Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
pertandingan yang penuh kejutan


__ADS_3

Ketua sakte tampak merasa heran akan benturan energi yang begitu kuat dari arah arena.


"Aku akan mengeluarkan semua kekuatan ku dengan serangan ini, sebenarnya jurus ini ku siapkan untuk junior Wu Chen. Namun, aku tidak bisa melakukannya lagi.."


Ujar Wong zuguin menahan kedua belatinya yang terselubungi oleh energi kuat.


Dilain sisi Ye duan menarik pedangnya kemudian menyayat tangannya menggunakan pedang tersebut.


Pedang Ye duan tampak mengeluarkan aura mengerikan disertai oleh munculnya sebuah tanda di dahi Ye duan.


"Teknik pedang langit, wujud setengah dewa.."


Seru Ye duan seraya memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Hal tersebut membuat Lan wu menatap Ye Duan dengan tatapan tajam.


"Aku tidak menyangka bahwa Ye duan memiliki teknik hebat seperti ini, bisa dibilang ini hampir sama dengan wujud dewa pedang sunyi milik ku",


"Namun, yang membedakan keduanya adalah teknik dewa pedang langit tidak memiliki wujud asli ataupun Avatar seperti milik ku. Selain itu, Ye duan tidak sepenuhnya menguasai teknik ini.."


Pikir Lan wu sembari menyaksikan Ye Duan dan Wong zuguin yang telah memulai serangan keduanya secara bersamaan.


Bledar..!!!


Arena pertandingan seketika hancur berkeping-keping terselimuti oleh cahaya energi yang saling bertabrakan di udara.


Arena yang hancur tampak melayang di udara kemudian menyebar ke setiap sisi tempat tersebut.


Lan wu dan lainnya secara bersamaan menciptakan pelindung energi setelah melihat situasi yang membahayakan penonton disekitar arena.


"Tetua ke 2, apa kau tengah melatih seorang monster..?!"


Tanya Ketua sakte yang membuat tetua ke 2 tertawa kecil.

__ADS_1


"Mungkin saja, tapi hal tersebut juga berlaku untuk murid tetua ke 7.." balas tetua 2.


Wan Xin ikut tertawa seraya menyombongkan muridnya tersebut. Sementara Lan wu dan lainya hanya fokus untuk mempertahankan pelindung mereka.


Beberapa saat kemudian, terlihat dua bayangan yang terpental ke arah berlawanan secara bersamaan. Sontak tetua ke 2 dan Wan Xin melompat ke arena dan menangkap masing-masing murid mereka.


"Gu..guru... Maaf, aku sudah gagal.."


Tutur Wong zuguin dengan nada terbata-bata.


"Murid bodoh, kau sudah melakukan hal yang luar biasa. Aku sebagai guru mu sangat bangga pada mu"


Jawab Wan Xin yang memperlihatkan ekspresi senang bercampur bangga pada Wong zuguin.


Disisi lain Ye duan yang dipapah oleh tetua ke 2, nampak menoleh kearah Lan wu seraya tersenyum penuh maksud.


"Jangan terlalu memaksakan dirimu nak, tidak semua orang bisa menjadi sepertinya" ujar tetua ke 2 yang memahami pemikiran Ye duan.


"Heh, aku malah ingin mengucapkan terimakasih atas kerja keras mu. Setidaknya aku senang bahwa salah satu murid ku berhasil menarik perhatian ketua dan tetua sakte lainnya" balas tetus ke 2 dengan ekspresi senang.


Hal yang dinantikan orang-orang akhirnya tiba. Pertandingan final dimana Wu Chen berhadapan dengan Jei ziyung murid dari gerbang 7.


"Seluruh arena sudah hancur, sepertinya pertandingan babak final ini akan di tunda hingga perbaikan selesai.."


Ujar tetua pertama yang kali ini bertindak sebagai juri pertandingan.


Orang-orang terlihat kecewa akan hal tersebut, begitu juga dengan Wu Chen yang hanya terdiam dengan wajah kesal.


"Tetua pertama sepertinya keputusan anda tidak akan dilaksanakan.."


Potong Lan wu sembari beranjak dari kursinya.


"Apa guru Lan memiliki solusi lain?"

__ADS_1


"Sebenarnya ini akan sedikit merepotkan, namun aku tidak bisa melihat murid ku kehilangan semangat bertarungnya"


"Master kau.." ujar Wu Chen yang melihat Lan wu tersenyum kearahnya.


"Hais.. baiklah, katakanlah apa yang kau butuhkan"


"Siapa diantara kalian yang memiliki senjata pelindung roh yang kuat?"


Mendengar pertanyaan Lan wu, ketua sakte dengan segera mengeluarkan sebuah lonceng giok kemudian mengaktifkan nya.


"Apa ada yang lain..?" Tanya ketua sakte yang tidak sabar menunggu Lan wu beraksi.


Lan wu menggeleng pelan kemudian mengeluarkan satu pilar langit miliknya.


Aura mengerikan dari pilar langit berhasil membuat seluruh orang ditempat tersebut terkejut. Ketua sakte dan tetua lainya yang semula duduk tanpa persiapan, kini mendadak berdiri dan ikut mengeluarkan energi pelindung.


"Senjata macam apa itu..?"


Heran Wan Xin dengan eskpresi terkejut.


"Orang ini masih memiliki begitu banyak rahasia.."


Timpal tetua pertama yang menatap Lan wu dengan serius.


Lan wu mengarhkan pilar langit lalu menancapnya tepat ditengah-tengah bekas arena.


Orang-orang yang masih keheranan melihat hal tersebut kini kembali dibuat kaget oleh gemuruh serta getaran yang mendadak dirasakan oleh mereka.


"Lihat itu..! Tombak.. tombaknya membesar..!" Ucap para penonton seraya menunjuk kearah pilar langit yang semakin membesar.


"Tekan.." ucap Lan wu dengan nada pelan.


Pilar langit kembali menusuk masuk kedalam tanah hingga pangkal tombak hanya berjarak 1 meter dari permukaan tanah.

__ADS_1


__ADS_2