Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
menemui sosok yang membuat janji dengan Lan wu 2.66


__ADS_3

Istana tersebut begitu besar, Lan wu dan jendral yang mengantar nya harus berjalan cukup lama untuk sampai ke gerbang tersebut. Tiba-tiba muncul rasa penasaran di benak Lan wu.


"Aneh... Mengapa saat aku menemui putri di taman istana terasa begitu dekat?" Ucap Lan wu yang langsung di jawab oleh jendral tersebut.


"Kedatangan anda telah di ketahui oleh putri dan 5 tetua naga, jadi untuk melindungi anda dari para prajurit dan segala kesulitan. Putri menggunakan jurus ruang waktu untuk memperpendek jarak mu menuju istana" jawab jendral tersebut dengan nada tenang.


"Bertahun-tahun ras kami tidak pernah keluar dari area kekuasaan ras naga usai kematian tuan Gurou. Kami terus melatih diri dan bersiap jika terjadi serangan gabungan dari ras iblis. Anda adalah harapan kami untuk dapat bergerak bebasa di alam luar... Dan aku sungguh memohon agar tuan tidak melanjutkan perjalanan tuan dan tinggal di istana ini hingga kebebasan kami terwujud" ujar jendral tersebut sedikit membuat Lan wu iba.


"Saat takdir ku telah terpenuhi, kalian semua akan keluar dari dunia iblis ini dan hidup bebas di alam utuh.. jika kau menahan ku sekarang, apa yang kau harapkan itu akan tertunda begitu lama sampai muncul seseorang seperti ku yang akan melanjutkan takdir yang ku punya" jawab Lan wu seraya menghentikan langkahnya.


Nampak wajah dari jendral tersebut berubah menjadi murung. Lan wu paham betul apa yang di inginkan oleh jendral tersebut, akan tetapi ia tidak bisa jika harus menetap di istana naga iblis.


"Jendral apakah kau punya kekuatan di luar istana?" Tanya Lan wu sontak mengejutkan jendrak tersebut.


"Bagaimana anda tau?" ...


"Aku hanya menebak. Kau tenanglah.. tidak lama lagi kalian akan bertemu dengan keluarga mu... Aku pastikan itu" ujar Lan wu seakan membakar api harapan yang ada di hati jendral tersebut.


Jendral itu hanya mengangguk seraya tersenyum penuh harap. Entah mengapa ia begitu percaya akan sosok pemuda yang berdiri di sampingnya.


Mereka kemudian melanjutkan perjalanan sembari bercerita tentang keluarga mereka masing-masing, hingga mereka sampai di gerbang turun yang di maksud oleh para tetua naga.


Lan wu mengucapkan salam perpisahan lalu menghilang dari hadapan jendral tersebut melalui gerbang turun.

__ADS_1


Sesampainya Lan wu di bawah. Ia langsung bergegas menuju tempat semula ia berpisah dengan putra dari penguasa ke 2.


Ia memantau sekeliling hingga akhirnya ia menemukan orang yang di carinya tengah duduk dengan gelisah di sebuah kedai di depannya.


"Hey.. apakah kau sudah selesai duduknya?" Tanya Lan wu seraya tersenyum manis.


"Bodoh ini akhirnya sampai juga..!" Kesal pria tersebut seraya menarik Lan wu lalu menghilang entah kemana.


**


"Uek...!! Argh.. isi perut ku keluar semua.." rintih Lan wu seraya terduduk lemah di tanah.


"Waktu kita sudha tidak banyak.. kau malah asik sendiri di atas" kesal pria tersebut seraya menatap jengkel.


"Hahaha.. akhirnya kami menemukan mu tuan muda zun..." Terdengar suara berat di sertai munculnya 10 orang yang mengenakan topeng.


"Huh.. hanya semut kecil berani mencari ku?" Ujar pangeran pertama penguasa ke 2 yang bernama Zun Lin.


"Tapak api..!" Ujar Lan wu yang masih terduduk lemah di tanah.


"Uek..!! Uek... Oh.. sungguh bau mereka menambah rasa mual ku.." nampak Lan wu sekarang terbaring di tanah seraya menutup hidungnya.


"Hey..! Mengapa kau langsung membunuh semuanya?.." teriak Zun dengan nada jengkel.

__ADS_1


"Ah.. maaf aku sungguh tidak tahan dengan bau mereka.." jawab Lan wu dengan enteng.


"Aish.. apa boleh buat.. padahal aku hendak menanyakan siapa yang menyuruh mereka.." keluh Zun dengan nada pasrah.


"Sebaiknya kita segera bergegas menuju istana, aku akan memintah ayah ku menyelidiki hal ini" sambung Zun seraya mengajak Lan wu berjalan.


Mereka kembali melanjutkan perjalanan seraya Zun menjelaskan apa saja yang hendak di lakukan Lan wu di istana nanti. Menurut Zun, Lan wu pasti akan di uji terlebih dahulu sebelum di setujui sebagai pengawal pribadi Zun.


"Aku tau kau memiliki kemampuan yang hebat, namun usahakan agar kau menyembunyikan kemampuan tersebut. Keluarkan lah sedikit kemampuan mu..aga.." ucapan Zun langsung di potong oleh Lan wu.


"Bukankah jika aku menyembunyikan kemampuan ku, maka aku akan kalah dan kehilangan posisi untuk menjadi pengawal mu?" Tanya Lan wu dengan nada heran.


"Kau di bawa langsung oleh ku, selain ayahku tidak ada lagi yang berani menentang ku.." ucap Zun dengan mudah di pahami oleh Lan wu.


Setelah cukup lama berjalan, akhirnya mereka sampai di istana Zun yang lebih mirip seperti kekaisaran dengan puluhan rarus penjaga, serta bangunan menjulang tinggi yang di baluti dengan emas berwarna putih.


Nampak ramai orang-orang yang melihat kedatangan mereka, sebenarnya mereka merasa heran dengan orang yang berjalan sejajar dengan Zun, akan tetapi mereka tidak berani menanyakan hal tersebut.


Di penghujung jalan, nampak beberapa prajurit berlari kencang ke arah mereka seraya membawa dua buah kuda jantan bertubuh kekar.


"Pangeran pertama, silahkan anda dan orang anda menaiki kuda ini" ujar salah satu prajurit dengan nada sopan.


"Aku menghargai bantuan mu, namun lagi ingin menggerakkan kaki ku" jawab Zun singkat.

__ADS_1


__ADS_2