
Kecepatan Sasa kini sedikit menurun, tarikan nafasnya terdengar begitu jelas ditelinga Lan wu yang terus menantikan hal menarik dari gadis tersebut.
Dan benar saja, Sasa berhasil mendahului Lan wu beberapa langkah didepannya.
Hal tersebut membuat Lan wu bertambah kagum akan potensi gadis itu.
Hari menjelang pagi dan keduanya terus berlari hingga tiba-tiba Sasa tersungkur ketanah dan kehilangan kesadarannya.
Lan wu mengangkat tubuh gadis tersebut menuju kesebuah aliran sungai dan menyadarkannya di sebuah pohon rindang.
"Potensi gadis ini akan sulit diprediksi, hanya dalam waktu beberapa hari ia sudah memasuki tingkat fisik raja. Kini kemampuannya akan semakin meningkat saat ia menggunakan energi miliknya.." pikir Lan wu seraya duduk bersila disamping gadis tersebut.
"Tingkat pelatihan ku tertahan di 1999 lingkaran energi. Namun rasanya tidak ada yang bisa menyamai ku di seluruh alam.
Satu-satunya yang membuat ku serisu adalah sang kesempurnaan.." pikir Lan wu seraya memejamkan matanya.
Setelah beristirahat begitu lama akhirnya Sasa terbangun dari tidurnya. Keduanya langsung melanjutkan kembali perjalanan mereka.
Siang harinya mereka sampai di kota Er dan langsung mencari tempat makan untuk mengisi perut.
"Tuan Hu, restoran ini bernama kembang mawar. Pemilik tempat ini bernama Cai Liling dan merupakan salah satu orang terkuat di kota ER..." Jelas Sasa yang telah menghabiskan makanannya.
"Benarkah...? Sekuat apa nona Liling ini..?" Tanya Lan wu yang sedikit penasaran.
"Tingkat dewa bintang 6 dan dia merupakan salah satu dari 4 keindahan di kota ini.." jawab Sasa begitu antusias.
"Oh..."
"Namun kabarnya dia tidak begitu akrab dengan pria, bahkan seluruh pengikutnya disini adalah perempuan" ungkap gadis tersebut setengah berbisik.
"Wah...itu nona Liling..!"
"Sungguh bagaikan Dewi..!"
"Nona menikahlah denganku..!" Ujar para pria ditempat tersebut usai melihat pemilik dari restoran tersebut.
__ADS_1
"Sihir pesona? Tidak, ini memang aura memikat alami dari gadis itu.." gumam Lan wu dengan ekspresi biasa.
"Para tamu seklian, aku ingin memberitahukan bahwa tempat ku ini akan kedatangan tamu penting. Aku harap anda sekalian tidak keberatan untuk pergi lebih awal dari sini" ujar Liling dengan seraya mengeluarkan pesonanya.
Benar saja dalam hitungan detik tempat tersebut telah kosong tersisa Lan wu dan Sasa yang masih asik bercerita.
"Tuan apakah anda tidak mendengarkan pemimpin ku..?!" Tanya seorang gadis seraya menepuk meja Lan wu.
"Maaf nona, aku telah membayar mahal untuk bisa makan ditempat ini. Aku akan pergi setelah aku selesai" jawab Lan wu dengan nada tenang.
"Heh...pria memang begitu lancang dan seenaknya, aku harus mengajari mu sopan santun..!" Gadis tersebut mengarhkan tinjunya kepada Lan wu akan tetapi dengan cepat ditahan oleh Sasa.
"Kau hanya gadis jalang pria ini, beraninya menghentikan ku..!" Geram gadis tersebut seraya melepaskan seluruh kemampuannya dan berhasil memukul mundur Sasa beberapa langkah.
"Mengapa tidak berbicara baik-baik nona..?!" Tanya Lan wu bersamaan dengan munculnya ribuan pisau api iblis yang hampir memenuhi tempat tersebut.
Liling dan para muridnya sontak tercengang melihat keberadaan pisau-pisau milik Lan wu. Disisi lain Sasa ikut terdiam seakan-akan mulutnya dijahit.
"Mengancam seorang pelanggan demi melakukan rencana tersembunyi tidaklah pantas. Ketahuilah bahwa seorang perempuan harus pandai memasak dan murah senyum" ujar Lan wu kemudian menetralkan energinya.
"Dia adalah seorang putri dari mentri pertahanan istana. Kebetulan tempat ini merupakan tempat favoritnya aku harap anda tidak keberatan" jelas Liling bermaksud untuk mengusir Lan wu dengan halus.
"Tentu saja, kebetulan aku juga berasal dari istana. Namun bedanya aku tidak memiliki status yang setara dengan teman anda" balas Lan wu dengan nada tenang.
"Huh..! Hanya omong kosong belaka..!" Sergah gadis yang menyerang Lan wu dengan nada merendahkan.
"Anda benar. Aku hanyalah anak manja dari keluarga Hu, jangan pedulikan aku" sambung Lan wu seraya meletakan lencana keluarga Hu diatas meja.
Gadis yang barusan mengejek Lan wu sontak kehilangan keberaniannya. Ia bahkan mundur beberapa langkah seraya menundukkan kepalanya dari tatapan Lan wu.
"Apakah benar tuan, apakah anda adalah anak dari jendral Hugin?" Sergah seorang gadis yang merupakan putri dari menteri pertahanan.
"Saudari Zhishu maaf tidak menyambut mu" ujar Liling seraya mendekati gadis yang baru datang itu.
"Tidak apa-apa saudari Liling aku paham jika kau sibuk" balas Zhishu dengan nada lembut.
__ADS_1
"Eh...aura ini yang mu..."
"Hu Chi..! Senang bertemu dengan putri zhishu.!" Potong Lan wu dengan nada yang ditekankan.
"Ah...se..senang juga bertemu dengan sa.. saudara Hu" balas Zhishu dengan suara yang terpotong-potong.
"Silahkan lanjutkan obrolan kalian, aku akan mengantarkan teman ku menuju saktenya.." ujar Lan wu seraya berjalan meninggalkan tempat tersebut.
Nampak Zhishu sedikit membungkuk seraya berbisik kecil kepada Lan wu yang berjalan melewatinya.
"Yang mulia.... maafkan aku atas ketidak sopanan ku, aku harap yang mulia berkenan untuk menemui ku di tempat ini nanti malam" bisik Zhishu yang dijawab anggukan oleh Lan wu.
Lan wu berkeliling kota Er untuk melihat-lihat perkembangan di kota tersebut hingga tak terasa hari semakin gelap. Ia menemani Sasa menuju tempat kenalannya lalu pamit dengan alasan ingin menemui walikota.
Lan wu kini telah berada di depan pintu masuk restoran tersebut. Ia begitu kaget melihat Zhishu, Liling dan beberapa muridnya telah berdiri seakan-akan hendak menyambutnya dengan terhormat.
"Ada apa ini nona Shu? Bukankah kau sudah ku peringati untuk tidak mengungkap identitas ku..?!" Tanya Lan wu dengan nada marah.
"Ampun yang mulia...hamba terpaksa melakukan ini karena saudari Liling ingin menyampaikan sesuatu.." jawab Zhishu seraya membungkuk.
"Benar yang mulai...ini salah ku, maafkan aku atas kelancangan ku ini. Namun aku sungguh terpaksa melakukannya" sambung Liling dengan nada sopan.
Lan wu mempersilahkan mereka untuk menuntunnya keruang untuk berbicara.
Liling membawa mereka menuju tingkat teratas restoran tersebut yang merupakan tempat pribadi Liling.
Setelah duduk dan dihidangkan teh mawar Liling mulai membuka pembicaraannya.
"Yang mulia, sebenarnya tujuan ku mengundang saudari Zhishu kemari tidak lain dikarenakan pergerakan dari topeng darah.
Kembang mawar ku dan organisasi topeng darah telah berselisih akhir-akhir ini. Mereka menginginkan tempat ku sebagai markas untuk menjalankan rencana mereka.." jelas Liling kini membuat Lan wu serius.
"Rencana apa.?" Tanya Lan wu.
"Yang mulia... pernahkah anda mendengar api suci di sakte pedang dewa, mereka menginginkan it..." Ucapan Liling terputus usai Lan wu mengeluarkan aura neraka miliknya.
__ADS_1
Orang-orang didalam ruangan tersebut menjadi gemetar ketakutan dengan wajah pucat seperti mayat.