Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Gelombang pertama


__ADS_3

"pasukan naga putih menyerang !!...pasukan naga putih menyerang !!.." terdengar teriakan keras mengisi udara di kediaman kaisar tersebut


Nampak seorang prajurit yang di tugaskan di perbatasan datang menggunakan kuda .


Teriakan tersebut terus menggema beberapakali hingga akhirnya di dengarkan oleh seluruh pedekar yang berada di area istana tersebut .


Kaisar dan para jenderal segera menyiapkan pasukanya,dan berangkat terlebih dahulu ke perbatasan . Sekitar 500 prajurit turut serta dalam perjalanan malam itu ,dan hanya menyisakan 600 prajurit beserta para pendekar sakte dan mandiri di kota Yon .


Kaisar segera mengutus orang untuk mengumpulkan seluruh ketua untuk menemuinya di istana malam itu juga .


Dengan perasaan yang tak menentu mereka berjalan menuju istana kaisar sembari membawa perlengkapan mereka jika sewaktu-waktu akan di utus ke perbatasan .


Jarak dari negara Yon dan wilayah timur hanya berjarak sekitar 80 hari perjalanan ,dan hanya membutuhkan sekitar 3 Minggu jika di tempuh dengan mengendarai hewan gaib sejenis burung .


Seharunya sesuai perkiraan dari kaisar . Rombongan naga putih akan sampai di kekaisaran Yon 3 hari kemudian , namun tak di sangka kedatangan mereka lebih cepat 3 hari dari perkiraan tersebut .


Untunglah mereka telah selesai membangun benteng pertahanan di perbatasan dan di ibukota Yon .


Selanjutnya hanya tinggal menyebarkan informasi soal kedatangan naga putih di setiap pelosok negara Yon dan kekaisaran lainya .


"Guru sepertinya perang sudah di depan mata .." ujar Zhen yang berjalan di samping lan wu beserta yiyi dan lainya


Lan wu mengela nafasnya sejenak sembari menghentikan langkahnya


"Kau benar ,kini tidak ada harapan untuk menghindari. Ingat apa yang pernah ku katakan kepada kalian " jawab lan wu kembali melangkah


Mereka tiba di ruangan tahata kaisar. Terlihat telah di penuhi oleh Parak ketua beserta tetua perguruan mereka masing-masing. Melihat seluruh ketua sudah berkumpul. Kaisar akhirnya mulai menjelaskan situasi tersebut ,sembari memberitahukan beberapa hal lainya


"Kita akan menghadapi perang besar besok. Aku berharap para ketua dan lainya mempersiapkan diri. Kekompakan serta semangat kalian merupakan penentu dalam perang ini." Ujar kaisar yang duduk di tahtanya


"Para jendral dari ke 4 kekaisaran telah berangkat ke medan perang terlebih dahulu. Dengan begitu pasukan naga putih tidak akan memaksa untuk menerobos masuk ke dalam wilayah Yon. Terlebih lagi mereka baru menempuh perjalanan yang begitu jauh. Tentu tenga mereka terkuras dan membutuhkan beberapa waktu untuk beristirahat " sambung laksamana negara Yon


"Lalu bukankah itu bagus untuk menyerang mereka yang tengah kelelahan ?" Tanya ketua istana naga air


"Betul, terlebih lagi jumblah pasukan yang berada di benteng perbatasan tidaklah sedikit" kini ketua bambu emas juga melontarkan keheranannya


Kaisar tersenyum sesaat sebelum meminta Kasim won untuk menjelaskan kepada keduat ketua tersebut.


"Memang benar apa yang dikatakan oleh para ketua, namun dari segi situasi yang ada. Jelas istana naga putih memiliki rencana yang matang. Dengan kondisi mereka yang demikian, mereka tetap berani memberikan serangan kejutan di perbatasan. Bukankah lebih mudah bagi mereka untuk menyerang diam-diam ? Aku meyakini jika mereka merencanakan sesuatu dan memancing perhatian kita ke area perbatasan " jelas Kasim sembari menahan dagunya


"Bagaimana jika tujuan mereka bukanlah menerobos melalui darat?" Ujar lan wu membuat seluruh perhatian tertuju padanya


"Maksud tetua lan ?" Tanya Kasim yang masih bingung dengan perkataan lan wu


"Seperti yang dijelaskan oleh Kasim won, mereka sengaja mengalihkan perhatian kita ke wilayah perbatasan. Dengan mengirimkan seluruh pasukan ke satu titik,maka secara langsung akan membuat wilayah lainya menjadi lemah dan mudah di terobos masuk oleh musuh.menurut ku mereka bermaksud menduduki sebuah tempat yang berada di dalam benteng perbatasan tersebut,dan pasukan yang menyerbu benteng hanyalah sebagai pion pemancing untuk mempermudah raja dan Mentri menduduki area di kekaisaran Yon " jelas lan wu


Seketika ekspresi Kasim won di penuhi dengan kekhawatiran


"Kasim won, mengapa wajahmu seperti itu ?" Tanya kaisar dengan nada heran


"Yang mulia, menurut informasi dari prajurit perbatasan, di area luar benteng terdapat beberapa jejek hewan gaib yang di duga merupakan sejenis burung. Mendengar dari analisa tetua lan, itu sangat berkaitan dengan kondisi yang sekarang kita hadapi. Kemungkinan besar mereka membagi pasukan menjadi beberapa bagian,dan pasukan musuh yang berada di perbatasan kita, di tujukan untuk pengalihan semata " jelas Kasim won melebarkan mata seluruh orang yang berada di Raung tersebut


"Jika seperti itu, sebaiknya kita segera menarik para jendral di perbatasan secepatnya,dan menempatkan mereka di setiap kota yang ada di kekaisaran Yon " ujar ketua istana langit yang sedaritadi hanya diam


"Ti..tidak semudah itu ketua... Pasukan pengalih milik mereka berjumlah sekitar 600 orang, dan terdapat 6 jendral besar yang kemampuannya begitu hebat.


Jika kita menarik pasukan dari sana, di khawatirkan akan mempermudah mereka menerobos masuk lewat jalan utama. Sekarang kita hanya bisa bergantung kepada para ketua dan pendekar sekalian untuk menginvasi wilayah di negara Yon " ujar Kasim seraya menghela nafas beratnya


"Yang di katakan Kasim won memanglah benar, kini saatnya bagi kita untuk menunjukan kemampuan pendekar di      wilayah barat, persiapkan diri kalian..! Kita habisi mereka yang berani menginjakan kaki di wilayah kita !!" Seru salah satu ketua yang di sambut serentak oleh lainya


Malam itu, seluruh ketua sakte meninggalkan istana menuju beberapa kota yang telah di perintahkan kaisar kepada mereka. Hanya tersisa ketua Jian ,Ning,dan lan wu yang di tugaskan untuk melindungi kota Yon yang kini hanya tersisa 400 prajurit dan laksaman ken di kota tersebut. Istana kaisar di jaga dengan sangat ketat, untuk sementara gerbang kota di tutup demi menghindari penyusup dari luar kota tersebut.


**


Sesuai dugaan lan wu. Setelah tiga hari kabar penyerangan tersebut, pasukan naga putih berhasil menguasai kota Mon yang berada di bagian timur kekaisaran yon. Penjaga kota Mon di Sandra dan seluruh prajurit penjaga kota tersebut,di bunuh dengan kejam oleh mereka.


Informasi jatuhnya kota Mon di dapatkan oleh tetua Yuan ,yang berada tidak jauh dari kota tersebut untuk melindungi kota ain.

__ADS_1


" Tidak di sangka, mereka berhasil menguasai kota Mon dalam waktu yang singkat. Apakah ada informasi pasukan    musuh dari kota lainya ?!" Tanya kaisar dengan nada tinggi seraya membuat prajurit yang melapor sedikit        ketakutan


" Untuk saat ini , selain di kota Mon tidak ada lagi yang mulia " jawab prajurit tersebut dengan nada sopan


" Sampaikan pesan ku kepada tetua Yuan, sebisa mungkin hindari orang luar untuk masuk ke dalam kota. Perintahkan dia untuk mengirim beberapa mata-mata untuk mengamati kemampuan naga putih " ujar kaisar yang segera di laksanakan oleh prajurit tersebut


Kaisar menghela nafas panjang sebelum meminta Kasim won untuk memanggil ketua Jian dan ketua istana langit di kediaman mereka


Mendengar panggilan tersebut, kedua ketua tersebut segera mengarah ke istana kaisar.


Di tempat lain tepatnya di gerbang langit ibukota Yon, lan wu tengah mengawasi area luar sembari menunggangi xioca yang berada di ketinggian tersebut


Hampir setiap hari lan wu terus melakukan patroli rutin di wilayah ibukota yon begantain dengan Ning serta laksaman ken.


Ia hendak menyusuli Ming yu dan seluruh anggota pedang dewa bersama tetua yuan,namun di tahan oleh kaisar yang meminta lan wu untuk tetap berada di istana,sembari menjadi analis situasi peperangan tersebut .


Pada dasarnya itu bertentangan dengan kepribadian lan wu, ia lebih suka terlibat pertarungan daripada hanya duduk sembari menyaksikan seluruh orang berjuang mempertaruhkan nyawa mereka


Tak di sangka alur peperangan ini begitu acak dan harus mengerahkan otak untuk menghindari taktik tersembunyi dari pihak musuh.


Tapi lan wu menerima permintaan kaisar, setidaknya ia dapat mencegah kerugian serta dapat mempertahankan situasi yang masih daot di kendalikan


"Aku tau xioca, aku juga sangat mencemaskan yiyi dan lainya. Namun kita tidak bisa sembarang bertindak dalam situasi ini. Aku yakin merek dapat menjaga diri dengan baik. Sekarang tergantung pada kita untuk tetap mempertahankan situasi dan bila perlu dapat merubah nya. Perang ini tidak hanya melibatkan kemampuan bertarung dan tingkat kultivasi, namun kau juga harus menggunakan otakmu sebaik mungkin .." ujar lan wu merasakan kecemasan dari xioca.


Tanpa sadar lan wu telah berada cukup jauh dari ibukota Yon. Ia tersadar usai melihat hamparan hutan yang begitu luas dan sebuah jalan sedang yang digunakan para pedagang untuk bepergian menuju ke ibukota


Lan wu menyuruh xioca untuk mendarat dan hendak memeriksa area tersebut jikalau terdapat kemah musuh yang tersembunyi di nyata hutan tersebut


" Sepertinya aku terlalu berlebihan .." pikir lan wu sembari berjalan menelusuri beberapa jalan kecil yang terdapat di antara hutan tersebut


Lan wu mengerutkan alisnya seraya melihat bekas api yang terdapat di depannya. Lan wu segera melompat ke pohon dan mempercepat lajunya. Samar-samar ia dapat merasakan hawa kehidupan yang berada tidak jauh di depannya


"Mereka adalah pendekar !" Ujar lan wu merasakan aliran energi dari beberapa orang di depannya


Lan wu mengentikan langkahnya usai mendarat ke ranah dan bersembunyi di balik pohon. Setidaknya ada 4 orang yang berada di tingkat dewa menengah dan 5 lainya merupakan pendekar yang belum lama memasuki tingkat  dewa awal.


"Bagiamana situasi nya ?" Tanya suara yang berasal dari dalam kereta tersebut


"Pangeran Dean , untuk saat ini ibukota ditutup dan tidak menerima siapapun dari luar kota. Dengan menyamar sebagai pedagang pun. Tidak akan bisa memasuki kota tersebut. Ada baiknya kita segera kembali dan memikirkan cara lainya " jelas seorang yang tengah membungkuk ke arah kereta tersebut


"Sepertinya mereka menang berasal dari dari naga putih " gumam lan wu sembari melompat mundur


Ketika jarak mereka sudah jauh. Lan wu segera memanggil xioca dan terbang mengarah ke istana kaisar


"Bangs*t !! Padahal aku begitu ingin menghabisi mereka!" Kesal lan wu sembari mengepalkan tangannya


Seketika lan wu terpikir akan ucapan Jian beberapa hari lalu padanya


"Jika bertemu dengan mereka. Ada baiknya kau menahan dirimu. Kau merupakan kartu as wilayah barat. Tunggulah waktu yang tepat untukmu menumpahkan kekesalan mu " ujar Jian yang menggema di kepala lan wu


Lan wu menghela nafas seraya melepaskan kepalan tanganya. Wajah nya menatap serius kearah depan


"Aku Takan menahan diri lagi... Persetan dengan kejutan atau lainya, dengan membunuh pangeran tersebut. Setidaknya dapat meningkatkan semangat yang lainya " ujar lan wu sembari menyuruh xioca untuk kembali ke rombongan tersebut


Lan wu melepaskan aura neraka miliknya sembari memegang gagang pedang dengan erat, hari ini tidak ada yang akan dilewatkan oleh lan wu sedikitpun .


Tekan aura lan wu tersa hingga ke tempat rombongan pendekar tersebut. Mereka menaikan kewaspadaan sembari mengelilingi kereta pangeran dengan tatapan waspada ke arah sumber aura tersebut .


Lan wu melompat dari ketinggian tepat di depan kereta Dean yang tengah di kelilingi oleh pengawalnya tersebut


"Kalian dari istana naga putih ?!" Tanya lan wu menegaskan perkataannya


"Sepertinya kau bukan aliansi dari naga putih,dan mengapa jika kami berasal dari sana?" Salah satu pria di depan lan wu kini menyeringai sembari mengeluarkan aura miliknya .


"Kau bukanlah seseorang yang pantas untuk bertanya di sini. Terlebih lagi kalian cukup bernyali untuk berkeliaran di sekitar area ibukota negar Yon. Bagaiman nasip pemimpin kalian jika mengetahui bahwa salah satu anaknya akan menjadi orang pertama yang gugur di kekaisaran Yon " ujar lan wu dengan tatapan dingin


Di dalam kereta kuda,nampak Dean tersenyum usai mendengar perkataan dari lan wu. Tak di sangka jika lan wu tidak gentar menghadapi puluhan pendekar yang berada di tingkat dewa

__ADS_1


"Bagaimana jika ternyata kau yang gugur di tangan ku? Akankah kaisar kalian mengenang kehebatan mu ?" Ucapan pria tersebut berhasil memprovokasi lan wu


Dengan cepat lan wu mencabut pedang nya seraya menerjang ke arah pria tersebut. Namun tak di sangka pria didepannya berhasil menahan pedang lan wu dengan menggunakan lengan nya. Lan wu segera menarik pedangnya seraya hendak menusuk perut lawan di depannya,namun kembali dapat di hindari dengan mudah oleh pria tersebut


"Tidak buruk untuk bocah seperti mu.." seru pria tersebut sembari mengumpulkan energi di kedua tangannya


"Tubuhnya begitu keras, jurus apa yang di latihnya ?" Tanya lan wu dengan tatapan menyelidik


Lan wu kini meningkatkan tekanan auranya ke level tertinggi dan berhasil membuat pria di depannya sedikit menjadi panik . Melihat posisi nya yang di rugikan akibat energi lan wu, ia segera melompat mundur seraya menyuruh ke 8 temanya untuk ikut membantu.


"Alunan pedang sunyi " ujar lan wu bersamaan dengan tekanan udara seketika menjadi hampa


Formasi pertahanan mereka seketika menjadi berantakan usai seluruh Indra mereka mendadak tumpul. Dengan cepat lan wu melompat ke atas sembari menebas pedangnya ke arah kereta. Sontak kereta tersebut terpotong menjadi dua bagian. Beberapa orang yang berjejer di samping kereta juga ikut terkena serangan lan wu


"Kepar*t ini..!" Geram pria yang sedari tadi bertarung dengan lan wu.


Ia tak menyangka bahwa jurus pedang lan wu dapat menimbulkan ilusi yang begitu kuat terhadap mereka, bahkan tanpa di sadari olehnya, Lan wu telah berhasil menghancurkan kereta yang dilindungi dengan ketat oleh mereka.


...


Mereka menerjang lan wu yang sedari tadi yang telah di sibukkan oleh beberapa pemanah. Sementara beberapa dari mereka menyerang lan wu dari jarak dekat. Beberapa kali lan wu menjaga jarak seraya menebas hujan panah yang di lepaskan oleh pemanah tersebut .


"Tebasan putaran sunyi " ucap lan wu bersamaan dengan melesatnya energi pedang miliknya kerah beberapa orang di depan lan wu .


Namun dengan cepat ke 9 orang tersebut menahan serangan lan wu dengan menggunakan jurus kuat mereka.


Lan wu menerjang ke tengah ke tengah kepanikan lawan-lawannya. Ia mendarat tepat di tengah puluhan pendekar sembari menyarungkan sesaat pedang di tanganya


"Tebasan neraka " kini pancaran energi dari jurus lan wu mampu menggetarkan area  sekitar. Raut kelompok tersebut seketika menjadi pucat usai merasakan tekanan kuat dari jurus lan wu


"Kang zan.. kau dan taunyu segera bawa pangeran menjauh dari sini. Kemampuan orang ini setidaknya setara dengan tetua di dewa akhir bintang 5!!" Ujar xu leng  yang merupakan ketua dari ke 9 orang tersebut


Kini tubuh Leng mengeluarkan energi kuat di ikuti teriakan besarnya, dengan cepat ia melompat ke arah lan wu dan mengerahkan jurus nya menyambut serangan milik lan wu


Benturan kedua jurus tersebut memberi dampak kerusakan yang tidak sedikit di area tersebut. Lan wu melompat mundur usai melihat tampilan leng yang lebih menyerupai seekor harimau.kekuatan leang jauh meningkat dari sebelumnya.


"Kau monster?" Tanya lan wu seraya menatap Leng yang sedikit kelelahan akibat menahan jurus lan wu


Hampir 15 orang kehilangan nyawa akibat terkena jurus lan wu . Leng hanya menahan area depan yang terdapat pangeran,sedangkan sisi lainya tidak bisa di tahan olehnya. Setidaknya leang sedikit tenang usai mengetahui bahwa pangeran berhasil di selamatkan dari situasi tersebut


"Huh..aku merupakan keturunan dari ras harimau petir. Tubuhku di tempa oleh petir langit hingga menjadi wadah istimewa untuk menampung kekuatan suci ras harimau. Kau cukup beruntung dapat melihat ku dalam wujud ini " tawa sinis terdengar dari mulut Leng


Lan wu hanya diam seraya melihat beberapa orang yang bersiap menyerang nya .


"Wah..pantas saja kau menjadi begitu arogan,namun jangan berfikir jika  pangeran mu dapat kabur dari kematianya " seru lan wu tenang sembari xioca melaju kencang ke arah larinya pangeran beserta 2 orang anggota Leng


"Tunjukan keistimewaan ras mu !" Ucap lan wu bersamaan dengan puluhan pisau api iblis di sekelilingnya


Melihat lan wu yang telah serius, leng meminta seluruh orang yang tersisa untuk menyerang lan wu secara bersamaan.


Pisau api melaju cepat kearah leng dan lainya, sisi lain leng bersama lainya menerjang lan wu secara bersamaan


Ledakan api dari pisau api milik lan wu hanya berhasil menumbangkan beberapa orang. Lan wu berdecak kesal usai mengetahui pisau tersebut tidak mampu membunuh pendekar yang berada di tingkat dewa


Lan wu menyambut beberapa orang yang berada begitu dekat dengan nya , pedang sunyi menari dengan begitu lincah di tangan lan wu. Jurus tarian sunyi berhasil menahan serangan beruntun dari musuh-musuhnya .


Lan wu bergeser ke kiri menghindari serangan yang terarah kepadanya bersamaan dengan tebasan pedang yang di berikan lan wu pada orang tersebut. Ia kembali melompat mundur dan berhasil menahan beberapa serangan dengan pedangnya


"Brukkkkkk" ke 5 orang yang beradu jurus dengan lan wu kini terhempas ketanah akibat tak sanggup menahan kekuatan dari jurus pedang lan wu


"Ini?!.." kaget lan wu usai melihat tanah yang seketika membalut kaki lan wu dan menyebabkan ia tidak bisa bergerak


Dari arah atas terlihat Leng melompat sembari mengerjakan jurus miliknya


Lan wu berusaha untuk melepaskan kakaknya dari jeratan tersebut namun sama sekali tidak bisa ia lakukan, suasana semakin memburuk dengan ke 6 anggota Leng yang berada di tahap dewa menengah juga menerjang kerah nya dengan jurus kuat milik mereka


"Kau..matilah !!" Teriak Leng yang hanya berjarak beberapa langkah dari lan wu yang masih berusaha menghancurkan belenggu tersebut.

__ADS_1


__ADS_2