang kota seketika menebaskan pedangnya jauh kearah kanan.
Pepohonan yang tumbang akibat serangan Lan wu membuka pandangan orang-orang.
"Sudah ku duga.."
Gumam Lan wu yang melihat 3 prajurit ras iblis yang terbunuh oleh serangnya.
"Sisi timur, barat, dan barat aku tidak melihat pergerakan ras iblis.. apa pasukan pembantai iblis searah dengan jalur serangan ras iblis..?"
Lan wu tampak berpikir sedikit serius.
Matanya seketika melebar usai merasakan aura kuat yang datang dari arah selatan.
"Itu ras iblis..!!"
Teriak prajurit kota banteng dengan wajah pucat akibat ketakutan.
Lan wu segera bergerak cepat menuju gerbang kota kemudian memerintahkan kepada para prajurit untuk mengungsikan wanita dan orang tua ketempat yang aman.
Sementara pemuda dan pria dewasa akan bergabung bersama prajurit banteng untuk menghadapi pasukan ras iblis.
"Lian'er... Kau juga pergilah ketempat yang aman.."
Seru walikota yang mempersiapkan peralatan perangnya.
"Tidak ayah..! Aku ingin berjuang untuk kota ku sebagai putri dari penguasa kota..!"
"Jangan bodoh..! Kali ini peluang kita untuk menang sangat sedikit..!
Ekspresi We lian tampak berubah sedih, ia menunduk dengan perasaan kecewa bercampur marah atas ketidak mampuannya itu.
Dengan butiran air mata yang mengalir, gadis tersebut berlari sekencang-kencangnya meninggalkan walikota yang juga terlihat sedih.
"Keputusan anda sudah tepat tuan We, jika aku berada diposisi mu maka aku juga akan melakukan hal tersebut.."
Ujar Lan wu menenangkan walikota.
"Mengapa pasukan pembantai iblis belum juga sampai..?"
"Aku rasa situasi mereka saat ini tidak berbeda jauh dengan kita..
Ya.. apa yang perlu di pikiran? Selain melayangkan pukulan untuk bertahan hidup.."
Lan wu tersenyum tipis seraya berjalan kearah depan dan berdiri 3 meter dihadapan pasukan kota banteng.
Hal tersebut membuat orang-orang yang menyaksikan Lan wu tampak keheranan.
Sementara walikota dan pemimpin kekuatan besar di kota benteng ikut bergerak dan berdiri di samping Lan wu.
"Semangat yang bagus anak muda.."
Ujar patriark Kang seraya tersenyum lebar.
"Hahaha.. aku hanya ingin bernostalgia dengan perasaan mendebarkan seperti ini.."
Balas Lan wu yang kini terselimuti oleh api iblis.
Pasukan musuh semakin mendekat, dan kini tampak begitu jelas sosok pria yang duduk diatas monster serigala bermata satu.
__ADS_1
Aura dari pria tersebut mampu membuat Lan wu sedikit merinding diantara aura lainnya dari pasukan ras iblis.
"Raja iblis..."
Ucap patriark kang sembari memasang wajah serius.
Diseberang tampak raja iblis tengah memperhatikan Lan wu yang terselimuti oleh api iblis.
Ia mengarahkan jari telunjuknya kearah depan bersamaan dengan bergeraknya seluruh prajurit miliknya menerjang pasukan kota banteng.
"Maju..!"
Walikota ikut memerintahkan kepada seluruh pasukan untuk bergerak.
Teriakan keras diiringi bunyi langkah kaki memulai pertempuran besar antara kota banteng dan pasukan ras iblis.
Diarah depan, Lan wu tampak dikelilingi oleh beberapa prajurit iblis yang menyerangnya secara membabi-buta.
Namun dengan adanya pisau api dan pengalaman Lan wu sebelumnya, ia tampak tidak begitu kesulitan untuk menghadapi situasi tersebut.
"Cih... Sekelompok semut..!"
Geram sebuah suara bersamaan dengan terhempasnya Lan wu beberapa langkah dari posisi semula.
Sembari menyeimbangkan tubuhnya, Lan wu memberikan serangan balasan kemudian melompat mundur usai berhasil menahan serangan dari sosok tersebut.
"Kau.."
"Heh..! Bukankah sudah ku bilang bahwa aku akan membunuhmu dengan tangan ku sendiri.. dasar manusia rendahan..!"
Balas sosok tersebut seraya meletakan palu besarnya di pundak.
"Jendral iblis... Mo ju.."
Gumam Lan wu.
"Kemarilah..!"
Ledakan aura yang dahsyat dilepaskan oleh Mo ju tampak memberikan sedikit tekanan kepada Lan wu.
Mo ju mengambil kesempatan tersebut dan segera menyerang Lan wu menggunakan palu besar ditangannya.
"Tombak api.."
Lan wu mencengkram tombak api dan menahan palu besar yang hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajahnya.
Bummm..!
Tekanan angin seketika menghempaskan orang-orang disekitar mereka dan menciptakan sebuah lubang besar ditempat tersebut.
"Hehehe.. ada apa..? Apa kau sudah kehabisan trik..?!"
Tanya Mo ju dengan nada merendahkan seraya memperkuat tenaga palunya.
Lan wu yang kini dalam posisi berlutut menahan palu Mo ju dengan tombak apinya, tampak menggeretakan giginya dengan ekspresi tertekan.
"Perhatikan... Kaki mu.."
Ucap Lan wu pelan seraya menggerakkan sebelah tangannya dengan cepat.
Ekspresi Mo ju seketika berubah usai melihat belasan akar api raksasa yang melilit kaki serta tubuhnya dengan erat.
"Sialan...! Trik murahan ini tidak akan berguna..!"
__ADS_1
Teriak Mo ju seraya melepaskan seluruh energinya.