
"Jangan lancang kau..!!" Terlihat sebuah pedang melaju kencang kearah leher Lan wu.
Dengan sigap kobaran api iblis membentengi tubuh Lan wu dan mematahkan pedang tersebut. Lan wu mengeluarkan aura neraka seraya melipat tangannya di depan dada.
"Nona Nei.. aku berkali-kali hampir terbunuh oleh kemarahan mu.. aku abaikan amarah mu jika seandainya kau tau amarah ku.." ujar Lan wu melirik sekilas Nei yang berjalan mendekat dari pintu masuk.
"Hentikan kalian..! Bikin tambah pusing saja..!" Kini giliran Zun yang merasa kesal.
Setelah semuanya tentang, Zun menjawab ucapan Lan wu.
"Meskipun adik ku bukan pendekar hebat, akan tetapi orang-orang yang menjaganya tidak lemah, selain itu bukannya aku sudah bilang bahwa kau tidak boleh membunuh adik ku?" Zun menegaskan ucapannya.
"Aku hanya perlu bantuan mu untuk meyakinkan 4 keluarga bangsawan, sisanya aku akan selesaikan dengan adik ku" sambung Zun seraya mengepalkan tangannya.
"Aku akan berangkat besok menuju tempat mereka, dan kau ikut bersama ku besok" ucap Zun sembari menatap Lan wu.
"Baiklah.. hanya menjaga mu hingga selesai perebutan tahata kan? Aku sudah tidak sabar untuk pulang ke tempat ku" jawab Lan wu terlihat senang.
Kini mereka berbincang kembali dengan topik yang lebih santai sembari menikmati hidangan yang sudah jadi. Usai makan Zun pergi menuju istana, dan Lan wu di suruh untuk berkeliling di pusat kota.
Awalnya Lan wu ingin ikut dengan Zun, namun ia di tolak dengan alasan Zun hendak berbicara empat mata dengan ayahnya.
Setelah cukup jauh berjalan, Lan wu akhirnya sampai di pusat kota. Suasana saat itu begitu ramai di penuhi oleh orang-orang. Lan wu memutuskan untuk terus berjalan dan melihat-lihat.
"Tuan mari singgah sebentar.." terdengar teriakan manja dari arah rumah bordil.
__ADS_1
Lan wu tak menghiraukan wanita-wanita tersebut, dan memilih berjalan terus. Dalam hati ia merasa geli menerka wujud asli dari wanita-wanita tersebut.
Hingga sampailah ia di sebuah balai besar yang bernama "petir langit". Lan wu merasa penasaran dengan tempat tersebut, hingga memutuskan untuk melihat isi balai tersebut.
Di dalam balai tersebut nampak banyak sekali orang-orang tengah berkumpul. Lan wu seketika terhenti usai melihat beberapa orang tengah berdiri di atas panggung seraya terlihat sebuah benda yang di tutupi dengan kain berwarna merah.
"Rupanya mereka tengah mengadakan lelang. Aku penasaran dengan benda yang tersembunyi di balik kain tersebut" gumam Lan wu pelan.
"Benda berikut adalah bekas wadah dari api iblis milik ras naga. Wadah ini masih memiliki sisa api iblis yang berkobar. Siapapun yang memiliki wadah ini akan dapat mengembangkan, serta memperkuat unsur api yang ia miliki" ucap ketua lelang sedikit membuat Lan wu tertawa.
Namun banyak orang menawar benda tersebut dengan harga tinggi, sementara Lan wu hanya melihat saja.
"Mengembangkan api iblis tanpa api hitam adalah lelucon" pikir Lan wu sembari tertawa geli.
Usai barang tersebut terjual, kini lelang pun di lanjutkan dengan barang yang lain. Lan wu sontak tersenyum usai menerka apa yang sebentar lagi akan di tunjukan.
"Di persilahkan bagi kalian yang hendak menukarkan, untuk berjalan ke atas panggung secara bergantian. Kami hanya menerima barang dengan kualitas tinggi" sambung pemimpin lelang sontak membuat beberapa peserta lelang sedikit kecewa.
Hanya terlihat sekitar 5 orang yang mengantri untuk naik ke atas panggung tersebut sementara lainya hanya melihat-lihat.
Usai seluruh orang tersebut turun dari panggung, kini Lan wu berjalan mendekat ke arah panggung tersebut. Terlihat rasa penasaran dari sorot mata peserta lelang.
Lan wu naik dengaj tenang sembari berjalan mendekat ke arah pemimpin lelang.
"Aku tidak tau apakah bunga petir 2 warna dapat di kategorikan sebagai barang berkualitas tinggi.." ujar Lan wu seraya tersenyum tenang.
__ADS_1
"Apakah kau serius mengenai bunga petir 2 warna? Itu tentu saja merupakan barang langka yang hanya tumbuh di sebuah daerah dimana petir pengadil berada.." wajah dari pemimpin lelang tersebut terlihat kaget.
Lan wu sontak mengeluarkan 1 bunga petir 2 warna dari cincin ruangnya dan mempersilahkan pemimpin lelang untuk memastikan.
"Benar-benar barang asli... Aku sungguh tidak percaya bahwa kau memiliki bunga ini.. kalau aku boleh jujur, ular larva masih bisa di temukan di beberapa tempat dan tidak tergolong langaka.. namun bung.." ucapan pemimpin lelang tersebut di potong oleh Lan wu.
"Jika begitu aku akan membawa ular ini" seru Lan wu seraya menatap kearah kandang tempat ular larva terkurung.
Pemimpin lelang dengan lantang menyerukan agar orang-orang nya segera memberikan kunci segel kepada Lan wu. Lelang pun di menangkan oleh Lan wu.
Wajah tidak percaya serta geram terlihat dari ke 5 orang yang sepertinya memiliki kedudukan penting di tempat tersebut.
"Kami akan membantu anda untuk membawa ular ini ke luar, selanjutnya kami akan memberi tau cara menggunakan segel ini" jelas pemimpin lelang dengan nada senang.
"Anda tak perlu repot, aku tidak membutuhkan segel untuk menahan ular itu. Aku bahkan berniat untuk menjadikannya tunggangan ku..." Jawab Lan wu sekali lagi mengejutkan seisi ruang.
"Huh... Dasar pembual" teriak beberapa orang dari bawah panggung.
"Tuan.. bahkan untuk mengurung hewan ini memerlukan 10 ahli tingkat dewa iblis menengah, bukannya aku menyinggung mu namun.." kembali ucapan pemimpin lelang tersebut terputus.
Lan wu dengan cepat menghancurkan kurungan ular tersebut bersamaan dengan suara raungan keras dari ular yang kini telah terbangun.
Dari tubuhnya memancarkan percikan larva yang begitu panas hingga melelehkan belenggu di leher dan badannya.
"Cepat panggilkan beberapa ahli..!" Teriak pemimpin lelang dengan wajah khawatir.
__ADS_1
Lan wu tak menggubris ekspresi orang tersebut, dan melangkah maju mendekati sosok ular besar yang kini menatap tajam ke arah Lan wu.
Mulut ular itu bersinar terang bersamaan dengan seluruh ruangan tertutupi oleh cahaya tersebut. Perlahan-lahan terlihat seorang gadis dengan baju berwarna oranye berdiri tepat di posisi ular larva semula berada.