Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
seorang wanita


__ADS_3

Lan wu yang saat ini bukan lagi seorang tetua, kini menghabiskan harinya sebagai guru di salah satu kelas gerbang luar untuk mengajari murid-murid kelas 1.


(Terdapat 4 kelas di gerbang luar dimana kelas 4 adalah yang pemula dan kelas 1 adalah kelas akhir).


"Kalian sudah memahami seluruh pelajaran yang diberikan oleh guru sebelumnya, sekarang katakan kepada ku apa yang ingin kalian pelajari?"


Lan wu berdiri tenang didepan kelas seraya memandang sekitar 15 siswa yang masih kebingungan untuk menjawab.


"Anu guru..."


"Aku ingin mempelajari jurus pedang, sejujurnya aku merasakan bawaha kemampuan ku akan meningkat jika mempelajari ilmu pedang"


Sahut seorang murid yang duduk paling depan.


"Kami juga, selama ini kami hanya menerima materi dan duduk berlatih di ruang ini. Kami akan berusaha keras.!"


Sambung yang lainnya.


"Kalau begitu ikut aku ke halaman depan" ucap Lan wu seraya berjalan keluar diikuti oleh murid-murid dibelakangnya.


Setelah sampai di luar, Lan wu memberikan masing-masing murid tersebut sebuah pedang kayu. Kemudian Lan wu memindahkan 15 batu besar menggunakan energi miliknya yang ia letakkan berjejer di halaman tersebut.


"Masing-masing dari kalian harus melubangi atau menghancurkan batu ini, setelah berhasil maka aku akan memberikan latihan selanjutnya"


"Apa..? Guru apakah ini tidak terlalu berlebihan..?" Tanya para murid yang merasa hal tersebut mustahil dilakukan.


Mendengar ucapan murid-murid tersebut, Lan wu tersenyum kecil kemudian mengambil sebuah ranting pohon tidak jauh dari tempatnya.


"Ranting ini anggap saja adalah sebuah wadah, kita hanya perlu mengisi nya dengan cukup kemudian melepaskan secara langsung isi dan wadahnya"

__ADS_1


Lan wu kemudian melemparkan ranting ditangannya kearah salah satu batu besar didepannya.


Murid-murid yang menyaksikan hal tersebut seketika berdecak kagum usai melihat sendiri ranting tersebut menembus batu besar tersebut dengan mulus.


"Apa itu mustahil?" Tanya Lan wu.


"Luar biasa.. inikah kekuatan guru?"


Kagum murid-murid tersebut yang tidak habis menyaksikan lubang kecil di batu tersebut.


"Tapi apa yang harus di isi guru?"


Tanya mereka.


"Carilah sendiri, itu adalah latihan dari ku"


Jawab Lan wu yang tersenyum lebar.


Ia berpas-pasan dengan rombongan tetua ke 9 yang saat itu terlihat bersama dengan 2 orang pria berusia sekitar 30 tahun.


"Salam tetua Lan, sungguh jarang melihat anda berada di luar seperti ini"


Sapa tetua ke 9 dengan nada yang begitu ramah.


Orang-orang yang bersama dengan tetua 9 ikut menyapa Lan wu seraya menanyakan perihal kondisi Lan wu yang diketahui sedang terluka.


"Hanya mencari udara segar, selain itu aku sudah bukan lagi tetua di gerbang luar jadinya memiliki banyak waktu kosong untuk ku gunakan" jawab Lan wu seraya tersenyum.


"Hahaha, memang pemikiran ketua sakte mudah goyah. Namun, aku percaya bahwa beliu memiliki maksud baik"

__ADS_1


"Apakah saudara memiliki waktu luang sekarang?" Tanya tetua ke 9 yang kali ini sedikit lebih serius.


"Sayangnya aku ada urusan sebentar. Jika sore hari mungkin aku memiliki waktu" balas Lan wu.


"Baiklah kalau begitu, aku akan menunggu anda di gerbang 9 milik ku" sambung tetua ke 9 lalu pamit meneruskan perjalanan.


Setelah berpisah, Lan wu segera bergegas melanjutkan langkahnya dengan sedikit berlari.


Tepat ketika ia berada di pintu keluar, Lan wu mendadak melesat ke udara dengan cepat menuju sisi kanannya yang dimana merupakan arah kota terdekat dari sakte cakar macan.


"Perasaan ini, aku yakin ini adalah dirinya.!" Gumam Lan wu dengan eskpresi serius.


Ia mendarat tepat di sebuah hutan yang sedikit terbuka dimana terdapat jejak pertaruangan antar disekitarnya.


Lama Lan wu memeriksa sekelilingnya untuk menemukan hawa keberadaan seseorang namun hal tersebut tidak ia temui.


Hingga mendadak muncullah sebuah suara seseorang bersamaan dengan serangan tajam mengarah dari belakang punggung Lan wu.


Lan wu yang menyadarinya seketika berbalik dan menangkis serangan kejut tersebut, ia terseret beberapa langkah ke belakang dengan kepalan tangannya yang mengeluarkan asap putih.


"Seorang wanita?" Heran Lan wu sembari meningkatkan kewaspadaannya.


Ia menatap wanita yang melayang beberapa meter didepannya. Wanita tersebut dipenuhi oleh luka-luka serta beberapa bagian bajunya tampak sobek oleh benda tajam.


"Sepertinya aku salah, tapi.. aura serta perasaan yang ditimbulkan oleh wanita ini sama dengan milik orang itu.." gumam Lan wu yang masih memperhatikan sosok wanita tersebut.


Tiba-tiba saja wanita itu tersungkur tak sadarkan diri ke tanah. Hal tersebut mengejutkan Lan wu yang reflek menghampiri wanita tersebut.


Ia menyentuh leher wanita tersebut memastikan bahwa dirinya belum mati.

__ADS_1


"Rupanya wanita ini kehabisan energi spiritual, selain itu ia mengalami beberapa luka dalam yang cukup serius"


Lan wu kemudian mengangkat wanita tersebut dan membawanya kembali ke gerbang luar untuk mendapatkan perawatan.


__ADS_2