
"tentu saja aku sudah mengetahui perihal pedang iblis. Naga emas dan beberapa ketua istana lainya telah mengadakan pertemuan dan menetapkan ras harimau petir tidak lagi berada dalam jajaran 8 kekuatan utama" ujar naga hitam yang di benarkan oleh naga dewa.
"Lalu mengapa ras harimau petir masih bebas berkeliaran di alam ini?" Tanya lan wu dengan wajah heran.
"Meskipun mereka telah menjadi musuh sebagian besar ketua istana, akan tetapi banyak dari sakte-sakte besar dan pihak kekaisran yang berpihak kepada mereka, selain itu aku sendiri tidak menginginkan pertempuran besar terjadi kembali" jelas naga dewa seraya menghela nafasnya.
"Sungguh aneh, di sisi lain kekaisaran menetapkan harimau petir sebagai musuh, namun di sisi lainnya mereka malah berpihak kepada ras harimau" timpal lan wu dengan nada bertanya.
"Apakah kau pikir pedang iblis sesederhana yang terlihat? Pedang tersebut memiliki hawa jahat yang begitu kuat, banyak jiwa orang-orang di alam ini yang tertampung di pedang iblis. Pikirkanlah mengapa leluhur teratai putih bisa di kalahkan oleh pedang tersebut" sambung naga hitam dengan wajah tenang.
"Bagaimana soal tombak milik Huanlin? Apakah pedang iblis masih tidak sanggup di hadapi?" Tanya lan wu sedikit mengejutkan naga dewa dan hitam.
"Tentu saja tombak Huanlin dapat mengalahkan pedang iblis, hanya saja keberadaan Huanlin tidak di ketahui oleh siapapun" ujar naga dewa nampak membuat lan wu bernafas lega.
"Sebentar.. bagaimana kau bisa mengetahui perihal Huanlin?" Tanya naga dewa mendadak penasaran.
"Ah.. aku hanya mendengarkan dari beberapa pendekar tua yang berkelana di alam ini, aku padahal hanya asal bicara tidak di sangka ternyata Huanlin memanglah ada" ucap lan wu berbohong.
"Sudahlah, ada baiknya kau berlatih di ruang milik ku. Sempurnakan aura singa iblis, dan aku akan mengajarimu beberapa jurus dari api es" ujar naga dewa mengakhiri pembicaraan hari itu.
"Baiklah.. namun bisakah kau memberikan ku sebuah body pedang? Aku sangat-sangat membutuhkannya" ujar lan wu seraya tersenyum tipis.
__ADS_1
Nampak naga dewa sedikit berfikir sebelum ia menyuruh souzi untuk mengantarkan lan wu ke sebuah gudang penyimpanan senjata kelas dewa.
"Ikutlah dia, aku yakin akan ada beberapa pedang yang cocok untuk kau jadikan sebagai wadah pedang mu" jelas naga dewa bersamaan dengan lan wu yang telah bangkit dari duduknya.
Keduanya berjalan menuruni tangga kuil dengan pelan. Souzi terlihat hendak mengatakan beberapa hal kepada Lan wu, akan tetapi ia sedikit ragu.
"Nona, jika ada yang ingin kau tanyakan. Aku tidak keberatan untuk mendengarkan" ucap lan wu yang mengetahui gerak-gerik souzi.
Souzi nampak sedikit kaget bercampur malu. Ia menarik nafas dalam-dalam sesaat sebelum mengucapkan sesuatu.
"Kemampuan mu dalam mengendalikan aura sedikit mengejutkan ku" ucap souzi membuka pembicaraan.
"Aura pada dasarnya hanya berfungsi untuk menekan, serta memudahkan untuk melancarkan serangan kepada musuh, akan tetapi setelah melihat kejadian di tangga naik kuil, aku baru mengetahui bahwa aura dapat di gunakan untuk menyerang" ucap souzi yang membuat lan wu tersenyum tipis.
"Lalu bagaimana cara untuk mendapatkan wujud aura?" Tanya souzi dengan nada penasaran.
"Emm.. aku tidak begitu tau, aura ku mendadak membentuk wujudnya sendiri, dan selanjutnya aku tinggal menyempurnakan wujud tersebut dengan mengubah aura petarung menjadi aura neraka" jelas lan wu sedikit mengecewakan souzi.
"Oh... Begitu.." ucap souzi dengan nada kecewa.
"Bisakah kau menunjukkan wujud aura milik mu?" Tanya souzi dengan wajah berharap.
__ADS_1
Lan wu nampak sedikit heran akan permintaan souzi, akan tetapi mungkin saja itu dapat membantu souzi menemukan apa yang ia cari.
"Baiklah.." sanggup lan wu seraya mengeluarkan wujud auranya.
Mata souzi terbuka lebar usai melihat sendiri wujud aura neraka yang begitu menyeramkan.
"Hawa membunuh nya sangat besar.." ucap souzi sedikit tertekan.
"Pantas saja ia dapat menghancurkan aura di tangga kuil, dan aku sangat yakin dia belum mengeluarkan seluruh aura miliknya" terka souzi seraya menatap lan wu yang berdiri seraya memasang wajah tenang.
"Baiklah.. aku sudah cukup melihatnya" ujar souzi seraya lenyapnya wujud aura milik lan wu.
"Apa benar kau pernah mengalahkan paman guru saat di alam fana?" Tanya souzi serentak membuat lan wu terbatuk-batuk.
"Ehm.. apa naga dewa yang mengatakan nya pada mu?" Tanya lan wu seraya menahan dahak di tenggorokannya.
"Iya.. tidak hanya itu, dia juga mengatakan bahwa kau membantu untuk memulihkan kemampuannya, serta membangunkan guru ku" ujar gadis tersebut seraya menatap lan wu.
"Ah.. itu hanya kebetulan, mana mungkin aku dapat mengalahkan naga mengerikan itu" ucap lan wu seraya tersenyum kecut.
"Anda tidak perlu begitu merendah, aku sungguh berhutang kepada mu karena telah mengembalikan guru ku.. aku sangat malu pada diriku yang tidak dapat berbuat apa-apa untuk mengembalikan guru" ujar souzi entah mengapa mengingatkan lan wu akan kematian gurunya.
__ADS_1
"Kau tidak perlu merasa begitu, aku juga pernah mengalami hal tersebut. Rasanya begitu sakit melihat guru ku meregang nyawa hanya untuk menyelamatkan ku" ujar lan wu seraya tersenyum memandang langit.
"Dan saat itu aku berjanji, bahawa tidak akan lagi mengalami hal itu kembali" ujar lan wu seraya mengepalkan tangannya.